Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 44 (Season 2)


__ADS_3

Revan sedang duduk di apartemennya, dia membayangkan Melody tadi yang terbaring tidak sadarkan diri. Dia begitu terpukul melihat orang yang dia cintai seperti itu.


‘Apa yang terjadi pada melody merupakan balasan dari apa yang kita lakukan pada rendi?” gumam Revan, mengingat itu dia semakin merasa bersalah dnegan adiknya. Bisa-bisa nya dia main serong dengan tunangan adiknya sendiri.


“Aku memang pria jahat dan juga kakak yang jahat untuk adikku sendiri. dia sudah aku tinggalkan dan lebih parahnya aku mengambil tunangannya sendiri” lanjut revan menyesali apa yang dia lakukan.


Flashback


Rendi dan juga Revan masih kelas empat SD dimana mereka menikmati masa kanak-kanak yang begitu menyenangkan. Dua anak laki-laki itu pulang sekolah dnegan sangat gembira karena habis bermain dengan teman-temannya. Bukan itu saja mereka ingin menunjukkan sertifikat pada kedua orang tuanya kalau mereka berhasil mendapatkan juara di lomba sepak bola anak-anak.


Langkah riang dan penuh semangat mereka terhenti tak kala saat mereka mendengar suara ribut-ribut di dalam rumah. Kedua anak itu saling melihat satu sama lain begitu bingung dnegan apa yang terjadi di dalam rumah mereka.


“Ada apa ya, kenapa papa sama mama ribut begitu” tanya Rendi pada sang kembaran.


“Tidak tahu, kita masuk saja dulu kedalam” ucap Revan mengajak Rendi untuk masuk.


Tetapi baru saja mereka akan melangkah masuk Mama mereka keluar membawa koper besar dan terpaku melihat mereka yang sudah berdiri di depannya saat ini. sedangkan sang papa yang mengejar mama mereka juga ikut terdiam di belakang.


Kondisi keluarga mereka dulu adalah keluarga yang berkecukupan dan papa mereka seorang pebisnis sekaligus seorang tentara.


“kebetulan kalian ada disini, ayo kalian berdua ikut Mama. Kita pergi tinggalkan Papa kalian yang sudah tidak bisa menghidupi kita” ajak mama dari rendi dan juga Revan. Perempuan itu langsung menggandeng lengan Rendi dan revan.


“enak saja kau akan membawa kedua anakku, mereka ikut denganku. perempuan sepertimu tidak pantas menjadi Mama mereka” tukas sang papa dan mengambil tangan kedua anaknya dari sang istri.


“cih, kau yang tidak pantas menjadi papa mereka. Mereka akan kau hidupi dengan apa. Gaji mu tidak mungkin cukup dikala usahamu yang bangkrut” kata tajam begitu menyakitkan terlontar dari mulut sang istri membuat Papa Rendi sedikit terhenyak dengan perkataan perempuan yang masih menjadi istrinya tersebut.


“tega sekali ucapan mu padaku,” ucapnya miris.

__ADS_1


“Ayo Rendi, Revan kalian ikut mama” ucapnya merebut tangan kedua anaknya.


Rendi langsung menghempaskan tangan sang mama,


“tidak mau, aku iku papa. Aku tidak ingin di asuh oleh perempuan sepertimu. Kau perempuan jahat” ucap rendi dan dia langsung mendekati sang papa yang langsung memeluknya penuh syukur karena salah satu anaknya mau ikut dengannya disaat kondisinya tengah terpuruk.


Mama rendi sedikit sedih mendengar perkataan sang putra tapi dia tidak terlalu memikirkannya, karena dia masih memiliki putra yang lain. Kini tinggal menunggu Revan akan ikut dnegan siapa.


“Revan kamu mau ikut dnegan mama kan? Nanti kalau kamu ikut kita keluar negeri dnegan Papa barumu. Dia akan menyekolahkan mu dan membiayai mu untuk kursus bola di sana kamu suak bola kan?” rayu sang mama mensejajarkan diri pada anaknya.


