
“Keluar dari sini, keluargamu sudah datang” ucap Rendy yang membukakan pintu sel dimana Thalia ditahan saat ini.
“kau memang polisi kurang ajar, berani sekali menahan ku bahkan memborgol diriku. Siapa namamu, lihat apa yang akan aku lakukan” sinis Thalia dengan begitu sombongnya, dia menelisik melihat pria didepannya yang ia ketahui sebagai polisi. Tapi dia pria itu tidak memakai seragam hanya memakai kemeja polos berwarna navy membuat dirinya tidak bisa mengetahui nama polisi yang kurang ajar menurut dirinya.
“Beda sekali dengan Lita, dia kasar tapi punya sopan santun sedang dirimu” ucap Rendy meremehkan Thalia.
Thalia yang akan berjalan melewati Rendy langsung berhenti melihat pria tersebut,
“Siapa dirimu sebenarnya? Kenapa kau kenal dengan kakak haram ku itu” ucapnya pada rendy.
“bukan urusanmu, cepat jalan.” Tukas rendy ketus dan seakan tidak suka dengan Thalia, dia sedikit mendorong Thalia agar cepat berjalan.
“kau seorang pria kan, lembut sedikit bisa” Thalia menatap kesal pada Rendy yang mendorongnya. Sungguh dia kesal diperlakukan seperti ini oleh pria yang tidak ia kenal itu.
Rendy tentu saja tidak mengindahkan hal itu, dia tipe orang yang membenci perempuan kasar dan juga suka menghamburkan uang orang tua serta tak tahu aturan. Jadi wajar dia memperlakukan kasar perempuan yang ia tahu sebagai adik dari Lita itu.
“kenapa semua pria seakan membelanya” gumam Thalia menatap Rendy. Dia juga tidak habis pikir kakaknya selalu dikelilingi oleh pria-pria tampan.
.................................
Matahari sudah bersinar dengan begitu terangnya, sinar matahari menerobos masuk kedalam kamar sepasang suami istri yang tidur dengan lelapnya saling berpelukan satu sama lain.
Tok, Tok
Terdengar ketukan yang cukup keras dari luar kamar mereka, membuat keduanya mengerjap kan mata bersamaan karena terganggu oleh suara tersebut.
“Lita, den Fahri tolong bukakan pintunya Axel menangis” terdengar suara mbok Jum diluar sana memanggil keduanya.
Fahri dan juga Lita yang setengah sadar hanya saling melihat satu sama lain. Kondisi mereka masih sama belum mengenakan baju sama sekali. Karena baju mereka berserakan di lantai karena pergulatan panas mereka semalam dalam agenda membuat anak kedua menurut Fahri.
“Lita,..” lagi Mbok Jum memanggil Lita dengan sedikit lebih keras.
“Sayang mbok Jum sayang,” ucap fahri yang sadar lebih dulu dan menepuk-nepuk pelan Lita yang seakan malas untuk bangun.
__ADS_1
“Apa,.” Ucapnya dengan menelungkup kan dirinya di pelukan fahri. Padahal tadi dia sempat membuka matanya. Tapi dia malah tidur lagi karena malas ditambah badannya terasa lemas saat ini.
“itu mbok jum manggil Kita,” ucap Fahri.
“badan aku lemes banget sayang, kamu sih semalem berlebihan banget kayak pengantin baru” ucap Lita menyalahkan Fahri.
“Kok nyalahin aku, kamu nya juga mau kan” sungut Fahri tidak terima disalahkan.
“Ya sudah aku saja yang bukakan” ucap fahri yang akhirnya memilih mengalah dia menyibak selimutnya dan mengambil celana pendek miliknya yang ada di lantai dan memakainya begitu saja. Baru setelah itu dia berjalan menuju kearah pintu untuk membukakan pintu tersebut. Sementara Lita mengeratkan selimut miliknya agar tubuhnya tidak terlihat oleh mbok Jum, kalau dilihat bisa-bisa dia malu sendiri.
‘iya mbok ada apa?” tanya Fahri saat membuka pintu. Dia membukanya tidak begitu lebar karena takut mbok Jum melihat pakaian mereka yang berserakan.
