Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 111 (Season 2)


__ADS_3

Rendi terbangun dari tidurnya saat sinar mentari sudah masuk kedalam kamarnya saat ini, ia perlahan mengerjapkan matanya. Dan tangannya langsung kesamping hendak memeluk sang istri tetapi dia langsung membuka mata lebar saat mendapati di sebelahnya sudah kosong tidak ada Thalia di situ.


Rendi yang terkejut karena sebelahnya kosong langsung terduduk sambil melihat sekeliling kamar mencari keberadaan Thalia.


“sayang,” panggilnya, tapi tak ada jawaban dari Thalia.


“Dia kemana jam segini” gumamnya sambil melihat ponsel yang ternyata masih setengah tuju pagi.


Perlahan Rendi melangkahkan kakinya turun dari tempat tidur, dia langsung berjalan kearah kamar mandi mencari istrinya siapa tahu Thalia tengah mandi sekarang.


“Sayang, kamu mandi” ucap Rendi sambil membuka pintu kamar mandi, tidak ada siapapun didalam kamar mandi saat ini.


“Tidak ada? Dia kemana?” ucapnya bingung.


Segera saja dia masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci muka terlebih dulu baru setelah itu dia akan mencari istrinya.


Beberapa menit, Rendi sudah keluar dair kamar mandi dnegan wajah yang segar. Dia langsung berjalan menuju pintu untuk mencari Thalia yang entah sedang dimana sekarang. Perempuan itu apa masih marah dengannya saat ini. semoga saja tidak, semalam dia sudah jujur soal bertemu Melody.


“Semoga kamu nggak marah lagi sayang, aku hari ini mau kerja kalau kamu masih marah bisa-bisa aku tidak fokus dengan pekerjaanku” ucap Rendi dalam hatinya, dia berharap kalau Thalia tidak marah lagi dengannya.


Rendi langsung berjalan keluar kamar, mencari istrinya siapa tahu dia sedang ada di dapur membuat makanan atau sedang nonton tv di ruang tengah.


..............................................


“Thalia dimana?” tanya Rendi pada Revan yang berbaring di sofa ruang tv.


“Istrimu keluar dari jam enam tadi, kenapa?” tanya Revan balik.


“keluar? Keluar kemana?” mendengar hal tersebut membuat Rendi merasa khawatir karena Revan bilang Thalia sudah keluar dari setengah jam tadi.


“Aku nggak tahu, dia cuman bilang keluar, gitu doang. Dia nggak ngomong sama kamu” ucap Revan dan duduk sambil memperhatikan Rendi yang terlihat cemas seketika.


“Aku baru bangun dia sudah tidak ada di kamar” jawab Rendi.


“kalian berantem?” tanya Revan penasaran, dia langsung berdiri menatap Rendi.


“Cuman salah paham, maklum ibu hamil jadi dia agak sensitif” jawab Rendi yang memaklumi istrinya yang sedang marah dengannya.


“Ya udah tahu dia ibu hamil, kamu malah buat dia marah. Memang apa yang kamu lakukan?” tanya Revan penasaran.


“Masalah Melody, jadi Thalia marah dari semalam” ucap rendi jujur, dia juga sibuk menelpon Thalia tapi tak diangkat.


“Melody, kenapa dengan dia? jangan bilang kau menemuinya kemarin” pungkas Revan.


“Iya, aku menemui dia. makanya itu Thalia marah sekarang”


“Ya kamu bodoh, ngapain juga kau temui Melody. Kau masih suka dnegan dia, aku sudah menyerah soal dia dan kamu ingin kembali dengannya. Brengsek juga ya lo Ren. Istri lagi hamil lo malah pengen kembali sama mantan” Revan emosi seketika mendengar ucapan Rendi. Dia tidak habis pikir Rendi setega itu dengan Thalia yang tengah hamil saat ini.


“Jangan asal bicara, siapa juga yang ingin kembali dnegan Melody. Aku menemui dia karena dirimu, harusnya kau bersyukur kalau nanti Melody kembali padamu” tukas Rendi dengan ketus, dia kesal dengan ucapan kembarannya tersebut.


“Maksudmu apa?” tanya Revan tak mengerti.


“Aku menemui Melody karena aku...” ucapan Rendi terhenti karena Thalia berjalan masuk dan melihat kearah mereka berdua.


“darimana saja kamu?” tanya Rendi yang langsung menghampiri Thalia


Revan yang tadi membelakangi Thalia sekarang langsung melihat kearah perempuan itu.


