Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 71 (Season 2)


__ADS_3

Thalia saat ini sedang duduk di ruang tengah yang di beri karpet disitu jadi dia tidak duduk di kursi melainkan di lantai bersama dengan Lita yang berada disebelahnya. Sedangkan Rendi ada di depan bersama dnegan fahri dan para pria lainnya.


“Kamu kalau disini santai saja ya Thalia, anggap rumah Mama Wulan rumah kamu juga. kamu menantu Mama juga seperti Lita” ucap Wulan pada Thalia.


“Iya tan” jawab Thalia.


“Iih Mama kan udah bilang sama kamu panggil Mama jangan tante, Rendi kan sudah Mama anggap anak sendiri” ucap Wulan yang protes dnegan panggilan Thalia padanya.


“Iya Mama Wulan” singkat Thalia.


“Ayo kita pulang,” ajak Rendi yang tiba-tiba muncul di ruang tengah.


“Loh kenapa kok pulang Ren?” tanya Lita dan Wulan bersamaan.


“Rendi, Mama mau ngomong sama kamu. sebentar saja” ucap seorang perempuan yang mengikuti rendi masuk keruang tengah.


“Eh bu Wulan, maaf ya bu saya mau bicara sama anak saya soalnya” ucap Mama dari Rendi.


Thalia melebarkan matanya mendengar itu, dia baru tahu kalau itu Mamanya Rendi dia melihat perempuan tersebut. Sedangkan rendi terlihat malas untuk melihat kearah mama kandungnya.


Wulan dan juga Lita berdiri melihat kearah perempuan paruh baya tersebut.


“Oh Bu Cantika, kemari bu duduk dulu” ucap Wulan dengan ramah.


“Iya bu duduk dulu” timpal Lita.


“Tidak usah, saya cuman mau ngomong sama anak saya, habis ini saya mau ke depan sam suami saya” ucap Cantika.


Cantika mama dari Rendi, dia datang kesitu karena suaminya yang orang luar negeri merupakan Rekan bisnis dari ayah Fahri.


“Ayo sayang kita pulang” ucap rendi menghampiri Thalia yang duduk menatapnya. Dia membantu istrinya itu berdiri.


“Itu mama mu?” tanya Thalia pada Rendi.


“nanti aku jelaskan di rumah” ucap rendi mengajak sang istri pulang.


“Ren, acara papa kan belum selesai. Pulang nanti saja ya,.” Ucap Lita.


“Iya Ren pulang nanti ya, Mama mohon sama kamu” ucap Wulan memohon pada Rendi.

__ADS_1


“Maaf ma, aku sama Thalia pulang sekarang” ucap Rendi.


“Ren, Rendi, Mama mau ngomong sama kamu” cantika mendekati Rendi dan juga Lita dia memegang lengan sang anak.


Rendi menghempasnya dan dia akan mengajak Thalia pergi dari situ, dia malas berbicara dnegan perempuan tidak tahu diri seperti Mamanya tersebut.


“Siapa yang anakmu, aku bukan anakmu” ketus Rendi pada cantika, bahkan dia melihat jijik perempuan tersebut yang merubah nama.


“Rendi jangan begitu dengan mamamu. Dia mama kandungmu kan?” tanya Wulan yang memang belum tahu ibu kandung Rendi. Dia hanya mendengar kalau Rendi dan ayahnya ditinggalkan oleh Mamanya.


“Bukan Ma, do orang asing. Aku dan Thalia pamit pergi dulu” ucap rendi pada Wulan, dia mencium tangan perempuan tersebut.


“kau memanggilnya mama tapi tidak memanggilku mama” ucap Cantika tampak tidak terima Rendi memanggil perempuan lain dengan sebutan mama.


“Kau masih ingin di panggil Mama setelah kau sendiri yang pergi hah” sinis Rendi pada mamanya itu. dia benar-benar tidak ingin melihat mamanya tersebut hatinya terluka melihat sang mama apalagi saat mengingat penghinaan perempuan itu pada Papanya dulu rasanya sakit mengingat itu.


“Dia istrimu Ren, cantik ya. Kamu tidak ingin memperkenalkan pada mamamu” ucap cantika yang berdiri di depan Rendi.


“Iya aku istrinya kenapa?” pungkas Thalia yang akhirnya membuka suaranya setelah dari tadi diam dan mengamati saja.


“kau menantuku berarti, kenalkan aku Mama kandungnya Rendi” ucap Cantika bersemangat mengenalkan dirinya pada Thalia.


“Thalia tidak usah ikut campur, kamu ikut saja yuk dapur” ucap Lita akan mengajak Thalia pergi.


