Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 109


__ADS_3

Fahri menuruni tangga sendirian, dia melihat Willy yang tampak sedang sibuk dengan Hpnya. Ini kesempatan dirinya untuk bicara berdua saja dengan Willy selagi Lita masih memandikan Axel di atas.


“Willy,” panggil Fahri pada pemuda itu, seketika Willy langsung melihat kearahnya.


“kenapa mas?” tanya Willy menatap wajah Fahri yang berjalan mendekati dirinya saat ini.


“Bisa bicara denganmu sebentar?” pinta Fahri untuk bicara berdua saja.


“Silahkan”


“Tidak disini, ikut aku sebentar ke kolam renang” ajak Fahri ke kolam renang. Karena tidak mungkin dia bicara di tempat tersebut. Bisa-bisa Lita mendengarnya nanti.


Willy tampak bingung dnegan hal itu, dia menjadi penasaran dengan apa yang akan dibicarakan fahri padanya.


“Ayo, ikut aku sebentar” ajak Fahri lagi melihat Willy yang tampak bingung.


Terpaksa Willy mengikuti ajakan Fahri, karena dia hanyalah tamu disini. Mau tak mau harus mengikuti apa kata tuan rumah padanya


Mereka berdua berjalan beriringan menuju ke kolam renang yang tidak jauh dari ruang tengah.


Fahri membuka pintu kaca yang membatasi ke kolam renang, sesekali dia melihat Willy yang mengikuti dirinya saja.


Keduanya melangkah kearah kolam renang saat ini dan berdiri saling berhadapan.


“Ada apa ya mas?” tanya Willy langsung.


“Aku minta tolong padamu jangan mengatakan apapun soal dirimu yang mengirimiku foto-foto palsu Lita dulu”


Willy terdiam dia mencermati wajah pria didepannya, dia bingung kenapa Fahri melarangnya untuk mengatakan soal itu pada Lita. Padahal dia ingin menginap disini untuk mengatakan hal tersebut.


“kenapa aku tidak boleh mengatakannya? Itu salahku dan kak David yang mengadu domba kalian. Jadi biar dia tahu alasan dirimu marah dengannya dulu” ucapnya menatap fahri.


“Itu sudah tidak perlu dibahas lagi, hubunganku dan Lita sudah baik-baik saja”


“Kalau kau membahas hal itu lagi malah akan menimbulkan masalah baru diantara keluarga Lita. Karena yang ikut andil di situ bukan hanya David tapi Thalia juga kan?”


“Iya, bagaimana mas fahri bisa tahu?”


"kamu lupa aku mantan polisi"


“Mantan Polisi? Aku lupa karena kamu sempat bodoh tidak tahu siapa pembunuh kakakku yang sebenarnya”cibir Willy dan tersenyum miring melihat fahri.


Yang seketika terdiam, dia memang bodoh soal itu. Tidak bisa menyelidikinya malah menuduh Lita sebagai pembunuh Dira.


“Aku akui aku memang bodoh soal hal itu” jujur Fahri.

__ADS_1


“Sebenarnya aku ingin menginap disini karena aku ingin mengatakan hal itu pada mbak Lita. Tapi kamu malah melarangnya” ucap Willy.


“Aku melarang bukan karena apa-apa, aku melarang dirimu untuk mengatakan ha tersebut. Supaya adik kakak tidak bertengkar satu sama lain. Hubungan Lita dan Thalia juga sedang tidak baik sekarang, jadi tidak mungkin memberitahu hal itu.”


“Ya sudah kalau memang begitu, aku tidak akan memberitahu mbak Lita soal hal ini”


“Tapi bagaimana mas Fahri bisa tahu kalau perempuan itu bukan mbak Lita tapi Thalia, sedangkan mereka dari postur tubuh sama dan saat dari samping atau depan aku edit menjadi foto mbak Lita. Jadi susah untuk membedakannya” jelas Willy.


Fahri tersenyum mendengar hal itu,


“Ada banyak alat canggih dan setelah aku lihat dengan seksama ada perbedaan disitu. kau kurang teliti dalam mengedit” pungkas fahri menatap Willy.


“Aku sudah teliti melakukannya”


“Dan aku mengenali istriku seperti apa, Lita tidak memiliki tanda lahir di bahu atau pundaknya. Dan di foto-foto yang selalu mengenakan baju terbuka terdapat tahi lalat nya.” Tukas Fahri.


Willy langsung terdiam, dia memang kurang teliti soal itu, tapi kenapa Fahri tidak mengenali dari dulu kalau itu bukan Lita.