“jalan-jalan” jawab Thalia singkat dan dia akan berjalan melewati Rendi tetapi Rendi menahan tangannya.

__ADS_1


“Jalan-jalan kemana? Jangan banyak jalan.” ucap rendi meminta jawab dari Thalia.


“Ya olahraga lah, ibu hami perlu olahraga” jawab Thalia perlahan melepaskan tangan suaminya itu. dia langsung berjalan kearah dapur untuk mengambil minum.


“Aturan Tadi kamu bangunin aku, olahraga sama aku. kalau kenapa-kenapa gimana?” ucap Rendi mengikuti istrinya yang berjalan menuju dapur.


Revan hanya melihatnya saja, dari raut wajah Thalia sepertinya adik iparnya itu benar-benar kecewa dengan Rendi sebenarnya apa yang terjadi pada perempuan itu. apa karena Rendi menemui Melody jadi dia seperti itu atau karena sesuatu yang lain.


“Kau juga bodoh sih Ren, kenapa juga kau menemui Melody jelas-jelas dia masih menyukaimu dan kau menemui dia tanpa sepengetahuan istrimu. Istri mana yang tidak marah kalau suaminya menemui perempuan yang menyukai prianya” batin Revan sambil menggelengkan kepala tak habis pikir.


“Tapi Rendi tadi bilang itu untuk diriku, apa yang dia katakan pada Melody soal diriku” pikir Revan penasaran.


“Kamu masih marah sama aku?” tanya Rendi pada Thalia yang duduk di kursi dapur sambil minum air putih.


Thalia meneguk minumnya lebih dulu baru dia menatap rendi saat ini.


“Buat apa aku marah sama kamu, itu hak kamu. jangan banyak tanya dulu aku capek. Habis ini aku mau masak sarapan buat kamu,” ucap Thalia.


“kamu nggak usah masak, biar aku saja. Kamu siapin baju dinas ku saja” ucap rendi meminta Thalia untuk menyiapkan seragam kerjanya.


“Hemm,” thalia langsung berdiri sambil menaruh gelas di meja bar.


“Sebentar,” ucap Rendi menahan tangan Thalia,


“Kenapa?” jawab Thalia yang terlihat tidak terlalu menanggapi karena dia memalingkan wajah dari Rendi.


Rendi langsung memegang wajah Thalia dengan kedua tangannya, agar menghadap kearahnya saat ini. dan dia langsung mengecup bibir istrinya.


“Jangan cemberut begitu,” ucapnya setelah mencium bibir Thalia.


Thalia hanya diam saja tak ada senyum atau apa dari wajahnya yang datar menatap Rendi, dia hanya menatap Rendi seakan menilai wajah pria itu.


“Morning kiss dari papa, jadi kamu nggak usah iri sama mama ya nak” ucap Rendi berbicara pada perut Thalia.


“Sudahkan, aku mau ke kamar” ucap Thalia dan langsung pergi dari hadapan Rendi.


Rendi terdiam karena sikap Thalia yang dingin begitu, dia merasa aneh dnegan sikap istrinya. Sebenarnya ada apa dengan Thalia. Jelas-jelas perempuan tadi bilang tidak marah lalu kenapa sekarang sikapnya begini.


“Sudahlah ren, mungkin itu perasaanmu saja” batin rendi dan dia langsung mencoba tidak memikirkan sikap istrinya barusan. Ia langsung membuka kulkas untuk membuat sarapan.


“sepertinya ada yang aneh dengan istrimu” ucap Revan yang mendekati Rendi saat ini.


Rendi yang sedang membuka kulkas langsung melihat kearah kakaknya.


“jangan sok tahu, dia mungkin hanya cepek saja makanya dia begitu” ucap Rendi berusaha berpikir positif soal Thalia.


“Terserah dirimu kalau tidak percaya, tapi aku yakin ada yang tidak beres dengan istrimu” ucap Rendi.


.........................................


Thalia sudah mengambilkan baju untuk Rendi, dia duduk di tempat tidur sambil memegang ponselnya saat ini.


“Aku harus pura-pura biasa saja atau aku marah.” Ucap Thalia yang gamang sendiri akan perasaannya. Hatinya saat ini begitu sedih terluka, kecewa dan campur aduk.


“Nggak Thalia, lo nggak boleh emosi. Kasihan anak lo. Lo pura-pura tidak tahu saja soal ini, mungkin Nicholas hanya membodohi mu saja tadi. Mungkin itu rekayasanya” ucap Thalia, jujur kepalanya saat ini dipenuhi oleh foto saat Rendi memegang kepala Melody, bukan foto saja tetapi juga Video yang diambil dari jauh oleh Nicholas. Disitu Rendi sebelum pergi dan setelah mengusap rambut Melody pria itu sempat tersenyum.


