Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 82 (Season 2)


__ADS_3

Rendi saat ini tengah berada di dapur ia sedang membuatkan susu untuk Thalia, Thalia sendiri saat ini berada di dalam kamar entah sedang apa perempuan itu sedari tadi tak kunjung keluar dari kamar.


Padahal tadi Thalia bilang akan menyusul dirinya ke dapur tetapi hingga dia selesai membuatkan susu Thalia tidak kunjung datang sekarang.


Rendi segera membawa segelas susu yang dia buat untuk ia berikan pada sang istri, perlahan Rendi membuka pintu kamarnya saat ini dan dia bisa melihat Thalia sedang berbicara dengan seseorang di telpon.


“Ya kenapa kalau bangun, biarkan saja aku tidak perduli. Kau sendiri kapan pulang dari sana, kalau pulang ayo kita bertemu dan bicara bersama” ucap Thalia


“Kau sedang bicara dengan siapa?” tanya Rendi saat dia berjalan mendekat pada Thalia.


Thalia seketika terkejut melihat Rendi yang sudah masuk kedalam kamar tapi dia berusaha untuk menyembunyikan itu semua.


“Nanti aku hubungi lagi” ucap Thalia dan langsung mematikan panggilannya saat ini.


“kenapa dimatikan? Siapa yang bicara denganmu” Rendi kembali bertanya pada Thalia mengenai siapa yang menelpon istrinya.


“Bukan siapa-siapa. Kamu sudah buatkan susu untukku” ucap Thalia dan langsung berdiri dari duduknya saat ini.


“Iya” ucap Rendi lirih dan dia menyodorkan segelas susu itu pada istrinya yang berdiri di depannya saat ini.


Meskipun dia melihat kearah Thalia tapi dia sekilas melihat kearah ponsel sang istri yang berada di atas meja saat ini.


“Terimakasih” ucap Thalia sesudah meneguk susu tersebut.


“Iya, habiskan. Habis ini kita pergi jalan-jalan” ucap Rendi pada istrinya itu.


“Kemana?” Thalia penasaran akan mengajak kemana Rendi malam ini.


“Kita makan di luar, mau kan?” ucapnya meminta pendapat sang istri.


“Ya udah, mau”


Rendi mendekat pada Thalia dan merengkuh tubuh sang istri mencium sekilas keningnya,


“Kalau begitu aku minta tolong sayang” ucap Rendi.

__ADS_1


“Apa?”


“Tolong itu sih ambilkan ponselku di dapur, aku lupa tadi” ucap Rendi meminta tolong pada istrinya untuk mengambilkan ponsel miliknya.


“Tumben lupa sama ponsel, ya udah aku ambilkan sekalian taruh gelas di dapur” kesal Thalia, dia menghentakkan kakinya pelan dan menatap suaminya yang tersenyum simpul.


Rendi mengamati Thalia yang berjalan keluar dan dia sendiri langsung mengambil ponsel Thalia yang berada di nakas meja. dia masih penasaran soal siapa yang berbicara dengan perempuan itu tadi.


Dengan gerak cepat Rendi langsung mengambil ponsel tersebut, dan dia langsung melihat riwayat panggilan disitu. diantara panggilan lain ada nama Rey yang baru saja menghubungi Thalia.


“Rey? Kenapa Thalia tadi tidak bilang kalau Rey yang menelponnya. Apa ada yang mereka berdua bicarakan tanpa sepengetahuanku” heran Rendi saat melihat nama pria itu.


Rendi langsung mengembalikan ponsel yang dia pegang ketempat nya sebelum Thalia datang. Dia tidak ingin istrinya itu salah dalam mengartikan apa yang dia lakukan sekarang.


Untung Rendi melakukannya tepat waktu, Thalia masuk kedalam kamar melihat suaminya yang masih berdiri di tempatnya.


“Ponselmu tidak ada nih, kamu bohong ya” tukas Thalia langsung.


“Oh iya, aku lupa sayang ponsel ku ada di saku celana” ucap Rendi sambil mengambil ponsel miliknya dari saku celana.


“huh, bilang aja kamu mau ngerjain aku kan?”


“Ayo mau kemana? Katanya mau keluar” ucap Thalia menagih apa yang Rendi katakan tadi.


“Ya udah ayok” ucap Rendi dan langsung menggandeng tangan sang istri.


“bentar, aku ambil ponselku dulu” ucap Thalia dan berjalan mengambil ponsel miliknya yang berada di nakas meja.


“Ayo” ucap Thalia dan dia langsung menggandeng tangan rendi bersemangat.