Revan tampak bingung, dia melihat kearah Rendi dan juga Papanya yang begitu berharap kalau dia ikut dengan mereka.


“Ayo kak, kemari kita ikut papa. Papa selalu sayang dnegan kita kan” ucap Rendi pada Revan.


“Ayo revan kemari, ikut Papa sama rendi. Kita bertiga memulai hidup baru tanpa mamamu’ ajak Papa dari rendi dan juga Revan dia mengulurkan tangan pada sang anak agar diraih.


“Revan, ikut Mama. Tidak usah ikut dnegan papamu. Rendi kamu juga ayo ikut mama dan revan. Mama jamin apa yang kamu inginkan mama kabulkan” ucap sang mama berusaha membujuk kembali rendi agar ikut dengannya.


“Ayo revan kamu ikut siapa?” tegas Rendi, dia berucap tanpa menggunakan embel-embel kak lagi pada Revan.


Revan masih bingung menentukan pilihannya, dia melihat kearah Mamanya dan juga Papanya.


“Aku ikut mama, aku ingin sekolah lebih baik lagi dan aku ingin mengembangkan diriku di sepak bola” putus Revan setelah dilanda dilema.


“Oke, kalau begitu.” Ucap Rendi dia berusaha tegar mendengar jawab sang kakak


Papa Rendi begitu sedih mendengar hal itu, matanya berkaca-kaca karena salah satu anaknya tidka memilih dirinya.

__ADS_1


“Rendi ayo ikut dengan kita saja, Papa bisa sendiri. kita hidup bertiga dnegan mama” pungkas Revan mengajak rendi bahkan dia menarik Rendi agar ikut tapi Rendi melepaskannya paksa.


“Aku tidak sudi” tukas Rendi, dia benar-benar marah tangannya mengepal tapi dia tidak bisa berbuat apa-pa dia hanyalah seorang anak kecil.


“Aku minta maaf padamu rendi, tapi aku harus ikut mama. Tapi aku janji aku akan selalu mengabari mu. Dan aku akan selalu ada untukmu” ucap Revan, dia berkaca-kaca menahan kesedihan ini. sungguh tidak pernah mereka bayangkan kalau keluarga mereka akan terpisah seperti ini dan dia terpisah dari adiknya.


“Ayo revan, jangan banyak bicara lagi. Kita nanti ketinggalan pesawat.” Ajak mama dari revan dan juga Rendi


“ma, tapi aku belum membereskan bajuku” ucap Revan


“tidak usah bawa baju, Papa barumu pasti sudah menyiapkan baju untukmu” ucap sang mama lalu menarik revan pergi dari hadapan rendi dan juga pria yang masih menjadi suaminya.


Rendi menangis saat kakak dan mamanya pergi, dia menatap dua orang itu yang pergi meninggalkan dirinya dan juga papanya hanya berdua saja. Tangannya mengepal menahan marah, dia benci dnegan kedua orang itu yang telah pergi.


Papa rendi memeluk anaknya yang meneteskan air mata tanpa bersuara, dia tahu anaknya itu pasti terpukul dnegan situasi saat ini.


“Sudah Ren, jangan menangis. Kita jalani berdua semua ini, kamu percaya dnegan papa kan” ucap Papa dari rendi dia menghapus air mata sang anak.


Rendi kecil hanay mengangguk, dia begitu sedih dan terluka dengan semua ini. tak pernah terbayangkan kedua orang tuanya akan bercerai dengan menyakitkan seperti saat ini. dimana ibunya berselingkuh dengan pria lain.


Flashback END


Revan menghapus air matanya yang tak terasa menetes dari pelupuk matanya.


“Gue nangis, kenapa gue nggak sadar” lirihnya sambil melihat jarinya yang basah.


“Ini semua karena Mama,” ucapnya, bertepatan dengan itu ponsel yang berada di sebelahnya bergetar membuat dia melihat sekilas panggilan itu. dan itu dari sang mama, Revan tidak berniat untuk mengangkatnya dia hanya mengabaikan panggilan itu saja. Ia malas untuk bicara dnegan Mamanya saat ini.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2