Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 136 (Season 2)


__ADS_3

Rendi duduk di pinggir kolam renang bersama dengan Revan yang awalnya duduk sendiri lalu, Rendi memutuskan untuk duduk disitu juga.


“Yang lain sedang mengobrol diruang tamu kenapa kau memilih duduk sendirian disini?” tanya Rendi menatap kakaknya yang menatap ke depan melihat kearah kolam renang.


“nggak pa-pa, pengen sendiri aja” ajwa Revan masih belum mengalihkan tatapannya.


“Sebenarnya apa yang ingin kau pastikan disini? soal Melody. Kau masih belum mau kembali dengannya?” tanya Rendi penasaran, karena suah berbulan-bulan Revan tak ada keputusan sama sekali dengan Melody sedangkan Melody entah kemana perempuan itu menghilang begitu saja dan tidak memaksa dirinya untuk menghubungi Revan lagi.


“Apa yang harus ku lakukan sekarang?” Revan malah balik bertanya pada Rendi, dia meminta jawab untuk membuatnya lebih baik.


“kenapa kau tanya padaku? Aku tidak tahu masalahmu apa?”


“beberapa hari lalu sebelum ke Jakarta, Melody menghubungiku dia bilang mau menikah dengan pria yang orang tuanya jodohkan dengannya. Dan dia memintaku untuk menggagalkan itu” ucap Revan menceritakan semuanya pada Rendi.


“Apa? dia mau menikah dengan orang lain. Ya gagalkan saja, kau masih mencintainya kan? jika iya kejar cintamu Van. Jangan biarkan dia menjadi milik orang lain” ucap Rendi menasehati Revan.


“Kalau ditanya aku masih mencintainya atau tidak, aku jawab masih. Tapi soal kembali padanya, aku tidak bisa Ren. rasanya aku membuatmu sakit hati soal itu, aku tidak akan kembali pada Melody”


“kenapa harus memikirkan ku, aku tidak masalah. Aku sudah bahagia dengan istri dan anakku” tutur rendi menatap aneh pada Revan. Kenapa dia yang menjadi alasan Revan tidak ingin kembali dengan Melody.


“Rasanya aneh Ren, jadi tidak mungkin aku kembali lagi dengannya. Hubunganku dan Melody adalah hubungan salah jadi tidak mungkin untuk di kembalikan seperti awal”


“Jangan bodoh van, kau mencintainya sedari dulu kan. meski kau sempat berbuat salah karena mengambil Melody dariku tapi itu masa lalu dan kalian saling cinta sekarang”


Revan menghela nafasnya, dan kembali melihat kearah Rendi yang tengah menatapnya saat ini.


“Nggak Ren, besok dia akan menikah, aku hanya akan melihatnya saja dan tidak akan menggagalkan pernikahan itu.”


“Kau memang bodoh, bagaimana bisa aku memiliki kembaran sepertimu, bodoh akan perasaannya sendiri”


“Terserah kau mengatai ku seperti apa, tapi aku putuskan tidak akan kembali pada Melody.”


“Terserah dirimu saja, itu urusanmu bukan urusanku. Atau jangan-jangan hatimu sudah bercabang?”


“Nggak, eh maksudku belum” ralat Revan.


“ciih,.” Decih Rendi menatap sinis Revan, yang ternyata sebagian hatinya sudah milik orang lain.


“Siapa yang menjadi targetmu?” tanya Rendi penasaran.


“Bukan target dan bukan cinta. Tapi hanya kagum, dia perempuan hebat menurutku” tukas Revan.

__ADS_1


“Lalu kau serius ingin melepas Melody,?” tanya Rendi sekali lagi untuk meyakinkannya.


“Iya, aku yakin. Aku akan berusaha melepasnya untuk orang lain” tegas Revan yang tidak akan kembali lagi dengan Melody.


“Terserah dirimu saja, ayo masuk kedalam yang lainnya pasti menanyakan kita” ucap Rendi langsung berdiri dari duduknya sambil memegang bahu Revan.


“Iya duluan”


Rendi langsung berjalan pergi meninggalkan Revan yang mempersilahkan dia untuk pergi lebih dulu.


Revan sendiri masih menikmati udara malam, meyakinkan dirinya lagi bahwa dia tidak ingin melakukan apa yang diperintahkan Melody untuk menggagalkan pernikahan perempuan itu. kisahnya dan Melody sudah berakhir dan mereka harus memulai dengan orang yang baru. Karena sampai kapanpun dia tidak akan kembali dengan Melody yang merupakan mantan adiknya sendiri.


