Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
17


__ADS_3

David terus-terusan memukuli fahri yang jatuh dilantai bahkan pria itu naik keatas tubuh Fahri saat ini. Lita berkali-kali berteriak histeris saat kakaknya itu memukuli suaminya.


“Kak David, stop aku stop” ucapnya berusaha membuat David minggir dan berhenti memukul Fahri.


David tidak mengindahkan perkataan Lita sama sekali,


“Kau selama ini ternyata hanya ingin membalaskan dendam yang tak berdasar pada adikku hah, bangun.” Ucap David membuat Fahri berdiri.


“Kau melukai adikku juga ternyata, pukulan ini untuk luka di setiap tubuh adikku mengerti” ucap David menggenggam tangannya dan memukulkannya ke wajah Fahri kembali Fahri tersungkur.


Di awal pukulan tadi sebelum dia babak belur seperti ini, dia sempat melawan David dan dia tidak mengerti permasalah apa yang membuat David marah besar padanya seperti ini. Tapi saat kakak dari istrinya mengucapkan kata-kata makian dia baru menyadari kalau David sudah tahu siapa dirinya saat ini.


“Kakak aku mohon, berhenti kak. Berhenti” ucap Lita memegang tangan kakaknya agar tidak memukul Fahri yang terkapar di lantai dengan darah segar yang keluar cukup banyak.


Lita menangis memegang tangan kakaknya itu,


“Lepas Lita, aku akan membunuhnya sekarang” ucap David berusaha melepaskan tangan Lita, cekalan Lita akhirnya terlepas karena David menghempaskan nya dengan kuat membuat Lita terjatuh ke Lantai saat ini.


Sekali lagi David akan berjalan menghampiri Fahri dan akan melayangkan pukulan yang mungkin sebentar lagi bisa menghabisi pria itu. Tapi langkahnya terhenti saat kakinya terasa berat untuk melangkah.


Ternyata yang membuatnya seperti itu adalah lita yang memegangi kakinya kuat adiknya itu menangis dikakinya saat ini.


“Kak David aku mohon jangan bunuh dia, aku mohon kak. Aku mencintai Fahri kak, aku tidak bisa hidup tanpanya” ucap Lita menangis di kaki kakaknya.


“Lepas Lita,”


“Tidak, aku tidak akan melepaskannya. Biarkan dia kak, beri aku kesempatan jika memang nantinya dia masih jahat kepadaku aku..aku akan menuruti apa katamu menceraikan dia”


“Bukannya kau sayang padaku, maka aku mohon jangan pukul dia lagi” ucap Lita mendongak dengan air mata yang begitu banyak keluar dari pelupuk matanya saat ini.


David terdiam, melihat adiknya, ingin sekali ia menghabisi Fahri yang terkapar tak berdaya di depannya tapi adiknya menangis histeris seperti ini. Lebih tidak tega melihat adiknya menangis,


“Oke, kakak beri kamu kesempatan. Kalau dia masih bersikap buruk denganmu kakak tidak akan tinggal diam” ucap David dan langsung pergi dari situ tidak perduli dengan Fahri yang mungkin mulai tidak sadarkan diri.


Fahri yang kesadarannya kian menipis melihat Lita dan kakaknya tadi, Lita membelanya meskipun niat dirinya apa.

__ADS_1


“Fahri,Fahri..kau tidak apa” ucap Lita bergegas menghampiri Fahri yang lemah.


“Ka..kau su..” baru beberapa kata Fahri sudah tidak sadarkan diri dipangkuan Lita,


Lita semakin terlihat panik, dia terus menepuk wajah Fahri yang berlumuran darah.


“Fahri, Mas Fahri bangun mas, bangun..Mas Fahri..” teriaknya


......................


Fahri dibawa ke rumah sakit karena kondisinya yang begitu buruk saat ini, dia tidak sadarkan diri sama sekali dan saat ini sedang diberikan perawatan oleh dokter. Lita duduk disebelahnya menggenggam erat tangan pria itu sambil merapal kan doa-doa terbaik untuk suaminya. Bahkan air matanya juga menetes melihat kodisi Fahri yang seperti ini.


“mas fahri sadarlah mas,” ucapnya menciumi tangan Fahri meminta pria itu untuk sadar.


