Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 15 (Season 2)


__ADS_3

Nicholas di keluarkan dari sel, dia di minta berjalan ke ruang tunggu. Dua polisi ada dibelakang dirinya sekarang. Dia merasa aneh siapa yang menemui dirinya saat ini. tidak mungkin kedua orang tuanya, mereka tidak akan perduli nasib dirinya yang ada disini.


“siapa yang menemui ku sekarang?” tanyanya pada dua polisi tersebut.


‘kau lihat saja sendiri, siapa yang ingin menemui mu” jawab Hardi. Benar dua polisi yang berada di belakang Nicholas adalah hardi dan juga Andre.


Nicholas melangkah ke depan hinga ke ruang tunggu, dia bisa melihat seorang perempuan yang membelakangi dirinya saat ini. dia tahu siapa perempuan itu, Nicholas tersenyum miring melihat perempuan di depannya.


“untuk apa kau datang kesini?” ucapnya, karena dia tahu betul siapa perempuan itu.


Thalia langsung berbalik melihat kearah Nicholas senyumnya tak kalah sinis dari yang pria itu tunjukkan padanya.


“Kau tanya ada perlu apa aku kesini,” ketus Thalia sambil berjalan mendekati Nicholas.


Buk,


Thalia memukul kepala Nicholas dengan tasnya pukulan yang cukup keras sehingga membuat Nicholas hampir limbung karena hal itu.


Andre dan Hardi yang ada di situ terkejut melihat apa yang baru saja mereka saksikan,


“Itu balasan lo yang mau ngerusak gue, dasar pria brengsek.” Tukas Thalia dan memukul Nicholas lagi.


Andre dan Hardi tentu tidak tinggal diam, mereka sebagai aparat langsung melerai hal itu.


“Nona, nona ini kantor polisi jangan main hakim sendiri” ucap hardi menahan tangan Thalia yang akan memukul Nicholas lagi.


Sedangkan Andre langsung membantu Nicholas untuk berdiri, Nicholas tidak bisa menahan pukulan Thalia yang diberikan padanya terus-terusan karena tangannya yang terikat. Dia sendiri juga tidak melawan atau memaki Thalia karena dia sadar dialah yang salah jadi hanya pasrah saja yang ia lakukan sekarang.


“Lepasin gue,” sentak Thalia melepaskan paksa tangan Hardi.


“Pria brengsek itu harus gue hajar,” ucapnya dengan sangat marah.


“Lampiasin aja marah lo ke gue, memang salah gue kan. Lepaskan dia biar dia memukul gue” ucap Nicholas meminta Hardi agar melepaskan Thalia.


“Saya tidak akan melepaskannya, ini bukan sebuah tempat untuk berkelahi. Ini tempat peradilan. Maaf Nona, kala anda masih bersikap seperti ini mau tidak mau saya akan mengusir anda dari sini” ucap Hardi dengan penuh penekanan dan dia beralih menata Thalia.


“Gue nyesel ya pernah jadiin lo pacar gue, brengsek lo” ucap Thalia.


“Gue yang nyesel selingkuhin lo,” jawab Nicholas sambil tersenyum miris.

__ADS_1


“dan lo tahu gue lakuin begitu sama lo buat apa? Agar lo jadi milik gue. Karena yang gue punya cuman lo, meskipun lo nggak sepenuhnya cinta sama gue. Lo masih cinta sama mantan lo Rey kan?”


“tapi Thanks, lo udah sama gue beberapa bulan. Berkat lo gue terhibur, gue aja yang bodoh nyelingkuhin lo” lirih Nicholas


“Bawa gue masuk lagi, dia sepertinya tidak akan bicara lagi sama gue” perintah Nicholas pada Andre.


Thalia memang hanya diam saja, mendengar perkataan Nicholas tersebut. Dia teringat dulu sih, entah kenapa dia tertarik saja dengan Nicholas model blasteran dan karena ia meninggalkan Rey. Dan saat bersama Nicholas dia mendapatkan Karma ganti dirinya yang diselingkuhi oleh Nicholas. Alasan Nicholas selingkuh sendiri dia tidak tahu kenapa? Tapi kenapa pria itu bilang ingin memilikinya. Kalau ingin memilikinya kenapa dulu berselingkuh darinya.


Akhirnya Nicholas di bawa masuk kembali kedalam sel sedangkan Thalia langsung berjalan keluar setelah melihat Nicholas yang di tuntun masuk kedalam. Tapi pria itu sesekali melihatnya begitu juga dirinya saat ini.


.................................


