Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 92


__ADS_3

Lita bangun lebih dulu dari Fahri, dia perlahan melepaskan tangan suaminya yang memeluknya saat ini. Dia hari ini harus memasak untuk Fahri dan menyiapkan baju kerja Fahri yang sudah disetrika oleh mbok Jum. Baru habis itu dia mandi dan akan menumpang Fahri untuk ke rumah mertuanya mengambil Axel. Karena tidak mungkin dia berlama-lama menitipkan Axel pada mertuanya.


“mau kemana kamu sayang?” tanya Fahri saat melihat Lita yang akan berjalan keluar dari kamar mereka.


“Aku mau kebawa, membuat makanan untukmu sarapan. Kenapa?” tanya Lita balik memperhatikan suaminya yang meregangkan otot-ototnya saat ini sembari menguap.


“Aku hari ini tidak berangkat ke kantor, tidak usah membuat sarapan untukku. Kita makan diluar saja bagaimana?”


“kalau kita makan diluar, Axel bagaimana. Tidak enak sama Mama Wulan” pungkas Lita berjalan mendekat kembali pada suaminya dia duduk di tepi ranjang melihat Fahri.


“Axel nanti sore saja kita ambil, aku masih butuh waktu berdua denganmu” pungkas Fahri menggeser dirinya untuk lebih dekat lagi dengan Lita.


“Kamu mau bicara sesuatu padaku atau mau hal lain sehingga hanya butuh waktu berdua saja” Lita menatap penasaran pada Fahri,


“Kamu menganggap ku suamimu kan?”


Lita menatap fahri,


“Ya jelas aku mengganggap mu suamiku, kalau tidak tidak mungkin aku mau kembali padamu lagi. Kenapa kamu bicara begitu”


“ya sudah bilang apa yang mengganggu pikiranmu semalam. Mumpung ini masih pagi sayang, udara masih fresh dan emosi masih terkendali. Kamu ada masalahkan? Bilang padaku”


“Apa yang harus aku bilang?” batin Lita jadi bingung, apa yang akan dia katakan pada Fahri, kalau dia bilang pada Fahri bisa-bisa Fahri marah dengan Thalia.


“Sayang, kenapa malah diem aja. Bilang sama aku sekarang?” tegas Fahri memegang bahu Lita untuk segera bicara jujur dengannya.


“Kemarin Thalia datang dan melampiaskan amarahnya padaku karena habis dimarahi oleh kak David, bukan itu saja dia menjelekkan dirimu. Sehingga membuatku marah dan langsung menamparnya” jelas Lita sesekali menunduk dan melihat kearah Fahri yang melebarkan matanya setelah mendengar hal itu.


“Apa?? Lalu kamu diapakan olehnya?” tanya Fahri


“Dia akan menamparku balik tapi aku keburu menahannya dan mendorongnya keluar dari rumah kita.”


“Bagus, kamu memang istriku. Adikmu itu memang tidak bisa di lembuti, dia harus di kerasi sedikit. Ayo berdiri,” ucap Fahri dan meminta Lita untuk berdiri dari duduknya.


Lita mendongak melihat Fahri, dia bingung kenapa Fahri menyuruhnya untuk berdiri.


“kita mau kemana?” heran Lita, dia sudah berdiri sambil melihat suaminya.

__ADS_1


“Ayo kita ke rumahmu, kita bilang pada Papa dan juga Mamamu kalau Lita sudah kurang ajar padamu”


“Nggak usah, biarkan saja. Dan..dan mu..mulai sekarang kita tidak usah ke rumah Papa dan Mamaku ya”


“kenapa?”


“A.aku tidak akan menganggap mereka keluargaku lagi seperti yang Thalia bilang. Aku bukan bagian keluarga mereka jadi untuk apa kita ke sana” lirih Lita, sebenarnya dia berat untuk mengatakan hal ini tapi bagaimana lagi.


Lita duduk lagi ditempat tidur dengan lemah, wajahnya berubah menjadi sedih, Fahri melihat hal itu dan dia juga ikut duduk.


“biarkan saja omongan Thalia, Papa Aryo juga Papamu. Dan mereka keluargamu sayang, kita ke sana bilang pada Papa Aryo” Fahri memegang kedua bahu istrinya menatap manik mata hitam itu.


“Bukan, sekarang bukan sayang. Aku anak yang tidak diharapkan di keluarga itu, aku hanya anak haram Papa. Aku juga sudah pada Thalia kalau aku tidak akan ke rumah papa lagi” ucap Lita.


“Sayang jangan begi..”


