Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
10


__ADS_3

Fahri duduk di ruangannya saat ini dengan tertulis di tab Meja dia sebagai seorang CEO perusahaan sekarang. Perusahaan yang dia pimpin saat ini merupakan anak perusahaan dari RV Group dan bukan itu saja, perusahan ini gabungan dari perusahaan Papanya.


Dia duduk disitu, mengetuk-ngetuk kan jarinya di meja. pandangannya menatap ke depan dengan tajam.


“Perusahaan ini besar juga, malah ini yang mengurusi kerjasama dengan perusahaan lain. Kenapa papa perempuan itu memberikan kepercayaan lebih padaku?” ucap Fahri tersenyum sinis.


“Mereka keluarga kaya raya bisanya hanya memberikan kemewahan untuk menyelesaikan masalah. Lihat dan tunggu apa yang akan ku perbuat pada putri kesayangan keluarga ini. Dia telah membunuh tunangan ku dan keluarga ini ikut andil menutup mulut keluarga Dira dengan membuat mereka menghilang tanpa jejak sekarang” Fahri terlihat marah, dia meremas kertas yang ada di mejanya.


“Sebaik-baiknya kalian menyembunyikan bangkai pasti itu akan tercium juga” gigi Fahri gemletak, menahan emosi yang memenuhi hatinya kini.


............


Lita sedang bertemu dengan David sekarang. Dia disuruh kakaknya itu untuk menemuinya, mereka berdua saat ini bertemu disebuah Cafe tidak hanya bertiga ternyata David mengajak temannya yang bernama Rey.


“Kenapa baru datang?” tanya David saat adiknya itu menarik kursi di depannya.


“Aku sedang mengistirahatkan pikiran sebentar tadi” jawab Lita menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi. David melihat adiknya ada yang tidak beres disitu.


Dia terus mengamati wajah Lita sampai dia terkejut saat melihat memar yang coba ditutupi oleh polesan bedak. Dia segera bangkit memegang wajah adiknya.


“Ini kenapa? Kenapa memar begini?” ucapnya.


Rey yang duduk disebelah David menatap terkejut temannya itu dan dia melihat wajah dari adik temannya yang memar. Itu bukan memar biasa melainkan seperti bekas tamparan.


“Itu bekas tamparan kan?” ucap Rey yang begitu saja keluar dari mulutnya.


Lita langsung melihat kearah teman David yang belum pernah ia temui sebelumnya, kenapa juga kakaknya itu mengajak seorang teman.


David yang mendengar tebak kan Rey pada Lita langsung melihat adiknya mengintrogasi.


“Apa benar ini bekas tamparan? Siapa yang berani menamparmu?” ucap David.


“Bukan,” singkat Lita berbohong.

__ADS_1


“Suamimu yang menamparmu?” tebak David menatap Lita mengintrogasi.


Lita terdiam, ia harus menjawab apa sekarang.


“Kenapa diam, jawab Lita. Suamimu yang telah membuat wajahmu seperti ini” ucap David meninggikan suaranya karena adiknya itu tidak kunjung menjawabnya.


“David sudahlah, mungkin bukan suaminya. Pesanan kita sudah datang, kita makan dulu baru kita bicarakan lagi” ucap Reyhan melerai emosi David.


Lita terdiam dia juga menunduk, jujur dia sekarang bingung apa yang harus ia katakan pada kakaknya. kalau dia jujur mengenai Fahri yang menamparnya David pasti tidak akan tinggal diam dan bisa membunuh Fahri. Dia tidak bisa melihat Fahri di bunuh, dia masih mencintai pria itu yang sudah ia nikahi selam seminggu lebih ini. Meskipun perlakuan suaminya tidak baik tapi dia tetaplah suaminya.


Rey yang duduk didepan Lita memperhatikan perempuan itu yang terlihat tengah kebingungan dan tercurah rasa sedih muncul di wajah perempuan tersebut. Sepertinya adik dari temannya itu tengah menyembunyikan sesuatu. Tapi sudahlah ini bukan urusannya, ini urusan keluarga mereka dia tidak perlu ikut campur.


“Soal suamimu, aku belum mendapatkan info siapa dia sebenarnya? Tapi dugaan ku masih tetap sama dia bukanlah orang yang baik. Dia menikahi mu pasti ada sesuatu” ucap David yang membuka omongan sambil mengunyah makanan memperhatikan Lita yang tengah minum Avocado jus.


Lita dan juga Reyhan melihat kearah David, mereka menatap David heran.


