
Seminggu berlalu, dan Lita baru menerima kalau dia saat ini sedang hamil. Dia keluar dari kamar dalam diam melihat sekitar yang sepi. Sepertinya tidak ada orang dirumahnya saat ini lalu kemana perginya kakaknya itu dan juga Naya. Kemana mereka berdua pergi kenapa tidak memberitahu dirinya.
Lita berjalan perlahan kearah taman samping rumah yang ia tempati saat ini, dia menatap burung-burung pagi hari yang bersiul di atas pohon menikmati setiap desiran angin yang melewati sela-sela rambutnya. Menghirup udara dalam-dalam, dia harus bisa berdamai dengan rasa sakit itu, dan anaknya ini tidak bersalah.
“Lita berdamai lah dengan dirimu, anakmu tidak bersalah” ucap Lita pada dirinya sendiri menaruh tangannya di perutnya menghirup udara melalui hidungnya.
Dia perlahan melangkahkan kakinya ke rumput di taman itu, ia akan duduk di kursi yang ada disitu. Merilekskan dirinya yang seminggu ini tertekan dengan apa yang ia jalani.
“Untung kau tidak membuatku tersiksa, apa kau mengerti keadaanku sekarang makanya kau tidak bertingkah” ucap Lita mengusap perutnya.
“Jadilah anak baik yang bisa mengerti ibumu, oke.” Ucap Lita lagi, dia berharap anaknya yang sedang dia kandung tidak menyusahkan dirinya.
“Dan kau saat lahir nanti harus ingat jangan pernah menanyakan ayahmu yang brengsek itu. Karena aku sudah menganggapnya tiada,”pungkas Lita, dia berbicara se yakin mungkin dia membenci Fahri sampai kapanpun.
..............................
Fahri duduk diam seorang diri di sebuah taman yang ramai pengunjung, menatap ke seorang penjual eskrim yang ada disitu. tatapan kerinduan sungguh tersirat dalam matanya.
“Seminggu sudah aku mencari mu Lita, tapi belum menemukanmu juga. Kau masih hidupkan? Kau saat hamil anakku kan? Dimana dirimu, aku merindukanmu” ucapnya.
Kenangan dulu dimana dia berpacaran dengan Lita baru sebulan mereka pacaran dan Lita mengajaknya ke taman ini menikmati waktu berdua layaknya sepasang kekasih seperti mereka semua yang berpasang-pasangan tapi apa dia tidak membuat bahagia perempuan itu.
FLASHBACK ON
Lita duduk disebelah Fahri, dia menatap memuja pria gagah nan tampan tersebut. Dia bangga bisa memiliki Fahri sebagai kekasihnya.
“Sayang begini dong yang romantis” ucap Lita menaruh tangan Fahri di pundaknya agar pria itu merengkuh dirinya saat ini agar terlihat mesra seperti pasangan yang lain.
“Jangan begini ke kanak-kanakan. Malu dilihat orang” ucap Fahri dingin.
Lita seketika kecewa dengan penolakan Fahri tersebut,
“Kenapa? Nggak ke kanak-kanak kan kok. Apa masalahnya? Kitakan pacaran sayang masa duduknya jauh-jauhan begini dan kamu juga nggak gandeng aku” ucap Lita menatap Fahri.
“Malu dilihat orang,” ucap Fahri singkat .
“ya sudah kalau kamu memang tidak mau. Kalau begitu belikan aku es krim sayang, aku ingin eskrim itu” ucap Lita manja dia merasa tidak masalah dengan penolakan Fahri tadi dia saat ini hanya ingin makan eskrim saja yang dibelikan Fahri.
“Aku tidak mau eskrim, kalau kau mau beli saja sendiri” ucap fahri seakan tidak minat sekali.
“Kalau kamu tidak mau, untuk aku saja tapi kamu yang belikan ya” Lita masih saja berusaha agar Fahri mau membelikannya eskrim.
“Sayang kau punya tangan, punya kaki kan. Beli saja sendiri aku capek” ucap Fahri ketus dan dengan nada yang sedikit lebih tinggi membuat Lita langsung terdiam.
__ADS_1
“ya sudah kalau kamu tidak mau, aku beli sendiri saja” akhirnya Lita merasa putus asa dia terpaksa membeli eskrim sendiri karena Fahri tidak mau membelikan untuknya.
Lita berjalan mendekat kearah tukang eskrim memesan eskrim untuk dirinya dan juga Fahri. Benar dia membelikan eskrim untuk Fahri juga.
Tak lama kemudian Lita kembali membawa dua eskrim dengan rasa yang berbeda, satu eskrim stroberi dan eskrim coklat.
Dia berjalan kearah fahri sambil tersenyum menunjukkan kedua eskrim itu dengan senang. Fahri hanya diam saja melihatnya dan tersenyum kecil untuk tidak membuat Lita merasa aneh.
“Sayang aku belikan buatmu juga, Ini, kau suka eskrim coklat kan” ucap Lita menyerahkan eskrim coklat pada Fahri. Dan Fahri menerimanya tapi sebelum dia terima eskrim itu terjatuh karena dia pura-pura mau menerimanya jadi eskrim itu jatuh karena kesengajaan darinya.
Lita yang tidak tahu kalau dia hanya dipermainkan oleh Fahri menatap sedih eskrim tersebut
“Ya jatuh sayang gimana dong” ucap Fahri pura-pura.