“Kamu saja yang ke dapur, aku mau disini. Aku ingin mengenal mana sih yang bilang dia mertuaku” ucap Thalia menatap sinis cantika.


Cantika sendiri sedikit terkejut karena ucapan Thalia yang dia tahu istri dari anaknya. Dia menatap perempuan muda itu dengan tak mengerti.


“Ma, sini teman Papa mau pulang” ucap Sasongko dari depan memanggil istrinya.


Wulan yang bingung dengan situasi saat ini melihat sekilas Rendi dan juga Cantika,


“Rendi Mama tinggal ke depan dulu ya. Ayo Lita kamu ikut mama saja ke depan. Thalia kamu juga” ucap Wulan mengajak dua perempuan muda itu ikut dengannya. Karena dia takut dua perempuan hamil itu akan kenapa-kenapa kalau ikut campur urusan rendi dan mamanya.


“Aku disini saja Ma” tolak Thalia.


“Thalia ayo ikut denganku” ucap Lita menarik Thalia untuk ikut dengan mereka.


“Aku bilang tidak mau ya tidak mau” ucap Thalia.

__ADS_1


“Ya sudah kalau kamu mau disini. Ayo Lita kamu saja yang ikut mama ke depan” ucap wulan yang menyerah untuk mengajak Thalia bersama mereka.


“Untuk apa sih kau ingin bicara denganku, kau orang asing bagiku sekarang” ucap rendi menatap Cantika.


“Rendi kenapa kau bicara begitu dnegan Mamamu, bagaimana pun aku mama mu” ucap cantika sedih dengan penolakan Rendi padanya.


“Heh, mama. Mama tidak akan pergi meninggalkan anaknya” tukas Rendi sinis.


“Kau dengar, mama tidak mungkin meninggalkan anaknya nona siapa? Cantika? Haduhh. Nama cantik tapi kelakuan munafik” desis Thalia menatap tidak suka.


“Kau istrinya Rendi Kan? Kenapa kau tidak ada sopan santun sama sekali. Aku mertua mu, rendi ajari istrimu untuk sopan dengan Mama” ucap Cantika tidak suka dengan Thalia.


“Kau lihat dirimu lebih dulu, apa kau punya rasa sopan santun dengan orang. Dengan suamimu saja kau tidak ada rasa sopan” ucap Rendi pada mamanya.


“Itu dulu Ren, sekarang Mama tidak begitu. Mama minta maaf sama kamu soal itu, ayo kita temu papa kamu dia didepan. Dia ingin bertemu kamu dan adik kamu juga ingin ketemu sama kamu” ucap Cantik sambil memegang tangan Rendi.


“His, lepasin tangan suamiku, kau tidak lihat dia jijik denganmu. Heran deh, anaknya sudah di tinggalkan sekarang nyari anaknya. Heh, nggak tahu diri banget” sinis Thalia.


“Kok masih berharap di panggil mama, Mama ninggalin anak sendiri kok ada di dunia ini. eh ada deng satu orang yang aku kenal Mamanya Lita yang ninggalin Lita. Tapi dia beda kayak anda dia masih muda wajah masih labil nah situ sudah menikah suami sama anak ditanggal gitu aja. Haduh-haduh” ucap Thalia meremehkan cantikan.


“Nona tolong sopa sedikit dengan saya” Cantika sedikit meninggikan suaranya.


“Anda punya sopan santun tidka ini rumah orang, dan anda sok berkuasa dengan bicara begitu” pungkas Rendi menegur sang mama.


“Kalau kamu pengen mama ngomong santai, Kamu bicara dulu sama Mama. Dan ayok temui papa tiri kamu di depan” ucap Cantika mengajak Rendi.


“Anda ini kenapa sih maksa suami saya terus, suami saya muak sama anda hus sana pergi” usir Thalia pada Mama Rendi.


“Tidak usah ditanggapi orang begini, ayo kita pergi” ajak Rendi mengabaikan Mamanya yang diam menatap dirinya.


“Ren, mama mohon Ren. Anak laki-laki mama Cuma kamu Revan sudah tidak mau bicara sama Mama lagi. Dia mama hubungi sudah tidak mau mengangkat” ucap Cantika menghadang langkah Rendi dan Thalia.


“Hahah kasihan, minggir deh. Aku mual, mau anda aku kasih muntahan ku” ucap Thalia menatap Cantika.


Cantika menatap kesal Thalia yang seakan-akan muntah kearahnya.


Dia langsung minggir, sehingga tidak menghalangi langkah Rendi dan jga Thalia yang akan pergi saat ini.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2