
Lita masih berada di dalam kamarnya padahal saat ini sudah malam, dia akan pergi tapi si bayi besarnya terus memaksa untuk tetap tidur menemani dia. Haduh, inilah yang dia tidak inginkan mending dia saja yang ngidam daripada Fahri. Lihat pria itu saat ini sedang tidur sambil memeluknya, entah pura-pura tidur atau sungguhan. Tapi setiap dia akan bangun dan melepaskan pelukan Fahri malah semakin mengeratkan nya.
Alhasil membuat lita terperangkap dalam pelukan hangat suaminya, dan tidak bisa melakukan apapun. Mengurus Axel, pekerjaan rumah dan lainnya. Dia sendiri tidak tahu Axel menangis atau tidak di bawah.
Lita memegang lembut hidup Fahri, beralih ke bibir suaminya melihat begitu mempesonanya sang suami. Disaat dia tengah mengagumi wajah suaminya tersebut terdengar ketukan pintu dari luar membuat Lita langsung melihat kearah pintu.
“iya siapa?” teriaknya masih dengan berbaring di tempat tidur karena dia susah untuk bergerak.
“Mbok non,” seru Mbok Jum dari luar kamar.
“Iya mbok kenapa?” ucap Lita.
“Itu di bawah ada orang tua kamu sama den David dan non Naya” jawab Mbok Jum memberitahukan pada Lita kalau kelurga perempuan itu datang bertamu.
“Papa sama Mama kesini, sama kak David juga.” lirihnya dan sedikit bingung sendiri.
“Ya udah mbok, suruh mereka tunggu sebentar” ucap Lita pada akhirnya, karena tidak mungkinkan dia tidak menemui keluarganya. Mereka sudah datang kesini masa dia tidak menemuinya. Biarlah masalahnya dnegan Thalia semakin pelik, dia lebih mengutamakan kesopanan daripada hal itu.
“Sayang bangun, dibawah ada Mama sama Papa aku dan kak David sama mbak Naya juga” ucap Lita membangunkan fahri dengan menepuk-nepuk badan pria tersebut.
“hemm, apa?” Dengan suara seraknya Fahri terbangun melihat sang istri yang berusaha untuk melepas pelukannya.
“Itu dibawah ada Mama sama Papa. Aku bangun ya mau temuin mereka” ucap Lita mengulang ucapannya lagi.
“Peluk dulu” ucap fahri malah memeluk sang istri yang akan duduk.
“Iih sayang, dari tadi kan udah aku peluk. Aku kebawah ya” ucap Lita.
“iya, aku ikut” ucap fahri mengijinkan tapi dia juga ingin ikut kebawah.
‘Kamu pusingkan tadi bilangnya kenapa mau ikut” ucap Lita heran karena sedari tadi yang dikeluhkan Fahri pusing malas untuk pergi.
“udah nggak, berkat pelukan kamu” fahri langsung mendudukkan dirinya dengan sigap.
Lita hanya melihatnya saja dengan heran,
“Ayo sayang” dia langsung turun dari tepat tidur dan berdiri sambil mengulurkan tangannya pada Lita yang menatap dirinya dengan keheranan.
“ayo, katanya Mama sama Papa di bawah” ucap fahri melihat sang istri yang masih duduk di atas tempat tidur menatap dirinya aneh.
“hemm,” dengan langkah ringan Lita turn dari tempat tidur dan meraih tangan suaminya tersebut.
__ADS_1
“kamu tadi pura-pura sakit ya,” tuduh Lita menatap curiga suaminya.
“Nggak, aku beneran sakit tadi, udah deh ayo sayang” ucap fahri sedikit menarik istrinya untuk segera ke bawah. Agar Lita tidak banyak curiga padanya. Dia memang sakit tapi tidak terlalu, dia hanya merasa tidak enak badan saat pagi hari tadi saja. Kini dia sudah agak baikan, dia memang sengaja melakukan hal itu. Curi-curi kesempatan pada istrinya begitu loh. Membayangkan itu membuat fahri sedikit tersenyum tapi dia mengalihkan wajahnya sat tersenyum agar sang istri tidak melihatnya.
.........................
Dibawah, Nafa tampak gembira menggendong Axel. Sedari tadi dia mengajak bayi enam bulan itu untuk bergurau dengannya dan juga Aryo. Sementara David sesekali melihat keatas menunggu adiknya yang juga belum turun, Naya menyadari hal itu dan menggenggam tangan suaminya.
David merasakan genggaman hangat tersebut dan dia langsung menoleh melihat kearah sang istri.
