
Lita sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah dua hari pasca melahirkan. David membantu Lita berjalan sedangkan rey memegang tas Lita dan juga tas milik bayi Lita. Naya menggendong bayi Lita mereka bertiga saat ini akan meninggalkan rumah sakit. Dan mereka langsung ke Bandara karena mereka harus pergi ke negara lain. Membawa Lita pergi lagi, Lita benar-benar tidak ingin berurusan dengan Fahri lagi dia ingin memulai hidup barunya bersama dengan anaknya.
Saat mereka akan keluar dari ruang rawat Lita Hp Fahri yang ada disaku celananya bergetar membuat langkah mereka seketika berhenti. Dan Lita memperhatikan Kakaknya yang langsung mengangkat panggilan itu.
“Iya halo ada apa?” ucap David saat mengangkat panggilan tersebut.
“Pesawat yang akan kau naiki menuju Perancis sudah berangkat terlebih dahulu” begitulah kira-kira yang disampaikan sang penelpon pada David. Orang itu kemungkinan suruhan David.
“Apa? Bagaimana bisa. Pesawatnya sudah berangkat duluan bukannya mereka berangkat nanti siang” David cukup terkejut mendengar informasi tersebut.
“Aku juga tidak tahu, mereka bilang penumpangnya sudah lengkap dan jadwal penerbangannya dimajukan.
“Carikan aku pesawat lain, yang berangkat hari ini juga ke Perancis”
“Kau tidak bisa membawa adikmu pergi lagi David,” tiba-tiba suara bas seiringan pintu dibuka terdengar di telinga mereka berempat. Otomatis keempatnya menatap tempat orang didepannya saat ini.
“Mama, Papa” lirih Lita menatap tak percaya dua orang yang tidak dia temui begitu lama saat ini berdiri didepannya.
“Papa,.” David cukup terkejut melihat papanya sudah berdiri didepannya saat ini. dugaannya benar pasti berita ini cepat menyebar ke Papanya.
“kau memang jahat David. Kamu menyembunyikan adikmu dari mama. Kau tahukan Mama begitu kehilangan Lita. Kenapa kau tidak memberitahukannya pada Mama David” lirih Nafa tampak kecewa dengan putranya itu.
“Ini bukan salah kak David Ma, ini salahku. Aku. aku yang menyuruh dia” ucap Lita membela kakaknya. di maju sedikit ke depan menatap kedua orang tuanya.
“Lita,..” Nafa langsung berjalan memeluk Lita. Sungguh dia benar-benar merindukan anaknya itu. Hatinya saat ini tenang dan terisi kembali dengan kenyataan anaknya yang masih hidup.
“mama,.” Ucap Lita menangis memeluk sang mama.
__ADS_1
“kenapa, kenapa kamu pura-pura menghilang begini hah. Kenapa kamu melakukannya, kau tahu Mama sangat menyayangimu. Kau tidak kasihan pada Mamamu ini” ucap Nafa melonggarkan pelukannya dan menatap Lita.
Lita tidak bisa menjawabnya, dia hanya bisa menangis dan kembali memeluk sang Mama. Thalia yang berada agak jauh dari situ menatap kearah Rey yang ternyata ikut dalam pemainan ini. dia tersenyum sinis pada pria itu dan berjalan mendekati sang Mama dan kakaknya.
“kenapa kau membohongi kita semua kak,” ucapnya ikut memeluk Lita sungguh walaupun dia tidak begitu dekat dengan Lita tapi dia senang karena kakaknya itu masih hidup.
David yang melihat itu terharu, tapi dia menutupinya dan matanya beralih pada Fahri yang ada di sebelah Papanya. Dia menatap datar pria itu,
“Papa perlu bicara denganmu David, ikut papa” perintah Aryo
“Apa yang akan Papa bicarakan Padaku, sepertinya tidak ada yang harus dibicarakan. Kita di pasti akan berbeda pendapat lagi” ucap David seakan enggan.
“Jangan mengambil kesimpulan terlebih dahulu David sebelum kau mendengar apa yang akan dibicarakan” tukas Aryo dan berjalan keluar lebih dulu.
