Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 99 (Season 2)


__ADS_3

Thalia sedang duduk sendiri di dalam cafe, dia terlihat sedang menunggu seseorang sekarang. Dia juga sesekali melihat jam yang tertera di layar ponsel miliknya. Dia harus cepat pulang sebelum Rendi pulang bekerja, kalau dia tahu dirinya tidak ada di rumah bisa-bisa pria itu marah karena dia tidak ijin keluar.


“Maaf menunggu lama?” tanya Rey yang baru saja datang memegang pundak Thalia karena perempuan tersebut tidak melihat kearahnya.


“Sudah tahu pakai nanya” ketus Thalia yang kesal karena menunggu Rey begitu lama.


“Maaf, aku ada urusan dengan istriku tadi”


“dasar, kau mengajak bertemu seharusnya kau yang tepat waktu” cibir Thalia menatap kesal Rey.


“Iya-iya aku minta maaf, jangan cemberut begitu kenapa?” tukas Rey menatap Thalia sambil tersenyum.


“Ada apa kau menyuruhku kesini?”


“Ada yang ingin bertemu denganmu” pungkas Rey menatap Thalia.


“Siapa?”


“Itu,” tunjuk Rey pada tiga orang yang datang kearah mereka sekarang.


“Mereka siapa?” ucap Thalia tidak tahu tiga orang yang datang tersebut.


Bukannya menjawab pertanyaan Thalia Rey malah berdiri mempersilahkan sepasang suami istri paruh baya dan seorang perempuan untuk duduk di meja mereka.


Sedangkan Rey beralih tempat duduk disebelah Thalia, kini di depan mereka tiga orang itu duduk sambil menatap keduanya.


“Mereka yang kau bantu selama ini, Ini tuan Jaka dan istrinya Nyonya Laras dan anak mereka Melody” ucap Rey memperkenal kan ketiga orang itu pada Thalia.


Thalia langsung menatap Rey, dia terkejut dengan apa yang diucapkan pria itu barusan. Dia selama ini tidak tahu wajah ketiganya dan ternyata orang di depannya adalah calon mertua Rendi dulu. dan Thalia melihat sekilas kearah Melody yang duduk di depannya saat ini. perempuan itu begitu anggun dan terlihat lemah lembut beda dari dirinya.


“Kau gila, maksudmu apa?” ucap Thalia sedikit berbisik pada Rey yang berada disebelahnya.


“Tuan jaka, dan Melody bukannya kamu ingin bertemu dengan yang sangat berjasa bagi keluarga kalian selama ini kan. setelah seminggu kalian memaksa ingin bertemu, saya perkenalkan dia Thalia teman saya dan bukan istri saya” ucap Rey sedikit tersenyum saat menyebutkan bukan istri saya. Karena kedua orang itu dulu sempat mengira Thalia istri dari rey karena Thalia sendiri yang mengaku begitu di panggilan telpon.


“Dia Thalia Ravero, adik dari teman saya. Kalian pasti tahu siapa saja keluarga ravero” pungkas Rey sedikit menggantung ucapannya dan melihat sekilas kearah Thalia yang menggeleng agar Rey tidak mengatakan sesuatu.


“Iya, saya tahu keluarga Ravero. Karena keluarga mereka dijuluki keluarga pebisnis sukses” jawab Melody yang tahu soal itu.


“Nona Thalia, saya sangat berterima kasih pada anda karena telah membantu membiayai pengobatan putri satu-satunya” ucap Laras ibu dari Melody yang tiba-tiba saja memegang tangan Thalia, dia begitu berterimakasih pada perempuan muda didepannya saat ini.

__ADS_1


“Tidak perlu mengucap terimakasih pada saya, bukan saya yang menyembuhkan melainkan tuhan” ucap Thalia sambil melepas tangan ibu Melody.


“Tapi berkat anda juga anak kita bisa sembuh, kalau bukan anda yang membiayai dan yang merekomendasikan tempat terbaik untuk anak kita. Tidak akan dia bisa bersama dengan kita seperti ini” ucap ayah dari Melody.


“Tidak usah merasa begitu, ini memang sudah menjadi keinginan saya. Bukannya anada tahu keluarga saya juga sering memberikan bantuan dalam bidang kesehatan” ucap Thalia melihat sekilas Meldoy.


“Kalau begitu saya pergi dulu, saya ada urusan.” Pungkas Thalia dan langsung berdiri sambil memegangi perutnya.


Melody dan orang tuanya melihat heran Thalia yang tiba-tiba permisi untuk pergi. Rey juga terkejut mendengar itu.


“Kenapa buru-buru, nanti saja masih ada yang ingin aku bicarakan” ucap Rey memegang tangan Thalia.


“Aku tidak bisa disini, perut keram, dan suamiku kemungkinan sudah pulang. Maaf aku permisi dulu” ucap Thalia dan langsung pergi setelah melepaskan tangan Rey dari pergelangan tangannya saat ini.


Rey melihat kearah Thalia yang berjalan pergi, dan dia saat ini melihat kearah orang tua Melody yang tampak bingung.