“Ini Axel habis bangun tidur nangis. Kayaknya nyariin Mamanya” ucap Mbok Jum yang saat ini tengah menggendong Axel.
Fahri langsung mengambil alih Axel dari tangan mbok Jum,
“makasih ya mbok sudah jagain Axel dari semalem” pungkas Fahri yang sudah menggendong anaknya.
“Iya den sama-sama, kalau begitu mbok pergi dulu ya” pamit Mbok Jum setelah mengantar Axel pada kedua orang tuanya.
“Anak Pa-pa nangis ya, cup-cup. Diem ya sayang, Axel anak pinter kan” pungkas Fahri sambil berjalan menggendong anaknya menuju tempat tidur dimana Lita berbaring sambil mengeratkan selimutnya.
“Sini anak Mama,” ucap Lita saat Fahri sudah naik ketempat tidur sambil menaruh Axel didepannya. Dia sendiri segera mendudukkan dirinya sambil bersandar di sandaran kasur. Tentu saja masih mengenakan selimut karena dia belum memakai pakaian miliknya.
“Sayang kamu mandi dulu sana baru aku” ucap Lita meminta Fahri untuk mandi lebih dulu.
“ya sudah kalau begitu aku mandi dulu ya. Nanti kalau kita sudah mandi semua, aku ajak kamu jalan-jalan. Mau kan?” tukas fahri.
:”Iya,” ucap Lita sambil mengangguk.
“aku mandi dulu,” Fahri segera bangun dan sedikit menunduk untuk mencium anaknya sekilas dan beralih mencium kening Lita. Baru setelah itu dia pergi menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut.
.........................
__ADS_1
Benar saja saat mereka sudah mandi semua Fahri mengajak keluarga kecilnya untuk berjalan-jalan di pinggir pantai. Mereka duduk di atas karpet pantai yang mereka sewa. Keluarga kecil mereka begitu terlihat harmonis seakan tidak pernah ada masalah dalam hubungan mereka saat ini.
Fahri yangs aat ini memangku anaknya, terus menatap sang istri yang baginya begitu cantik sekali saat ini. dengan baju berwarna pink yang memperlihatkan bahunya yang putih.
“kenapa kok lihatin aku begitu?” tanya Lita heran pad fahri.
“Kamu kok makin cantik sih sayang” ucap Fahri dengan rasa kagum yang teramat.
“nggak biasa saja, jangan mulai gombal deh” ucap Lita yang tidak suka saat dipuji seperti itu.
“Kok malah ketus sih. Harusnya seneng dong aku puji kamu begitu” heran fahri pada sang istri.
“gimana nggak ketus aku ngomongnya, aku nggak suka dipuji. Berarti selama ini kamu suka sama aku karena aku cantik aja begitu” ucap Lita menatap sang suami.
“ya nggak gitu juga sayang, ya udah maaf kalau aku terlalu memuji kamu. Aku makin suka deh sama kamu, istri yang nggak suka dipuji” ucap fahri mendekatkan dirinya pada sang istri dan mengecup keningnya lembut.
“kamu mau apa, aku belikan?” tanya Fahri sesudah mengecup istrinya.
“Aku sih pengennya es krem yang ada corn nya atau apanya begitu.” Ucap Lita menjelaskannya. Karena dia tidak tahu menyebutnya apa.
“Oh yang begitu, ya sudah kamu pegang Axel, aku belikan dulu” ucap fahri sambil memberikan anaknya pada Lita dan dia sendiri mulai berdiri dari duduknya untuk membelikan eskrim istrinya.
“jangan lama-lama” tukas Lita
“kenapa? Takut ya aku digoda perempuan lain” ucap fahri sambil tersenyum.
“nggak ya, kamu harusnya yang takut. Nanti banyak cowok bule yang deketin aku baru tahu rasa kamu” ucap Lita
“Mereka tidak akan mendekatimu, kamu membawa anak. Mereka pikirkan kamu sudah bersuami jadi tidak ada yang mendekati dirimu” ucap fahri puas.
“Huhh,” dengus Lita.
“Kalau begitu aku pergi dulu sayang” ucap Fahri pada sang istri, dia segera pergi setelah Lita mengguk mengiyakannya.
__ADS_1
°°°
T.B.C