Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
50


__ADS_3

Fahri pulang ke rumah dalam kondisi mabuk, dia dipapah oleh Rendi masuk kedalam rumah besar milik Fahri. Mbok Jum yang kebetulan akan mematikan lampu melihat hal itu langsung berlari tergopoh-gopoh melihat tuannya yang dipapah oleh seorang pria.


“Den, den Fahri” ucap Mbok Jum dengan kekhawatiran.


“Mbok dimana kamar Fahri?” tanya Rendi karena dia harus menaruh Fahri ke kamarnya.


“Lita, Lita, aku mohon kembali lah” racau Fahri dalam kondisinya saat ini. Dia mabuk lagi seperti beberapa bulan lalu, dia frustasi sudah kemana-mana dia mencari Lita tapi tidak ketemu. Ini sudah enam bulan semenjak Lita dinyatakan meninggal dan sudah empat bulan dia mencari istrinya tersebut.


“Den Fahri tidur dikamar bawah biasanya den, kamarnya ada disitu: ucap Mbok Jum menunjuk kearah kamar tempat fahri biasa tidur. Itu kamar milik Lita dulu.


“Baiklah terimakasih mbok” ucap Rendi bergegas membawa Fahri ke kamar tersebut.


Mbok Jum melihat pilu matanya berkaca-kaca merasakan kesedihan Fahri yang begitu menyesal mengenai Lita. Dia merasa kasihan pada fahri yang terus mabuk dan terdiam bicara dengan foto Lita bahkan dari yang dia dengar Fahri dulu mencelakai dirinya sendiri ingin menyusul Lita.


Rendi menjatuhkan tubuh Fahri di atas tempat tidur dia melihat temannya itu miris, di dalam tidurnya saja Fahri terus menyebut nama Lita. Sebegitu menyesalnya Fahri pada Lita.


“Fahri rubah lah dirimu, jangan mabuk-mabukan begini. kau yakinkan Lita masih hidup, kalau kau yakin jangan menyiksa dirimu seperti ini. Fokuslah mencari Lita berusaha temukan dia” ucap Rendi menasehati Fahri.


“Aku sudah putus asa ren, sudah beberapa bulan aku mencari Lita tapi tidak kutemukan dimana dia. Aku, aku tidak bisa hidup tanpanya” ucap Fahri membuka matanya berbicara pada Rendi.


“Jangan pernah putus asa di atas keyakinan mu. Tetaplah yakin pada apa yang kau yakini, mungkin saat ini belum saatnya kau dipertemukan oleh dia. Mungkin tuhan sedang menyuruhmu untuk menunggu, tunggu saja sampai kalian dipertemukan. Tetap yakinlah”


“Kau berubah lah menjadi lebih baik, fokus dengan pekerjaanmu pasti ada saatnya kau bertemu dengan Lita dan anakmu jika memang benar Lita saat ini hamil. Lanjut Rendi menasehati Fahri.


Fahri tidak menanggapi lagi karena dia saat ini sudah tidur terlentang di atas kasur. Rendi yang menghelanya hanya bisa menghela nafasnya saja melihat sahabatnya itu terpuruk kembali setelah beberapa bulan lalu sempat memiliki harapan untuk hidup lagi.


.....................


“Kamu tidak menghargai usahaku Lita, aku sudah membelikan mu Cumi bakar tadi tapi apa kau malah pergi dengan Rey. Disini yang kakakmu siapa?” ucap David mengungkapkan kekesalannya pada sang adik yang duduk di sofa tepat didepannya bersama dengan rey yang malah tersenyum melihatnya.

__ADS_1


“Maaf kak, habisnya kak Rey menawariku es krim jadi aku ikut dia” ucap Lita menatap sang kakak.


“sudahlah, kau cuman begitu marah pada Lita marah saja padaku” pungkas Rey pada David.


“kau bukan mau ku marahi tapi aku hajar,” ucap David sambil terkekeh karena dia hanya bercanda.


Rey juga ikut tersenyum dia mengerti kalau David hanya bercanda.


“kenapa kau kemari? Ada perlu apa?” tanya David pada sahabatnya itu.


“tidak ada, aku hanya menunggu kelahiran dari anak Lita” pungkas Rey sambil menatap Lita duduk disebelahnya.


