
Thalia berjalan semakin mendekat pada Nicholas yang melambaikan tangan padanya sambil tersenyum padanya.
“Hai Thalia apa kabar, I'm back” pungkas Nicholas dengan gembira.
Bukannya menjawab Thalia malah mengambil segelas jus yang berada di depan Nicholas saat ini dan menuangkannya di atas kepala pria itu.
“You Crazy Thalia,” ucap Nicholas langsung berdiri karena Jus mangga yang telah membasahi kepalanya saat ini, dia juga menatap Thalia tak mengerti dengan perempuan itu yang datang dan tiba-tiba menyiram dirinya dengan Jus.
“kau yang gila, apa maksudmu melaporkan suamiku ke Polisi hah” tukas Thalia dengan anda tingginya
“Kau tidak lihat apa yang dilakukan suamimu pada wajahku ini” ucap Nicholas menunjuk wajahnya yang masih terlihat lebam.
“kau seharusnya bersyukur karena aku menemui mu sekarang, aku ingin memberitahumu sesuatu mengerti” ucap Nicholas lagi
“Aku tidak butuh pemberitahuan darimu, aku minta padamu lepasan suamiku sekarang juga” pinta Thalia menatap Nicholas.
“Kau kesini untuk suamimu, bukan untukku.”
“Untuk apa juga aku kesini untukmu, kau dengar tidak lepaskan suamiku dari penjara. Kalau kau tidak melakukannya, kau tunggu apa yang akan terjadi padamu Nicholas”
“Thalia, kau bodoh atau apa, sehingga menikah dnegan pria itu yang jelas-jelas sudah ada tunangan. Dan asal kau tahu tunangannya sudah sadar saat ini dia ingin bertemu dnegan suamimu. Dulu aku pikir kau menikah dnegan pria itu karena saling mencintai sehingga dirimu hamil anaknya. Tapi apa kenyataannya, kalian tidak saling mencintai. Daripada kau terluka nantinya kembalilah padaku sekarang, suamimu itu tidak mungkin mencintaimu dalam waktu sesingkat itu” ucap Nicholas meminta Thalia untuk kembali padanya.
“Ya memang kita menikah bukan karena cinta, kau pas mendengarnya. Tapi jangan sok tahu tentang kehidupanku dan suamiku”
“Oke, kau bilang diriku jangan sok tahu. Aku diam soal itu, tai yang ingin aku katakan padamu. Kalau aku masih mencintaimu, kembalilah padaku” pinta Nicholas sekali lagi.
“Kau pria gila, kau tidak lihat aku hamil anak siapa, ini anak suamiku mengerti dan aku tidak pernah sudi bersama denganmu”
“Terserah dirimu menyebutku apa, aku memang gila Thalia. Gila karena mu. Dan kau harus tanggung jawab soal perasaanku ini, dan aku tidak perduli kau hamil anak siapa sekarang yang jelas aku mau kau kembali denganku”
“jangan mimpi, cepat suruh polis bodoh itu melepaskan suamiku sekarang”
“Tidak semudah itu, aku lepaskan Rendi tapi kau harus cerai dengannya dan tinggalkan dia” ucap Nicholas.
“Kau gila,” ucap Thalia sambil berjalan mendekat pada Nicholas saat ini. dan Thalia langsung menampar pria itu.
“Tidak akan aku cerai dnegan suamiku, sepertinya aku salah menemui mu sekarang. karena percuma diriku berbicara dnegan orang gila sepertimu” ucap Thalia dan akan pergi setelah menampar Nicholas barusan.
Tetapi langkahnya terhenti karena Nicholas menahan lengannya,
“Kalau kau tidak menceraikannya jangan harap dia akan bebas dari sana” ancam Nicholas pada Thalia.
“kau yakin suamiku tidak akan bebas, lihat saja.” Ucap Thalia menghempas tangan Nicholas dari lengannya.
“Silahkan, akan aku lihat apa yang kau lakukan demi suamimu itu.” ucap Nicholas dan menarik tangan Thalia lagi.
“Mau apa lagi dirimu” ucap Thalia menatap Nicholas yang tengah menarik tangannya.
“ingin memberi kecupan padamu” senyum licik Nicholas perlihatkan dan dia akan mencium Thalia.
__ADS_1
“Lepaskan, lepaskan aku” thalia berusaha memberontak agar bisa dilepaskan Nicholas.
Nicholas bukannya melepaskan dia malah semakin memaksa ingin mencium Thalia, bahkan dia sesekali memegang perut Thalia mengusapnya.
“Hai, aku calon ayahmu,” ucapnya sembari mengusap perut itu.
“Kau gila, lepaskan” berontak Thalia meminta untuk dilepaskan bahkan dia berkali-kali menginjak kaki Nicholas namun tidak terlepas juga.
Brukkk..
Saat Nicholas akan mencium Thalia dia langsung terdorong dengan kuat, karena Hardi yang tiba-tiba saja datang dan langsung mendorong Nicholas hingga terjatuh.
“jangan macam-macam dnegan istri dari rekanku” pungkas Hardi menatap Nicholas yang terjatuh di lantai.
“Kau tidak apa-apa” ucapnya lagi menanyakan kondisi Thalia.
“Aku tidak apa-apa” jawab Thalia sedikit lega karena Hardi datang tepat waktu.
“Ayo aku antar pulang” ucap hardi dan akan menuntun Thalia pergi tetapi Thalia menghentikan langkahnya dan melihat Nicholas. Dia malah berjalan mendekati Nicholas saat ini.
Sebelum benar-benar mendekat pada Nicholas Thalia melepas sepatunya dan melemparnya tepat didepan wajah Nicholas membuat pria itu kesakitan.
