
Fahri sudah tidak bisa menunggu lama untuk bertemu dengan Lita, setelah dia mendengar apa yang dikatakan Papa mertuanya tidak ingin membuang waktu dia langsung pulang mengambil pakaian dan saat ini dia sudah ada didalam pesawat yang akan membawanya bertemu dengan Lita.
“Akhirnya, aku menemukanmu sayang. Aku yakin itu dirimu tunggu aku,” ucap Fahri begitu senang dia memegang foto Lita duduk di tempat duduknya didalam pesawat saat ini.
“Maaf, dia istrimu?” ucap seseorang yang duduk disebelah Fahri saat ini saat melihat foto yang dipegang oleh Fahri.
Fahri langsung menoleh kesamping melihat pria yang sedang bicara dengannya saat ini.
“Iya, ini istri saya. Anda mengenalnya?” ucap fahri seakan penuh harap dia berharap semoga saja pria disampingnya mengenal Lita.
“Iya, dia tinggal dekat rumahku di New York” ucap pria tersebut.
“Kau serius, apa kau serius mengatakannya? Aku mohon beritahu aku dimana rumahnya” Fahri memegang tangan pria tersebut penuh harap. Dia merasa Tuhan saat ini tengah berpihak padanya, tanpa disangka orang yang satu tempat duduk tahu dimana Lita.
“Iya aku serius, nyonya Devina tinggal disebelah rumah saya” ucap pria itu.
Dahi Fahri terlihat kerutan, dia menatap pria yang ada disebelahnya.
“Devina? Nama istri saya bu..” Fahri langsung terdiam saat dia mengingat nama Panjang Lita dan Devina merupakan nama tengah Lita.
“Apakah kamu tahu namanya lengkapnya siapa?” ucap Fahri untuk memastikan itu Lita atau bukan.
“Nama lengkapnya saya kurang tahu, yang saya tahu hanya Devina”
“Oke, terimakasih. Kalau kita sudah tiba di Amerika nanti segera antar kan saya menemui dia. Aku sungguh merindukan istriku” ucap Fahri merasa lega bercampur sedih.
.......................
Lita jalan berdua dengan Naya saat ini, mereka sedang membeli keperluan bayi Lita. Karena diperkirakan kurang beberapa minggu Lita akan melahirkan dan mereka belum membeli persiapan apapun untu calon bayinya.
Naya yang membawa troli sementara Lita berjalan disebelahnya sambil melihat-lihat pakaian bayi.
“mbak pakai bayi yang khusus cowok atau yang netral aja ya kita belinya” ucap Lita bingung harus memilih yang mana. Karena dari hasil USG anaknya belum terlihat jenis kelaminnya entah kenapa anaknya itu saat di periksa tidak mau menunjukkan jenis kelamin.
__ADS_1
“Kalau mbak sih nyaranin yang Netral saja Lita, nanti kalau takutnya kita beli yang cowok atau cewek anaknya nanti malah tidak sesuai” ucap Naya memberi saran.
“Ya sudah kita beli saja yang netral deh mbak” ucap Lita menyetujui saran dari kakak iparnya.
“yok kita ke sana saja, di sana lebih bagus-bagus kayaknya” ucap Naya mengajak Lita ketempat yang berbeda. Tempat dimana bajunya lebih bagus, bagus dari yang mereka lihat saat ini.
“yok mbak,”
Sambil berjalan Naya dan Lita berbicara satu sama lain.
“kamu sudah nyiapin nama buat anak kamu belum?” tanya Naya melihat Lita yang ada disampingnya.
“belum mbak, aku bingung dan nggak ada pikiran nama untuk anak yang aku kandung” ucap Lita sedih jujur dia masih sedikit enggan untuk menerima kehamilan dirinya. Jadi dia belum menyiapkan nama sama sekali untuk anaknya saat ini.
“Kalau gitu nanti mbak usul nama ya?” ucap Naya meminta izin untuk ikut andil menamai anak dari Lita.
“iya mbak,” lirih lita.
“kamu jangan merasa berat menerima anak yang kamu kandung Lita, dia anakmu darah daging mu kau sendiri yang bilang kan tidak ingin menjadi perempuan yang meninggalkan anaknya seperti mamamu” ucap Naya menggenggam tangan Lita.
“Sudah, sudah,.jangan ingat terus. Kamu harus bahagia, kamu dan anakmu pokoknya harus bahagia. Aku dan kakakmu selalu mendukung dirimu” Naya memeluk Lita menguatkan perempuan itu.
