
Regan dan Windy masih diruangan Rangga, setelah melihat drama suap-suapan sang adik bersama kekasihnya, Regan pun mulai mengutarakan niat nya datang kecafe tersebut.
'' Sebenarnya ada apa sih bang, kok serius banget?'' tanya Putri
'' Sebenarnya abang berniat ingin melamar Windy minggu depan gimana menurut kalian?'' tanya Regan dengan gamblang padahal itu adalah sesuatu yang seharusnya diutarakan dengan romantis dan juga ditempat yang berkesan, satu lagi, dan tentunya hanya berdua saja dengan pasangan, tapi kenyataannya Regan mengucapkannya dengan sangat gampang , tanpa ada nervous sedikitpun, padahal ditempat itu bukan hanya ada mereka, namun Windy gadis yang bersangkutan juga ada disana.
Putri dan Rangga saling pandang saat mendengar ucapan abangnya itu, sedangkan Windy sendiri langsung menyemburkan minuman nya yang belum sempat tertelan olehnya.
''Bang Regan serius??'' tanya Putri
'' Seriuslah, memangnya tampang abang kelihatan sedang bercanda apa?'' jawabnya dengan sedikit jutek karna adiknya itu tak mempercayainya.
'' Ya gk gitu maksudnya bang, tapi gk ada cara yang lebih romantis apa, masa disini didepan kami, ada Windy lagi.'' protes nya.
'' Loh kenapa jika ada Windy?
'' Is is is, sepertinya abang gue yang satu ini benar-benar minim pengalaman deh, emangnya dulu selama pacaran sama kak Sesil gk pernah ya romantis-romantisan? pantesan aja ditinggalin.'' ucap Putri kembali mengeluarkan kata-kata pedasnya.
'' Sayang jangan gitu dong ngomongnya'' Rangga mencoba mencegah Putri agar tidak berkata yang menyinggung perasaan, namun buka Putri namanya jika tidak ada singgung menyinggung, terkadang itu keluar begitu saja dari mulut nya karna merasa tidak tahan jika mendengar sesuatu yang membuatnya geregetan sendiri.
Putri melirik pada Windy yang terlihat diam, membuatnya bertanya-tanya, apakah diamarah karna dirinya menyinggung tenyang Sesil, atau karna ia masih merasa syok atas niatan Regan yang akan melamarnya, pikir Putri.
'' Win loe kenapa? apa loe gk senang dilamar abang gue?'' tanya Putri memancing agar gadis itu bicara.
__ADS_1
'' Bukan begitu, gue hanya masih gk nyangka aja jika bang Regan berniat untuk melamar secepat ini,'' ucap nya
Regan menatap kearahnya dan berkata.'' Apa kamu pikir selama ini aku menjalin hubungan hanya main-main dan tidak serius gitu? emangnya kamu mau kalau aku hanya mainin kamu aja?'' tanya Regan sambil menatap sang kekasih.
'' Bukan begitu, tentu saja aku senang.'' jawab Windy langsung, sedangkan Putri hanya menggeleng kepala melihat sikap abangnya itu, untung Windy wanita itu, yang memang tidak banyak menuntut, coba kalau perempuan itu tadi dirinya mungkin ia akan ngambek dan mempermasalahkan cara melamar lelaki itu yang sama sekali tak ada romantis-romantisnya.
Oh fix ternyata abangku ini mamang orang yang tidak tau romantis sama sekali, pantesan saja kak Sesil meninggalkannya ck ck ck....
Putri bergumam dalam hati tidak menyangka, jika abangnya itu tidak tau bagai mana bersikap romantis.
***
Saat ini Regan dan Windy sedang dalam perjalanan pulang, kedua nya sudah sepakat dan Regan sudah memutuskan jika hari minggu besok dia akan datang bersama dengan kedua orangtuanya untuk melamar Windy, tentunya Windy sangat senang mendengarnya, ia tak perduli mau dangan cara apa Regan mengutarakan maksudnya yang pasti baginya inti dari niat tersebut.
