
David sedang sendirian di luar Hotel yang dia tinggali bersama dengan Naya saat ini. dia menatap laut yang ada di depannya. Hotel itu memang berhadapan dengan laut sehingga memanjakan mata dan untuk healing.
“sedang apa kau melamun?” tanya Naya yang datang dan mengambil duduk di sebelah David. Bukan di kursi yang berbeda tetapi di kursi yang sama dengan David. Ia duduk di pangkuan suaminya itu melihat wajah David yang dingin seperti biasa.
“Kau sudah tahu apa yang menjadi pikiranku hingga saat ini” tukas David menatap Naya.
“Soal Lita?” tebak Naya sambil melihat manik mata David.
“Lita sudah bahagia dengan suami dan anaknya kenapa kau masih memikirkan dia terus. Kau masih khawatir dengan Fahri yang akan menyakiti dia lagi?” ucap Naya setelah David hanya diam tidak menjawab dirinya.
“Entahlah, aku masih belum bisa mempercayai pria itu sepenuhnya. Aku takut saja kalau dia akan menyakiti adikku lagi” jawab David sambil memeluk pinggang Naya.
“Kamu selalu begini, selalu berfikir terlalu banyak. Aku yakin Fahri sudah berubah, dia tidak akan menyakiti Lita. Aku sudah bilang berkali-kali denganmu kan, kau sendiri tahu bagaimana aku menilai orang.” Tukas Lita membuat keyakinan dalam diri David.
“semoga keyakinan mu itu benar.” Pungkas David memeluk Naya lebih erat dan menyandarkan kepalanya di tubuh Naya.
“Soal semalam, aku minta maaf kalau aku tidak terlalu membuatmu nyaman” pungkas David merasa bersalah dengan apa yang dilakukan dirinya tadi malam. Dia merasa terlalu kasar saat melakukan hubungan suami istri dengan Naya.
“kenapa kau harus minta maaf, kau memang selama ini selalu begitu kan padaku. Aku tidak apa, lalu sekarang kenapa dirimu meminta maaf padaku” pungkas Naya. Dia tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena memang David sering melakukannya dengan kasar.
Hari ini dia dibuat heran dengan pria itu yang malah merasa bersalah dengan apa yang biasa dia lakukan.
..........................
Fahri sedang ada di mini market, dia membeli cemilan dan beberapa makanan yang lain. Untuk ia bawa ke rumah baru mereka nantinya. Dia kesitu sendiri saja karena Lita harus menunggu Axel yang masih tidur. Jadi tidak mungkin mereka meninggalkan Axel sendirian.
Mata fahri menatap tempat eskrim, dia teringat kalau Lita sangat menyukai es krim. Hal itu membuat dirinya melangkah dengan ringan menuju tempat eskrim tersebut.
“Lita pasti sangat senang aku belikan es krim,” ucap Fahri memilih es krim coklat dan stroberi kesukaan mereka.
Fahri langsung berjalan kearah kasir, tapi saat dia berjalan tiba-tiba sebuah dompet jauh di depannya. Dan itu bisa ia pastikan kalau itu dompet milik perempuan yang berjalan di depannya saat ini yang menuju ke kasir.
“mbak dompetnya” seru Fahri pada perempuan tersebut.
Seketika perempuan itu menatap Fahri saat ini, dan Fahri serta perempuan tersebut sama terkejutnya saat saling melihat satu sama lain.
__ADS_1
“Fahri, Vanya” ucap mereka bersamaan.
Perempuan bernama Vanya itu langsung mendekat kearah Fahri sambil tersenyum manis, begitu juga Fahri yang berjalan mendekat. Tapi dia tidak tersenyum hanya wajah datar saja yang ia perlihatkan.
“Dompetku ya?” tanya Vanya sambil menunjuk dompet miliknya yang berada di tangan Fahri.
“Ini,” ucap Fahri menyerahkan dompet tersebut pada vanya. Vanya menerimanya dengan senang hati.
“Lain kali hati-hati. Kalau begitu aku duluan” ucap Fahri setelah mengatakan hal itu dan dia melewati Vanya begitu saja.
“fahri,” panggil Vanya saat Fahri melangkahkan kakinya menuju kasir.
“Iya,” Fahri berbalik menatap Vanya.
“Mau sarapan bersama denganku? Sebagai ucapan terimakasih karena telah membuat dompetku kembali padaku lagi” tukas Vanya pada Fahri.
