Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 110 (Season 2)


__ADS_3

“Ada apa kak, kemari?” tanya Thalia yang sudah duduk di depan kakaknya, sedangkan Revan duduk di dapur. Dia tidak ingin ikut campur antara adik kakak tersebut.


“Tidak ada apa-apa, bukannya aku tadi bilang aku cuman mampir ke sini” ucap david


“Biasa aja bisa nggak jawabnya, sewot banget” tukas Thalia sedikit kesal dengan kakaknya.


“Habisnya kamu tanya terus, jelas-jelas kakak tadi udah jawab” pungkas David.


“Baru juga tanya sekali, darimana yang tanya terus.” Thalia tidak menyudahi perdebatannya dengan sang kakak.


David hanya diam saja mengabaikan adiknya yang sudah mulai kesal sendiri dengan dirinya saat ini..


“mau minum apa?” tanya Thalia pada sang kakak.


“Apa aja” jawab David.


“Ya sudah aku buatkan jus mangga kebetulan ada mangga di kulkas” ucap Thalia dan akan berdiri.


“Aku saja yang buat untuk kakakmu, kau duduk saja disitu” seru Revan yang mendengar sekilas obrolan Thalia dan David.


“kau serius, nanti tidak ikhlas lagi” pungkas Thalia.


“Ikhlas lah memang situ yang nggak ikhlas kasih tumpangan” tukas Revan sambil berjalan kearah kulkas mengambil mangga yang akan dia buat untuk jus.


“Dia serius kembaran rendi?” lirih david yang masih merasa penasaran akan hal itu.


“Iya, dia kembaran Rendi kak, mereka kembar tapi tidak identik” jelas Thalia pada kakaknya.


“Suamimu dimana? Kenapa dia tidak ada di rumah?” tanya David pada Thalia.


“Dia tadi bilang mau ke kantor polisi sebentar, ada urusan di sana” jawab Thalia


“Oh,”


“kenapa tanya soal suamiku?”


“Ya karena dia tidak ada disini, makanya aku tanya”


“Bagaimana soal Lita, kakak sudah bilang duluan kan sebelum Nicholas yang bilang?” ucap Thalia.


“Sudah, dia memaafkan kakak soal apa yang kita lakukan dulu.” jawab David


“Syukurlah, kalau dia tidak marah soal itu” ucap Thalia merasa lega kalau Lita tidak marah dengan kakaknya.


“Ini jus kalian,” ucap Revan yang sudah datang membawa jus untuk mereka berdua.


“Terimakasih kakak ipar, begitu kalau jadi tamu harus tahu diri” tukas Thalia.


“hemm, adik ipar istri Rendi” ucap Revan sambil melihat kearah Thalia.


“Aku kenyang, minum saja jus ku.” Ucap Thalia pada Revan.


“kalau kenyang bilang dari tadi,”

__ADS_1


“kau duduklah disini, kau kakaknya Rendi kan. kita mengobrol sebagai keluarga” ucap David pada Revan.


“Sudah menerimaku sebagai saudara ini, kalau begitu oke. Aku duduk disini” ucap Revan dan langsung duduk di sebelah Thalia duduk. Bertepatan dengan itu pintu apartemen terdengar ada yang membukanya membuat mereka bertiga saling lihat.


“Siapa itu yang masuk?” tanya Revan.


“rendi lah siapa lagi yang masuk tanpa membunyikan bel, dia kan ada kuncinya”


“Lupa saya,..” pungkas Revan.


Benar saja yang masuk kedalam apartemen saat ini Rendi, dan dia tampak terkejut karena melihat di rumahnya tengah berkumpul bahkan ada David juga yang ada disitu.


“kak David,” ucap rendi saat melihat kakak iparnya yang ada di situ.


“Ya, aku kesini hanya mampir saja” pungkas David.


“Duduk sini, lo suaminya masa gue yang duduk disebelah istri lo” ucap Revan yang langsung berdiri dan menyuruh Rendi untuk duduk disebelah Thalia.


Rendi langsung duduk ditempat Revan duduk tadi sedangkan Revan langsung duduk disebelah David karena David bergeser meskipun dia tidak menyuruh Revan duduk disebelahnya tetapi itu isyarat untuk Revan duduk.


“sudah urusanmu?” tanya Thalia pada suaminya.


“Sudah,” jawab Rendi memperhatikan istrinya.


“Kau mau jus?” tanya Thalia menawari suaminya jus.


“Boleh,”


“Aku, kapan aku bilang nggak mau. Tapi nggak pa-palah minum aja” ucap Revan yang sempat terkejut dengan ucapan Thalia.


.............................................


“Kak David tadi kenapa kesini?” tanya Rendi melihat istrinya yang duduk di di tempat tidur menonton film yang diputar di televisi mereka.


“Katanya sih mampir doang,” jawab Thalia.


“Tadi kamu ada urusan apa?” tanya Thalia pada suaminya.


“ketemu komandan” jawab Rendi yang sedikit merasa bersalah pada Thalia.


“Kenapa komandan mu ingin bertemu, bukannya kamu libur hari ini. terus kenapa kok komandan mu menyuruh kamu ke kantor” ucap Thalia entah kenapa dia merasa ingin terus bertanya saja pada suaminya. Rasanya dia tidak percaya kalau Rendi pergi ke kantor polisi.


