Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
23


__ADS_3

Lita duduk bersama David dan juga teman-teman dari David saat ini. Lita sendiri duduk tepat disebelah David duduk sementara disebelahnya lagi masih kosong belum ada yang mendudukinya.


"Apa yang dilakukan suamimu kemarin saat kamu baru pulang dari Belanda setelah beberapa hari,?" bisik David ditelinga adiknya.


"Tidak ada" jawab Lita singkat.


"Jangan bohong padaku Lita, dia berbuat kasar padamu kan?" ucap David sedikit meninggikan nada bicaranya.


"Kau kenapa David?" Tanya Hansel pada David.


"Tidak ada"


"Kalau tidak ada kenapa kamu tampak Marah dengan adikmu" ucap Tara pacar dari Hansel.


"Kak David tidak marah denganku kok" ucap Lita membela sang kakak.


"Rey dimana sih kenapa belum datang juga" tukas Hansel.


"Aku juga tidak tahu," sahut David.


Mendengar nama Rey disebut membuat Lita merasa khawatir kalau dia masih disini terus nanti Fahri semakin menuduhnya kalau kemarin dia pergi bersama Rey padahal dia belum bertemu Rey sudah beberapa minggu. Ia sendiri saja heran kenapa Fahri menuduhnya sedang pergi bersama Rey kemarin.


"Kak David, Kak Hansel dan Kak Tara aku pergi dulu" ucap Lita memilih untuk pergi daripada nanti Fahri salah paham padanya.


"Loh kenapa buru-buru Lita, kamu kan baru saja duduk disini" ucap Tara.


"Aku harus menemani suamiku" Lita mulai berdiri dan tiba-tiba kakinya terkilir dan membuatnya hampir terjatuh kalau saja tidak ada yang menangkap dirinya saat ini.


"Hoi, ada yang tidak beres denganmu?" ucap Rey yang melingkarkan tangannya di pinggang Lita menahan perempuan itu agar tidak jatuh..


"Untuk ada Rey, kalau tidak kau bisa jatuh" ucap David sedikit membesarkan suaranya agar Fahri yang tidak jauh dari mereka saat ini mendengarnya.


"Iya untung ada Rey," ucap Hansel menyahuti.


"Kamu datang diwaktu yang tepat Rey" sahut Tara.


"Terimakasih" ucap Lita melepaskan diri dari Rey dan menegakkan tubuhnya. Baru beberapa saat dia sudah merintih sakit di kakinya saat ini.


"Arkkh," rintihnya langsung duduk di tempatnya lagi.


"Kau kenapa?" tanya David yang khawatir.


"Kan, memang ada yang tidak beres denganmu" ucap Rey yang langsung menekuk lututnya di depan Lita.


"Kamu mau apa?" heran Lita menatap Rey.


"Mau menghilangkan ketidak beresan pada dirimu" ucapnya.


"Kamu kesakitan karena sepatu ini kan?sepatunya sudah sempit kenapa kau memakainya" ucap Rey yang menyadari sepatu Lita sempit dan dia langsung melepasnya.


Fahri yang tidak jauh dari situ ternyata sedari tadi memperhatikan kearah mereka terus.

__ADS_1


Tangannya mengepal, wajahnya berubah memerah.


Dadanya naik turun menahan gejolak amarah yang entah langsung muncul begitu saja di dalam hatinya saat ini.


"Pa aku ke sana dulu" pamitnya pada sang mertua.


"Iya,." jawab Aryo.


Segera saja Fahri langsung berjalan cepat mengarah menuju ke Lita yang tampak menikmati kakinya dipegang oleh Rey.


"Sayang ayo pulang," ucap Fahri yang sampai didepan Lita saat ini.


Keempat orang yang ada disitu langsung melihat kearah Fahri.


Lita tampak terkejut, apa dia tidak bermimpi barusan Fahri memanggilnya sayang.


"Kau tidak dengar, ayo pulang" ketus Fahri menarik Lita agar berdiri.


"Arkh," Lita mengerang sakit pada kakinya.


"Kau bisa lembut tidak dengan adikku" sergah David tidak terima.


"Kakinya sakit, anda bisa pelan" ucap Rey yang berdiri menatap Fahri yang ada di samping Lita.


"Dia istriku terserah diriku" ketus Fahri pada Rey.


"Aku tahu dia istrimu tapi dia adikku" pungkas David.


