Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
26


__ADS_3

Rey datang menemui David saat ini yang duduk di kursi taman dengan kaki menyilang dan kaca mata hitam yang terpasang di kedua matanya.


"Aku tidak bisa melanjutkannya lagi David" ucap Rey yang datang-datang langsung duduk disebelah temannya itu.


David melepas kacamatanya memegangnya dan melihat kearah Rey.


"Kenapa kau labil sekali, Baru sehari lalu kau bilang sanggup dengan perintahku tapi kenapa sekarang kau malah tidak bisa" ucap David menatap serius Rey.


FLASHBACK ON


Sehari lalu tepatnya saat acara ulang tahun perusahaan. Rey menyusul David yang pergi terlebih dahulu, mereka berdua saat ini berdiri di lorong sepi perusaan itu. Mereka saling tatap satu sama lain,.


"Kau kenapa diam saja saat adikku di bawa pria itu hah" bentak David pada Rey yang berdiri di depannya.


"Ya memang aku harus apa, dia suami adikmu jadi biarkan saja. Kenapa kau menyuruhku mendekati adikmu yang sudah bersuami" ucap Rey tidak mengerti.


"Kau sudah tahukan pria brengsek itu tidak menyukai Lita, dia ingin membuat Lita menderita dengan kekasarannya. Adik menderita dengannya mengerti."


Rey terdiam, apa yang dikatakan David soal Lita memang benar suami perempuan itu memang tidak baik. Lalu apa yang harus dia lakukan, masa dia harus menuruti perintah David sedangkan dia tidak menyukai Lita.


"Kau bilang padaku kan, berutang budi denganku karena aku membantumu masuk Fakultas Kedokteran. Bukannya aku tidak ikhlas menolong mu tapi aku mohon tolong aku, rebut adikku dari suaminya. Hanya itu yang ku minta padamu" ucap David begitu memohon, bahkan dia akan menekuk kedua lututnya di depan Rey saat ini.


"Hei, kau kenapa? kenapa kau mau berlutut padaku" Rey menahan bahu David agar tidak berlutut.


"Aku sangat menyayangi adik-adikku termasuk Lita. Aku sangat sayang padanya, dia sudah banyak menderita selama ini dan aku tidak ingin dia menderita lebih berat lagi. Aku mohon padamu Rey, berjanjilah untuk merebut dia dari suaminya"


Rey terdiam dia bingung, harus bagaimana dia saat ini.


"Baiklah aku janji, aku akan merebut Lita dari suaminya. Tapi jangan berlutut padaku, aku berhutang budi selama ini denganmu"


"Terimakasih Rey, terimakasih kau memang temanku" ucap David.


FLASHBACK OFF.


"Aku minta maaf David, adikmu begitu mencintai suaminya jadi mana bisa aku mengambil seorang yang sangat mencintai suaminya."


"Aku tidak perduli Lita mencintai suaminya atau tidak yang jelas pria brengsek itu tidak mencintai adikku. Dia membuat adikku menderita" tegas David menatap tajam Rey.

__ADS_1


"David yakinlah Lita akan membuat Fahri cinta dengannya, jika Fahri sudah mencintai adikmu maka dia tidak akan menyakitinya lagi. Cinta bisa merubah segalanya yakinlah" ucap Rey meyakinkan David.


"Aku tidak yakin, pria itu pria brengsek sebelum adikku menderita dan mati dia tidak akan pernah puas membuat adikku menderita. Dan dia tidak akan jatuh cinta dengan adikku, Cintanya hanya Dira mengerti"


"Kalau kau tidak mau membantuku ya sudah, aku akan memisahkan adikku dengan pria itu dengan caraku sendiri" Lanjut David dan langsung berdiri memakai kaca matanya tanpa melihat Rey yang juga ikut berdiri.


"David tunggu dulu, dengarkan aku dulu"


"Sudahlah Rey, aku tidak punya waktu banyak. Aku tidak ingin Lita menderita lebih lama lagi" ucap David dan langsung menghempas tangan Rey yang ada di bahunya.


Rey hanya menghela nafasnya menatap kepergian David. Dia bingung harus bagaimana dengan masalah ini.


