Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 01 (Season 2)


__ADS_3

Thalia berada di kamarnya, dia berbaring melihat langit-langit kamarnya yang dia beri lampu-lampu kecil sehingga terlihat begitu indah jika lampu utama dimatikan. Dia sedari tadi memegangi sapu tangan putih ditangannya, dia mengangkat lengannya perlahan melihat sapu tangan itu yang ada di depannya saat ini.


“pemilik mu sombong sekali padaku, dia tampan tapi menyebalkan” ucapnya memperhatikan sapu tangan putih itu. Sapu tangan yang suah dia cuci beberapa hari lalu, eitss tentu saja buka dia yang mencucinya tapi mbok sri asisten rumah tangga yang bekerja di rumahnya.


“baru kali ini pria tidak bertekuk lutut padaku,” ucapnya dan dia langsung duduk dengan kesal membayangkan perlakuan menyebalkan pria yang berprofesi sebagai polisi tersebut. Dia saja tidak tahu nama dari pria itu, tapi dia beberapa kali mendengar orang memanggilnya Rendi. Berarti namanya Rendi, pria menyebalkan dan pria satu-satunya yang berani menolak seorang Thalia Ravero sebelum menjadi pacarnya. Thalia membayangkan itu membuat Thalia tersenyum sini.


“Aku harus bisa membuat dia bertekuk lutut padaku” tekatnya begitu kuat, dia berdiri dengan penuh keyakinan.


Dia melipat sapu tangan yang sebelumnya dia remas dan berjalan kearah nakas meja yang berada di samping tempat tidurnya. Membuka laci meja tersebut dan mengeluarkan kotak kecil, ia membuka kotak tersebut dan menaruh sapu tangannya di dalam situ.


“Tunggu sebentar disini oke, aku akan membuat tuan mu bertekuk padaku” ucapnya bicara sendiri sambil memasukkan kotak kecil yang berisi sapu tangan tersebut kembali ketempat nya.


Thalia langsung melangkah pergi meninggalkan kamarnya, entah akan kemana dia saat ini. yang jelas dia harus membuat rencana agar membuat pria sombong itu tidak mengabaikannya lagi.


..........................


Rendi sedang duduk di sebua warung yang ada di depan kantor polisi tempat dia bertugas sekarang. Dia sedang menunggu makanan pesanannya bersama kedua rekannya yang lain.


Dia sibuk dnegan hp miliknya dan begitu juga temannya, mereka bertiga sama-sama sibuk dengan hp masing-masing hingga salah satu temannya menyodorkan Hp kearahnya.


Pandangan Rendi beralih, melihat kearah temannya dengan bingung


“kenapa?” tanyanya dingin.


“Lo nggak lihat berita online, lo jadi polisi paling dicari di pencarian” ucap Hardi Rekan dari Rendi.


“Hampir seminggu lo trending, gila memang lo” sahut Andre yang duduk disebelah Rendi saat ini.


“lo berdua ngomong apa sih, gue nggak ngerti” ketus Rendi tak berselera menanggapi ucapan teman-temannya.


“Ya ngomongin lo lah, lo masuk berita karena berani nangkap anak dari salah satu konglomerat di negara kita. Keluarga Ravero lagi yang lo tangkap” ucap Hardi seakan salut dengan keberanian Rendi.


“Berita basi, nggak perlu dibahas” cuek Rendi tidak menghiraukan hal tersebut.

__ADS_1


“Wah nih orang, haduh ni orang bawaannya dingin melulu. Gimana lo mau dapat pacar? Lo sama kita-kita dingin sama Fahri dulu lo biasa aja ya. Emang cocok sih kali berdua, wataknya hampir sama” cerocos Andre.


Rendi hanya mengabaikan saja ucapan teman-temannya, dia malas untuk menanggapi hal tersebut. Karena dia bukanlah orang yang banyak omong,.


“Ada sidak nggak lo nanti malem?” tanya Hardi pada Rendi.


“Kurang tahu,.” Jawab rendi singkat.


“kalau nggak ada kumpul yok, ajak fahri sama istrinya sekalian” ajak Hardi.


“Gue kayaknya nggak bisa, gue harus nemuin seseorang, lo bukannya ada jadwal jaga malam nanti” tanya Rendi melihat kearah Hardi.


“Eh iya lo ada jadwal jaga bro. Mau keluar aja lo” sahut Andre mengingatkan Hardi soal jadwal jaganya.


