
Thalia terbuai dengan ciuman Rendi yang begitu memabukkan dirinya, perlahan rendi mendorong Thalia mundur, mereka terus berjalan sambil berciuman. Keduanya tampak begitu menikmati hal tersebut hingga Rendi melepasnya sebelum menjatuhkan Thalia ke sofa dia perlahan mendudukkan Thalia di sofa mengusap wajah perempuan itu dengan begitu lembut.
Kemudian rendi mencium Thalia kembali dia terus ******* bibir seksi milik perempuan yang tengah dia kungkung dengan tubuhnya saat ini.Rendi tepat berada di atas Thalia, dia melihat wajah Thalia.
“kenapa kau semakin cantik setelah tertidur lama,” gumam Rendi sambil membuka baju Thalia, dia menggerayahi seluruh tubuh Thalia membuat Thalia sedikit ******* lolos dari mulutnya.
Namun dia langsung tersadar saat tangan Rendi sudah masuk kedalam bajunya dan akan masuk lagi kedalam pakaian dalamnya. Thalia menahan tangan besar milik rendi melihat wajah pria tersebut.
“Gila nih orang, gue mau-mau aja lo masukin. Tapi gue yang menderita sendiri karena lo nggak sadar begini. ujung-ujungnya anak gue yang menderita karena nggak lo akuin” lirih Thalia memperhatikan rendi. Jujur, entah mengapa dia begitu termabuk dnegan Rendi tapi dia masih waras tidak mungkin dia menyerahkan tubuhnya pada pria mabuk seperti Rendi. Pria Mabuk ibaratnya sedang tidak sadar dan akan lupa dengan perbuatannya.
“kenapa? Kamu menolak ku Melody” ucap Rendi, benar dia melihat Thalia sebagai Melody, waja Thalia saat ini baginya wajah Melody.
“nah kan bener dugaan gue, elo nggak sadar kalau ini gue. Melody, gue bukan Melody” lirih Thalia dan langsung sedikit mendorong rendi agar dia bisa keluar dari kungkungan pria tersebut.
Tapi Rendi malah menekannya dan akan melakukan lagi, Thalia yang tipe orang tidak bisa terima begitu saja menendang pusat Rendi membuat pria itu menahan sakit dan langsung jatuh dari tubuh Thalia.
“Gue bukan perempuan bodoh yang bakal terbuai dengan cinta, sampai rela nyerahin milik gue. gue nggak akan membuka segel gue tanpa gue yang mau” uapnya menghampiri Rendi yang jatuh di lantai.
“karena lo yang mulai maka gue terusin aja keinginan lo sayang. Selamat menjadi milik Thalia Revero. Bukan milik melody lagi, tapi miilkku dengan caraku.” Ucapnya mengusap wajah Rendi yang malah sudah terkapar tak sadarkan diri di lantai. Rendi memang seperti itu sering tertidur sehabis mengkonsumsi Alkohol yang begitu tinggi.
Thalia langsung membantu Rendi berdiri, dan memapah pria itu berjalan masuk kedalam kamar. Dia seakan senang, entah mengapa. Seharusnya dia marah karena pria tersebut mencium dirinya karena perempuan lain tapi dia malah terlihat bahagia membawa Rendi amsuk kedalam kamar.
__ADS_1
..................................
Matahari sudah bersinar dnegan begitu terang, dua insang manusia saling memeluk satu sama lain tanpa mengenakan baju.
Rendi perlahan mengerjap kan matanya karena terkena sinar matahari yang menerobos masuk melalui cela-cela jendela. Dia terbangun dengan kepala yang terasa teramat pusing,dia belum sadar kalau sedang memeluk seseorang.
“Selamat pagi sayang,” ucap Thalia menyapa Rendi, dia membuka matanya melihat pria di depannya yang masih mengucek matanya.
Mendengar hal itu membuat mata Rendi terbuka melihat siapa yang barusan menyapanya, dan dia baru sadar tengah memeluk seseorang.
“kau sedang ap..?” ucapnya terhenti, dia melebarkan matanya dan langsung melepas pelukan dirinya saat ini. dia melihat sekeliling kamar yang tampak berantakan dnegan bajunya yang berserakan dimana-mana dan dia beralih melihat kearah Thalia yang tampak menarik selimut menutupi tubuhnya.
