
“Aku mau pulang kak, aku mau pulang sekarang. Aku tidak mau disini lagi, aku ingin pulang” ucap Lita pada sang kakak dia memohon dengan sangat pada kakaknya itu agar membawanya pulang sekarang karena dia tidak ingin melihat wajah Fahri.
“lita kau tenanglah, aku sedang meminta ijin pada pihak rumah sakit ini untuk mengijinkan mu pulang” Rey duduk disebelah Lita saat ini, dia menenangkan perempuan itu dengan membawa Lita kedalam pelukannya.
“Dengarkan apa yang dikatakan Rey, aku pasti akan membawamu pulang dari sini. Dan aku akan melindungi mu agar pria itu tidak menemui mu lagi” pungkas David.
Tanpa mereka semua sadari Fahri melihat itu semua dari balik pintu melihat melalu cela kaca yang bisa melihat kedalam ruangan. Tangannya terkepal saat dia melihat Lita berada di pelukan pria lain. Dia tidak terima istrinya merasa nyaman di pelukan orang lain. Sungguh dia tidak rela kalau memang Lita pisah darinya dan memilih pria itu.
“Aku tidak bisa membiarkan Lita menjadi milik orang lain, dia istriku dan ibu dari anakku. Apa yang harus aku lakukan untuk meminta maaf padanya lagi. Dia masih takut saat melihatku” ucap Fahri pada dirinya sendiri dia bung, bingung harus melakukan apa agar dia bisa bicara dengan Lita empat mata tanpa membuat perempuan itu ketakutan padanya. Dia sadar apa yang ia lakukan waktu itu memang jahat memperkosa Lita dengan keji, wajar saja dia memiliki gangguan psikologis.
Fahri tidak tahan melihat hal didepannya, dia memilih untuk pergi saja. Nanti dia akan kembali lagi kesini melihat Lita.
“Aku lupa, aku harus memberitahu papa Aryo dan orang tuaku kalau aku sudah menemukan Lita dan memberitahu mereka kalau Lita sudah melahirkan” dia tidak jadi pergi jauh, ia langsung duduk di bangku untuk menghubungi mertuanya dan juga orang tuanya yang pasti senang mendengar kabar ini.
..............................
Aryo sedang makan malam dengan Nafa dan juga Thalia di Australia. Benar memang mereka saat ini sedang berada di Australia lebih tepatnya di rumah mereka yang dulu. tujuan mereka kesini yaitu untuk mengambil barang-barang Lita yang memang masih ada di rumah mereka yang ini.
Rumah ini merupakan rumah dimana mereka mengungsikan diri dulu dari awak media karena di suruh oleh Waluyo ayah dari Aryo untuk bersembunyi dan agar Lita yang sebagai anak haram Aryo tidak diketahui oleh siapapun.
Dan kenapa barang-barang Lita sebagian masih ada disini, karena dulu Lita yang sudah remaja dan mungkin sudah mengetahui siapa dia sebenarnya memutuskan untuk kabur dari rumah tanpa membawa barang apapun. Sehingga barang-barangnya masih ada di Australia. Kini salah satu putri Aryo itu telah pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.
“Ma, kenapa diam saja. Makan ma” ucap Thalia melihat mamanya yang hanya diam melihat foto Thalita yang ada di nakas meja tidak jauh dari mereka saat ini.
“Mama keinget kakakmu Lita, Thalia. Rumah ini terlalu banyak kenangan tentang dia, kenangan pahit dan juga manis di rumah ini. mengingat dulu Mama yang pernah membencinya membuat Mama sedih saat ini” ucap Nafa yang tak kuasa menahan pilu kepedihannya.
“Sudahlah Ma, itu sudah beberapa tahun lalu sebelum Lita besar. Mama kan menyayangi dia seperti putri Mama sendiri. Mama juga tidak membedakan dia dengan Thalia” uap Aryo mengusap bahu istrinya lembut.
__ADS_1
“benar kata papa Ma, mama kan menyayangi kak Thalita hingga dia tiada. Dan sekarang mama juga tidak usah sedih ikhlaskan kak Lita Ma. Dia sudah tenang di sana” ucap Thalia berusaha menguatkan sang mama.