“Ayo,” ucap Rendi semakin mengeratkan genggamannya sebelum dirinya mengajak Thalia keluar.


.............................


Rey saat ini sedang berada di Inggris, dia ke sana untuk honeymoon dengan istrinya sekaligus untuk melihat kondisi Melody yang katanya sudah ada perkembangan bahkan pagi ini dia dengar melody sudah bangun setelah dua tahun lamanya koma. Dia akan melihat perempuan itu, saat ini sendiri Rey sedang duduk bersama dengan temannya yang menangani Melody serta kedua orang tua Melody dan juga satu orang pria yang berada di situ.

__ADS_1


“Dokter saya benar-benar sangat berterima kasih dengan kalian berdua, karena berkat kalian anak saya saat ini sudah sadar setelah sekian lama” ucap ayah dari Melody memegang tangan dokter yang merupakan rekan dari rendi tersebut.


“Tidak perlu berterimakasih pak, karena itu sudah tugas saya sebagi dokter” ucap James pada ayah Melody.


“Intinya saya sangat berterimakasih pada anda berdoa, berkat dokter Rey yang menyarankan saya ke Inggris dan yang membiayai putri saya dan kehidupan kita disini” ucap ayah melody beralih pada Rey yang duduk di depannya.


Reyhan yang berada disitu melihat kearah Rey, karena dia tahu bukan Rey yang membiayai ini semua tetapi istri dari Rendi.


Rey tersenyum kikuk mendengar ucapan ayah dari Melody, bagaimanapun dia tidak patut memberitahukan itu. Thalia sudah bilang padanya untuk tidak memberitahukan semua itu pada keluarga melody.


Tapi ini semua juga tidak mungkin dia tutupi terus, mungkin ini saatnya dia berkata jujur.


“Maaf sebelumnya pak, saya ingin berkata jujur tentang ini semua. Memang saya yang menyuruh bapak membawa Meldoy ke Inggris dan mengenalkannya dengan dokter James agar di tangani. Tapi soal semua biaya perawatan hingga uang serta fasilitas apartemen yang ditempati bapak sekeluarga itu bukan dari saya pak” ucap Rey dengan perlahan menjelaskan itu semua.


Mata ayah Melody sedikit berkedut karena terkejut mendengar itu, dia pikir orang baik selama ini adalah Rey dan dia melihat kearah Revan yang juga menatapnya.


“Maaf Dokter Rey, maksud anda bagaimana ya? Kalau bukan anda yang ikut membiayai lalu siapa?” ucap ayah melody bingung.


“Em..’rey tampak bingung menjawabnya, dia tidak mungkin bilang kalau istri Rendi yang membiayai perawatan anak mereka.


“Teman Melody pak yang membantunya. Dan dia juga teman saya makanya dia meminta bantuan saya untuk mendapatkan dokter terbaik buat Melody” lanjut Rey berbohong.


James menatap rey, dia pikir Rey akan jujur soal siapa Thalia. Dia memperhatikan temannya itu terus sehingga membuat Rey sedikit risih dan tidak nyaman dan dia melihat kearah Revan yang dia tahu sebagai kembaran Rendi. Dia tahu itu karena Thalia yang menceritakan soal kembaran Rendi padanya setelah dia bertanya pada perempuan itu.


“Teman Melody, kalau boleh tahu teman yang mana ya dan namanya siapa. Saya ingin bicara langsung dengannya dan mengucapkan terimakasih karena sudah baik dengan anak saya”


“Dia tidak ada disini pak, dia sedang berada di Amerika dengan suaminya. Karena mereka tinggal di sana sebenarnya dia ingin kesini tetapi karena sedang hamil membuatnya tidak bisa pergi jauh” jelas Rey pada ayah meldoy.


“Oh begitu, salam kan saja padanya ya. Apa dia yang sering menelpon saya waktu itu ya? Yang sering memberi semangat saya lewat telpon.” Ucap ayah Melody mengingat beberapa waktu lalu ada perempuan yang menelponnya bukan satu kali itu saja sih tetapi beberapa kali sebelumnya juga sering menelpon dirinya”


“Sepertinya iya pak”


“Saya pikir dulu itu istri dokter Rey, soalnya dia bilang dulu sebagai istri dokter Rey makanya juga saya kira yang membiayai ini semua dokter Rey”


Rey hanya tersenyum mendengar ucapan itu, tapi dia tahu kalau itu Thalia. Soalnya perempuan itu meminta ijin pada istrinya untuk pura-pura jadi istri Rey saat menelpon ayah Melody

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2