Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 51 (Season 2)


__ADS_3

Rendi terbangun dari tidurnya, dia membuka matanya dan melihat jam di dinding yang masih jam dua belas malam lebih sedikit. Ia melihat sekilas pada Thalia yang tidur sambil memeluknya saat ini.


“nyenyak sekali tidurmu nyonya,.” Gumamnya sambil tersenyum memperhatikan Thalia yang memeluknya sangat erat.


“maafkan diriku yang merepotkan mu beberapa hari ini” ucap Rendi lagi dnegan lirih, dia perlahan menggerakkan tangannya mengusap bahu Thalia agar perempuan itu tidur semakin nyenyak.


“Aku harap kita akan terus bahagia kedepannya, dan tolong terus bersamaku saat apapun yang terjadi kedepannya.” Ucap Rendi perlahan menunduk untuk mencium kening Thalia yang berada di dadanya sekarang.


Thalia perlahan mengerjap kan matanya karena merasakan ada yang mencium keningnya begitu dalam. Matanya terbuka sempurna saat sang suami tengah mencium keningnya saat ini.


“Kamu kok bangun? Ada yang sakit/” tanya Thalia langsung khawatir dan dia langsung mendudukkan dirinya dan juga menyalakan lampu yang berada di naka meja.


“Nggak, nggak ada yang sakit kok. Kamu tidur lagi saja, aku cuman kebangun” ucap Rendi meminta Thalia untuk tidur kembali.


“bohong, nggak mungkin kalau kamu nggak kesakitan, pasti ada yang sakitkan. Mana yang sakit bilang padaku” ucap Thalia dengan cemasnya.


“Nggak sayang, aku nggak sakit kok. Sudah kamu tidur lagi” bujuk Rendi dan perlahan duduk dibantu Thalia.


Thalia terus menatap rendi tak percaya meskipun pria itu bilang tidak ada yang sakit ditubuhnya.


“kenapa lihatin suaminya begitu” tanya Rendi pada Thalia yang melihatnya tak berkedip.


“Kamu bilang nggak sakit jangan-jangan kamu memang nggak sakit tapi curi-curi kesempatan ditengah sakit kamu ya?” tukas Thalia.


“Hah, maksudnya?” Rendi langsung membuka mulutnya tak mengerti.


“ya kamu mau pegang-pegang aku kan, terus nanti kalau ketahuan kamu bilangnya sakit gitu kan. Iya kan” ucap Thalia mendekatkan wajahnya ke sang suami.


Rendi malah tersenyum dan memundurkan dahi Thalia dnegan telunjuknya.


“Kok kamu pinter sih nebak nya?” ucap rendi


“Jadi beneran, kamu mau pegang-pegang aku dalam kondisi nggak sadar” kaget Thalia.


“menurut kamu?”


“Hiih negri, kamu minta aja langsung sama kau. Aku kasih cuman buat kamu” tukas thalia tersenyum malu-malu.

__ADS_1


“Memang boleh kalau sekarang aku minta sama kamu?” ucap rendi dnegan wajah serius.


“Sekarang? Jangan sekarang ah. Kamu kan lagi sakit, tangan kamu kan sakit” ucap Thalia.


“kenapa memang kalau tanganku sakit. Aku bisa melakukannya, kamu meragukan aku” ucap Rendi.


Rendi mendekatkan wajahnya pada Thalia karena perempuan itu diam saja, Rendi langsung menempelkan bibirnya dnegan bibir Thalia tentu saja dia hanya memegang wajah Thalia dengan satu tangannya karena lengannya yang satunya masih sakit untuk digerakkan.


Thalia langsung menjauhkan dirinya menatap sang suami dnegan intens,.


“Kamu serius minta begituan sama aku, kamu nggak sakit? Tangan kamu nggak bermasalah?” ucap Thalia masih mengkhawatirkan soal kondisi Rendi.


Rendi menggeleng, dengan mata yang menatap Thalia penuh harap. Matanya sudah dipenuhi gejolak. Dia kembali mendekatkan tubuhnya lagi pada Thalia dan mencium bibir istrinya lagi.


“Kamu yang minta, aku nggak mau tahu tangan kamu sakit.” Ucap Thalia disela ciumannya dnegan Rendi.


