Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 45 (Season 2)


__ADS_3

“Aku hari ini berangkat bekerja, kamu tidak apa?” tanya Rendi yang baru saja keluar dari kamar mandi menghampiri Thalia yang tengah duduk di sofa yang berada di dalam kamar mereka.


“Tidak apa, kalau aku tidak mengijinkan mu bekerja nanti teman-temanmu berpikir aku menahan mu di rumah” ucap Thalia melihat kearah Rendi.


“mereka tidak akan berpikir begitu, kamu kalau ingin keluar keluar saja, aku ijinkan dirimu kali ini. tapi ingat jangan pernah memakai baju yang tidak jelas dan jangan pernah masuk kedalam club” ucap Rendi duduk di penghalang sofa menasehati sang istri.


“hemm,” Thalia hanya mendehem saja.


“jangan hemm, hemm. Tapi dengarkan dan lakukan” tegas Rendi memperingati Thalia.


“Iya suamiku yang seorang polisi otoriter” Thalia langsung mendongak melihat Rendi.


Thalia memeluk sang suami dnegan erat, dia mencium aroma tubuh Rendi. Tubuh yang begitu sempurna tersebut begitu maskulin dan aromanya yang begitu membuatnya ingin terus memeluk sang suami.


“Aku bisa minta tolong padamu?” lirih Rendi sambil membalas memeluk tubuh Thalia.


“minta tolong apa?” Thalia sedikit meregangkan pelukannya.


“Tolong ambilkan seragamku yang warna hitam, yang di belakangnya ada tulisan polisi” pinta Rendi.


“Oke, aku ambilkan, itu memang tugasku kan menyiapkan bajumu. Maaf aku lupa’ ucap Thalia langsung melepaskan pelukannya dan berdiri dari duduknya saat ini mengarah ke lemari pakaian.


Rendi juga ikut berdiri, dia menyusul Thalia, dia sedikit lega karena Thalia paham akan tugasnya meskipun perlu ia ingatkan lebih dulu.


“yang ini kan” ucap Thalia sambil mengeluarkan baju dari dalam lemari.


“Iya yang itu” ucap rendi menghampiri sang istri.


“Aku hari ini pulang agak sore, kalau nggak malam. Soalnya hari ini aku mau akan ada razia, kamu tidak masalahkan” ucap rendi pada Thalia memberitahu istrinya tersebut kalau dia akan pulang terlambat.


‘Tidak, katamu aku harus jadi istri yang tidak protes dengan tugasmu” pungkas Thalia menaruh baju Rendi di tempat tidur.


Saat Thalia membelakangi Rendi pria itu tiba-tiba saja memeluknya dari belakang saat ini,


“Aku sangat mencintaimu” ucap Rendi berbisik di telinga Thalia.


‘Aku juga,” balas Thalia.


“Aku hari ini sudah selesai datang bulan, kamu mau hadiah dariku nanti?” ucap Thalia berbicara cukup dekat dnegan wajah Rendi.

__ADS_1


Rendi tersenyum dengan ucapan menggoda Thalia barusan,


‘Tentu saja aku, tapi aku tidak tahu bisa pulang tepat waktu atau tidak. Yang penting kamu tunggu diriku, aku akan menagihnya nanti saat pulang” pungkas Rendi sambil memeluk Thalia.


“oke,.sudah lepaskan. Aku mau buatkan sarapan untukmu” ucap Thalia dan akan melepaskan pelukan Rendi tetapi pria itu malah berganti memegang dagunya dan mendekatkan wajah mereka dan seperkian detik rendi langsung mencium thalia.


..................


Rendi sedang duduk di mejanya, dia melihat sekilas ke arah ponsel miliknya yang sedari tadi terus bergetar banyak pesan masuk kedalam ponsel itu tapi dia maas untuk sekedar membalasnya.


Rendi terus mengabaikan pesan itu, dia kembali sibuk melihat dokumen di depannya saat ini dokumen untuk ia serahkan pada kejaksaan nantinya.


Disaat dia tengah sibuk temannya Andre datang menghampiri dirinya saat ini,


“Bro, ada yang mau bertemu di ruang tunggu depan” ucap Andre yang berdiri di depan meja Rendi.