Rendi didalam Apartemennya, dia duduk di sofa seorang diri sesekali melihat kearah jam dinding yang tidak jauh dari dirinya duduk.


Jam sudah menunjukkan jam sebelas, dia terlihat gelisah bahkan pandangannya sesekali melihat kearah pintu apartemennya. Ia seperti sedang menunggu seorang.


“Kemana dia sampai siang begini belum kembali? Apa dia pulang kerumahnya” gumamnya, siapa lagi yang dia tunggu kalau bukan Thalia. Dia merasa gelisah sendiri menunggu perempuan itu,


Tidak seharusnya dia mengkhawatirkan perempuan itu, tapi hatinya tidak bisa berbohong sekarang. Hatinya memang telah bodoh seperti sedang bercabang ke lain sisi.


“kenapa aku begitu memikirkannya, sekarang” ucapnya lagi sambil terus melihat kearah pintu rumah.


Dengan segera dia membuka pintu itu,


Cklek,


Pintu langsung terbuka menampakkan seorang pria berbadan tegap dengan setelan jas hitam berdiri tepat didepannya. Melihat itu raut kekecewaan di wajah Rendi begitu terlihat dengan jelas.


“Siapa?” tanyanya dnegan dingin.


“Saya kemari ingin mengambil sepatu nona Thalia yang tertinggal” ucap pria tersebut.


“Sepatu?” heran Rendi.


“Iya, bisakah saya masuk dan mengambilnya. Atau anda yang mengambilkannya”


Mendengar itu Rendi tampak heran, dan dia langsung ingat kalau Thalia tadi pergi tidak menggunakan sepatu high heels tetapi sepatu kets.


“kenapa kau yang mengambilnya, bukan dia yang mengambil sendiri” Rendi langsung menanyakan hal itu, dia penasaran kenapa bukan perempuan itu saja yang mengambilnya malah menyuruh orang lain.

__ADS_1


“maaf tuan, itu privasi nona Thalia. Saya tidak bisa memberitahukan pada anda soal mengapa bukan dia yang mengambilnya” pria berbadan tegap itu menolak untuk mengatakan alasan kenapa bukan Thalia yang datang.


“Kalau begitu aku tidak akan mengambilkan sepatu itu, suruh nona mu yang datang untuk mengambilnya” pinta Rendi,


“Sepertinya dia tidak bisa datang kemari, karena dia sedang bersama kekasihnya saat ini” jawab pria itu.


Jedar


Seperti petir di siang bolong, mata Rendi langsung melebar mendengar hal itu.


“Kekasih?” lirihnya.


“Boleh saya masuk untuk mengambil sepatunya”


bukannya menjawab Rendi malah menutup pintu dnegan cukup keras, dia membantingnya dnegan sangat kuat.


“Dia punya kekasih? Lalu kenapa beberapa hari ini dia mengejar-ngejar ku” gumamnya masih berdiri di tempatnya tadi.


“Dia mempermainkan ku atau apa?” seakan tidak terima jika memang itu kenyataannya, sungguh Rendi terkejut mendengar ucapan pria tadi.


“Cihh, dia mempermainkan diriku atau bagaimana baru tadi dia menciumku tapi sekarang sudah pergi dengan kekasihnya” lagi Rendi seakan tidak terima dengan semua ini. ia merasa di permainkan entah mengapa dia merasa seperti ini sekarang. Apa dia sudah menaruh hati pada perempuan gila tersebut.


..................................


Thalia berada di dalam mobilnya, yang berada di parkiran apartemen Rendi, dia melihat pengawalnya yang berjalan mendekati dirinya. Pengawal itu yang ia suruh untuk mengatakan pada Rendi kalau dia sedang pergi dengan kekasih. Padahal dia sedang tidak punya seorang kekasih, itu rencana dirinya ingin melihat apakah pria itu sudah mencintainya atau belum. Dan rencana dirinya mendapatkan nomor pria itu.


“bagaimana kau sudah mengatakan padanya?” tanya Thalia membuka kaca sedikit.


“Sudah Nona” jawab pria itu.


Thalia langsung mengambil amplop dari dalam tas miliknya, dan memberikannya pada sang pengawal.


“Ini tip mu, terimakasih” ucapnya memberikan amplop coklat tersebut.


“sama-sama nona, dia langsung membuka pintu depan mobil. Masuk kedalamnya, dia memang pengawal yang disuruh Aryo mengawasi Thalia. Sebenarnya tugas pengawal itu tidak mematuhi Aryo karena Thalia membayarnya lebih sehingga dia bisa lepas dari pengawasan seorang pengawal.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2