Benar Thalia tadi saat keluar tidak sengaja bertemu dengan Nicholas yang tiba-tiba saja datang menghampiri dirinya saat dia duduk di kursi taman dekat apartemen. Disitu Nicholas menunjukkan foto Rendi bersama dengan Melody bukan foto saja tetapi juga dengan Video.


FLASH BACK ON

__ADS_1


Thalia bangun begitu pagi kali ini, dia langsung keluar apartemen karena ingin makan nasi uduk yang ada di dekat gedung apartemen yang dia tinggali saat ini.


Tentu saja dia sebelum membeli nasi uduk, ia ingin berjalan sebentar tetapi saat dia berjalan tiba-tiba saja perutnya terasa keram membuat dirinya langsung duduk di kursi taman yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.


“pagi-pagi, sudah melamun saja. Kenapa? Mikirin suami lo yang selingkuh” ucap Nicholas yang tiba-tiba saja berdiri di sebelah Thalia saat ini.


Thalia yang mendengar suara itu langsung melihat kearah orang tersebut dan dia terdiam melihat Nicholas ada disitu.


“kenapa kau bisa ada disini?” tanya Thalia ketus.


“Sengaja saja ingin bertemu dengan perempuan yang ku cintai” jawab Nicholas duduk disebelah Thalia.


“Pergi dari sini,” usir Thalia pada Nicholas.


“kenapa, ini tempat umum. Aku hanya numpang duduk saja” ucap Nicholas ringan


“Aku ada sesuatu yang mau kuberikan padamu, tapi tidak gratis” lanjut Nicholas.


“Minggir deh, nggak usah ganggu pagi gue yang indah” ketus Thalia mengusir Nicholas lagi.


“Bohong, lo banyak pikiran kan” ucap Nicholas pada Thalia.


Thalia memegangi perutnya, dia berusaha untuk bersabar menghadapi Nicholas saat ini.


“Lo minggir atau gue tendang lo dari sini” ucap Thalia yang sudah mulai geram dengan Nicholas.


“Gue tahu, lo memang jago takewondo, tapi yakin masih bisa nendang gue dengan kondisi lo yang begini” ucap Nicholas menganggap remeh Thalia yang tengah hamil.


“Asli lo,” Thalia yang sudah mulai kesal langsung berdiri dan akan pergi tapi Nicholas langsung menahannya dan menyodorkan ponsel pria itu.


“Itu foto suami lo sama cewek yang katanya tunangannya, dan lo yakin suami lo cinta sama lo. Kalau cinta sama lo kenapa juga dia masih manis begitu dengan perempuan itu” ucap Nicholas memprovokasi Thalia.


“Mana?” Thalia akan mengambil ponsel Nicholas tetapi Nicholas langsung menjauhkannya.


“Tidak gratis, belikan gue tiket ke Jerman. Gue mau pulang ke negara gue, gue disini tersiksa karena kakak lo. Kalau lo nggak mau belikan gue tiket, gue nggak bakal berikan ini sama lo” ucap Nicholas memberi kesepakatan pada Thalia.


“Gue belikan nanti,” ucap Thalia.


“Janji?” ucap Nicholas yang seakan tidak percaya.


“Ya”


Nicholas langsung memberikan ponselnya pada Thalia, dan Thalia bisa melihat jelas foto Rendi dan bukan foto saja tetapi video juga, Rendi disitu tersenyum pada Melody sebelum dia pergi.


“Ini nggak bener kan, ini palsukan?” ucap Thalia tidak percaya.


“Ya bener lah, masa palsu”


“Lo kan pintar soal merekayasa begini”


“Terserah lo kalau nggak percaya, yang jelas lo udah janji sama gue soal tiket. Belikan gue tiket dan besok kasih ke gue tiket itu” ucap Nicholas dan pergi, dia mengambil ponsel miliknya dari tangan Thalia.


“Oh iya gue lupa, kalau lo kecewa sama suami lo atau lo mau pisah sama dia. gue tunggu lo di Jerman” ucap Nicholas sebelum pergi dari hadapan Thalia.


Thalia terdiam di tempatnya, perlahan dia mendudukkan dirinya sendiri dengan lemah. Haruskah dia percaya apa yang di tunjukkan Nicholas tadi padanya.


FLASHBACK OFF


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2