“Sudah Mama makan du..” perkataan Aryo terhenti saat Hpnya yang ada di atas meja makan saat ini bergetar. Dia melihat sekilas dan nama Fahri tertera di sana.
“Fahri,.” Gumamnya ini sudah beberapa minggu semenjak Fahri pergi Ke Amerika dan terakhir menantunya itu bilang putus asa untuk menemukan Lita. Dan sekarang dia menelpon karena apa, apa ada kabar baik yang ditemukan Fahri. Batin Aryo dan segera mengangkat panggilan telpon itu.
“Siapa Pa?” tanya Nafa dan Thalia bersamaan.
“Fahri Ma,” jawabnya menatap sang istri.
“Untuk apalagi dia menelpon Papa.” Sinis Thalia tidak suka dengan Fahri yang menelpon Papanya saat ini.
“Lebih baik jangan diangkat Pa. Untuk apa Papa masih menganggapnya menantu saat anak kita sudah tiada karena dia” pungkas Nafa sama tidak sukanya seperti Thalia.
“jangan begitu Ma, siapa tahu penting. Siapa tahu juga ini berita tentang Lita ma. Kita berdoa semoga dugaan kita soal Lita yang masih hidup itu benar” pungkas Aryo mencoba membuat istrinya mengerti.
Aryo langsung mengangkat panggilan dari Fahri tersebut,
“iya halo Fahri” ucapnya saat panggilan itu ia angkat.
“Halo Pa, Pa aku..aku sudah menemukan Lita Pa. Dan dugaan ku benar soal Lita yang masih hidup. Dia di Orlando saat ini Pa, dia baru saja melahirkan anakku. Papa segeralah ke Amerika menemui ku dan Lita PA” ucap Fahri antusias di seberang sana.
“Apa? Kau serius Lita asih hidup. Lalu dia bersama siapa bisa sampai ke Amerika?” ucap Aryo tak percaya.
“Iya aku serius. Papa segeralah kesini Pa. Aku juga butuh bantuan mu”
“Butuh bantuan Papa, memang ada apa?”
__ADS_1
“Itu tidak bisa aku jelaskan di telpon Pa, nanti kalau Papa sudah sampai ke Amerika akan aku jelaskan padamu Pa” pungkas Fahri
“baiklah Papa akan ke sana.” Ucap Aryo penasaran. Dia harus segera ke Amerika sekarang. Rasanya benar-benar tidak percaya kalau putrinya masih hidup, dia ingin melihat sendiri anaknya yang dinyatakan meninggal delapan bulan lalu.
“kalau begitu aku tutup dulu Pa, sampai bertemu di Amerika” ucap Fahri dan langsung menutup panggilannya.
“Ma, Mama, ada kabar baik Ma” Aryo begitu berbinar memegang tangan istrinya yang ada di atas meja.
“Ada apa sih Pa?” ucap Thalia penasaran.
“Ada apa? Kenapa kau senang begini hah” pungkas Nafa tak mengerti kenapa suaminya terlihat bahagia sekarang.
“Lita Ma, Lita masih hidup” ucap Aryo pada Nafa.
Thalia dan Nafa langsung melebarkan matanya saling melihat dan berganti melihat kearah Aryo tak mengerti.
“Apa? Mana mungkin Pa” ucap Nafa tak percaya.
“Tidak ada yang tidak mungkin Ma, Fahri sudah menemukan Lita ma dan Lita sudah melahirkan anak Fahri sekarang” Jelas Aryo dengan rona kebahagiaan.
“Be..berarti kak Lita masih hidup dan dia waktu itu sedang hamil kalau sekarang dia melahirkan” ucap Thalia terbata tak percaya
“Iya Thalia, kakakmu masih hidup. Ayo kita beres-beres dan segera ke Amerika menemui dia dan Fahri. Papa tidak sabar ingin bertemu dia dan cucu Papa” ucap Aryo bersemangat.
“Ayo Pa, aku benar-benar merindukan Lita Pa. Aku ingin bertemu dia sekarang. Thalia ayo cepat beresi barang mu dan kita akan langsung ke Amerika” ucap Nafa langsung berdiri dan dia menatap Thalia yang masih belum mencerna semua ini. sungguh dia tidak percaya masa kakaknya itu masih hidup.
°°°
__ADS_1
T.B.C