“Kakak menyelediki Fahri?” ucap Lita


“Iya, bukannya kau menangis kemarin menyuruhku untuk melakukannya. Kau memang kebiasaan saat menangis langsung keluar segala unek-unekmu tanpa kau sadari” ucap David setengah mencibir.


“Adik Adira lulus sekolah, kau disuruh orangtuanya untuk datang ke acara kelulusannya. Willy sering menanyakan mu kenapa kau jarang menemui mereka saat mereka pindah ke Belanda” ucap David memperhatikan Lita yang langsung terdiam, dia menyandarkan tubuhnya dengan berat ke sandaran kursi.


“Aku tidak berani menemui mereka, bayangan Dira ketika terbunuh dan tatapannya yang penuh harap padaku untuk menyelamatkannya terus terngiang di kepalaku kak” ucap Lita dengan sedih.


Bayangan akan kematian Dira yang mengenaskan seakan sekarang terulang kembali di kepalanya, dimana saat itu dia dan Dira baru pulang dari kampus untuk ke Asrama. Mereka berdua merupakan sahabat karib dari SMA dan sama-sama memiliki cita-cita yang sama yakni menjadi seorang dokter. Dan saat itu lebih tepatnya tiga tahun lalu mereka sama-sama kuliah mengambil jurusan ke dokteran.


Saat hampir malam matahari sudah tenggelam, Lita dan Dira baru pulang dari kampus dengan berjalan kaki. Karena kampus dengan Asrama mereka begitu dekat.


Tiba-tiba saja ada perampok dengan membawa senjata mengambil paksa tas Dira, tidak puas mengambil satu tas dia juga akan mengambil tas milik Lita.


Lita menolak memberikannya, dan mereka saling tarik Dira membantu Lita. Perampok itu begitu kesal karena Dira menarik rambutnya akhirnya dia menusuk perut Dira dengan pisau dan langsung kabur saat sudah mengambil tas milik Dira.


Lita yang melihat itu begitu histeris sahabatnya ditusuk didepan matanya sendiri. Dengan segera ia menolong Dira. Dira melihatnya, menyuruhnya untuk mencabut pisau itu. Sorot mata Dira mengisyaratkan ingin sekali hidup makanya tanpa tahu apapun dia menarik pisau yang menancap diperut Dira tersebut.

__ADS_1


Dia kemudian menaruh begitu saja pisau itu dijalan, orang-orang mulai berdatang melihat mereka. Dia juga berusaha untuk berteriak memanggil orang.


“hey, kau melamun kan apa?” tegur David saat adiknya itu terlihat tengah melamun.


“Temui keluarga Dira jika kau memang menganggap mereka keluargamu, mereka menganggap mu seperti anak mereka sendiri. Terutama Willy yang menganggap mu seperti kakaknya” ucap david menasehati adiknya.


Rey yang duduk disitu juga merasa penasaran sebenarnya apa yang tersembunyi dari keluarga temannya.


“Ya kalau aku sempat, kutemui keluarga Dira”


“Bagus kalau begitu” ucap David agak lega, karena selama ini saat dia menengok cabang perusahaannya di sana sekaligus mengunjungi keluarga Dira mereka selalu menanyakan tentang Lita.


Kelurga Dira memang yang disuruh untuk mengurus cabang perusahaan RV group. Mereka dulu bukanlah orang yang terlalu mampu dan mereka sempat kebingungan karena Dira yang telah tiada. Sehingga sebagai teman dekat Lita. Aryo memberikan pertolongan bagi keluarga Dira.


“Oh iya aku lupa Lita, kakak pergi dulu. ada urusan,” ucap David langsung berdiri membuat Lita dan juga Rey menatap tak percaya.


“Kak David bagaimana sih mengajak bertemu tapi malah pergi dulu”


“Maaf kakak lupa kalau ada urusan, kamu makan sama Rey saja ya. Kakak benar-benar ada urusan sekarang” pungkas David langsung pergi dari situ.


Rey dan Lita menatap heran kepergian David.


“Ya sudah kita makan saja. Mungkin kakakmu itu sedang ada urusan. Kamu adiknya David yang pertama?” ucap Rey.


“Iya”


“Berati kakaknya Thalia,” ucap Rey


“Hemm,.” Hanya itu saja yang dijawab oleh Lita karena dia tidak ingin banyak bicara.


Rey sendiri mendengar jawaban singkat itu hanya tersenyum, ini pertama kalinya dia bertemu dengan adik David yang satu ini. Dia sendiri selama ini sudah mengenal Talia, karena perempuan itu di Indonesia sedangkan Talita perempuan didepannya. Belum ada setahun di Indonesia.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2