“Lita ini niat tidak sih nemuin Kita, dia nggak mau bertemu keluarganya sendiri” ucap David pada istrinya. Dia sedikit emosi dan tidak sabaran.
“Sabar, mungkin dia sedang apa gitu. Tadi Kan mbok Jum bilang suaminya Lita sakit jadi mungkin dia ngurus suaminya dulu baru nemuin kita” ucap Naya menenangkan david yang memang tidak sabaran jadi orang.
“Itu Lita sama Fahri” tunjuk Naya kemudian saat melihat Fahri dan Lita yang turun dari tangga sambil bergandengan.
“mana katanya suaminya sakit, buktinya itu” tukas David.
Naya hanya bisa diam, karena suaminya yang terus bersikap seperti ini. dia hanya bisa menghela nafasnya saja sambil tersenyum melihat kearah Lita yang juga tersenyum padanya.
“mama, papa, kak David, Mbak Naya kalian kesini. Maaf ya kalian nunggunya kelamaan” ucap Lita yang berjalan mendekati keluarganya saat ini tentu saja dengan di gandeng fahri.
“Ma, Pa, gimana kabar. Kak David dan Mbak Naya gimana juga kabarnya” ucap Fahri saat sudah duduk bersama istrinya di sofa yang masih kosong.
“baik juga” sahut Lita dan juga Fahri hampir bersamaan.
“Syukur alhamdulilah kalau baik” pungkas Aryo merasa lega mendengarnya.
“kalian ini nggak niat ya mau nemuin Kita. Kamu Lita mau mutusin ikatan persaudaraan dnegan keluarga mu sendiri” tegas David langsung.
“David kamu ini apa-apan, sudah tidak usah dibahas” tegur Aryo pada putranya.
“maaf kak,” Lita hanya bisa menjawabnya dengan lirih dan langsung menunduk merasa salah.
Fahri yang melihat hal tersebut, langsung mengusap punggung tangan sang istri.
“Silahkan di minum dan dinikmati cemilannya” ucapnya mengalihkan pembicaraan.
“Sudahlah,.” Ucap naya pada David. Sementara David hanya membuang mukanya saja.
“David, sudahlah. Kamu ini tidak usah membuat suasana jadi nggak enak” ucap Nafa yang membuka suaranya melihat sang putra yang mengalihkan wajahnya.
__ADS_1
“Kamu sedang sakit Fahri?” tanya Aryo yang langsung menanyakan kondisi sang menantu. Yang ia dengar dari Mbok Jum kalau Fahri sedang sakit.
“Iya Pa, sakit gara-gara putri Papa” jawab Fahri sedikit tersenyum dan melihat ke sang istri yang melihat kearahnya.
“Gara-gara Lita, memang kamu diapakan sama Lita” kaget Nafa menatap sang menantu.
“nggak di apa-apa kan sih Ma, malah aku yang ngapa-ngapain dia” pungkas Fahri.
“kamu melakukan apa pada adikku hah, kau menyakitinya?” ucap david yang langsung membuka suaranya dnegan sangar menatap fahri.
“Kak David jangan salah paham dulu” lerai Lita.
Fahri hanay tersenyum melihat kakak iparnya yang malah naik pitam melihatnya.
“Udah Pa Ma, sama kak david nggak usah dengerin Fahri. Dia memang sedang melantur nggak jelas” ucap Lita pada keluarganya.
“Nggak jelas gimana sayang” elak Fahri tdiak terima.
“kok malah jadi kalian yang bicara, tadi kan Papa tanya kamu sakit apa Fahri?” ulang Aryo.
“Aku nggak sakit Pa, hanya efek dari putri papa yang berbadan dua” jelas Fahri
“maksudnya?” semuanya kompak menatap fahri.
“Lita hamil lagi Pa” ucap fahri tanpa ragu sedangkan Lita menggeleng untuk tidak memberitahu keluarganya.
“Apa?”
“Wah selamat” sahut Aryo dan juga Nafa. Mereka terlihat senang mendengarnya.
“Wah Lita selamat, kita hamil barengan berarti” ucap Naya yang juga ikut senang mendengarnya.
“hehe iya mbak”
“Wah, nanti Papa sama Mama bakal punya dua cucu lagi” ucap Nafa senang.
“iya Ma” lirih Lita.
“Axel bakal jadi abang ya sayang, Axel pinter ya nanti. Jadi abang yang baik” ucap nafa pada cucu yang ada di pangkuan dirinya.
Mereka yang ada disitu tampak senang mendengar kabar ini, mereka kemudian saling bicara satu sama lain tanpa membahas apa yang terjadi sebelumnya di keluarga mereka.
__ADS_1
°°°
T.B.C