“Iya jatuh padahal aku belikan buat kamu” ucap Lita cemberut.
“Bisa tolong belikan aku lagi” ucap Fahri meminta pada Lita.
“tentu, tentu aku akan membelikan mu sayang. Aku belikan dulu ya” ucap Lita bersemangat. Maklum dia begitu karena ini cinta pertamanya dan Fahri merupakan pria yang berbeda dari pria bisanya yang mendekatinya karena harta jadi dia tidak masalah dengan Fahri.
FLASHBACK OFF
Fahri langsung tersadar dari lamunannya dulu, dia mengusap wajahnya kasar dan mengacak-acak rambutnya sendiri.
“Aku akan menemukanmu Lita pasti, pasti aku akan menemukanmu, aku akan menebus semua kesalahanku padamu” ucap Yakin dengan penuh keyakinan.
.......................
Lita sedang memasak di dapur, benar dia memasak. Dia sudah janji untuk memulai hal baru dan berdamai dengan masa lalunya. Dia harus bangkit tidak bisa seperti ini terus karena masa lalu harus dilawan.
Rumah masih dalam keadaan kosong hanya dia sendiri yang di rumah selama beberapa jam tadi David dan Naya belum pulang juga padahal sudah mau sore kira-kira kemana mereka saat ini.
Saat Lita tengah memikirkan kemana mereka berdua pergi langkah kaki terdengar mendekat membuat Lita langsung menghentikan kegiatannya saat ini. Dia langsung diam mendengarkan seksama takutnya seseorang masuk kedalam rumahnya tanpa permisi.
“Kau sedang apa?” suara Daniel terdengar, pria itu berdiri bersama Naya menatap Lita saat ini.
“kak David? Mbak Naya” ucap Lita tampak lega saat melihat kedua orang itu yang masuk kedalam rumah.
“Syukurlah bukan orang lain” ucapnya mematikan kompor dan berjalan kearah Naya dan memeluknya.
Naya tampak bingung dan dia memperhatikan David yang berdiri disebelahnya saat ini. Dia juga tidak mengerti kenapa Lita tiba-tiba saja memeluk Naya. Dia juga merasa heran dengan Lita, apakah adiknya itu saat ini sudah bisa menerima apa yang terjadi.
“Mbak Naya terimakasih ya mbak sudah jadi mbak yang baik buat aku. Mbak Naya yang selalu memberiku masukan nasehat untukku. Aku sayang sama mbak Naya” ucap Lita memeluk haru Naya.
__ADS_1
Naya membalas memeluk Lita dengan hangat.
“Sama-sama, kamu adik mbak Lita. Jadi mbak harus dukung kamu terus, kamu harus kuat ya semangat terus buat anak kamu, buat mbak, buat kakak kamu. Jangan pernah merasa sendiri ada kita bersama mu oke” ucap Naya memeluk begitu hangat Lita.
“Iya mbak” Lita melonggarkan pelukannya, matanya berkaca-kaca melihat Naya.
Dia beralih melihat kearah David menatap kakaknya itu dan dia langsung memeluk kakaknya.
“Kak David memang kakak terbaik buat ku, aku bersyukur punya kakak sepertimu. Kakak yang selalu ada untukku, terimakasih mengingatkanku terus dan menyayangiku. Aku janji sama kakak kalau aku nggak bakal sedih lagi kak, aku bakal berusaha nerima semua ini. Aku sayang sama kakak” ucap Lita menangis memeluk kakaknya. dia benar-benar tidak bisa menahan tangis saat memeluk David hatinya begitu lemah saat mengatakan hal itu pada kakaknya. hatinya terharu memiliki kakak sebaik David.
David melonggarkan pelukannya pada Lita melihat adiknya yang bercucuran air mata, tangannya tergerak mengusap air mata sang adik.
“sudah jangan menangis, kau menyanyangi kakak dan kakak lebih menyayangi dirimu. Bagus jangan pernah sedih lagi, jangan pernah terluka lagi mulai hidup barumu.”
“kakak punya kabar gembira untukmu” lanjut David menatap sang kakak.
“kabar gembira apa?”
“Jawab sayang kamu kabar gembira apa buat Lita” ucap David pada Naya.
“Apa mbak, apa?” ucap Lita penasaran.
“Emmm, Apa ya?” ucap Naya seakan menggoda Lita.
“ih mbak, apa sih mbak” ucap Lita tidak sabar.
“sudah bilang saja sayang” ucap David sedikit tersenyum melihat Lita yang sudah mulai tersenyum.
“Emmm, Kakakmu, kakakmu sudah menikahi mbak dan mendaftarkan pernikahan kita barusan” ucap naya akhirnya.
“HAH apa? Serius mbak” ucap Lita tak percaya.
“Serius,” singkat Naya.
“kak David ini serius” ucap Lita masih tidka percaya dia menatap kakaknya itu.
David mengangguk mengiyakan.
Senyum Lita yang mendengar hal itu langsung mereka dia langsung merengkuh kedua orang itu bersamaan. Dia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya ini akhirnya Naya resmi menjadi kakak iparnya dan kakaknya itu mengabulkan keinginannya untuk segera menikahi Naya..
°°°
T.B.C
__ADS_1