“Sudah Fahri, ini urusanku. Aku tidak mau lagi ke rumahku, mereka bukan keluargaku lagi” Lita sedikit meninggikan suaranya, dia melepas paksa tangan Fahri yang ada di bahunya dan ia berjalan kearah sofa.


“kalau kamu mau ke rumah Papaku, bilang soal itu silahkan. Tapi aku tidak mau ke sana, kamu tidak tahu sakitnya dikatakan anak haram. Aku yang terlalu terlena dengan kasih sayang mama Nafa sampai lupa kalau aku hanya seorang anak haram hasil perselingkuhan papa.” Lirih Lita dia menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Ia menutupi air matanya yang menetes, tak ingin suaminya itu melihat dirinya yang sedang menangis.


Fahri langsung berdiri dan berjalan menghampiri sang istri yang menutupi wajahnya saat ini menyembunyikan kesedihan disitu.


“Baiklah, jika kamu tidak ingin ke sana lagi. Jangan menangis, kamu buka anak haram sayang. Tidak ada anak haram itu, semua anak terlahir suci dan kamu tidak usah sedih ada aku yang selalu ada buat mu. Sudah jangan menangis,” ucap Fahri memeluk sang istri sambil mengusap lembut bahu istrinya yang terisak.


...............................


David sedang memakai parfum miliknya bertepatan dengan itu Naya keluar dari dalam kamar mandi. Dia baru saja selesai mandi saat ini. tapi seketika dia langsung menutup mulutnya rapat-rapat.


Hooeek,


Dia terasa ingin muntah membuat ia kembali masuk kedalam kamar mandi. David yang melihat itu langsung menatap aneh serta diliputi rasa khawatir saat dia mendengar suara Naya yang muntah-muntah di dalam kamar mandi. Dia perlahan berjalan masuk menghampiri Naya yang berjongkok di depan closet mengeluarkan sisa-sisa makanan di dalam perutnya saat ini.


“kamu kenapa? Sakit?” taya David yang berdiri di belakang Naya saat ini.


Naya langsung mengusap mulutnya, dan menoleh kebelakang melihat David yang menatanya saat ini.


“Kamu ganti Parfum ya?” tanya Naya pada David.

__ADS_1


“nggak, ini Parfum yang biasa aku pakai,”


“Kenapa baunya nggak enak, perutku mual saat mencium parfum mu”


“Jangan aneh-aneh deh. Tidak masuk akal, ayo berdiri sayang” tukas David sambil membantu Naya berdiri tapi Naya kembali merasa mual membuat dia langsung jongkok kembali dan memuntahkan yang ada di dalam perutnya lagi.


“Parfum kamu nggak enak baunya David, tolong ganti bajumu. Aku tidak tahan menciumnya”pungkas Naya menutup hidupnya dan juga mulutnya dengan tangannya saat ini.


“kamu aneh” david langsung keluar dari kamar mandi menuruti Naya yang menyuruhnya untuk mengganti baju.


Naya perlahan langsung berjalan keluar dari kamar mandi saat David sudah melepas bajunya saat ini. seketika langkah Naya berhenti, tiba-tiba saja dia terpikir sesuatu soal hal ini. dia sendiri juga merasa aneh dan tentu saja dia tidak bodoh untuk memahaminya. Karena keanehan ini bukan dia alami sekali, tapi beberapa hari ini dia sering mengalami hal aneh di luar kebiasaanya. Ditambah dia sudah telat beberapa hari dari jadwal bulanannya, apa dia sedang hamil saat ini.


“kamu kenapa? Diam saja, aku sudah ganti baju puas” tukas David membuat lamunan Naya buyar dan langsung menatap David.


“David,.” Lirihnya menatap sang suami.


“Apa? Kamu sakit. Kalau kamu sakit kita ke dokter sekarang”


“nggak, aku..aku rasa diriku sedang hamil saat ini”


“Apa? Kau serius.?”


...........................


Fahri dan Lita saat ini sedang berada didalam mobil, mereka akan mencari sarapan didekat taman yang tidak jauh dari rumah mereka.


“Kita beli nasi uduk kesukaanku bagaimana, sambil duduk-duduk di taman” usul Fahri menatap sang istri.


“iya nggak pa-pa,” pungkas Lita menyetujui ucapan fahri.


“Udah dong sayang, jangan cemberut begitu. Senyum,” ucap fahri sambil tersenyum mengajari istrinya.


“iya,.” Lita akhirnya tersenyum.


“Sudah sampai, ayo kita turun” ucap Fahri saat mobilnya sudah berhenti parkiran taman.


Lita langsung melepas seat belt nya dan bersiap turun begitu juga dengan Fahri yang turun dari mobil saat ini.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2