“Wah iya, gue lupa” Hardi menepuk jidatnya sendiri karena lupa harus jaga nanti malam.


“dasar lo belum tua juga udah lupa” Andre geleng-geleng kepala melihat pikunnya Hardi sementara Redi hanya tersenyum tipis dengan hal tersebut.


“Gue penasaran lo sama Fahri apa saudara sih, sedari dulu gue pengen tanya begini. lo deket banget sama dia?” tanya Andre penasaran.


“kenapa lo tanya begitu?” tambah Rendi menatap curiga pada Andre.


“Nggak ada, cuman penasaran aja. Soalnya dulu waktu gue belum satu tim sama lo, gue lihat lo dekat banget sama Fahri. Ditambah beberapa bulan lalu saat Fahri lagi terpuruknya lo selalu ada buat dia. Gue jadi iri soal itu” jelas Andre.


“Kenapa bisa Fahri berjasa buat lo?” tanya Hardi yang ikut penasaran.


“ada sesuatu yang nggak perlu gue ceritain sama kali,” jawab Rendi.


Kedua rekannya hanya bisa diam saja, mau bagaimana lagi tidak mungkinkan mereka mencampuri urusan pribadi orang lain.


Tak alma kemudian nasi sayur beserta lauknya sudah datang di sajikan di depan mereka saat ini.


Membuat tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka karena asik menyantap makanan itu, untuk mengisi perut mereka yang kelaparan karena berdinas dari kemarin dan baru ini ada kelonggaran dari pekerjaan mereka.

__ADS_1


........................


Thalia turun dari dalam mobilnya yang terbuka, mobil sport mewah berwarna merah tersebut terparkir didepan kantor polisi saat ini. sang pemiliknya baru saja keluar melepas kaca mata melihat gedung bertingkat dua yang ada di depannya.


“panas sekali hari ini,” gumamnya sambil mengernyit karena terkena silau matahari, dia memakai kacamatanya kembali. Melihat ke sana-kemari.


Setelah itu Thalia baru berjalan, tujuannya ke sini tentu saja ingin mendapatkan nomor telpon dari pria sombong itu. Dia sudah mencoba meminta pada kakaknya Lita tidak di beri, minta pada suami dari kakaknya juga tidak. Memang mereka pasangan menyebalkan, mengingat hal itu membuat dia kesal sendiri. Baru kali ini di menginginkan sesuatu harus turun tangan sendiri.


Baru saja dia akan melangkah, terdengar derap langkah yang sedikit gemuruh mendekat. Dia langsung melihat kebelakang melihat siapa yang beramai-ramai berjalan.


Pandangannya langsung tertuju pada pria berbaju coklat ketat dan tangannya berada di saku celana.


“kau muncul di depanku sekarang tanpa aku harus masuk kedalam,” ucap Thalia.


Sementara ketiga pria yang melangkah sambil mengobrol tersebut langsung berhenti ditempat mereka. Rendi yang tidak mengerti langsung melihat kearah depannya dimana seorang perempuan mengenakan pakaian sedikit seksi dan berkacamata hitam tengah menatap dirinya.


‘Itu bukannya putri bungsu dari keluarga Ravero?” bisik Andre


“Iya itu cewek yang lo masukkan ke jeruji besi waktu itu kan? Kenapa dia kemari” heran Hardi melihat kearah rendi siapa tahu pria itu mengetahuinya.


“gue nggak tahu” ucap rendi singkat dan melanjutkan jalannya meninggalkan kedua temannya yang masih bertanya-tanya mengenai kedatangan dari perempuan yang menurutnya manja dan semena-mena.


Rendi berjalan bukan ingin mendekati Thalia, dia malah berjalan terus mengabaikan Thalia yang sedikit melempar senyum padanya. Rendi tak menghiraukan hal tersebut, dia terus melangkah pergi.


Seketika senyum Thalia memudar saat Rendi melewati dirinya tanpa menyapa,


“Wah kurang ajar dia,” gumamnya sinis, menatap rendi yang sudah berlalu.


“hei pria sombong, kau mengabaikan ku. Berhenti aku bilang, aku ingin bicara padamu” seru Thalia sambil berjalan mengejar Rendi yang tak menghiraukan sama sekali.


Kedua rekan rendi hanya melihat saja, mereka saling tatap mempertanyakan rekan mereka ada hubungan apa dengan putri seorang konglomerat.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2