'' Windy aku minta maaf jika melamarmu dengan cara seperti tadi, jujur saja aku memang bukan orang yang romantis, yang terpenting bagiku aku sudah mengutarakan niatku.'' ucapnya
Sementara itu didalam cafe terlihat Rangga masih bersama dengan kekasihnya Putri, saat ini keduanya sedamg duduk disalah satu meja cafe, berbaur dengan pengunjung lainnya, malam ini terlihat cafe sangat ramai terlebih muda-mudi yang hanya sekedar nongkrong, bahkan terlihat juga beberapa pasangan remaja disana.
'' Coba lihat itu kekasih bayanganmu sejak tadi terus memperhatikan kita.'' ucap Rangga datar. Putri mengerutkan alis, tak mengerti maksud ucapan dari kekasihnya itu.
'' Kekasih bayangan? maksud kamu apasih Rangga? siapa yang kamu maksud?'' tanya Putri penasaran, Rangga yang tak ingin nenyebutkan namanya hanya menunjuknya dengan mengangkat sedikit dagunya menghadap kearah pemuda yang ia maksud.
'' Hah, ternyata Alex, yang kamu maksud? Iih, Rangga kamu ini ada-ada saja, sejak kapan dia jadi kekasih bayanganku?'' Putri tak habis pikir dengan pikiran Rangga bisa-bisanya pemuda itu mengatakan jika Alex adalah kekasih bayangannya.
__ADS_1
'' Buktinya sejak dia terus berada ditempat ini kan?
Mendengar ucapan Rangga membuat gadis itu tergelak.'' Rangga kamu ini aneh banget ya, ini kan cafe tempat umum dan siapa saja boleh berada disini mau sampai jam berapa pun, lagian ya kamu emang gk liat kalau dia itu tidak hanya sendiri, tapi juga bersama dengan teman-temannya.'' jelas Putri.
'' Kamu cemburu??'' sambung Putri menyelidik
'' Iya aku sangat cemburu, aku gk suka kamu dilihatin banyak cowok, aku marah kalau milik ku dipandangi seperti itu.'' jelas Rangga membuat Putri menggeleng pelan
'' Mulai deh posesifnya.'' gumamnya pelan.
'' Apa kamu bilang barusan?
'' Gk ada sayang, aku gk bilang apa-apa.'' ucap Putri membuat Rangga tak lagi bertanya.
Sementara dimeja yang tak jauh dari mereka terlihat Alex tetus mencuri pandang.
'' Kalau suka gas kan aja langsung bro, dari pada diliatin terus emang gk capek tuh mata? apa lagi dia bersama kekasihnya.'' ucap salah satu teman Alex yang memang mengetahui jika Alex suka pada Putri.
'' Mau nya juga gutu, tapi loe gk lihat tu cowoknya nempelin terus, tadi aja sepertinya rencana gue udah gagal buat mereka ribut.'' ucap Alex, ya sebenarnya kedatangan Alex kecafe memang sengaja ingin membuat Putri dan Rangga bertengkar dengan mengatakan jika tadi puntri berada dirumahnya dan sempat tidur disana, awalnya Alex senang karna sepertinya rencananya berhasil, apa lagi saat melihat wajah Rangga yang sepertinya menahan amarah, namun siapa sangka saat mereka keluar dari ruangan tersebut keduanya kembali bersikap seperti biasa.
Rangga melirik jam yang berada dipergelangan tangannya yang menunjukan pukul sembilan malam.'' Kita pulang sekarang?'' tanya nya pada Putri
'' Iya deh, dari pada kena semprot sama bang Regan nanti, mending kita pulang, kan bisa pacarannya dirumah aja.'' ucap gadis itu sambil tersenyum penuh arti, sedangkan Rangga hanya menggeleng pelan.
__ADS_1
'' Yasudah aku kebelakang dulu ya, mau bilang sama Niko dan juga om Yuda,'' jelas Rangga, Yuda adalah adik dari mamanya Ambar sekaligus manager dicafe tersebut.
Next