Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 90


__ADS_3

Fahri sedang duduk di meja makan menunggu sarapan yang sedang di siapkan oleh Lita dan juga mbok jum. Benar mbok Jum mereka ajak kembali di rumah mereka yang sekarang. Karena perempuan aruh baya tersebut sudah Lita anggap saudaranya sendiri bahkan sudah perempuan itu anggap ibunya.


Fahri tadi sudah bersikeras menyuruh Lita untuk tidak ikut menyiapkan makanan untuknya tapi istrinya itu begitu keras kepala sehingga membuat dirinya tak bisa melarangnya lagi.


“ini teh mu, dan selamat pagi” ucap Lita menaruh teh buatannya di depan Fahri. Dia langsung mencium pipi suaminya. Seketika Fahri melihat dengan terkejut, karena tidak biasanya Lita mencium dirinya seperti ini.


Lita sendiri malah tersenyum melihat wajah suaminya yang tampak keheranan.


“kenapa melihatku begitu?” Lita berdiri sambil tangannya memegang meja dan menatap Fahri yang duduk didepannya.


“Kamu tumben pagi-pagi sudah manis denganku sayang?” heran Fahri menatap sang istri.


“Kan aku sudah bilang kalau aku mau menjadi diriku yang dulu, mengutarakan rasa secara terang-terangan” jawab Lita menatap manik mata suaminya dengan lekat.


Fahri menarik Lita membuat perempuan itu langsung mendarat di pangkuan dirinya saat ini.


“Kamu tidak suka aku begini,” tanya Lita pada Fahri.


“Aku menyukainya, malah aku sangat suka. Kalau kamu bersikap seperti ini malah semakin membuat hubungan kita menadi hangat. Aku menyukainya, lakukan seperti ini terus padaku.” Pungkas Fahri mengeratkan tangannya di pinggang Lita. Dan dia akan mencium istrinya tapi Lita menahan dada Fahri membuat Fahri menatap Lita tak mengerti.


“kenapa?”


“angan disini, ada mbok Jum. Nggak enak dilihatnya” ucap Lita tepat ditelinga Fahri.


“Ternyata kamu masih malu terang-terangan,” senyum tipis tercetak di bibir Fahri melihat istrinya yang was-was melihat sekeliling takut kalau mbok Jum datang.


“Kalau dengan orang lain aku tidak malu, tapi dengan mbok Jum aku malu. Dia seperti ibuku sendiri” jelas lita.


“baiklah, kita lanjut nanti saja. Aku mau makan dulu, kamu mau aku suapi” ucap Fahri pada istrinya.


“Nggak, aku mau ke dapur. Oh iya aku lupa bilang padamu, Axel dibawa Mama Wulan kerumahnya” Langkah Lita berhenti dan dia langsung berbalik menatap fahri lagi.


“mama membawa Axel, kamu ijinkan?”


“Iya, Axel Kan juga cucu Mamamu”


“Kamu sepertinya sengaja ya, agar kita bisa berduaan terus” ucap Fahri


“nggak usah, kamu lanjutkan makan saja. Aku mau kembali ke dapur” tukas Lita menggeleng sambil berjalan pergi menuju dapur meninggalkan Fahri yang memegang sendok kembali sambil memperhatikan istrinya sambil tersenyum.


..........................


Fahri hari ini menemui Rendy, temannya yang sudah sangat berjasa dalam hidupnya. Pria yang selalu membantu dirinya dulu saat dia benar-benar terpuruk akan kehilangan Lita.

__ADS_1


“Ada apa bro, tumben ngajak ketemu” ucap Fahri yang datang-datang langsung menepuk bahu Rendy yang duduk membelakangi dirinya sedang meminum minuman berwarna


Rendy yang merasakan tepukan tersebut langsung melihat kearah Fahri yang menarik kursi disebelahnya. Kebetulan saat ini mereka sedang duduk di kursi Cafe yang menghadap ke kaca besar yang tertuju pada jalanan di depan mereka.


“Ada yang ingin, aku berikan padamu” jawab Rendy menatap kearah temannya.


Kerutan di dahi Fahri tercetak dengan jelas, dia penasaran dengan apa yang akan diberikan Rendy padanya.


“Apa?”


“Kamu dari dinas, atau sedang berdinas saat ini. kenapa memakai seragam?” tanya Fahri yang baru menyadari kalau Rendy mengenakan tas kecil yang ada di pinggangnya untuk menaruh pistol. Saat ini tugas rendy memang sudah berubah, dia sekarang menjadi intel polisi yang mengenakan seragam bebas.


“Aku baru saja dari kantor, dan menghubungimu”


“Ada perlu apa memang,?” heran fahri dia penasaran.


Rendy berdiri dan mengambil sesuatu dari saku celananya.


“Ini,.” Rendy menyerahkan dompet wanita berwarna hitam ke hadapan Fahri.


“Apa ini?” Fahri dibuat semakin bingung dengan hal itu.


