
David pulang dengan marah-marah, dia berjalan cepat melewati Mamanya yang menghampiri dirinya untuk menanyakan soal Lita. Nafa yang diabaikan oleh anaknya langsung mengimbangi langkah David.
“David, bagaimana dengan Lita? Ada apa dengannya?” tanya Nafa dengan berbagai pertanyaan karena dia begitu penasaran sebenarnya Lita kenapa tidak mengangkat panggilannya terus.
“Dimana Thalia Ma, apa bocah itu di rumah atau sudah clubing” ucap David sarkas, dia menatap sang mama dengan wajah menahan emosi dirinya.
“thalia ada di kamarnya, kenapa denganmu> kenapa kamu tampak marah begini?” Nafa tampak terkejut saat melihat wajah anaknya yang terlihat marah.
“Mama ikut saja ke kamar Thalia, nanti Mama bakal tahu apa yang membuatku marah” pungkas David dan akan berjalan kearah tangga tapi Papanya yang sedang menuruni tangga membuat langkah dirinya terhenti.
“kamu mau kemana? Sudah tahu kenapa Lita tidak mengangkat panggilan kita?” tanya Aryo pada sang anak.
“Lebih baik papa ikut aku ke kamar Thalia sekarang, jawabannya ada bocah yang tidak tahu diuntung itu” ucap David dengan tajam.
“David, jangan bicara begitu terhadap adikmu.” Tegur Aryo pada sang anak.
“Sudahlah pa, jangan terlalu memanjakan anak itu. Aku harus bicara dengannya,” David langsung melewati sang Papa dan berjalan naik ke lantai atas lebih tepatnya ke kamar Thalia.
Nafa dan Aryo saling lihat dan mereka beralih melihat kearah David yang berjalan naik ke lantai atas hendak ke kamar Thalia.
.....................
“Thalia, Thalia buka pintunya” dengan keras David menggedor-gedor kamar adiknya tersebut.
“Apa sih kak, main gedor-gedor pintu kamar orang. Tidak ada sopan santunnya” kesal Thalia yang membukakan pintu tersebut untuk kakaknya.
David membuka lebar pintu kamar thalia dan dia masuk kedalam di ikuti kedua orang tuanya yang sudah menyusul dirinya saat ini.
“Aku yang tahu sopan santun atau kamu yang tidak tahu sopan santunnya hah” ketus David menatap manik mata adiknya dengan sorot tajam miliknya.
“Maksud kakak apa sih aku nggak ngerti” sinis Thalia.
__ADS_1
“david tenanglah dulu nak” ucap Nafa berusaha menyuruh putra sulungnya itu untuk lebih tenang dan membicarakannya secara baik- baik.
“nggak bisa ma, anak ini kalau tidak kita kerasi sedikit tidak akan bisa berubah” tegas David melihat kearah mamanya.
“Apaan sih ini obrolan tidak jelas. Aku capek mau tidur. Buruan kak ngomong apa” ucap Thalia kesal, karena dia akan istirahat tapi kakaknya itu malah mengganggu dirinya.
“Apa yang kamu bilang pada Thalita, kamu tidak ada sopan santunnya dengan kakakmu sendiri.” Akhirnya David bicara apa yang tujuannya.
“Oh aku paham sekarang kakak seperti ini gara-gara apa. Pasti gara-gara anak haram papa itu kan?”
“Thalia,.” Ucap Aryo dan juga Nafa bersamaan.
Sementara David menatap adiknya semakin tajam,
“Anak haram itu bicara apa pada kakak” ucap Thalia.
“Thalia, Lita itu kakakku yang sopa sedikit dengannya bisa. Apa yang kam bicarakan pada dia sehingga membuat dia berniat keluar dari keluar Ravero” tukas david pada sang adik.
Plakk
David menampar Thalia dengan cukup keras membuat Nafa dan juga Aryo terkejut dengan David.
Thalia memegangi wajahnya yang habis ditampar oleh David barusan, dia menatap kakaknya tesebut.
“Kau menampar adikmu sendiri hanya demi anak haram itu. Enak sekali jadi dia, Rey berpihak padanya, dan keluargaku juga berpihak padanya semua. Mama yang bukan Mama kandungnya saja bisa membelanya” ucap Thalia beralih melihat Mamanya yang tertegun dengan apa yang dilakukan David tadi.
“Siapa yang berpihak pada siapa Thalia, jangan merasa seakan kamu tidak mendapatkan kasih sayang dari kita. Kau selama ini sudah mendapatkan jauh lebih banyak kasih sayang daripada Lita mengerti” ucap david.
“memang aku tidak mendapatkan kasih sayangkan, kalian mengabaikan ku. Dan rey yang dulu cinta sekali denganku semenjak bersama dengan anak haram itu dia tidak lagi mencintaiku kak. Lita sudah merebut Rey dariku”
“Thalia, sayang kamu diam saja. Kamu hanya salah paham” ucap Nafa yang mendekati putrinya. Dia menyuruh putrinya agar diam supaya tidak membuat David lebih marah lagi bukan hanya David mungkin yang marah tapi Aryo bisa-bisa ikut marah juga.