Seketika Lita langsung tersedak mendengar ucapan Rey tersebut,


“pelan-pelan kalau minum” Rey segera mengambilkan tisu untuk Lita di depan mereka David hanya diam melihat mereka berdua yang duduk didepannya saat ini.


“Memang kau suaminya” ucap david.


“Bukan, tapi aku akan jadi daddy dari anak yang dikandung Lita” ucap rey tersenyum.


“Sudahlah, aku mau ke kamar saja. Aku pusing mendengarkan kalian berdebat nantinya” ucap Lita langsung berdiri, dia bisa menebaknya pasti nanti kakaknya dan rey akan berdebat. Jadi untuk menghindari itu lebih baik dia pergi terlebih dahulu.


“ya sudah sana kamu ke kamar. Istirahat” ucap David pada Lita.


“ya” Lita langsung pergi meninggalkan dua pria itu yang masih akan berbicara satu sama lain.


“sebentar lagi Lita melahirkan apa rencana mu selanjutnya?” ucap rey setelah Lita pergi.


“Aku belum tahu rencana ku selanjutnya apa, dan aku sekarang sedang pusing sepertinya Papa dan pria brengsek itu sudah mengetahui kalau Lita masih hidup. Aku bingung harus menyembunyikan Lita dimana nantinya, kau tahu koneksi papaku bagaimana” ucap David mencurahkan ke gelisahan dirinya.

__ADS_1


“Apa kita beritahu Papamu saja kalau Lita memang masih hidup?” usul Rey pada David. Karena tidak mungkin mereka akan menyembunyikan Lita terus, mengganti Identitas Lita pun percuma karena dari yang ia dengar juga Aryo sudah menyuruh orang untuk mengidentifikasi jasad tersebut. Tahu sendiri bagaimana kayanya Aryo dia bisa menyuruh tim identifikasi terhebat untuk menunjukkan bahwa itu bukan anaknya.


“Kau gila rey, aku tidak akan memberitahu siapapun soal Lita. Pria brengsek itu pasti menemui adikku. Aku tidak ingin Lita bertemu dengannya dan luluh lagi pada Fahri” tolak David dengan usulan rey.


“Tapi kita tidak ada cara lain selain memberitahu semua. Kau tahu sendiri Papamu bagaimana dan kau pasti kalah menghadapinya sepintar dirimu dan sekaya dirimu kau belum bisa mengalahkan ayahmu yang konglomerat”


David terdiam, memang benar kata Rey dia tidak bisa mengalahkan papanya, papanya itu menurutnya terlalu sulit untuk ditipu. Sungguh ini membuatnya cemas sendiri dia tidak ingin Lita kembali pada Fahri.


“Kita beri tahu semua oke, dan aku akan menjaga Lita dari Fahri kalau pria itu menyakiti Lita lagi” ucap Rey mencoba untuk meyakinkan David.


“sudahlah itu kita pikirkan nanti aku pusing saat ini” tukas David sudah merasa lelah


.........................


Fahri duduk di lantai bersandar pada ranjang, dia memegangi foto Lita menatap perempuan itu.


“Apa aku harus menyerah untuk menemukanmu? Apa memang harus begitu?” ucapnya pada Foto tersebut.


“Tolong munculah di hadapanku jika kau memang masih hidup, hatiku yakin dirimu masih hidupkan Lita. Aku bukan kosong tanpamu” ucap Fahri lagi begitu Pilu.


“Apa kau sebegitu ingin menghilangnya dari hidupku? Kau marah denganku Lita? Aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf” pungkas Fahri dia memeluk foto kecil tersebut.


“kali ini saja aku mohon munculah di hadapanku, aku..aku ingin bilang aku mencintaimu. Dulu hanya kau yang selalu mengatakannya tapi kali ini aku yang akan mengatakannya Lita. Aku mohon,” ucapnya lagi perlahan membaringkan dirinya di lantai. Dia semakin erat memeluk foto tersebut, rasanya ia begitu putus asa untuk mencari Lita. Dia tidak dapat ditemukan dimana-mana, apa yang harus dia lakukan saat ini dikala hatinya percaya Lita masih hidup dan mengandung anaknya tapi disisi lain rasa putus asa itu juga ada karena Lita tak kunjung ia temukan.


“AKU MOHON MUNCULAH LITA,” Ucapnya keras sambil menatap langit-langit kamarnya saat ini.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2