CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Isi Hati Windy Yang sebenarnya


__ADS_3

Jam istirahat sekolah telah berbunyi terlihat beberapa murid Nusa Bangsa mulai keluar dari kelas masing-masing, ada yang menuju kantin ada juga yang menuju perpustakaan, namun saat ini ketiga sahabat tersebut terlihat sedang duduk dibawah pohon yang tak jauh dari sekolah, pohon besar dengan rumput jepang hijau yang tumbuh indah dibawahnya, seperti lapangan sepak bola.


''Gue gk nyangka ya guys, diantara kita bertiga hanya tinggal gue yang masih perawan, sedangkan kalian udah pada menikah bahkan sekarang sudah ada yang menyandang status janda.'' ucap Putri sambil melirik kearah sahabatnya Windy.


'' Huus, kok kamu ngomongnya gitu sih Put, jadi janda bukan kemauan Windy, lagi pula ini lebih baik dari pada harus mempertahankan pernikahan dengan hati dan jiwa yang terluka.'' jawab Niken sambil menatap Windy yang hanya diam.


'' Hehe, sory-sory gue hanya becanda kok, maaf ya Win, loe gk akan ambil hati omongan gue kan?'' tanya Putri


'' Loe tenang aja Put, gue gk akan marah, lagian yang loe bilang gk salah kok, karna memang kenyataannya gue adalah seorang janda.'' jawabnya dengan senyum terpaksa.


'' Janda terhormat!" sambung Niken, membuat Windy tersenyum mendengarnya.


'' Oya, setelah bercerai dari kak Leo, loe ada ketemuan lagi gk sama dia?'' tanya Putri karna jujur saja, ia masih penasaran dengan perasaan sahabatnya itu pada mantan suaminya, sebab yang Putri tau, jika Windy itu sangat mencintai Leo, lantas bagai mana mungkin dalam waktu secepat ini dia sudah bisa move on, pikirnya


'' Ada, kemarin gue memang sempat ketemu disuatu tempat,'' jawab Windy tanpa ingin memberitahu pada kedua sahabatnya jika kemarin mereka bertemu dirumah sakit tempat dimana Viona dirawat.


'' Oya? terus-terus apa yang loe lakuin? apa kalian sempat bicara?'' tanya Putri lagi


'' Kamu itu kenapa sih Put? sepertinya pengen tau banget? bukannya dulu kamu yang bilang jika sudah jadi mantan itu jangan dibahas lagi, kan udah cerita basi.'' jelas Niken mengingatkan kembali ucapan yang pernah dikatan Putri.


'' Yakan gue mau denger juga Ken, mana tau kan si mantan ngajak balik lagi.'' jawab Putri sambil melirik kearah Windy.


'' Kalau pun ia mana mungkin Windy mau, benar gk Win?'' Niken kembali menjawab ucapan Putri sambil menatap kearah sahabatnya.


'' Iya, loe benar Ken, gue gk akan mungkin kembali bersama kak Leo, rasa sakit dihati gue bahkan sampai sekarang masih sangat terasa, walaupun gue sudah mulai memaafkan nya, namun untuk kembali bersama gue rasa tidak.'' jawab Windy dengan pandangan lurus kedepan, Putri dapat melihat tatapan penuh luka dimata sahabatnya itu, saat Windy membicarakan tentang Leo.


'' Apa loe masih cinta sama dia Win?'' sambung Putri lagi.


'' Entahlah Put, yang pasti rasa sakit gue lebih besar dari pada rasa cinta gue sama dia, tapi jujur saja saat terakhir kami bertemu entah kenapa gue merasa biasa saja saat melihatnya, sampai gue berpikir apa ini efek karna gue terlalu sakit hati sama kak Leo hingga perasaan gue sama dia itu seolah mati.'' ucap Windy dengan pikiran jauh menerawang.


Sedangkah kedua sahabatnya hanya menjadi pendengar.


'' Mungkinkah perasaan kamu ke kak Leo sudah tidak ada lagi?'' tanya Niken memastikan.


'' Entahlah Ken, gue juga sempat berpikir seperti itu.'' jawabnya

__ADS_1


'' Yaudah deh kita gk usah bahas mantan lagi, males gue.'' ucap Putri tiba-tiba membuat kedua sahabatnya menatap dengan dahi berkerut.


'' Kok bisa? bukannya tadi kamu yang semangat bahas soal mantan ya Put?'' ucap Niken mengingatkan


'' Tadinya, tapi sekarang gue udah malas, gk seru, kalau bahas mantan.'' sambungnya lagi membuat kedua sahabatnya menggeleng kepala.


'' Oya Put, bang Regan ada dirumah gk?'' pertanyaan Niken membuat kedua sahabatnya menatap kearahnya dengan tatapan menyelidik.


'' Ngapain loe tanyain abang gue? bukannya loe udah punya suami ya? apa loe ada maksud buat nikah lagi?'' tanya Putri asal membuat tawa kedua sahabatnya pecah.