...................................................


Suara bising di pagi hari terdengar begitu jelas ditelinga Thalia membuat dia langsung membuka matanya dan mendapati Rendi yang masih tidur di sebelahnya. Thalia langsung beralih kearah box bayi yang berada disebelah tempat tidur namun matanya terperanjat saat mendapati box bayi itu yang kosong.


“relia, Relia dimana?” kagetnya ketakutan sambil turun dari tempat tidur.


“mana anakku? Diaman anakku” gugup Thalia panik sendiri saat tak mendapati anaknya di box tersebut.


“ren..Rendi..” teriak Thalia sedikit histeris di tempatnya.


“Ada apa sayang, kamu kenapa?” tanya Rendi buru-buru turun dari tempat tidurnya menghampiri sang istri.


“Anakku Ren, anakku dimana. Dimana anakku?” ucap Thalia sambil menangis memegangi Rendi.


“Kamu tenang dulu, jangan panik begini. dengerin aku” pungkas Rendi sambil memegangi bahu Thalia.


“Kamu tenang ya, Relia ada sama Mama Nafa. Relia ada di bawah dia tidur sama Mama Nafa sama bunda. Kamu tenang dulu,” lanjut Rendi berusaha menengkan sang istri.


“Kamu serius, kamu nggak bohong?” tukas Thalia.


“Nggak, aku nggak bohong. Sini duduk dulu” ucap rendi sambil membawa istri ke tempat tidur.


“Kok bisa Relia di sana kapan dia dibawa sama Mama, kenapa aku nggak tahu”


“Semalam waktu dia nangis, kamu nggak denger. Aku yang denger terus Mama Nafa juga denger dia datang ke kamar buat nenangin Relia. Terus dia bilang biar dia aja yang ngurus Relia, karena kamu kayaknya capek banget” jelas Rendi.


“Masa semalam nangis, kenapa aku nggak dengar.” Bingung Thalia karena dia memang tidak mendengar apa-apa.


“Ya karena kamu kamu kecapean, udah kamu tenang aja Relia sama Mama kok. Kalau kamu mau tidur lagi tidur aja” ucap rendi pada istrinya.

__ADS_1


“nggak, aku mau turun” ucap Thalia dan langsung berdiri dari duduknya.


“mau ngapain, kamu disini aja. Atau nggak kamu mandi dulu sana nanti katanya mau lihat Reno jadi atau nggak” pungkas Rendi menahan tangan sang istri.


Thalia langsung terdiam, dan dia duduk di kasur dengan pelan, benar nanti dia akan melihat anaknya yang satu lagi.


Tiba-tiba saja Thalia memeluk Rendi, dia meneteskan air matanya entah kenapa dia merasa sedih dan menangis saat ini.


“Kamu kenapa?” cemas Rendi saat melihat istrinya ayng menangis.


“Nggak pa-pa” jawab Thalia.


“Jangan bohong kamu kenapa? Kalau nggak papa nggak mungkin nangis begini”


“Coba aku nurutin kamu, mungkin Reno masih ada sama kita” ucap Thalia terisak.


“Shutt, nggak usah dibahas lagi. Nggak usah diinget,” ucap Rendi menaruh telunjuknya dibibir Thalia.


“Tapi...”


“Udah sayang, kamu mau aku marah kalau kamu bahas itu. ini udah seminggu lebih loh, lupakan itu.” pinta Rendi memotong ucapan Thalia.


Thalia langsung diam mendengar ucapan suaminya tersebut, dia langsung melepaskan pelukannya pada Rendi.


Rendi langsung mengusap wajah Thalia menghapus air mata di wajah sang istri,


“Sudah sana mandi, aku ambil air putih dulu kebawah” ucap Rendi dan akan berdiri.


“Kamu nggak kerja?” tanya Thalia memegang tangan Rendi.


“Nggak, aku masih cuti. kenapa?” ucap Rendi.


“Nggak pa-pa, ya udah aku mandi dulu” ucap Thalia dan langsung berdiri.


“Iya, nanti jangan nyariin aku kalau nggak dikamar. Aku di bawah ya, lihat Relia. Sama lihat suasana dibawa,” ucap Rendi berpesan pada sang istri.


Thalia mengangguk kecil mengiyakannya, dia langsung berlalu ke kamar mandi.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2