“Iya mbak, terimakasih. Aku berterimakasih pada Tuhan karena memiliki kakak dan mbak Naya” ucap Lita membalas pelukan kakak iparnya tersebut. Mereka berdua berpelukan didalam supermarket tersebut.
.......................
Fahri yang sudah mendarat di Amerika langsung ikut pria yang duduk disebelahnya tadi untuk ke rumah pria itu yang katanya rumahnya ada disebelah rumah Lita. Dia harus melihat sendiri apakah itu istrinya atau bukan.
Saat ini sudah malam hari waktu Amerika, rasa lelah sebenarnya sudah menjalar ditubuh Fahri tapi dia tidak bisa mengistirahatkan diri sebelum bertemu Lita.
Mereka berdua saat ini sedang berada didalam mobil milik keluarga pria itu yang dia ketahui bernama Fred pria blasteran Amerika-Indonesia.
“Dia siapa Daddy?” tanya seorang perempuan yang duduk disebelah Fred yang sedang menyetir mobil. Sementara Fahri duduk di belakang bersama dua bocah laki-laki dan perempuan.
__ADS_1
“Dia orang yang kukenal di pesawat tadi saat di Indonesia. Dia ternyata suami dari nona Devina” ucap fred pada istrinya menggunakan bahasa inggris.
“Serius, dia suaminya?” sang perempuan sekilas melihat Fahri dan melihat suaminya. Dia menatap antara tak percaya karena yang ia tahu suami Devina bukan orang itu.
“kenapa kau tampak kaget, mendengarnya?”
“Beberapa bulan lalu, seorang pria keluar dari rumah itu dan dia bilang suami dari Devina” ucap istri dari Fred.
“apa lalu pria ini?” lirih Fred.
Fahri yang sedari mendengar percakapan itu langsung maju sedikit mendekat pada kedua orang yang sedang berbicara itu.
“Perempuan yang bernama Devina itu tinggal disebelah rumah kalian dengan siapa saja? Kalau boleh tahu dan maaf pria yang kau bilang suaminya tadi dia seperti apa tolong jelaskan ciri-cirinya padaku.”
“Yang aku tahu sih dia tinggal dengan kakak ipar, dan kakak laki-lakinya di rumah itu. Dan sesekali suaminya juga datang membawakan makanan untuk Devina karena dia hamil” ucap Istri Fred memberitahukan yang ia tahu tentang tetangganya itu. Meskipun mereka tetangga tapi dia jarang berbicara karena Devina dan keluarganya jarang keluar dari rumah.
Fahri langsung terdiam, perempuan yang bernama Devina itu hamil juga seperti perkiraannya kalau Lita sedang hamil. Apa mungkin perempuan itu memang Lita dan apa jangan-jangan yang dibilang kakak oleh istri Fred itu kak David. Apa pria itu yang menyembunyikan Lita dan memalsukan kematian Lita? Tapi soal suami? Suami siapa orang itu?. Batin fahri dia terus memikirkan segala kemungkinan itu. Harapan nya semakin besar kalau Lita masih hidup jangan-jangan itu memang Lita.
“Fahri, itu rumah kita dan disebelah itu rumah Devina” ucap fred menyadarkan Fahri dari lamunannya.
Fahri langsung melihat kearah yang ditunjuk oleh Fred. Rumah yang cukup besar dan tampak bagus.
“Tapi mereka sepertinya tidak ada di rumah. Soalnya beberapa hari aku di rumah setelah pulang dari rumah orang tuaku mereka tidak terlihat ada di rumah” ucap Istri Fred.
“kau serius mereka tidak ada di rumah.”
“aku juga tidak tahu, coba kau pastikan saja mereka ada di rumah atau tidak. Misalkan kalau mereka tidak ada di rumah kau bisa menginap di rumah kami” ucap fred.
“baiklah, terimakasih tumpangannya. Aku turun,” ucap fahri saat mobil Fred sudah berhenti didepan rumahnya.
“Iya, hati-hati dan semoga kau menemukan istri dan calon anakmu” ucap Fred dari dalam mobil melambaikan tangan pada Fahri yang ada di luar mobil.
Fahri membalas lambaian tangan Fred sambil tersenyum, saat mobil Fred sudah masuk ke pekarangan rumah pria itu Fahri berbalik menatap rumah besar didepannya. Dia mencoba memantapkan diri penuh harap semoga ini rumah Lita.
__ADS_1
°°°
T.B.C