°°°°°


Lita duduk dengan mertuanya di ruang tengah, dia membantu mertuanya tersebut merangkai bunga.


Wulan memang hobi merangkai bunga bahkan dia membawakan bunga segar dari rumahnya dan menatanya rapi di vas bunga di rumah menantunya saat ini.


Sasongko duduk di dekat mereka berdua, dia membaca koran di sore hari saat ini.


"Mama hobi merangkai bunga ya?" tanya Lita pada mertuanya itu.


"Oh,"


"Ini sangat menyenangkan nak, cobalah sesekali pasti beban yang kamu rasakan seakan menghilang" ucap Wulan.


"Apa iya Ma?" ucap Lita tak percaya.


"Iya, Mama tidak bohong. Oh iya Fahri dimana kenapa sejak siang tadi tidak kelihatan?" Wulan merasa tidak melihat anaknya sedari siang tadi.


"Em..em Mas..Mas Fahri sedang menemui Papaku Ma" ucap Lita berbohong. Jujur Lita sendiri saja tidak tahu kemana Fahri, setelah hampir memperkosanya tadi Fahri langsung pergi begitu saja.


Benar dia tadi hampir di perkosa oleh suaminya sendiri, bahkan pria itu mulai melepas pakaiannya sambil terus mencium dirinya. Tapi entah pria itu kenapa dia langsung berhenti dan pergi begitu saja dengan membanting pintu.


"Oh, sedang menemui Papamu" ucap Wulan.


"Iya"

__ADS_1


"Mama menginap disini semalam ya, besok Mama pulang" ucap Wulan pada Lita.


"Loh kenapa harus besok Ma, kenapa hanya sehari kalian menginap" ucap Lita.


"Iya, Besok Papa ada tugas di Luar kota jadinya kita harus pulang dan langsung pergi ke Cimahi" pungkas Sasongko menatap menantunya.


"Yah, kalau begitu kapan-kapan kalian kesini lagi ya"


"Bukan kita yang kesini lagi, tapi kalian yang harus berkunjung ke rumah kita. Kamu harus datang ya Lita ke rumah asli kita. Maaf soal membohongi dirimu tentang rumah kita sebenarnya" ucap Wulan merasa bersalah.


"Tidak apa Ma," lirih Lita berusaha menerima kalau dia selama ini di bohongi oleh keluarga Fahri.


"Kamu harus main ke rumah kita ya, agar kamu tahu kakak serta adik Fahri, Mama minta maaf kalau kamu tidak tahu selama ini."


Mata Lita melebar, lagi-lagi dia dibuat terkejut dengan kenyataan yang tidak ia ketahui selama ini.


"A..apa? Kakak dan adik? mas Fahri bukan anak tunggal Ma?" ucap Lita.


"Bukan Lita dia anak kedua kami, Papa minta maaf denganmu"


"Apa.."


"Maaf ya Lita, Fahri bukan anak tunggal dia punya kakak perempuan yang sudah menikah dan punya adik yang saat ini sedang kuliah di Amerika" terang Wulan merasa begitu bersalah.


Lita terdiam, sungguh hatinya sakit mendengar kenyataan ini. Dia telah dibodohi sangat dibodohi sebegitu benci dan ingin membalaskan dendam padanya Fahri menyamarkan semua identitasnya. Apa nama pria itu nama aslinya, sungguh terluka hatinya kini.


"Sehancur-hancurnya hati saat mendengar sebuah kebohongan"


"Lita..nak, kamu kenapa?" ucap Wulan menepuk-nepuk bahu Lita yang terlihat melamun.


"Ah tidak apa Ma, hanya pusing saja kepalaku" ucap Lita berbohong.


"Oh,"


"Lita Setengah bulan lagi kan kakak Fahri akan mengadakan tujuh bulanan kehamilannya kamu nanti datang dengan Fahri ya" ucap Wulan.


"Insyaallah Ma" lirih Lita. Apa yang harus dia jawab, memang mertuanya menyuruh untuk datang lalu bagaimana dengan Fahri apa pria itu akan mengajaknya datang dan mengenalkannya pada keluarga-keluarganya.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2