“Aku menemukan ini di Club beberapa hari lalu, dan aku lihat didalamnya ada foto cewek dan kedua orang tuanya.”


“lalu apa hubungannya denganku?”


Mata Fahri terbuka lebar mengamati dengan seksama, dia melihat foto tersebut, benar saja itu foto kedua mertuanya dan Juga Thalia.


“iya ini punya adik ipar ku, kamu tadi bilang menemukannya dimana?” ucapnya dan mengambil dompet tersebut.


“Aku menemukannya di Club, saat aku merazia tempat itu dan ada cewek yang menabrak ku dan dia lari begitu saja. Terus dompet ini jatuh di depanku” jelas Rendy bagaimana dia bisa menemukan dompet tersebut.


“kalau memang benar itu dompet adik ipar mu, aku titipkan saja padamu. Tolong berikan padanya” lanjut Rendy.


“Iya, nanti aku suruh istriku untuk memberikan pada Thalia” pungkas Fahri.


“oke, aku kasih ke kamu. Kalau begitu, aku pergi dulu ya. Tahu sendiri kamu komandan ku bagian penyelidik sekarang bagaimana?” ucap rendy dan langsung pamit pada Fahri. Karena dia ada kepentingan lain dan dia ingin bertemu Fahri hanya ingin memberikan dompet itu saja.


“Ya sudah sana, kamu pergi. Selalu jaga dirimu sobat” ucap Fahri bertos dengan Rendy. Keduanya mengepalkan tangannya dan meninju kan tangan mereka satu sama lain.


“Pergi dulu ya,” Rendy hormat sambil berjalan meninggalkan Fahri.


Fahri membalasnya dengan tersenyum tipis, sambil memperhatikan kepergian Rendy.

__ADS_1


.............................


“kau bilang apa pada kak David hah?” Thalia datang-datang langsung mendorong bahu Lita saat perempuan itu membukakan pintu untuknya.


Lita seketika sedikit terdorong kebelakang menatap adiknya tak percaya.


“kamu nih ngomong apa sih Thalia, datang-datang sudah marah-marah padaku” ucap Lita menatap adiknya, dia berusaha biasa saja dengan hal itu.


“Jangan sok polos deh lo, kamu orang munafik. Yang merebut semua keluargaku, kamu bilang apa pada kak David sehingga dia marah padaku hah” lagi Thalia akan mendorong kuat Lita tapi Lita terlebih dahulu memegang tangan Thalia.


“Kamu tidak punya sopan santu ya dengan kakakmu, aku masih bisa sabar denganmu”


“Kakak, kau bukan kakakku mengerti. Kakakku hanya kak David sedangkan dirimu hanya anak haram dari papa” decih Thalia dan dia menghempas tangan Lita.


Lita menatap adiknya,


“Oke kamu tidak menganggap ku kakak, aku juga tidak akan menganggap mu adik ku. Keluar dari rumahku” ucap Lita dengan tegas sorot matanya berubah menjadi dingin. Ia langsung menarik tangan Thalia untuk keluar dari rumahnya.


“Cih, lepaskan tanganku. Kau kira ini rumah siapa, ini rumah Papa ku bukan rumahmu. Seharusnya kau yang pergi dari rumah ini”


“Jangan sok tahu, ini rumah suamiku dan dia membuatnya sendiri tanpa uang papamu itu.”


“kau yakin, suamimu uang darimana sok kaya sekali” ucap Thalia seakan merendahkan Fahri.


“jaga mulutmu Thalia, dia suamiku. Dan dia bekerja memiliki perusahaan sendiri. Mengerti”


“Mana mungkin, dia hanya seorang lintah darat. Dia menikahi mu saja karena harta”


Plakkk


Lita menampar Thalia dengan cukup keras,


“kau menamparku,?” ucap Thalia tidak terima dia memegangi wajahnya saat ini. ia menatap sinis kearah Lita.


Thalia mengangkat tangannya dan akan menampar balik Lita, tapi Lita sudah menahannya lebih dulu.


“kau memang anak manja dari dulu, kau boleh menghinaku anak haram. Tapi jangan mengejek atau menghina suamiku, mengerti” ucap Lita dengan sorot mata menakutkan. Dan dia langsung memelintir tangan Talia mendorongnya kuat keluar dari rumahnya.


“pergi dari rumahku, dan aku tidak tahu apapun soal kak David yang memarahi mu. Mulai sekarang aku tidak akan menganggap mu adik atau keluargamu yang lain sebagai keluargaku. Ambil mereka,” Lita tampak begit marah dan dia menutup pintu rumahnya dnegan cukup keras.


“Cih, dasar anak haram.” Teriak Thalia dari luar.


Lita yang ada dibalik pintu, hanya mengepalkan tangannya dengan kuat. Dia tidak akan tinggal diam lagi soal Thalia, perempuan itu harus di tegasi sekali-kali.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2