“Apa yang kau lakukan disini hah, dan apa yang kau lakukan padaku” ucap rendi dengan menaikan nada bicaranya.
“Kau gila,..” ucap rendi melihat dirinya yang ternyata sudah mengenakan celana pendek di balik selimut.
“Huh, ternyata lo juga pria brengsek ya sama dnegan Nicholas. Gue nggak mau tahu kalau gue hamil lo tanggung jawab” pita Thalia dnegan tegas.
“jangan asal bicara kamu, aku tidak melakukan apapun padamu.” Bentak Rendi.
“Terserah kau mau menyangkal apa? Kenyataannya seperti ini,” ucap Thalia dengan enteng.
__ADS_1
“kau memang perempuan gila, seharusnya aku tidak mengajakmu kesini. Kau sungguh gila, tidak mungkin aku melakukan hal itu padamu” ucap Rendi masih tidak mempercayai apa yang terjadi saat ini.
“Bodo amat sayang, kamu mau percaya atau tidak. Aku mau ke kamar mandi membilas diriku” ucap Thalia melilitkan selimutnya dnegan sangat erat sambil melihat rendi yang berdiri menatapnya curiga.
“Kalau kamu tidak mau tanggung jawab ya sudah aku gugurkan anti atau tidak aku mencari ayah lain untuk anakku” ucap Thalia sebelum melangkah pergi meninggalkan rendi yang terdiam dalam keterpukulan. Benar di terpukal dnegan kenyataan ini. dia masih tidak percaya kalau dia melakukan hal seperti ini dengan perempuan lain. Dengan Melody saja dia tidak pernah, dan ini dia malah melakukan dnegan orang lain yang artinya dia, dia mengkhianati Melody.
Rendi membuang semua barang-brang di atas nakas meja dan juga di meja yang tidak jauh dari tempatnya. Dia berteriak frustasi, seakan membodoh kan dirinya sendiri bagaimana bisa dia melakukan hal itu. Dan bagaimana kalau Thalia akan hamil anaknya,
“Sayang, berisik bisa diam. Aku mau mandi sebentar, kalau kau marah dnegan dirimu jangan lampiaskan seperti itu. Rugi sendiri” ucap thalia yang menyembul dari balik pintu sambil tersenyum manis. Dia tampak santai dan tenang entahlah apa yang sedang direncakan Thalia saat ini.
Rendi melihat sekilas kearah Thalia, dia benar-benar tak percaya. Tapi kenyataannya memaksa dia untuk percaya bagaimana bisa dia tidak mengingat semuanya semalam, batinnya sambil memejamkan mata mencoba mengingat hal semalam yang dia lakukan.
Didalam kamar mandi Thalia melihat dirinya di cermin,
“Sorry, tapi hanya ini caranya lo jadi milik gue Rendi.” Ucapnya di depan cermin melihat dirinya, dia sesekali mendengar kemarahan rendi di luar. Tapi dia tidak ambil pusing dengan hal itu.
“Thalia Ravero tidak akan pernah melepaskan apa yang sudah ia suka, termasuk dirimu. Dan tidak akan membiarkan dirimu menjadi milik orang lain termasuk perempuan yang kau sebut semalam” tekad Thalia mengingat kejadian semalam dimana dia yang membawa Rendi yang mabuk kedalam kamar membaringkan pria itu.
Dia tidak hanya membaringkannya saja, tetapi juga melepas semua baju yang di pakai Rendi saat itu kecuali celana pendek milik Rendi tidak mungkin dia melepaskan celana itu sebelum Rendi benar sah menjadi miliknya.
Baru setelah itu dia melepaskan pakaian dirinya, semuanya tanpa terkecuali. Dan dia langsung berbaring disebelah Rendi, untungnya juga Rendi tadi saat di luar kamar sempat menghisap lehernya memberikan tanda di situ. Sehingga itu bisa ia gunakan sebagai bukti lain kalau mereka sudah melakukan hubungan layaknya suami istri. Terserah dia dibilang menjebak atau bagaimana, dia tidak perduli. Intinya ini bukan murni dirinya yang menjebak tapi rendi sendiri yang telah masuk kedalamnya.
__ADS_1
°°°
T.B.C