“maaf tidak bisa, anak dan istriku sedang menungguku” tolak Fahri dan akan berjalan lagi tapi ucapan vanya menghentikan langkahnya.
“anak dan Istri? Maksudmu?” heran Vanya.
“Aku dan istriku sudah kembali bersama lagi, dan aku sudah memiliki anak” ucap Fahri sambil tersenyum.
“Dia masih hidup, maaf aku pergi dulu” ucap Fahri langsung melenggang pergi tidak ingin ada perkataan lain lagi yang harus ia jawab dan jelaskan pada perempuan didepannya. Menurutnya itu sungguh tidak baik, karena Vanya menyukai dirinya saat ini.
Vanya menatap Fahri yang membayar di kasir, harapannya hampa lagi. Dulu dia sudah sedikit senang kalau Fahri menjadi duda dan dia bisa bersama dengan pria itu setelah memberi jeda akan kesedihan Fahri. Tapi kini kenyataan membuatnya kecewa, istri Fahri yang ia kira sudah tidak ada ternya masih hidup.
........................
“Sayang aku pulang,” seru fahri dengan manis membuka pintu apartemennya saat ini. dia melihat Lita yang sedang ada di dapur memasukkan makan-makanan kedalam kotak-kotak kecil.
“kamu sudah pulang” ucap Lita sambil mendongak melihat Fahri yang berjalan mendekat kearahnya saat ini sambil membawa kantung plastik putih berlogo mini market.
“Sudah, kamu sedang membuat apa?” tanya Fahri menaruh kantung plastik itu di pantry dan dia berjalan mendekati Lita dari belakang saat sudah di belakang perempuan tersebut dia memeluknya saat ini.
“aku sedang membuat makanan untuk kita bawa ke rumah baru kita nanti. Karena nanti aku pasti tidak sempat membuat makanan untuk mu. Aku harus memberesi pakaian dan juga memandikan Axel” jawab Lita sekilas melihat Fahri yang memeluknya saat ini.
__ADS_1
“Emmm, aku bawakan sesuatu untukmu” ucap fahri menegakkan dirinya.
“apa?” tanya Lita penasaran.
“Sebentar,” fahri melepaskan pelukannya pada Lita dan mengambil sesuatu dari dalam kantung plastik yang dia bawa tadi.
“tarra, eskrim stroberi dan eskrim coklat kesukaan kita” Fahri mengangkat kedua eskrim itu ke udara dengan senyum sumringahnya.
“Ayo kita makan ini dulu, keburu cair” ucap Fahri lagi sambil menggandeng tangan Lita menuntunnya ke sofa.
“kamu ingat eskrim kesukaanku?” tanya Lita pada Fahri.
“jelas aku ingat kesukaan istriku” jawab Fahri sambil tersenyum.
“Dulu kau tidak terlalu memperhatikan apa yang aku suka kan?” pungkas Lita saat dia sudah duduk di sofa dengan Fahri.
“kata siapa? Kau yang tidak tahu. Aku selalu memperhatikan semua kesukaanmu.”
“Terimakasih,” pungkas Lita saat menerima eskrim tersebut. Dia menatap Fahri yang membukakan bungkus eskrim itu untuknya.
“kenapa menatapku begitu?” heran fahri saat Lita menatapnya terus.
“nggak pa-pa, ternyata aku tidak salah kembali lagi padamu” pungkas Lita sambil tersenyum.
“apa yang aku bilang, aku akan memperbaiki diriku samai kamu terpesona lagi denganku. Sekarang kau sudah terpesona lagi denganku kan” uap Fahri dengan sangat yakinnya.
“Iya, aku percaya padamu”
“Sudah ayo makan, keburu cair dan keburu Axel bangun” ucap fahri mengajak Lita untuk segera memakan eskrim tersebut.
Lita langsung memakan eskrim miliknya, menjilat nya sambil melihat kearah Fahri yang juga melakukan hal yang sama. Mereka berdua sama-sama tersenyum dengan hal sederhana ini.
“kamu masih saja seperti anak kecil sayang,” ucap Fahri dan langsung mendekatkan dirinya pada Lita mencium bibir istrinya itu yang terdapat noda bekas eskrim.
Lita malah tersenyum mendapat ciuman dari fahri, pria itu memang selalu saja membuatnya bahagia saat ini.
__ADS_1
°°°
T.B.C