“Aku keluar dulu” ucap David melihat kebelakang kearah Naya dan juga Rey.
David yang akan berjalan keluar melihat sekilas kearah Fahri yang berdiri didepannya, dia langsung melewati pria itu dengan tatapan sinis.
Fahri hanay diam, melihat kakak iparnya yang menatap dirinya sinis saat ini, dia tidak mau ambil pusing soal hal ini. karena mau bagaimana lagi dia terpaksa menyuruh mertuanya untuk datang sekarang sebelum Lita dibawa pergi lagi oleh David. Dia berharap dengan ini Lita bisa kembali padanya meskipun itu akan butuh waktu cukup lama bagi Lita untuk memaafkannya.
Fahri ikut keluar menyusul ayah mertua dan kakak iparnya itu, dia akan ikut bicara juga dalam pembicaraan mereka berdua. Dia akan memohon maaf pada kakak iparnya agar mengijinkan dia kembali pada Lita lagi. Meskipun dia terlihat tidak tahu diri dan tidak tahu malu dia tidak perduli, ia benar-benar ingin memulai hidup baru lagi dengan Lita. Ia akan menebus semua kesalahannya itu dan akan membalas cinta dan pengorbanan yang Lita berikan selama ini padanya.
Diluar ruangan Lita David berdiri didepan sang Papa yang sedang membelakangi dirinya saat ini. Dia menatap datar ayahnya yang bersedekap dada membelakanginya.
Aryo segera membalikkan badannya saat merasa anaknya sudah berada dibelakangnya saat ini.
“Apa maksudmu melakukan semua ini David,” tegas Aryo menatap sang anak.
__ADS_1
Langkah kaki mendekati mereka berdua saat ini, membuat David melihat sekilas tatapan ketidaksukaan begitu terlihat jelas.
“Papa pasti tahu maksudku?” ucap David.
“Papa tidak tahu maksudmu David, kenapa kau menyembunyikan adikmu. Dan memalsukan kematiannya” pungkas Aryo tak habis pikir dengan cara berpikir anaknya itu.
“Salah siapa Papa lebih memihak pria bodoh ini ketimbang anakmu sendiri. Kau bodoh atau apa Pa, dia yang membuat anakmu menderita tapi kau malah mendukungnya” David menahan emosinya yang ingin meluap begitu saja.
“Papa tidak memihak Fahri David, Papa hanya melakukan tugas papa sebagai orang tua saja untuk tidak menyalahkan satu pihak. Papa maklum Fahri melakukannya karena dia menduga Lita yang membunuh Dira, dan dia sudah minta maaf. Jadi untuk apa Papa membenci dirinya karena hanya salah paham” jelas Aryo dan begitulah cara berpikirnya selama ini.
“Cih, salah paham. Karena ke salah pahaman itu membuat anak mu tersiksa dan kau tidak masalah dengan itu.” Sinis Daniel menatap sang papa tidak terima dengan penjelasan Aryo yang menurutnya tak masuk akal.
“kak, soal itu aku mohon. Aku minta maaf, aku janji padamu. Aku tidak akan pernah menyakiti Lita lagi beri aku kesempatan untuk memulai hidup baru lagi dengan istri dan anakku”
David menatap tajam Fahri tak ada niat untuk membalasnya, karena untuk apa dia mengutarakan kekesalannya pada pria brengsek nan keras kepala seperti Fahri hanya membuat tenaga saja.
“Ajak pulang adikmu ke Indonesia, kalau kau tidak mengajaknya pulang. Papa akan mengambil semua milikmu David” ancam Aryo.
“kenapa Papa selalu egois,” ucap Lita tiba-tiba saja keluar dari ruangannya bersama dengan Nafa dan juga Thalia.
Semua orang menatap dia,
“Aku tidak mau pulang Pa, dan ini semua bukan salah kak David kenapa Papa malah menyalahkan kakakku ketimbang pria brengsek itu. Aku tidak akan mau pulang selama Papa masih berada di pihaknya” ucap Lita dengan begitu tegas.
°°°
T.B.C
__ADS_1