
Rendi sedang berada di balkon kamarnya, dia melihat pemandangan di sekitar apartemen dari atas. Thalia sendiri saat ini tengah tidur siang karena dia bilang lelah makanya dirinya menyuruh sang istri untuk tidur saja saat ini.
Sehabis dari supermarket tadi mereka tidak pergi kemana-mana, karena mau kemana lagi mereka tidak ada rencana untuk pergi kemana pun saat ini. dia juga sedang cuti, besok ia baru berangkat bekerja. Jadi hari ini ia habiskan waktunya saja dnegan sang istri.
Ponsel yang dipegang Rendi berbunyi, dan Rendi langsung melihatnya karena dia memang sedang menunggu-nunggu panggilan dari seseorang.
“halo,” ucap rendi saat sudah mengangkat panggilan tersebut.
“bagaimana kau sudah menemukan siapa pemilik nomor itu?” tanya Rendi pada orang yang menelpon dirinya
“Iya, Faldo sudah mencarikan untukmu nomor siapa itu sebenarnya” ucap Dava pada Rendi.
“Nomor siapa?” ucap rendi yang begitu penasaran, meskipun dia sudah mencurigai seseorang tetapi dia masih belum yakin saja dengan kecurigaannya itu.
“Dari informasi yang Faldo lacak tadi nomor itu milik seorang berkewarganegaraan Jerman, yang memiliki garis keturunan Indonesia alias blasteran Indonesia. Dia baru saja kembali ke Indonesia setelah hampir Lima bulan di Jerman. Namanya Nicholas Kyle Andrew, dia sekarang menginap di sebuah apartemen dimana kamu tinggal dulu nomor 20. dia satu gedung dnegan apartemen mu yang dulu” jelas Dava memberikan informasi pada Rendi soal nomor yang diminta pria itu tadi untuk melacaknya.
“Benar dugaan ku, pria itu berani macam-macam denganku” gumam Rendi tersenyum sinis saat mendengar nama tersebut. Dugaannya ternyata benar, pria itu Nicholas, sebegitu nya Nicholas mendekati Thalia sampai apartemen saja satu gedung dengan apartemen mereka dulu.
“Kenapa kau bilang begitu? Kau kenal pria itu”
“Tidak, sebelumnya terima kasih. Dan tolong bilang pada Faldo aku sangat berterima kasih dengannya. Baru beberapa jam lalu aku menyuruh kalian tapi sudah mendapatkan informasi soal itu.” ucap rendi sangat berterimakasih dengan rekannya tersebut.
“Santai saja, nanti aku sampai kan pada Faldo. Dia juga bilang minta maaf padamu, karena sedari pagi tidak bisa mengangkat panggilan darimu” ucap dava di seberang sana.
“Ya,”
“Kalau begitu sudah dulu Ren, aku masih banyak kerjaan. Kau besok ke kantor kan?” tanya Dava pada Rendi sebelum mengakhiri panggilan.
“Iya besok aku dinas” jawab Rendi.
“Oke, sudah dulu ya” ucap Dava.
__ADS_1
“Ya, matikan saja” ucap Rendi, panggilan langsung terputus karena Dava sudah mematikan panggilan mereka sekarang.
“Nicholas, kau tidak ada takutnya juga mendekati istriku setelah apa yang ku lakukan dulu padamu” ucap rendi sambil menggenggam kuat ponselnya, mungkin itu kalau benda agak lunak bisa patah begitu saja karena kuatnya genggaman Rendi.
Rendi langsung masuk kedalam kamar saat ini, dia buru-buru masuk kedalam. Dia melihat istrinya yang sedang tidur pulas, ia perlahan berjalan ke arah lemari dan sedikit berhati-hati agar tidak mengganggu Thalia yangs edang tidur saat ini.
Dia membuka lemarinya dan mengganti bajunya dengan baju. Ia harus memberi pelajaran pada Nicholas menanyakan maksud pria itu apa masih menghubungi istrinya dan maksudnya apa menemui melody membicarakan tentang Thalia apa yang pria itu rencanakan sebenarnya.
Setelah berganti baju, Rendi melihat Thalia yang masih tidur dan tidak terganggu sama sekali dengannya. Dia perlahan mendekati sang istri yang tengah tidur, mencium keningnya singkat dan melihat wajah cantik Thalia.