"Maaf kak, jika aku salah tapi dia istriku aku yang sangat berhak" ucap Fahri.


Sekali lagi Lita dibuat terkejut dengan tindakan Fahri saat ini kedua kalinya Fahri bersikap baik padanya hari ini.


Dalam gendongan sang suami, dia terus melihat pria itu yang menggendong dirinya saat ini.


Benarkah ini Fahri yang selalu kasar padanya setelah menikah atau Fahri yang dulu ia kenal.


"Kenapa melihatku terus" sinis Fahri masih terus menggendong Lita.


"Tidak," jawab Lita menggeleng.


Fahri kemudian diam saja masih terus menggendong Lita keluar dari tempat acara saat ini.


………………


"Mas, apa yang kamu lihat tadi tidak seperti yang kamu pikirkan" ucap Lita menatap Fahri yang sedari tadi diam menyetir.


"Memang apa yang aku pikirkan, jangan terlalu percaya diri kamu" ketus Fahri menatap Lita.


"Kamu mau ngapa-ngapain juga sama pria itu aku tidak perduli" lanjutnya sambil terus menyetir tapi pandangan matanya sesekali melihat keluar seperti mencari sesuatu.


Tiba-tiba saja Fahri menghentikan mobilnya saat ini.

__ADS_1


"Kamu disini sebentar," ucapnya dan langsung turun dari mobil.


"Mau kemana mas?" pertanyaan Lita tidak di jawab Fahri malah menutup pintu mobil keras dan berlari kecil ke arah apotik.


Melihat itu jujur Lita heran kenapa dengan Fahri, apa pria itu sakit kenapa harus ke apotik.


"Hari ini aku senang mas, setelah sekian lama kamu memanggilku sayang lagi" ucap Lita memperhatikan Fahri dari dalam mobil.


Fahri berlari kecil lagi menuju mobilnya saat ini dengan membawa kresek warna putih di tangannya.


"Kamu sakit mas? apa yang sakit?" tanya Lita saat Fahri sudah masuk kedalam mobil.


"Jangan berisik, kemari kan kakimu" Fahri mengangkat pelan kaki Lita menaruh di pangkuannya.


Lita melihat hal itu, apa ini hanya mimpinya saja Fahri bersikap lembut padanya.


"Kau bodoh atau bagaimana hah? sepatu itu sudah kekecilan untukmu tapi kenapa kau masih memakainya" sungut Fahri memegang kaki Lita sambil mengeluarkan obat luka dari dalam kantung kresek itu.


"Itu hadiah darimu beberapa bulan lalu saat kita pacaran" ucap Lita lirih sambil memperhatikan Fahri.


Fahri langsung melihatnya. Ia tidak bicara apa-apa. Fahri mengobati kaki Lita saat ini, dia melihat kaki mulus istrinya itu yang terluka saat ini gara-gara sepatu yang kekecilan.


"Sudah, singkirkan kakimu sekarang" ucap Fahri menyuruh Lita menurunkan kakinya.


"Terimakasih mas" ucap Lita dan langsung mencium pipi Fahri.


Fahri yang terkejut langsung melihat kearah Lita,


"Kau apa-apaan," ucapnya.


"Itu hadiah dariku mas, karena kamu telah mengobati kakiku" ucap Lita sambil tersenyum bahagia menatap Fahri.


°°°°°


"Suami adikmu romantis juga ternyata?" ucap Hansel pada David yang diam saja dan sesekali menatap sepatu Lita yang ada di bawah saat ini.


Dia juga menatap Rey seakan bertanya kenapa kau diam saja saat Lita diajak Fahri. Itulah yang seakan dibicarakan David.


"Cih akting murahan begitu, sungguh menipumu ternyata" ucap David.


"Akting maksudmu?" ucap Hansel dan Tara bersamaan.


"Aku pergi dulu" ucap David dan langsung berdiri dari duduknya saat ini.


"Kenapa dia? sepertinya dia marah sekali pada adik iparnya sendiri?" ucap Hansel penasaran dengan sikap David.


"Aku pergi dulu, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan pada David" bukannya menjawab Rey malah ikut pergi.


"Dua orang itu kenapa sih,?" heran Hansel.


"Sudahlah sayang biarkan saja mereka berdua" pungkas Tara menenangkan sang kekasihnya itu.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2