'' Kalian kok ketawa? emangnya apa yang lucu?'' tanya Putri bingung.


'' Ya habisnya kamu itu ada-ada aja, masa hanya karna aku tanyain bang Regan kamu mikir jika aku mau nikah lagi, ada-ada saja kamu.'' jawab Niken dengan tawa yang masih menghiasi wajahnya.


Ternyata Niken memang sangat cantik,apalagi saat tertawa seperti itu, auranya sangat terpancar, jika memang bang Regan menyukai tipe seperti dia pasti aku tidak akan bisa bersaing dengannya untung dia sudah menikah dengan om Rayen, tapi tetap saja aku masih harus bersaing dengan pacarnya yang berada entah dimana sekarang.


Windy membatin, ia sadar jika kini dirinya memang benar memiliki perasaan pada Regan, sama seperti waktu perasaan nya dulu saat menyukai Leo.


'' Lah, terus apa dong? habisnya tumben-tumbenan loe tanyain abang gue, bukannya kemari loe bilang jika abang gue itu nyebelin?'' ucap Putri yang memang pernah mendengar keluhan Niken tentang abang nya yang dibilang dingin dan juga nyebelin.


*


*


*


Saat ini Rayen sedang dalam perjalanan menuju sekolah dimana tempat sang istri menimba ilmu, setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit akhirnya Rayen sampai didepan pintu gerbang sekolah Nusa Bangsa.


Niken tersenyum sambil melambaikan tangan saat melihat suaminya membuka kaca mobilnya, rencananya hari ini mereka akan pergi jalan-jalan.


'' Kita mau kemana mas?'' tanya Niken sambil memasang seatbelt miliknya.


'' Gimana kalau nonton?'' tawar Rayen


'' Boleh, yaudah yuk.'' ajak Niken, dan Rayen pun langsung melajukan kembali mobilnya menuju salah satu pusat perbelanjaan, karna selain nonton mereka juga akan membeli beberapa barang nantinya.

__ADS_1


'' Kamu tunggu sebentar ya, mas mau beli tiketnya dulu.'' ucap Rayen yang diangguki oleh Niken, karna mereka akan menonton film yang sedang viral jadi terpaksa Rayen harus mengantri, karna memang orang yang membeli tiket tersebut sangat banyak hingga mengular.


'' Lama banget sih mas Rayen, bosan deh.'' gumam Niken, saat ini gadis itu sedang duduk disalah satu kursi sambil memakan popcorn yang tadi sempat dibeli Rayen.


'' Hai cantik, sendirian aja.'' ucap dua orang pemuda sambil memperhatikan Niken dari ujung kaki hingga kepala


Namun Niken sama sekali tak merespon ucapan keduanya, dia lebih memilih untuk memainkan ponsel miliknya.


'' Kok sombong banget sih cantik, dari pada sendiri mending temani kita.'' ucap pemuda tersebut yang masih berusaha menggoda Niken.


'' Maaf kalian jangan kurang ajar ya! sebaiknya kalian pergi dari hadapan saya atau saya akan berteriak.'' ancam Niken


'' Woow cantik-cantik kok galak bener sih, tapi kok semangkin seksi ya, bener gk bro?'' ucapnya pada temannya.


'' Yoi bro.'' jawab sang teman.


Saat Niken ingin kembali menjawab tiba-tiba kedua pemuda tersebut sudah mendapat bogem mentah dari Rayen, membuat kedua pemuda tersebut terhuyung kebelakang. Niken yang juga merasa kaget hanya bisa menutup mulutnya karna syok melihat suaminya tiba-tiba memukul kedua pemuda yang sempat menggodanya tadi.


'' Kalian bilang apa tadi hah, sama gadis ini? berani-beraninya kalian melecehkannya!dasar bocah,'' saat Rayen hendak melayangkan kembali pukulannya dengan cepat Niken memeluknya dari belakang agar suaminya tersebut mengurungkan niatnya.


'' Mas Rayen udah mas, nanti kita dalam masalah.'' ucap Niken.


'' Lepasin mas Niken, mas akan beri pelajaran pada kedua cecunguk ini.'' ucapnya geram.


'' Ampun bang, jangan pukul kami.'' ucap keduanya.


'' Ada apa ini rame-rame.'' tiba-tiba seorang satpam datang karna melihat kerumunan ditempat tersebut.


'' Mereka ini pak mengganggu kenyamanan orang lain, sebaiknya bapak usir mereka!" ucap Rayen.


'' Baik pak.'' jawab satpam itu, sambil menggiring dua pemuda tersebut.


'' Kamu gpp kan sayang?'' tanya Rayen sambil memeluk erat istri kecilnya.


'' Iya mas aku gpp.'' jawab Niken sambil membalas erat pelukan sang suami.

__ADS_1


Next


__ADS_2