“Mampus, makanya kau jangan macam-macam denganku. Kau pikir aku hamil begini lemah apa” sinis Thalia puas dengan Nicholas yang kesakitan karena terkena sepatunya.
“Ayo pulang” ucapnya pada Hardi yang berdiri terperangah melihat apa yang dilakukan Thalia barusan.
Pengunjung Cafe yang sedari tadi hanya diam melihatnya cukup terkejut, mereka tadi tidak ada yang berani malah terkesan cuek dengan kejadian di depannya karena mereka tidak ingin terkena masalah.
................................
Thalia sudah berada di dalam mobil, dia menangis saat ini. ia menangis entah kenapa rasa takut nya keluar gara-gara apa yang dilakukan Nicholas. Tidak biasanya dia menangis takut seperti ini. apa karena dia tengah hamil makanya dia terlihat begitu lemah saat ini.
Dan yang membuatnya menangis bukan hanya itu, dia cemas dengan nasib Rendi kedepannya. Karena dia tahu Nicholas bukan orang baisa, dan Nicholas tahu kelemahannya makanya dia bersikap begitu terhadap rendi. Nicholas tahu kalau dia tidak bisa berbuat apa-apa.
“Apa yang harus ku lakukan untuk membebaskan Rendi,?” bingung Thalia.
“Kenapa menangis?” tanya Hardi yang masuk kedalam mobil melihat Thalia yang habis menangis.
“Tidak usah tanya, bukan urusanmu” jawab Thalia.
“Kan aku hanya tanya saja, apa masalahnya. Kau ketakutan karena tadi, apa aku perlu bilang suamimu soal barusan” ucap hardi.
“Tidak usah, jangan bilang apa pun pada Rendi mengerti”
“baiklah, jika itu mau mu”
“hapus air matamu” ucap hardi mengambilkan tisu untuk Thalia.
“terimakasih”
__ADS_1
“Siapa yang bisa membebaskan Rendi,” gumam Thalia.
“Kakakmu pasti bisa” celetuk Hardi yang mendengar ucapan Thalia.
“Kau dengar apa yang aku katakan”
“dengar, kau bilang saja pada kakakmu. Dia pasti bisa membantu, siapa yang tidak takut saat mendengar nama David Ravero.” Usul Hardi.
“Haruskah aku bilang dia” ucap Thalia yang sedikit bingung, dia tidak terlalu dekat dnegan kakaknya. mau kah kakaknya itu membantunya. Benar juga yang dikatakan hardi barusan hanya kakaknya yang bisa membantu membebaskan Rendi.
......................................
Sore menjelang malam, David turun dari mobilnya berjalan tegap amsuk ke kantor polisi sambil mengenakan kacamatanya.
Dia baru saja datang sudah disambut hardi yang memang menunggunya di dekat pintu masuk kantor polisi.
“Dimana ruangan atasanmu?” tanya David pada Hardi.
“Di depan tidak jauh dari sini” jawab Hardi.
“Polisi seperti dia memang harus diberantas berani-beraninya menangkap suami adikku yang notabene anak buahnya sendiri tanpa tahu sebab perkara” ucap David berjalan mantab ke depan.
Dan dia langsung masuk begitu saja ke ruangan atasan Rendi, membuat pria paruh baya terkejut melihat kedatangannya.
“Tu.,tuan David” ucapnya terbata karena melihat David yang menatap kearahnya.
“Kenapa terkejut tuan Mahmud, santai saja silahkan duduk” ucap david pada atasan Rendi itu.
Pria itu terdiam saat David memanggilnya Mahmud, dia menatap takut-takut pada David.
“Kenapa terkejut aku menyebutmu dengan nama aslimu, kau tidak tahu diri ternyata. Berkat diriku kau bisa berada di jabatan ini mengerti. Apa yang membuatmu menahan adik ipar ku tanpa sebab dan tanpa mendengar penjelasannya. Lepaskan dia sekarang”
“Tapi Tuan,”
“Kau bilang tapi, oke. Jika kau tidak mau, siap-siapa kau kehilangan jabatan mu ini. bukannya dulu kau membanggakan Rendi lalu kenapa sekarang kau menikung nya begini, jika itu mau mu maka boleh aku tikung dirimu kembali” ancam David pada pria paruh baya didepannya. tetapi dia masih terlihat biasa saja dan santai dalam menghadapi orang didepannya
“Siapa yang menyuruhmu menangkap adik ipar ku? Dan beraninya kau mengusir adikku tadi”
“Sa..saya sebelumnya minta maaf Tuan, maaf karena saya telah mengkhianati anda. Sa.saya di perintah oleh tuan Nicholas anak dari sahabat saya dulu. dia mengancam saya akan membeberkan nama asli saya” ucap atasan rendi itu.
“Ciih, hanya karena itu kau melakukan ini. lepaskan Rendi sekarang, dan aku tidak akan mengatasi semua”
“Siapa tuan,” jawab atasan Rendi dan langsung mematuhi apa yang dikatakan David barusan.
Dia langsung menelpon seseorang untuk membebaskan Rendi saat ini, dia lebih baik berurusan dengan Nicholas daripada dengan David yang memiliki pengaruh pada para pejabat dan bisa-bisa merusak karinya. Bukan karena itu saja tetapi berkat David dia bisa menjadi atasan saat ini.
“Nicholas, pemuda itu ternyata cari masalah denganku. Tunggu apa yang aku lakukan padamu, karena sudah menyenggol rumah tangga adikku” batin David
°°°
__ADS_1
T.B.C