Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 67 (Season 2)


__ADS_3

“Sayang kamu nggak serius kan mau ikut aku ke kantor hari ini?” tanya Rendi menatap istrinya yang baru keluar dari kamar mandi mengenakan kimono mandi berwarna putih.


“Kenapa nggak boleh,? Simpanan kamu selain Melody ada di sana juga” sungut Thalia melihat Rendi yang baru saja memakai sepatu dinas berwarna hitam.


“Astaga nggak, kamu ini ngomong apa coba. Siapa juga yang punya simpanan, kamu perempuan satu-satunya di hidupku” ucap Rendi sekilas melihat Thalia yang ada di depannya sedang membuka lemari baju.


“Serius, Melody?” ucap Thalia menunjukkan wajah meledeknya.


“Melody masa laluku dan dia bukan siapa-siapaku lagi. Berapa kali harus aku ulangi” ucap Rendi dengan tegas.


“kamu sudah selesai kan, tolong keluar sekarang aku mau ganti baju” ucap Thalia mengusir Rendi agar keluar dari kamar saat ini.


“Kenapa aku harus keluar, kita suami istri kan.” ucap Rendi seakan enggan untuk keluar.


“Ya sudah terserah,. Kalau kau terpancing dengan diriku, jangan salahkan aku kamu telat bekerja nantinya” ucap Thalia tidak pusing dengan itu.


“Kalau aku tidak masalah” ucap Rendi dan langsung menarik Thalia ke tempat tidur menjatuhkan perempuan itu di atasnya.


“Kamu apa-apaan sih aku mau ganti baju, jangan main tarik” kesal Thalia yang akan membuka tali kimono nya tetapi sudah di tarik lebih dulu oleh Rendi.


“Ayo kita lakukan dulu, baru aku berangkat bekerja” ucap Rendi melihat Thalia yang duduk di atas tubuhnya.


“Lepaskan aku, aku mual mau muntah.” Ucap Thalia bersikeras lepas dari Rendi dan dia langsung melangkah dari tubuh Rendi meninggalkan pria itu dan berjalan ke kamar mandi.


“Dia masih sering muntah,” ucap Rendi dan langsung berdiri menyusul Thalia yang sudah masuk kedalam kamar mandi. perempuan itu memuntahkan semua yang ada didalam perutnya dan mengusap mulutnya kasar dengan tisu.


“menyebalkan, apa setiap wanita hamil selalu begini, mual-mual tidak jelas” kesalnya saat selesai memuntahkan makanan dari dalam perutnya.


“Ya memang begitu kalau perempuan hamil, itu malah sesuatu yang diinginkan seorang ibu yang hamil karena sensasi mengalami morning sickness menyenangkan bagi mereka.”


“menyenangkan apanya, menyusahkan baru iya, seharusnya kamu yang mengalaminya bukan aku, aku sudah hamil bahkan sembilan bulan dengan perut besar sedang kamu hanya enaknya saja” kesal Thalia tidak terima.


Rendi malah tersenyum mendengar ocehan istrinya yang protes karena hal seperti itu.


“ ya sudah besok kalau kamu hamil kedua aku berdoa biar aku saja yang mengalami yang kamu rasakan sekarang. Udah nggak usah marah-marah, disyukuri” ucap rendi mengusap lembut bahu sang istri.


“hah, hamil kedua. Satu anak saja cukup. Aku tidak ingin lagi,”


“Suttt, nggak boleh begitu. Aku mau nya leih, aku ingin punya lima anak” ucap Rendi menaruh jarinya di mulut Thalia.


“hah, kau pikir aku mesin pembuat anak” uap Thalia melebarkan mulutnya menatap tak percaya pada rendi.

__ADS_1


“Biasa saja, kamu bukan mesin pembuat anak kamu istriku. Sudah cepat ganti baju, jadi ikut tidak”


“Kau memperbolehkan ku ikut tadi tidak boleh,” ucap Thalia menatap Rendi aneh.


“Boleh sekarang, cepat ganti baju. Aku tunggu diluar,” ucap Rendi dan langsung pergi meninggalkan Thalia yang menatap kearahnya.


“Pria itu aneh, tapi aku suka. Sama saja denganku juga, bukannya aku juga wanita yang aneh katanya. Tahu lah,” ucap Thalia tersenyum sendiri sambil menggeleng dan dia pergi keluar dari kamar mandi untuk berganti baju.


......................................


Di Inggris Revan baru saja membelikan coffee dan juga minuman hangat untuk kedua orang tua Melody. Dan dia saat ini duduk di depan ruangan Melody bersama dengan ayah perempuan itu.


“Terimakasih karena kau selama beberapa hari ini berada di sini bersama dengan Melody, sepertinya kau memang mencintai anakku” ucap Ayah Melody sambil menyeruput Coffe di tangannya.


“saya memang mencintai Melody Om, tapi saya bodoh dulu dan malah membuat hancur hubungan orang. Saya minta maaf atas kebodohan saya itu Om” ucap revan yang menyesali kebodohan dirinya.