“Saya minta maaf sebelumnya atas sikap dia, dia memang begitu tetapi aslinya lembut, silahkan kalian mau pesan apa setelah kita makan baru saya akan bicara pada kalian” ucap Rey pada ketiga orang didepannya.


“baik dok” jawab Melody,


“Ayah ibu, mau pesan apa. biar aku saja yang pesan” ucap melody pada orang tuanya.


“Oke, kalau dokter mau pesan apa dok?” tanya Melody pada Rey.


“Saya pesan jus stroberi saja” jawab Rey


“Kalau begitu saya pesankan dulu ya” ucap Melody dan langsung berdiri dari duduknya saat ini.


................................................


Thalia saat ini sedang berada didalam taksi, sebenarnya perutnya tidak keram, ia hanya ingin pergi saja dari tempat itu. baru pertama kali dia melihat wajah Melody, perempuan itu cantik dan begitu anggun serta wajahnya yang ramah. Entah mengapa dia melihat itu menjadi minder sendiri padahal dia jauh lebih cantik tapi ada rasa takut dalam hatinya.


Dengan wajah damai seperti itu pantas Rendi mencintai perempuan tersebut, dan pantas bukan Rendi saja tetapi Revan juga mencintai Melody. Rasanya ia iri menjadi Melody yang bisa di cintai dua orang pria sedang dia mengejar pria itu lebih dulu barus bisa di cintai.


“Kenapa gue minder begini, lo cantik Thalia. Malah lebih cantik dari perempuan itu.” ucap Thalia menenangkan hatinya sendiri.


“Kenapa lo takut sekarang, bukannya ini yang lo tunggu-tunggu selama ini. dan kenapa juga lo seminggu ini gelisah karena kepulangan perempuan itu. ayo jangan takut, Rendi sudah tidak mencintainya kau yakin itu kan. dia mencintaimu, dia mencintaimu Thalia” ucap Thalia dan mengucapkan kata-kata penyemangat dalam hatinya.


Saat Thalia terus berkata didalam hatinya ponsel yang berada ditangannya saat ini bergetar membuat dirinya sedikit terkejut dan langsung melihat layar ponselnya itu.

__ADS_1


“Rendi?” gumamnya sebelum mengangkat panggilan itu.


“halo kenapa?” tanya Thalia saat dia sudah mengangkat panggilan dari suaminya itu.


“Kamu dimana? Kenapa tidak ada di apartemen?” tanya Rendi di seberang sana.


“Mampus, dia sudah pulang” batin Thalia.


“A..aku di taksi sekarang tadi habis cari makan” ucap Thalia berbohong.


“Cari makan apa? kenapa tidak bil...”


“Nanti lagi ya, ini aku sebentar lagi sampai. Da..sampai ketemu di rumah” thalia buru-buru mematikan panggilannya sebelum Rendi mengomel padanya. Suaminya itu pasti banyak bertanya dan tidak mungkin percaya padanya.


“Mampus, dia pasti banyak pertanyaan nanti” ucapannya.


“Papamu cerewet tahu nggak nak” ucap Thalia bicara pada perutnya sendiri.


“Pak buruan ya” tukas Thalia lagi pada supir taksi tersebut.


“Iya, mbak” jawab sang supir taksi.


............................................................


“Seperti yang saya katakan tadi, saya meminta kalian untuk kesini bukan hanya ingin memberitahu wajah orang yang membantu kalian. Tetapi saya juga ingin mengatakan sesuatu pada kalian bertiga” ucap Rey membuka suaranya di sana mereka sudah selesai makan.


“Mau memberitahu soal apa lagi ya dok kalau boleh kami tahu?” ucap Jaka menatap Rey.


“Kalian sudah tahu wajah perempuan tadi kan, dan kalian juga sudah memberikan ucapan terimakasih pada perempuan tadi. Yang perlu kalian ketahui juga soal perempuan tadi adalah sesuatu yang mungkin membuat kalian bete\=iga terkejut makanya saya ingin minta maaf sebelumnya” ucap rey yang sedikit memperpanjang ucapan karena dia bingung harus mengatakan apa tetapi ini yang diminta Rendi dari seminggu lalu sebelum mereka semua pulang ke Indonesia. Ia memang sengaja mengundur waktu tersebut menjadi hari ini agar Melody tidak terlalu syok dan bisa fokus pada pemulihannya.


“Sebenarnya apa yang ingin dokter bilang pada kita?” tanya Melody yang entah kenapa dia mencium sesuatu yang penting.


“Begini, saya harap kalian bisa menerima kenyataan yang ada dan bisa lebih bijak nantinya” ucap rey sembari menghela nafas panjang.


Mendengar perkataan Rey barusan ketiga orang itu semakin penasaran sebenarnya apa yang ingin di katakan oleh dokter di depan mereka.


“Perempuan itu tadi adalah istri dari Rendi, mantan tunangan dari Melody” ucap rey dengan mantap mengatakan itu, dia melihat tatapan ketiga orang didepannya yang terkejut mendengar semua itu apalagi melody yang melebarkan matanya cukup lebar menatap dirinya.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2