“Aku pergi dulu sayang, maaf aku tidak bilang padamu aku akan kemana” ucap Rendi pada Thalia, dia berbicara sedikit bergumam dan lirih agar Thalia tidak terbangun dari tidurnya.
Setelah mencium Thalia Rendi langsung pergi begitu saja, dia pergi secara diam-diam tanpa sepengetahuan istrinya itu. kalau Thalia tahu kemungkinan pasti akan melarangnya untuk tidak pergi.
...............................................
Rendi sudah sampai di gedung apartemennya dulu, bahkan dia sudah melewati apartemennya yang dulu yang sekarang ditempati revan. Nicholas tinggal di ujung apartemennya dulu nomor 20.
Rendi yang sudah sampai didepan apartemen Nicholas langsung menggedor-gedor pintu apartemen tersebut. Dia tidak bisa untuk bersikap biasa saja karena orang seperti Nicholas sepertinya tidak bisa diajak bicara baik-baik.
Tak Lama pintu terbuka dan menampakkan wajah Nicholas yang pertamanya kesal tetapi saat melihat dirinya langsung terdiam memperhatikannya dengan tatapan bingung.
“Kau, ada apa kau kesini?” tanya Nicholas saat melihat rendi berdiri di depan apartemennya.
Bukannya menjawab Rendi malah masuk kedalam tanpa dipersilahkan lebih dulu oleh sang pemilik apartemen.
“Anda seorang polisi kan kenapa tidak ada sopan-sopannya masuk ke apartemen orang?” sinis Nicholas pada Rendi yang sudah masuk kedalam apartemennya.
“Seharusnya saya yang berkata begitu pada anda, anda tidak ada sopan-sopan nya menghubungi istri orang tanpa bicara dulu dengan suaminya” ucap Rendi yang membalikkan omongan Nicholas.
Mendengar ucapan Rendi itu membuat Nicholas terkejut menatap Rendi,
__ADS_1
Melihat hal itu rendi tersenyum sinis menatap pria tinggi didepannya.
“Kau pikir aku tidak tahu siapa yang menghubungi istriku” ucap Rendi sinis.
“Oh iya, bodohnya aku. kau polisi hebat kan. wajar jika kau tahu, kenapa kalau aku menghubungi mantan kekasihku. Apa ada masalah soal itu” ucap Nicholas yang tidak merasa salah sama sekali.
Mendengar ucapan itu Rendi mendekati Nicholas yang langsung tampak cemas dengan dirinya sendiri dia takut kalau rendi akan bertindak lebih padanya.
“Jelas salah, dia istriku. Dan maksudmu apa menghubungi dia, saat aku angkat kau matikan begitu saja. Aku berusaha untuk menggoda istriku lagi atau kau ada rencana lain?” tukas Rendi
“tidak ada, aku hanya ingin membangun komunikasi lagi dengan Thalia. Kenapa kau protektif sekali dengan Thalia, dan kenapa kau melarang sekali dia berhubungan denganku,s edang dari yang aku tahu kau tidak masalah Thalia berhubungan dnegan rey yang jelas mantan kekasih terindah istrimu”
“Aku peringatkan padamu saat ini, jangan coba-coba kau mendekati istriku lagi. Karena aku tidak akan tinggal diam soal ini mengerti” ancam rendi mengabaikan ucapan Nicholas
“Kau ternya licik ya, kau mengikat perempuan dalam pernikahan tetapi kau masih memiliki tunangan” sinis Nicholas.
“Ciih, jangan sok tahu anda” tukas Rendi.
“Aku tidak sok tahu, aku sangat tahu mengerti. Jangan kau suruh diriku untuk tidak mendekati Thalia, aku akan mengambil dirinya darimu. Lepaskan dia untuk ku dan kau kembali lah dnegan tunangan mu yang sudah sadar itu” ucap Nicholas
“Dia bukan tunangan ku mengerti”
“Ciih, kau seorang penegak hukum ternyata rakus juga.”
Rendi yang habis kesabaran langsung memukul Nicholas saat ini, sehingga membuat pria itu yang tidak siap langsung terjatuh ke lantai akibat pukulan keras dari Rendi
“Jangan sok tahu tentang diriku, dan aku peringatkan lagi jangan mendekati istriku” ucap rendi sambil berada di atas tubuh Nicholas dia kembali memukuli pria itu.
°°°
T.B.C
__ADS_1