“Siapa?” tanya Rendi mengalihkan pandangannya dari dokumen ke Andre.


“tidak tahu, tapi dia ibu-ibu sama gadis perempuan” jawab Andre.


“Tolong lanjutkan tugasku dulu, aku menemui mereka sebentar” pinta Rendi sambil berdiri dari duduknya. Dia heran siapa yang datang menemui dirinya sekarang.


“Iya, kalau sudah selesai taruh disitu saja” pungkas Rendi.


“Siap bro,” Andre memberi hormat pada Rendi saat pria tersebut melewati dirinya.


Rendi langsung berjalan ke depan menemui orang yang baru saja di bilang oleh Andre, dia penasaran siapa orang tersebut sebenarnya


Saat Rendi sudah berada di pintu depan langkahnya berhenti saat dia melihat siapa yang berdiri di depannya saat ini. wajahnya berubah mengeras tak kala melihat orang tersebut.


Sementara perempuan paruh baya itu tersenyum melihat kearah Rendi, yang hanya diam melihat padanya saat ini.


“Rendi, akhirnya kamu keluar juga. mama rindu padamu” ucap perempuan tersebut dan langsung berjalan menghampiri Rendi dan akan memeluknya.


Tetapi Rendi langsung menghindar saat akan di peluk, membuat perempuan itu tampak kecewa dan melihat sekilas kearah gadis muda disebelahnya yang menatap penasaran pada Rendi.


“Maaf siapa? Jangan asal peluk orang” ketus Rendi.


“Aku Mama mu Rendi, masa kamu tidak mengenali Mama”

__ADS_1


“Maaf anda salah orang aku sudah tidak mempunyai Mama” pungkas rendi.


“Kalau anda tidak ada kepentingan lain, silahkan pergi dari sini” usir Rendi pada perempuan paruh baya itu.


“ren, kenapa kamu begini. Revan tidak bicara padamu soal Mama” pungkas perempuan itu.


Rendi hanya diam saja tidak menjawab,


“Rendi ini adikmu dan revan, dia anak mama. Dia ingin bertemu denganmu” ucap perempuan paruh baya itu meraih tangan anak perempuannya dan akan mengenalkan pada Rendi.


“maaf anda sekali lagi salah orang, saya anak tunggal dan saya tidak punya saudara. Permisi saya sibuk” ucap rendi langsung melenggang pergi meninggalkan sang Mama yang tampak sedih.


“Kak, Kak Rendi tidak ingin bertemu denganku” ucap gadis tersebut akhirnya membuka suaranya di kala Rendi sudah berjalan pergi.


Rendi berhenti sekilas, dia melihat kebelakang.


“Anda salah orang. Aku bukan kakakmu” sinis nya dan langsung pergi dari tempat tersebut.


...........................


Rendi di dalam kamar mandi saat ini dia mencuci wajahnya, kenapa disaat dia ingin bahagia menjalankan hidup masa lalu datang menghampirinya. Perempuan yang mengaku sebagai Mamanya kenapa harus datang saat ini. melihat perempuan itu membuat hatinya terluka lagi tentang masa lalu dirinya yang pahit.


“kenapa perempuan itu harus muncul lagi, perempuan tidak tahu malu” ketusnya sambil melihat dirinya sendiri di pantulan cermin.


Rendi mengambil ponselnya dari dalam saku celana, dia hendak menghubungi seseorang saat ini. dia menekan sebuah nomor tanpa ama di ponselnya.


“Halo,” terdengar suara dari seberang sana.


“Bawa Mama mu pergi dari tempatku bekerja” tegas Rendi dengan dingin.


“apa maksudmu?” tanya Revan tidak mengerti, benar yang dihubungi Rendi saat ini adalah revan.


“mamamu datang ketempat ku kerja sekarang membawa adik bule mu itu kemari. Bawa dia pergi dari sini sebelum aku mengusir mereka dengan paksa”


“Mama ketempat mu, Mama di Indonesia dengan Lusi?” Revan tampak terkejut di seberang sana mendengar Mama dan adiknya ada di Indonesia. Jujur dia tidak tahu kalau Mamanya ke Indonesia.


“Tidak sok terkejut, cepat bawa Mamamu pergi dari sini” pungkas Rendi dan langsung mematikan panggilannya begitu saja.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2