“Aku minta maaf karena kakakku kamu begini, mas bangun” ucap Lita lagi dia menenggelamkan dirinya ditangan Fahri memejamkan matanya berharap Fahri sadar.


Terdengar suara orang yang membuka pintu dan derap langkah kaki seperti lebih dari satu orang masuk kedalam. Lita yang merasakan hal itu langsung melihat kearah siapa yang datang saat ini.


Dia berdiri seketika saat melihat siapa dua orang itu, matanya terbelalak terkejut sudah sekian lama orang yang dia cari kini muncul didepannya.


“Papa Mama,” lirih Lita melihat dua orang paruh baya itu.


“Lita,” ucap Sasongko dan Wulan bersamaan. Dia tidak menyangka kalau menantunya juga ada disini.


“Fahri kenapa nak,.” Ucap Wulan mendekat pada Lita yang menatapnya.


“Mas Fahri, Mas fahri di pukuli kakakku Ma Pa” ucap Lita berterus terang, dia menunduk merasa bersalah tapi tiba-tiba saja dia langsung memeluk ibu dari fahri.


“ma, a..aku minta maaf karena ulah kak David mas Fahri jadi seperti ini”


Wulan balas memeluk Lita justru dia yang merasa bersalah dengan perbuatan anaknya selama ini, Fahri telah menipu serta memberikan Luka untuk Lita.


“Sudahlah Lita, kamu tidak perlu minta maaf sama Mama. Justru Mama yang ahrus minta maaf padamu” ucap Wulan mengusap lembut bahu Lita yang menangis bersalah.


“Mama tahu mas Fahri masuk rumah sakit siapa yang memberitahunya ma?”

__ADS_1


“Kakakmu David yang memberitahu kalau fahri dirawat” jawab Sasongko yang berdiri disisi lain Fahri berbaring saat ini.


“Kak David? Dia yang memberitahu kalian.” Ucap Lita heran bagaimana bisa kakaknya yang memberitahu orang tua Fahri.


“Iya, tadi dia datang ke rumah kita dan memberitahu kalau Fahri ada di rumah sakit” pungkas Sasongko.


“Rumah kalian? Di daerah Permai itukan ma?” ucap Lita menatap penasaran kedua orang itu secara bergantian.


“Bukan Lita, kita mau minta maaf padamu. Kita telah menipumu, Fahri yang menyuruh kita untuk merahasiakan rumah yang sebenarnya dan setelah pernikahanmu kita langsung menghilang menghindar darimu” jelas Wulan merasa bersalah dengan apa yang dia lakukan selama ini.


Lita terdiam, jadi benar dia telah dibodohi. Apa Fahri benar-benar berniat balas dendam dengannya. Padahal dia bukanlah pembunuh dari Dira, nah fakta inilah yang membuatnya cukup terkejut sebenarnya fakta dimana bahwa Fahri adalah tunangan dari Dira sahabatnya.


Rasanya sakit mengetahui ini semua, tapi ketika melihat Fahri yang hampir meregang nyawa ditangan kakaknya jauh lebih sakit rasa sakit karena dibohongi seakan sirna.


“Lita Mama sama Papa minta maaf ya sama kamu karena atas apa yang telah dilakukan Fahri padamu” ucap Wulan ada akan berlutut di kaki Lita. Tapi perempuan itu menahannya.


“Ma..mama apa-apa sih ma,” ucap Lita menahan bahu mertuanya tersebut.


“jangan berlutut denganku Ma” lanjut Lita lagi.


“Papa mau pergi ke kantin rumah sakit dulu ya, Mama ikut tidak atau mau nitip sesuatu?” ucap Sasongko menatap istrinya yang berdiri di depan menantunya itu.


“Mama mau ikut Pa, Lita kamu ikut kita ke kantin tidak?” ucap Wulan.


“Tidak Ma, aku disini saja. Aku akan menunggu Fahri sadar” pungkas Lita menolak ajakan Wulan.


“Mau nitip makanan tidak Mama belikan” ucap Wulan.


“nggak Ma, aku masih kenyang” ucap Lita menggeleng.


“Baiklah kalau gitu Mama sama Papa ke kantin dulu ya. Kalau ada apa-apa kabari kita nanti


“Iya”


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2