“lalu kenapa mas fahri cemburu buta akan hal itu, kamu mengenali sekali istrimu kan?” ucap Willy penasaran.


“Karena aku diliputi emosi saat itu, jadi wajar kan kalau aku tidak mengenalinya” ucap Fahri


Willy setelahnya hanya diam, berarti dia tidak usah bilang tentang hal ini pada Lita demi keluarga perempuan itu harmonis.


“Ya sudah kalau kamu ingin nonton tv atau istirahat, aku hanya ingin bicara itu saja padamu”


Dulu memang dia mengedit foto Thalia menjadi foto Lita, karena kedua perempuan itu memiliki postur tubuh yang sama. Dan Thalia yang beradegan dengan pacarnya itupun karena suruhan David. David yang menyuruh Thalia menjadi Lita sehingga David bisa memfotonya baru diserahkan padanya yang bertiga mengedit dan juga mengirimkan hasilnya ke Fahri dengan maksud membuat Fahri panas dan segera menceraikan Lita saat itu. Tapi Nyatanya malah hal menyedihkan yang terjadi pada Lita. Sungguh itu membuatnya sangat menyesal.


................


Lita sudah duduk bergabung bersama dengan Fahri dan juga Willy diruang tengah. Mereka bertiga asik menonton tv. Sebelum asik seperti itu mereka sempat mengobrol terutama Lita yang terus memberikan perhatian pada Willy. Dia memang menganggap Willy sebagai adiknya sendiri.


Lita bersantai diruang Tv karena Axel sudah tidur membuat dia bisa mengobrol dengan Fahri dan juga Willy.


Saat dia tengah asik menonton televisi disitu, Hp yang ada di meja bergetar. Itu Hp Lita membuat Fahri dan juga Lita melihatnya secara bersamaan.


“Adikmu,” ucap Fahri saat melihat nama Thalia disitu.


“Tumben dia meneleponku, ada apa ya. Apa dia akan marah-marah lagi?” ucap Lita was-was.


“Tidak usah dijawab saja’ putus Fahri meminta istrinya untuk tidak menjawabnya.


“Tapi kalau ada yang penting bagaimana?” Lita tampak bingung.


“Aku saja,” tiba-tiba saja Willy mengambil Hp milik Lita dan mengangkatnya.

__ADS_1


“Halo,” ucapnya


“Lo siapa, lo bukan Fahri kan. Siapa lo?” terdengar nada kasar diseberang sana.


“Lo pikir siapa?”


“Suara lo kayak bocah tengik kan, kenapa lo ada di rumah Lita. Berikan Hpnya pada dia”


“Ada perlu apa memang dengan mbak Lita, kalo lo hanya ingin marah-marah sama dia mending nggak usah”


“Lo cerewet banget dari dulu ya, dia kakak gue terserah gue. Dan lo juga bukan suaminya. Buruan berikan pada dia gue mau bicara penting” ucap Thalia dengan suara keras dari seberang sana.


“Sabar kenapa, nggak usah teriak-teriak”


“Nih mbak,” ucap Willy dan langsung menyerahkan Hp milik Lia pada sang pemilik.


“Bicara apa dia?” lirih Lita bertanya pada Willy.


“Ada yang penting mau dibicarakan” jawab Willy.


Lita melihat kearah fahri, dan Fahri mengatakan tidak. Ia menyuruh untuk mematikannya saja.


Tapi Lita tidak mengindahkannya, dia mengangkat panggilan tersebut.


“Iya halo Thalia, kenapa?”


“kamu gimana sih kak, ribet banget mau bicara sama kamu. Malah bocah tengik itu yang jawab, kenapa dia bisa ada di rumahmu. Ah sudahlah, nggak penting hal itu. Lo kenal temen suami lo yang polisi itu. Gue minta nomernya”


“Siapa yang kamu maksud, bicara dengan pelan bisa”


“Udah deh, besok gue bicara pelan sama lo. Gue mau minta maaf juga tapi besok, buruan kirim nomor tuh polisi”


“aku nggak punya, kamu minta ke mas Fahri saja. Aku tutup, Axel menangis” ucap Lita langsung mematikan panggilan nya.


“Kenapa adikmu?”


“Dia minta nomer teman kamu yang polisi” jawab Lita.


“Siapa? Rendi?”


“Mungkin,”


“kenapa adikmu minta nomer Rendi, dia suka dengan rendi?”


“Entah” ucap Lita tak tahu soal hal itu. Semoga saja benar kalau Thalia menyukai Rendi, ia berharap kalau dengan Rendi sifat ke kanak-kanakan Thalia dan sifat liarnya bisa berubah.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2