“Tidak apa, seharusnya kau bukan minta maaf padaku tetapi pada rendi kalian berdua menghancurkan hatinya yang baik. Dia pria yang baik selama ini, bahkan sebelum kau bilang dia menikah dengan orang lain dia masih sering datang membawakan bunga ke sukaan Melody”


“Dia memang baik Om, bukan baik lagi tapi sangat baik. Dulu aku pernah meninggalkannya tapi dia masih menganggap ku kakak, dia memberikanku kesempatan untuk menjadi kakak yang baik untuknya tapi aku malah mengecewakan dirinya dengan mengambil orang yang dia cintai dan saat ini dia begitu membenciku Om” lirih Revan sedih mengingat hubungannya dengan Rendi yang tidak baik.


“kau harus berusaha minta maaf dengannya, bahkan nanti misalkan Melody sadar aku suruh dia untuk minta maaf pada rendi atas kesalahan kalian berdua. Bisa-bisanya kalian jahat kepadanya”


“Pasti Om, kita pasti aku meminta maaf padanya. Maaf Om sebelumnya , saya mohon tolong kasih tahu saya soal siapa yang membuat Meldoy dirawat di rumah sakit yang bagus ini” ucap Revan berusaha menyelidik soal siapa yang membiayai semua perawatan Melody di Inggris.


“Orangnya sebaik itu Om?” ucap Revan semakin dia buat penasaran dengan orang tersebut, dia benar-benar ingin bertemu dan mengucap terima kasih pada orang itu tapi ayah Melody tidak ingin memberitahukan padanya.


“Iya dia baik sekali, bahkan teman dokternya yang mengirim kita kesini selalu menyempatkan diri untuk menelpon”


“Saya makin penasaran dengan orang tersebut Om,” ucap Revan.


“Oh iya Rendi bagaimana? Apa dia baik-baik saja, Om belum pernah menelponnya saat om pergi membawa Melody kesini tanpa sepengetahuan dia”


“Rendi baik-baik saja Om”


“Dia juga baik kan dengan istrinya?”


“Dia baik sekali dengan istrinya, dia sepertinya sangat mencintai istrinya itu. sekarang mereka berdua sepertinya sedang bahagia, karena aku dengar istrinya tengah hamil muda Om” jelas Revan.


“Syukurlah kalau dia bahagia dengan orang lain. Semoga dia bisa menjaga istrinya di saat hamil. Om belum berani menelpon dia, Om malu karena sempat menyalahkan Rendi karena dia menikah dengan perempuan lain dan Meninggalkan melody begitu saja.” Ucap ayah Melody.


Revan hanya bisa diam saja mendengar ucapan bersalah dari ayah perempuan yang dia cintai.

__ADS_1


.................................


Rendi dan Thalia sudah sampai di kantor polisi, Rendi menggandeng istrinya sampai depan pintu kantor tersebut. Dan dia menatap istrinya yang terlihat sedang mencari sesuatu.


“Kamu cari apa?” tanya Rendi penasaran.


“Nggak”


“Kamu tunggu disini dulu, aku mau absen sebentar. Nanti kita sarapan di warung depan” ucap rendi berpesan pada Thalia agar menunggunya di situ.


“Iya, ya sudah sana masuk” ucap Thalia.


“Aku masuk dulu” pamit Rendi dan langsung masuk kedalam ruangan yang dekat dengan pintu masuk.


Thalia sendiri setelah rendi pergi dia langsung masuk kedalam pintu utama kantor polisi itu,


“Kau,.”Seru Thalia memanggil pria yang duduk di kursi dekat dengan ruangan pemeriksaan.


“Lah, kenapa kau disini. Rendi mana?” ucap Andre yang terkejut melihat Thalia berjalan kearahnya.


“Diluar,”


“Hah, kenapa dia di luar dan yang masuk malah dirimu”


“Tidak usah banyak tanya, dimana sel sementara di kantor ini?”


“kenapa kau tanya sel sementara, aneh. Jangan buat gaduh di kantor polisi nona, suamimu kemarin tidak kenapa-kenapa kan saat pulang” heran Andre menatap Thalia.


“Kau cerewet sekali, cepat bilang. Kata siapa suamiku tidak apa-apa, perempuan murahan membuatnya kotor, aku harus menemui perempuan itu. buruan dimana dia?” tukas Thalia memaksa Andre


“maksudnya apa sih, aku tidak mengerti”


“Tingal tunjukkan dimana selnya perempuan yang kalian tangkap kemarin”


“Dia tidak ada di sel, dia di ruangan pemeriksaan sekarang” jawab Andre.


Dan Thalia langsung mengedarkan pandangannya mencari dimana ruangan itu yang ternyata di sebelah dirinya. Dia langsung masuk begitu saja.


“eh, eh Nona” Andre terkejut melihat Thalia yang langsung masuk begitu saja, dan dia menyusul perempuan itu masuk kedalam.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2