“Sini,” ucap Rendi menarik pelan tangan Thalia untuk mendekat pada dirinya. Rendi langsung memeluk Thalia, rasanya dia benar-benar merasa bersalah akan kebohongan dirinya saat ini.


“Sayang, aku ingin bilang sama kamu. tapi kamu haru janji tidak akan marah padaku” ucap Rendi sambil memeluk Thalia. Rasanya dia ingin jujur saja pada istrinya daripada dia haus berbohong, kalau Thalia tahu dari orang lain mungkin istrinya tersebut akan marah besar dan mungkin bukan marah lagi tetapi mungkin akan berprasangka yang aneh-aneh padanya.


“Bilang apa?” tanya Thalia yang semakin curiga, dia melonggarkan pelukan rendi dan menatap wajah suaminya yang tampak merasa bersalah.


“Kamu janji dulu sama aku, kalau tidak akan marah padaku”


“Ya kamu bilang apa yang mau kamu ucapin” pungkas Thalia.


“Kalau aku ngomong, please nanti jangan marah oke. Aku nggak bisa kalau kamu marah sama aku” tukas Rendi sambil memegang tangan istrinya.

__ADS_1


“lebay ah” cibir Thalia dan dia semakin merasa aneh pada Rendi, pria itu terlihat berbelit belit saat ini.


Rendi bukannya merespon dia, malah kembali memeluk Thalia,


“Please sayang nanti kamu jangan marah, aku bilang sama kamu. tapi kamu jangan marah oke” ucap Rendi.


“Hemm” Thalia hanya berdehem seakan jawaban ambigu yang dia berikan. Dia menjawab antara tidak dan iya.


“Aku tadi tidak pergi ke kantor polisi” ucap Rendi setelah menghela nafas panjang sebelum bicara.


“terus kau pergi kemana?” tanya Thalia kembali merenggangkan pelukan Rendi menatap suaminya.


“Aku tadi pergi untuk menemui Melody” jawab Rendi pada akhirnya karena dia ingin berkata jujur pada istrinya.


“Apa?” mendengar itu rasanya membuat Thalia begitu tak menyangka Rendi membohongi dirinya tadi.


“Berarti kamu bohong sama aku tadi, kenapa bohong? Biar aku nggak tahu gitu kalau kamu ketemu tunangan kamu itu. masih cinta sama tunangan kamu, ketemu diem-diem begitu. Ngomong aja kalau masih cinta, aku ijinin” ucap Thalia yang tampak kecewa dengan pengakuan Rendi.


“Kamu dengerin aku ngomong dulu, jangan langsung bicara begitu” ucap rendi memegang tangan istrinya.


“Apa yang mau aku dengerin, tentang kamu yang masih cinta sama dia” ucap Thalia yang tidak ingin lagi mendengar ucapan Rendi dia langsung melepaskan tangan suaminya dan perlahan akan membaringkan dirinya. Karena dia lelah dan malas berdebat sekarang.


“Sayang sebentar dengerin dulu, aku jelasin kenapa aku menemuu dia” ucap Rendi menahan tangan Thalia agar perempuan tersebut tidak tidur.


“Aku capek besok saja” ucap Thalia dan berbaring membelakangi Rendi.


“Aku tadi ketemu Melody karena Revan, aku bilang pada perempuan itu agar memikirkan Revan. Aku menyuruhnya untuk bersama Revan sebelum menyesal, sudah itu saja . aku nggak bicara apa-apa lagi habis mengatakan itu aku langsung pergi” ucap Rendi sambil memegang tubuh istrinya.


Meskipun Rendi sudah mengatakan hal itu, Thalia tetap pada posisinya, dia mengabaikan Rendi begitu saja.


“Sayang, please. Jangan marah, aku nggak bohong lagi, aku serius tadi aku Cuma membicarakan soal Revan saja tidak membicarakan hal lain. Aku mohon jangan marah sama aku ya” pungkas Rendi terus berusaha membujuk istrinya agar tidak marah.


Thalia yang kesal langsung mendudukkan dirinya,


“Kenapa aku harus marah, aku sadar diri kok. Jadi bisa nggak bahas hal itu besok aku capek, aku lelah ngerti” ucap Thalia tajam.


“maksud kamu sadar diri, sadar diri kenapa?” tanya Rendi yang tidak mengerti dengan ucapan Thalia.


“Ya sadar diri karena aku bukan orang yang kamu cintai” ucap Thalia.


Rendi langsung melebarkan matanya saat mendengar ucapan Thalia,


“Maksud kamu apa sih, aku cinta sama kamu. harus berapa kali aku bilang kalau akau cinta sama kamu. kita sudah sepakat kan untuk membahas hal ini. karena aku jelas-jelas cinta sama kamu” ucap Rendi.


“kalau kamu cinta sama aku nggak mungkin kamu bohong sama aku hanya untuk bertemu perempuan itu. terang-terang ketemu juga nggak pa-pa, nggak usah sembunyi-sembunyi. Udah ya, aku capek” ucap Thalia dan berbaring lagi membiarkan Rendi.


“Sayang kamu salah paham, please jangan marah begini sama aku. kamu jangan mikir yang aneh-aneh” ucap rendi sambil mencoba meyakinkan Thalia. Tapi Thalia sama sekali tidak menanggapi ucapannya.


Hal itu membuat Rendi menyesali apa yang dia lakukan, seharusnya tadi dia jujur saja pada Thalia tidak perlu berbohong dan akhirnya malah seperti ini istrinya itu marah dengannya.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2