__ADS_1
“Inilah anak yang tidak tahu di untung dan tidak bersyukur sama sekali. Serta haus kasih sayang” cibir David berusaha mengontrol dirinya untuk tidak emosi dnegan Thalia.
“Thalia, sudah cukup sikap ke kanak-kanakan mu selama ini. dan tolong bersyukurlah, Papa sudah memberimu semuanya bukan itu saja kasih sayang sangat lebih juga sudah papa berikan padamu. Tapi kenapa kamu masih iri saja dengan kakakmu Thalita” pungkas Aryo tak habis pikir dengan putri bungsunya.
“Papa bilang aku ke kanak-kanakan, siapa yang terima kalau semua miliknya direbut Pa. Milikku sudah direbut oleh anak haram Papa itu mengerti”
“Lita tidak merebut darimu, kamu yang terlalu berlebihan. Apa yang kita berikan pada Lita saat ini karena itu memang haknya dari dulu yang tidak sempat kita berikan. Asal kau tahu Lita tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari kita, dia cukup menderita Thalia.”
“kakak masih bersabar saja menanggapi mu, kau merasa milikmu direbut karena Rey yang tidak mau kembali agi denganmu kan. Kau seharusnya introspeksi diri kenapa Rey tidak mau kembali padamu bukannya menyalahkan Lita” tambah David menatap adiknya yang diam menatapnya.
“benar apa kata kakakmu, kau harusnya bersyukur bukannya iri dengan Lita yang saat ini kita sayangi. Kita juga tidak berhenti menyayangimu kan. Dia selama ini sudah cukup menderita Thalia, Lita kakakmu itu memang anak haram Papa. Papa akui, Papa salah telah selingkuh dari Mamamu, tapi itu juga kesalahan Mamamu. Mamamu juga sudah menyadari hal itu, makanya dia mau menerima Lita sebagai anaknya sendiri meski awalnya dia membenci Lita. Bayangkan kakakmu itu hampir dibuang oleh Mama kandungnya tapi untung Papa mencegah hal tersebut dan merawat dirinya di keluarga kita meskipun awal dirinya disini hingga dia remaja tidak ada yang menerima dia sama sekali termasuk kakakmu David.” Ucap Aryo menceritakan semuanya pada Thalia tentang Lita yang memang dulu sempat hampir dibuang oleh selingkuhan Aryo tapi untung Aryo pada waktu itu datang di waktu yang tepat. Dan ia membawa anak hasil perselingkuhannya tersebut ke rumah orang tuanya yang dimana dia masih tinggal bersama orang tuanya meskipun dia sudah menikah dan memiliki anak karena dia anak tunggal di keluarga Ravero.
Tapi apa niatnya membawa Lita kedalam keluarganya ditentang oleh orang tuanya, bahkan Lita hendak dihabisi pada waktu itu oleh orang tua darinya. Alhasil itulah yang menjadi dia beserta keluarga kecilnya membuat Lita menjadi anak dari Nafa dan mereka pindah keluar Negri lebih tepatnya Australia.
Meskipun Lita sudah aman dari kakek dan neneknya dia masih mengalami penderitaan hingga dia tumbuh remaja karena kakak dan Mama yang ia kira mama kandungnya terus memperlakukan dia dengan tidak baik.
“kau sekarang mengerti kenapa kita memberikan kasih sayang pada Lita saat ini, karena ini penebusan dosa dariku dan Mama yang dulu membuat dirinya begitu menderita. Dan kita berdua sadar Lita tidak bersalah dalam hal ini, dia juga saudara kita dan dia kakakmu juga Thalia. Tidak seharusnya kau begini” tegas David menatap adiknya yang sedari tadi diam saja.
“Dulu aku begitu, aku menganggapnya kakak tapi apa dia merebut semua dariku. Terutama Rey, kenapa dia merebut Rey dariku”
“kamu masih tidak paham juga. siapa yang merebut siapa, bukannya kamu yang memutuskan Rey dan lebih memilih pria yang tidak jelas yang sering clubing bersamamu. Makanya aku menyuruh dirimu membantuku waktu itu kan”
“Dan untuk apa Lita merebut Rey darimu, dia sudah bahagia dnegan suaminya sekarang. Kau gila jika menuduhnya seperti itu” tukas David lagi.
Thalia langsung terdiam, mendengarnya.
“Siapa tahu dia menyukai Rey tapi dia pura-pura ingin kembali dengan suaminya” ucap thalia.
“Kau gila Thalia, untuk apa Lita begitu. Rey tidak mau kembali denganmu karena dia sudah tidak mencintaimu. Ada perempuan yang lebih baik darimu yang dia cintai sekarang dan itu bukan Lita. Kau salahkan dirimu sendiri karena hal ini, siapa suruh dulu kau menyia-nyiakan Rey. Hanya itu yang ingin aku bicarakan padamu, karena kau sedang gila tidak akan mengerti aku nasehati. Mama dan Papa urus saja putri manja kalian ini” David yang sudah merasa muak dnegan Thalia langsung pergi begitu saja meninggalkan kamar adiknya itu. Saat ini yang penting dia sudah menasehati Thalia dan mempringatkan adiknya untuk tidak bersikap kurang ajar dnegan Lita.
°°°
__ADS_1
T.B.C