
Rangga terus menikmati susu gantung milik kekasihnya itu, walaupun tidak terlalu besar, namun mampu membuat Rangga merasa terpuaskan karnanya.
''Ra-ngga terus sayang hisap lebih dalam aahh,,'' racau Putri yang terus mendesah karna kenikmatan yang diberikan oleh Rangga, beruntung disana tak ada satu orang pun didekat mereka hingga suara Putri tak terdengar oleh orang, jika tidak sudah dipastikan saat ini sepasang sejoli itu akan berada diruang BK untuk diintrogasi.
''Loh sayang kok berhenti sih?.'' protes Putri saat Rangga menjauhkan mulut nya dari dada milik nya.Jujur saja Putri sangat kecewa karna Rangga menghentikan kenikmatan yang baru saja ia dapatkan.
''Nanti kita lanjutkan lagi sepulang sekolah ya? disini gk aman, aku takut ketahuan sama murid lain, dan aku gk tau hukuman apa yang akan kita terima jika kita benar-benar ketahuan.'' ucap Rangga
Akhirnya mau tak mau Putri harus mengikuti keinginan Rangga walaupun sebenarnya hasrat liarnya masih membara.
''Janji ya Ga sepulang sekolah nanti kamu harus muasin aku? coba deh kamu pegang punya aku udah basah gini.'' bisiknya sambil menuntun tangan Rangga menuju selang*ka*ngannya.
Rangga hanya tersenyum saat tangannya di tuntun masuk kearea pribadi kekasihnya.
Jam sekolah telah usai, saat ini satu persatu murid-murid SMA Nusa Bangsa mulai keluar dari kelas masing-masing
''Win, Ken, gue sama Rangga duluan ya?.'' ucap Putri
''Iya, kami duluan ya Windy, Niken.'' sambung Rangga.
''Wiidiih, yang lagi kasmaran nempel mulu kayak perangko.'' sindir Windy, membuat sepasang sejoli itu kerkikik pelan, sedangkan Niken hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu.
Setelah kepergian Putri dan juga Rangga Niken dan Windy segera melangkah menuju gerbang sekolah, namun setelah mereka berdua sampai disana ternyata ada Leo yang sedang menunggu kedatangan mereka, lebih tepatnya Windy.
''Kak Leo,'' ucap Windy sambil melangkah menuju kekasihnya.
''Hai sayang,'' jawab Leo sambil mengecup kening Windy.
''Hai Niken, kamu apa kabar?'' tanya Leo
''Baik kak,'' jawabnya singkat
''Kamu belum dijeput? gimana kalau sekalian ikut dengan kami aja?'' tawar Leo
__ADS_1
''Iya Ken, mendingan loe ikut kita, dari pada nunggu om Rayen yang belum pasti, bahkan sampai sekarang aja dia belum datang.'' ucap Windy.
''Memangnya Rayen bilang mau jemput kamu Niken?'' tanya Leo memastikan
''Iya kak Leo,'' jawab Niken singkat.
''Iya kak, Niken bilang om nya itu yang berjanji mau jemput, makanya saat tadi aku sempat tawarin dia buat ikut sama aku dianya gk mau, katanya om Rayen yang akan menjemputnya.'' sambung Windy
Tapi kenapa Rayen tadi gk ada bilang apapun saat aku pamit ingin menjemput Windy disekolah, apa dia lupa kalau punya janji dengan Niken.
Batin Leo
''Kak Leo kenapa melamun?'' ucap Windy
''Gpp kok sayang, oya Niken sebaiknya kamu ikut saja yuk dengan kami, soalnya sepertinya Rayen akan terlambat menjemputmu, soalnya tadi aku lihat dia sedang banyak pekerjaan.'' ucap Leo berusaha membuat keadaan agar tetap aman, tidak mungkin baginya mengatakan jika saat ini Rayen telah melupakan janjinya pada Niken.
''Benarkah? yasudah kalau gitu kalian pulang aja dulu, aku akan tunggu om Rayen sebentar lagi, mungkin jika dia gk datang nanti aku akan pesan taksi online aja, lagian aku mau mampir dulu kesuatu tempat ada yang ingin aku beli sebelum pulang.'' ucap Niken beralasan, karna ia tak ingin merepotkan temannya itu.
''Beneran kamu gpp sendiri?'' Windy kembali memastikan.
Sudah satu jam Niken menunggu kedatangan Rayen, namun tak ada tanda-tanda sepertinya omnya itu akan datang.
Kamu kok tega sih mas buat aku nunggu gini, kalau memang kamu gk bisa jemput harusnya kamu kasih tau aku.
