
Aryo dan istrinya Nafa bertandang ke rumah Fahri dan juga Lita hari ini mereka ingin melihat rumah baru anaknya tersebut. Fahri dan Lita yang membukakan pintu untuk mereka berdua,
Fahri melingkarkan tangannya di pinggang Lita mereka berdua tersenyum menyambut kedatangan kedua orang tua mereka.
“Selamat datang di rumah kita Pa, Ma” ucap Fahri pada mertuanya itu.
“”kalian tak seharusnya menyambut kita begini,” tukas Aryo pada Fahri dan juga Lita.
“Sudahlah Pa, ayo Ma Pa masuk” Lita mempersilahkan keduanya untuk masuk kedalam rumah mereka saat ini.
Mereka berempat langsung masuk kedalam rumah itu bersama-sama, berjalan sambil mengobrol satu sama lain.
“Ma, Pa aku kebelakang sebentar untuk menyuruh Mbok Yun membuatkan minum untuk kalian” pamit Lita dan langsung berdiri dari duduknya saat ini meninggalkan ketiganya yang mengangguk.
“papa senang denganmu Fahri, kamu benar-benar berubah. Dan kamu terlihat membahagiakan Lita saat ini.” pungkas Aryo setelah Lita pergi dari hadapan mereka saat ini
“tentu aku membahagiakan Lita Pa, dia istriku ibu dari anakku. Dan aku pastikan Papa tidak salah mempercayaiku lagi” tukas fahri dengan penuh keyakinan.
“kau lihat kan ma, Fahri membahagiakan putri kita” Aryo menatap kearah nafa yang duduk di sebelahnya.
“iya,” lirih Nafa sambil memperhatikan seluruh ruangan dimana mereka duduk sekarang. Rumah yang begitu besar dan juga rapi Fahri persiapkan semua ini untuk Lita. Membuat keraguan di hati Nafa pada Fahri kian luntur, dia sekarang percaya bahwa pria itu telah berubah dan benar mencintai putrinya.
Tak berselang lama kemudian Lita sudah kembali ditengah-tengah mereka sekarang.
“habis ngobrol apa ini?” ucap Lita penasaran menatap ketiganya bergantian.
“Ngobrol apa, kita tidak ngobrol apa-apa kok” jawab Fahri dan langsung menaruh tangannya di sandara sofa tempat Lita.
“Axel dimana sayang, mama pengen gendong dia?” tanya Nafa pada putrinya itu.
“Axel tidur ma, kalau Mama mau ketemu sama dia biar aku bangunkan dan bawa kesini” ucap Lita pada sang Mama.
“Oh dia lagi tidur, kalau begitu tidak usah, biarkan saja. Kapan-kapan Mama kesini lagi buat ketemu cucu Mama itu”
“kalau Mama pengen ketemu Axel nggak pa-pa Ma, aku bawakan dia ke sini” ucap Lita pada Mamanya itu.
“Nggak sayang, udah nggak usah. Lain kali aja Mama gendong Axel Nya” tukas Nana menolak.
__ADS_1
“Ya sudah kalau mama nggak mau” ucap Lita akhirnya.
........................
Lita sedang duduk di balkon sendirian menikmati udara malam yang menurutnya segar. Sementara Fahri berada di ruang kerjanya sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kantor. Itulah yang menjadi alasan Lita berada di balkon kamar sendirian saat ini. dia bosan tidak ada teman bicara atau bergurau karena anaknya juga tidur sedari tadi.
Hp Lita yang dia pegang sedari tadi bergetar, terdapat panggilan masuk disitu. ia melihatnya sekilas nama Thalia tertera begitu jelas di layar Hp tersebut.
“Thalia? Ada apa dia meneleponku malam-malam begini?” heran Lita saat melihat nama adiknya itu.
“Halo Thalia, ada apa?” tanya Lita saat dia mengangkat panggilan itu.
“Dimana Rey? Dimana kau sembunyikan dia sekarang?” ucapan terdengar melantur keluar dari mulut Thalia di seberang sana.
“Rey? Tentu saja Rey ada di apartemen miliknya. Kenapa kau bertanya padaku dimana dia? Kau mabuk sekarang?” tanya Lita
“Bukan urusanmu, aku hanya tanya dimana Rey. Gara-gara dirimu sekarang dia jauh dariku”
“hei Thalia, maksudmu apa. Jangan menuduhku, kalau memang dia jadi jauh darimu gara-gara aku. aku minta maaf tapi itu dulu dan dia juga dulu sudah putus darimu” tegas Lita dia berdiri mencoba untuk tidak terpancing emosi.
