Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 104 (Season 2)


__ADS_3

Mobil Rendi berhenti di depan pantai yang cukup indah, dia dan juga Thalia pergi ke pantai tersebut untuk menghabiskan waktu bersama setelah apa yang mereka lalui, Rendi melihat kesamping dimana istrinya duduk saat itu.


“Suka dengan pantainya?” tanya Rendi pada Thalia.


“Suka, tapi apa alasanmu mengajakku kesini?” tanya Thalia balik, jujur dia juga tidak tahu alsan Rendi mengajaknya ketempat ini sekarang.


“Ya untuk menghabiskan waktu bertiga dnegan kalian” jawab Rendi.


“Bertiga?” Thalia tampak bingung perasaan mereka hanya berdua saja tapi Rendi bilang bertiga.


“Ya bertiga, sama ini anak kita. Masa tidak kamu hitung” pungkas Rendi sambil memegang perut istrinya.


“Lupa, kalau dia sudah hidup disini” jawab Thalia melihat Rendi.


“Kamu tidak marah padaku soal apa yang ku lakukan pada Melody tadi?’ lanjut Thalia bertanya sambil menatap manik mata Rendi.


“Untuk apa aku marah, dia pantas mendapatkan itu. dia sudah keterlaluan kan” pungkas Rendi tidak merasa marah dengan hal tersebut. Lagi pula kenapa dia harus marah karena Melody bukan siapa-siapanya.


“Ya siapa tahu kau marah tidak terima dengan perlakuanku terhadap Melody tadi”


“Aku tidak masalah sayang, dia bukan siapa-siapaku”


“Kamu masih tidak yakin dnegan yang kulakukan tadi pada Melody, barang-barang milikku dan dia dulu sudah aku berikan juga padanya kan. kamu masih belum perca..”


“Aku percaya sama kamu, terimakasih sudah membuktikannya padaku” ucap Thalia dan langsung memeluk Rendi yang berada disebelahnya.


“Aduh,” rintih Thalia dan langsung melepaskan pelukannya pada Rendi.


“Kenapa?” tanya Rendi yang wajahnya menjadi cemas.


“Ke bentur sedikit” ucap Thalia sambil mengusap perutnya sendiri


“Hati-hati dong sayang” ucap Rendi lembut dan mengusap perut Thalia dengan begitu hangatnya.


“Habis ini mau kemana?” tanya Thalia sambil melihat Rendi.


“Kamu sendiri mau kemana? Aku antar kemana mau mu” ucap Rendi malah balik bertanya pada sang istri.


“kemana ya, aku juga bingung mau kemana” jawabnya tak tahu mau kemana.


“Kita disini saja gimana, nyewa resort yang di sana” usul Rendi.


‘Terserah, aku ikut saja.” Ucap Thalia mengikuti saja mau suaminya dia juga bingung mau kemana. Sangking hatinya lega dan plong dia malah bingung kan aneh pada rasa takutnya sudah hilang dan Rendi sudah membuktikan semua padanya.


............................................


Thalia sedang duduk di kursi yang berada di pinggir pantai sendirian, dia melihat Rendi yangs edang berenang di laut. Dia sebenarnya ingin ikut berenang tetapi Rendi tidak mengijinkan malah meminta dirinya duduk saja sambil memperhatikannya.


‘Kau disini, dengan siapa kau kesini?” tanya David yang tiba-tiba saja berdiri di kursi rebah thalia duduk.


Thalia yang tadinya merebahkan diri langsung duduk tegap dan melihat kakaknya yang berada di sebelahnya saat ini.


“kak David, kenapa kau ada disini?” tanya Thalia balik.


“Aku liburan dengan Naya, kamu sendiri kenapa disini? Sama siapa?” tanya David lagi.


“Dengan suamiku lah, masa dengan siapa lagi” pungkas Thalia.


“mana suamimu? Kenapa kau sendirian disini?”


“Itu berenang” tunjuk Thalia menunjuk kearah Rendi yangs edang menyelam.


“Mbak Naya mana?” tambahnya menanyakan keberadaan kakak iparnya tersebut.


“beli makanan”

__ADS_1


“Darren tidak kalian ajak?” ucap Thalia menanyakan soal anak dari David.


“Tidak, baru berapa bulan tidak baik di ajak ke pantai”


“Lah terus dia kemana? Aneh anak sendiri tidak diajak” cibir Thalia.


“Ya dia dengan Mama lah, terserah diriku mau mengajak anak atau tidak” pungkas David.


“Boleh aku duduk disitu” ucap david menunjuk kursi disebelah Thalia.


“Duduk tinggal duduk kak” ucap Thalia.


David langsung berjalan duduk disebelah adiknya itu,


“Aku suka dengan dirimu ayng lebih dewasa seperti ini, baguslah Rendi sudah merubah mu menjadi lebih baik” ucap David tiba-tiba berbicara begitu pada adiknya.


“maksudnya dulu aku tidak bai begitu” ucap Thalia seakan tidak terima.


“Kau nilai saja sendiri, aku yang menilai pasti kau tidak terima” tukas David.


“Punya kakak cowok satu tapi menyebalkan sepertimu”


“Punya adik dua perempuan tapi yang satu tidak beres sepertimu” ucap David membalikkan omongan Thalia.


“Nggak lucu”


“Siapa bilang yang aku omongin lucu” ucap David.


“Udah ah capek aku ngobrol sama kakak” kesal Thalia dan langsung memalingkan wajahnya.