Batin Niken.
Karna lelah menunggu akhirnya Niken memutuskan untuk pulang sendiri, Niken terus menyusuri trotoar yang ada dipinggir jalan, tanpa berniat memesan taksi online.
Tiba-tiba hujan turun dengan deras membuat Niken langsung berlari untuk mencari tempat berteduh, hingga ia menemukan halte, Niken pun langsung berlari menuju halte tersebut.
''Duuh, kok tiba-tiba hujan gini sih, basah semua kan jadinya.'' gerutu Niken sambil mengelap baju dan lengannya dengan tangan.
Sedangkan ditempat lain, tepatnya didalam sebuah mobil saat ini Rayen sedang dalam perjalanan menuju sekolah Niken, sepanjang perjalanan Rayen terus merutuki kebodohannya, bagai mana bisa ia lupa dengan janji yang telah ia buat sendiri pada Niken, kalau tidak Leo tadi yang memberitahunya mungkin sampai saat ini Rayen tidak akan mengingatnya, bisa-bisanya dia melupakan janjinya tersebut.
__ADS_1
Rayen sampai didepan gerbang sekolah, namun suasananya sudah terlihat sepi, Rayen kembali menyusuri jalan berharap dia akan menemukan Niken disana.
30 menit yang lalu..
Saat ini Rayen sedang berada diruangannya, ia baru saja terbangun dari tidurnya, entah kenapa mendadak kepalanya terasa sangat pusing, setelah tadi ia sempat mendapatkan telpon dari Mika, Mika mengatakan jika ia tak mau menandatangani berkas jika bukan Rayen sendiri yang datang mengambilnya,,terlihat Rayen masih memijit pangkal hidungnya yang terasa pusing, namun tiba-tiba ia mendapat telpon dari Leo, saat itu Leo bertanya padanya apakah ia sudah menjemput Niken disekolah atau belum, mendengar ucapan Leo, seketika itu Rayen langsung melompat dari duduknya, sungguh Rayen benar-benar lupa akan janjinya pada Niken tadi pagi, dengan cepat Rayen langsung menyambar kunci mobil miliknya, ia juga berusaha menghubungi Niken namun ponselnya sedang tidak aktif, akhirnya Rayen memutuskan untuk menghubungi rumah keluarga Mahendra, namun Rayen kembali cemas saat Art disana mengatakan jika Niken sampai sekarang masih belum pulang kerumahnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
''Kamu dimana sayang, mas harap kamu baik-baik saja sekarang.'' gumam Rayen sambil terus mengendarai mobilnya membelah jalan raya yang saat ini diguyur oleh hujan yang cukup deras.
Rayen melewati sebuah halte ia melihat ada seorang gadis berteduh disana, namun sayang itu bukan gadis yang ia cari. Selama hampir dua jam Rayen berkeliling akhirnya ia memutuskan untuk pulang, Rayen berharap setelah pulang dirinya sudah melihat Niken berada dirumah.
Hujan mulai reda, namun masih menyisakan rintik-rintik kecil disana.
''Loh Ray, kamu kok basah-basah gitu sih? emang habis dari mana?'' tanya Lidya karna melihat Rayen dalam keadaan basah kuyup.
''Tadi mobil saya mogok dijalan mba, oya apa Niken sudah pulang dari sekolahnya mba?'' tanya Rayen dengan perasaan was-was ia merasa takut jika sampai saat ini Niken masih belum pulang juga.
''Loh, memangnya Niken gk bilang sama kamu?, tadi dia hubungin mba, katanya malam ini dia mau tidur dirumah temannya.'' jelas Lidya
''Benarkah Nimen telah menghubungi mba??'' tanya Rayen memastikan.
''Iya, memang kenapa sih?'' Lidya nampak bingung.
''Oh, gpp kok mba, oya memangnya Niken nginap dirumah temannya yang mana mba?'' tanya Rayen memastikan
''Katanya sih dirumah Putri.'' jawab Lidya
*
''Maaf ya Put, aku udah merepotkan mu.'' ucap seorang gadis yang saat ini masih menggunakan selimut tebal ditubuhnya.
''Santai aja, lagian loe bukannya langsung pulang kerumah malah keluyuran dulu diluar, untung gue lewat tadi'' ucap Putri
__ADS_1
Putri yang tadinya pergi bersama Rangga memutuskan untuk pulang lebih awal, namun saat kembali melewati jalanan menuju sekolah ia melihat Niken yang sedang berdiri dihalte sambil memeluk tubuhnya sendiri, akhirnya ia pun langsung menepikan kendaraannya.
Next