Rendi mendorong Thalia pelan agar Thalia berbaring dan dia langsung naik keatas tubuh sang istri.


“Sayang bisa tolong bantu aku lepaskan celanaku sekarang” ucap Rendi meminta bantuan Thalia untuk melepaskan celananya. Sedangkan baju dia memang sedari tidur tadi tidak memakai baju.


Thalia tersenyum sumringah dan membantu melepas celana suaminya, selesai melepas celana Rendi Thalia melepas dress tidurnya dan langsung melemparnya tentu saj dibantu Rendi.


“Argh,.” Rintih Thalia saat milik rendi amsuk kedalam miliknya.


“Sakit?” tanya Rendi lirih.


“Thalia menggeleng tanda dia tidak merasa sakit tetapi yang baru saja keluar dari mulutnya adalah rasa nikmat.


Rendi langsung melakukan apa yang harus dia lakukan saat ini,


“Arggh, Re..Rendi” rintih Thalia sambil mencengkram seprei.


Rendi langsung terjatuh di atas tubuh Thalia setelah dia melakukannya dengan cukup lama dan setelah dia mengeluarkan cairan miliknya didalam tubuh Thalia.


“bagaimana hadiah dariku setelah seminggu kamu menundanya,” bisik Thalia di telinga Rendi yang masi berada diatasnya.


“sangat nikmat, terimakasih telah memberiku hadiah milikmu untukku” ucap rendi sambil memeluk Thalia yang berada dibawahnya.

__ADS_1


“Seharusnya aku yang berterima kasih padamu, karena dirimu aku sebentar lagi akan hamil. Aku ingin cepat punya anak darimu” tukas Thalia membalas pelukan dari Rendi.


“Aku juga, ingin segera punyak anak darimu. Aku ingin anakku secantik Ibunya” ucap rendi dan kemudian dia melepaskan pelukannya dan berbaring disebelah Thalia. Tak lupa dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan juga tubuh Thalia.


“Jangan pernah tinggalkan aku mengerti dan jangan pernah terluka lagi, aku takut kamu kenapa-kenapa” ucap Thalia yang langsung memeluk Rendi saat rendi berada disebelahnya.


“Begitu juga dengan dirimu, jangan pernah tinggalkan aku meskipun ada hal yang terjadi di masa depan” ucap Rendi.


“Aku janji tidak akan meninggalkanmu,” sahut Thalia.


“Akan aku pegang janjimu sayang,” bisik Rendi semakin mengeratkan pelukannya pada Thalia.


.........................


“masa apa sayang,” ucap Rendi yang berjalan mendekati Thalia yang sedang memasak di dapur.


“Aku juga tidak tahu ini masakan apa,” ucap Thalia menatap aneh masakannya yang ada di panci kecil. Didalamnya berisi jamur, tahu putih dan juga hijau-hijau seperti bayam.


“Kok tidak tahu masak apa? Yang masak kan kamu” ucap Rendi sambil memeluk dan mencium gemas pipi Thalia,


“Ih geli, kamu baru bangun tidur ya. Itu di dagu mu ada bulu-bulnya belum kamu cukur” ucap Thalia terlihat geli.


“Iya belum aku cukur, aku tidak bisa melakukannya. Tanganku sakit,” tukas Rendi.


“nanti aku bantu mencukurnya”


“Pertanyaan ku tadi soal kamu masak apa belum kamu jawab?” ucap Rendi menaruh dagunya di bahu Thalia. Dia mendongak melihat wajah sang istri.


“Aku tidak tahu ini namanya apa, yang jelas bisa untuk meringankan sakit. Entah ini sup atau apa aku juga tidka tahu, aku lihat di video” jawab Thalia jujur.


“kamu tidka mau? Apa aku buang saja ya. Aku juga tidak yakin ini enak” ucap Thalia lagi.


“Untuk apa dibuang, entah enak atau tidak aku akan memakannya. Karena kamu sudah membuatkannya susah payah untukku. Terimakasih sudah melakukan kewajiban mu sebagai istri malam tadi dan pagi ini” ucap rendi mengucapkan banyak terimakasih untuk istrinya yang telah berusaha membuat dirinya senang.


Dan dia akan terus menghargai hasil masakan Thalia walaupun rasanya tidak karuan, karena sang istri telah berusaha untuk berubah dan belajar untuk dirinya.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2