Tanpa sepengetahuan Thalia David tersenyum tipis melihat adiknya yang kesal, adik bungsunya memang suka membuat pusing tetapi dia juga sering menjahilinya..


“Kau pernah dihubungin Nicholas lagi semenjak Rendi habis di tahan?” tanya David dan membuat Thalia melihat kearahnya.


“Tidak, memang kenapa?”


“Aku tidak pernah menanggapinya, aku benci dnegan pria kurang ajar itu”


“Bagus kalau kau tidak menanggapi dia”


“memang kenapa?” tanya Thalia menatap penasaran.


“Dia masih menyukaimu, dan dia terobsesi denganmu. Makanya dia menjebloskan suamimu ke penjara waktu itu.”


“Iya aku juga sudah tahu”


“Intinya jangan pernah temui dia. dan kalau kau dihubungi dia bilang padaku. Aku sedang mencari keberadaan dia saat ini”


“Kenapa kakak mencarinya?”


“Kau tidak perlu tahu. Sudah ah tidak usah banyak tanya” ucap David.


“Kak david ada disini?” ucap rendi yang sudah berjalan mendekat pada Thalia


“Iya aku sedang liburan disini. Kau sendiri kenapa mengajak adikku kesini?” tanya david pada Rendi yang berdiri di depannya.


“Handuk mu” ucap Thalia menyodorkan handuk kecil pada suaminya.


“kita kesini untuk liburan juga” jawab Rendi sambil menerima handuk pemberian Thalia dan mengusap wajah serta rambutnya yang basah.


“Oh,”


“Mbak Naya kemana?” tanya Rendi yang melihat sedikit aneh karena David hanya seorang diri tanpa Naya.


“Dia sedang beli makanan tapi entah kemana dia sekarang” ucap david yang juga bingung kenapa istrinya belum datang menemui dirinya..

__ADS_1


“Astaga kau disini, aku cari kamu kemana-mana ternyata kamu disini” ucap Naya yang lelah


“Kan aku tadi sudah bilang mau kesini sebentar” ucap David.


“kapan kamu bilang, perasaan tidak bilang langsung pergi saja. Aku nyari kamu kemana-mana tahu nggak” tukas Naya yang begitu lelah setelah berjalan ke sana kemari mencari David.


“Parah istrinya ditinggal” sahut Thalia.


“Loh Thalia Rendi, kalian disini juga” ucap Naya yang baru menyadari kedua adiknya tersebut. Dia yang kesal dengan David tadi sampai tidak menyadari dua orang tersebut.


“Iya mbak” jawab Rendi.


“Kok nggak bilang kesini juga, aturan kita tadi berangkat bareng” pungkas Naya.


“Maaf mbak soalnya kita mendadak datang kesini, untuk refreshing saja” jawab Rendi mewakilkan Thalia.


“Kamu capek kan, udah duduk sini” ucap david yang langsung berdiri dan menyuruh Naya untuk duduk di tempat dia duduk tadi.


“Tumben ngertiin istrinya” sungut Naya yang lelah langsung duduk di tempat David duduk barusan.


David hanya diam saja, begitu juga sepasang suami istri yang berada diantar mereka berdua.


“Coba kalau disini jga ada Lita sama Fahri ya. Kita liburan bertiga begini pasti seru” ucap Naya tiba-tiba.


“Iya, tapi dia baru melahirkan anaknya jelas belum bisa ditinggalkan. Baru beberapa bulan” ucap Thalia.


“mending beberapa bulan Thalia, malah belum ada sebulan kayaknya sih Tama lahir” ucap Naya menyahuti ucapan Thalia.


“Sayang kamu disini dulu nggak pa-pa kan, aku mau ganti baju sebentar” ucap Rendi pamit pada sang istri.


“Aku mau ikut” ucap Thalia yang langsung berdiri.


“kenapa ikut, disini ada kak David sama mbak Naya. Bentar aja” ucap rendi.


“Aku bilang ikut ya ikut”


“Sudahlah ajak saja, malah manja nanti ini anak” pungkas David.


“Kalian di resort mana? Nanti aku sama Naya kesitu?” lanjut David.


“Di blok cemara kak, nomor dua” jawab Rendi.


“Ya sudah nanti malam kita kesitu. Kita dinner bareng” ucap David pada adik dan adik iparnya.


“Kalau begitu kita pergi dulu, ayo pergi” ucap Thalia dan segera mengajak Rendi untuk berjalan.


“Iya sabar” jawab Rendi dan langsung mengubah posisi tangannya berganti menggandeng tangan Thalia.


“. Kita pergi dulu” pamit Rendi sebelum pergi.


“iya” jawab David dan naya bersamaan.


“Kenapa kakakmu bisa ada disini?” tanya Rendi pada istrinya yang berjalan di sebelahnya saat ini.


“Aku juga tidak tahu kenapa dia ada disini, kamu dengar sendiri kan tadi dia bilang liburan”


“oh,”


“handuk kamu dipakai begini loh, ditutup badan kamu” ucap Thalia dan langsung mengambil handuk kecil yang berada di bahu Rendi dan menutup kan nya kebagian perut dan juga Dada sang suami. Dia tidak rela perut sobek suaminya dinikmati perempuan-perempuan liar yang ada di pantai saat ini.


“kenapa nggak rela suaminya digoda perempuan lain”


“ya nggaklah, udah ah. Tutup pakai handuk” pungkas Thalia, Rendi hanya tersenyum melihat istrinya yang kesal sendiri saat ini.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2