Deg,.
Lita yang mendengar perkataan adiknya itu seketika langsung terpaku, dia yang anti dengan ucapan seperti itu kini adiknya sendiri mengatakan hal itu padanya. Apa semua itu yang dirasakan Thalia selama ini. tapi dia juga tidak terlalu merasa merebut semuanya, dia saja selama ini berbuat kasar dengan keluarganya.
“Thalia, kau pulanglah. Kau mabuk kan? Aku tidak akan bilang pada kak David kalau dirimu mabuk. Kamu pulanglah ke rumah atau ke Apartemenku yang dulu agar Papa dan mama tidak tahu kalau kau mabuk” pungkas Lita merasa khawatir dengan Thalia saat ini. meskipun perkataan Thalia tadi sedikit menyakiti dirinya tapi bagaimanapun Thalia tetaplah adiknya.
“Tidak usah sok perduli padaku, kau perebut semua dariku. Aku yang anak kandung Mama tidak dia perhatikan malah dirimu yang selalu dia perhatikan. Pergilah dari hidupku, kemarin kenapa kau harus kembali hah”
“Thalia, kita bicara besok. Kamu sekarang sedang dalam pengaruh alkohol. Aku matikan sekarang” pungkas Lita langsung mematikan panggilan itu. Dia merasa sedikit terluka dengan perkataan tersebut.
Alasannya mematikan sambungan telpon lebih dulu karena percuma baginya bicara dengan orang yang sedang dalam pengaruh Alkohol. Tidak akan berguna sama sekali berbicara dengan orang yang dalam kondisi tidak sadar pikirannya.
Lita langsung duduk dengan lemah di kursinya tadi, dia merasa bersalah dan juga merasa sakit atas perkataan Thalia padanya.
“Kamu sedang memikirkan apa?” tanya Fahri yang datang mendekati dirinya saat ini.
“Tidak,” lirih Lita sambil menggeleng. Tidak mungkinkan dia bilang pada suaminya.
__ADS_1
“Kamu jangan bohong padaku, wajahmu menunjukkan kesedihan” pungkas Fahri berjalan mendekat dan langsung mengulurkan tangannya pada Lita.
Lita menerima uluran tangan itu dan dia berdiri kembali sambil menatap manik mata Fahri yang menilisik dirinya.
“Thalia barusan meneleponku, dia menanyakan Rey padaku dan sedikit berbicara tidak enak denganku tadi” jelas Lita akhirnya jujur pada suaminya tersebut.
“kenapa adikmu menanyakan Rey padamu, aneh sekali dia. Jangan berhubungan dengan rey lagi aku tidak menyukainya” pungkas Fahri langsung merengkuh pinggang Lita.
“Aku tidak berhubungan dengan Rey, kita hanya sebatas berteman saja. Lagipula dia banyak berjasa padaku” ucap Lita.
“terserah dirimu lah, kenapa thalia?”
“Aku tidak ingin membahasnya, besok saja aku ngantuk” Lita melepaskan tangan Fahri dari pinggangnya dan dia berjalan masuk kedalam kamar. Fahri hanya menatap bingung kepergian istrinya yang tampak sedih seperti itu. Kira-kira apa yang terjadi pada Lita.
.............................
“Sayang pakaikan aku dasi dong,” ucap fahri yang dari depan lemari berjalan menghampiri Lita yang ada di sofa tengah menyusui Axel.
Fahri langsung meneguk ludahnya melihat itu, melihat buah dada istrinya di pagi hari seakan menggugah selera dirinya.
“Aku juga boleh merasakan air susumu tidak sayang?” ucapnya sedikit menggoda sang istri.
Mendengar hal itu Lita langsung menatap tajam kearah fahri.
“heheh bercanda” senyum Fahri pada istrinya.
“Cepat sayang pakaikan dasi ku,”
“Kamu kan bisa memakainya sendiri, pakai saja sendiri. Aku sedang menyusui Axel” tukas Lita.
“Tuh, Axel sudah. Aku ingin kamu yang memakaikannya. Ayo habis ini kamu ikut aku ke kantor juga ya” ucap Fahri dan seketika membuat Lita terkejut.
“Apa?” kaget Lita dia merasa heran kenapa juga Fahri harus mengajaknya ke kantor.
°°°
T.B.C
__ADS_1