
Fahri saat ini mengemudikan mobil miliknya tentu saja dengan Lita yang berada disebelahnya saat ini.
“kamu serius tidak ingin kemana-mana lagi sayang, kita serius ingin pulang. Tidak ingin bulan madu dulu” ucap Fahri sambil menyeringai jahil menatap Lita yang langsung melihat kearahnya.
“jangan membuat aku kesal Fahri,” tukas Lita menatap Fahri tidak suka jika pria itu menggodanya.
Dan
Cupp,
Fahri mengecup bibir Lita membuat Lita seketika terkejut dengan hal itu,
“sudah aku bilang panggil aku sayang, kenapa masih memanggilku dengan nama. Kamu sengaja ya sayang agar aku mencium mu terus. Kamu suka dengan ciumanku?” ucap Fahri menatap Lita tersenyum.
“jangan terlalu percaya diri deh, aku nggak sengaja kok. Aku, aku lupa” ucap Lita.
“lupa, atau lupa” ucap Fahri menggoda Lita kembali.
“Aku turun disini, aku tidak ingin pulang denganmu. Hentikan mobilnya” tegas Lita meminta Fahri untuk menghentikan mobil itu saat ini.
“Ngambek sih sayang, aku kan bercanda. Udah dong jangan ngambek, jelek tahu” ucap Fahri menyentuh dagu Lita dengan lembut menatap sekilas perempuan itu. Karena dia tidak bisa terus-terusan menatap Lita saat menyetir seperti ini.
Lita menepis tangan Fahri dan memalingkan wajahnya kesal dengan suaminya itu yang terus menggodanya. Walaupun dia menampakkan wajah kesal pada fahri dia tersenyum, sejujurnya dia suka dengan itu karena Fahri benar-benar telah menjadi miliknya dan mengisi hatinya kembali seperti dulu. ibaratnya saat ini dia sedang jaim-jaim dengan Fahri.
....................
Lita menatap Fahri di luar mobil saat ini,
“kenapa kamu mengajakku kesini?” tanya Lita pada Fahri yang ada disebelahnya.
“Aku ingin Mama melihat dirimu, dia ingin sekali bertemu denganmu saat ini. dan mereka berdua tidak percaya kalau aku sudah balikan kembai denganmu lagi” ucap Fahri menggenggam tangan Lita saat ini.
Mereka sendiri sekarang sedang berada di depan rumah kedua orang tua Fahri, tempat dimana dulu acara tujuh bulanan kakak Fahri dilaksanakan. Dan Lita ikut juga saat itu, dan tempat terakhir dia mendengar Fahri dan kakaknya bicara.
“Ayo sayang kita masuk, mama pasti senang melihatmu” ucap fahri menarik pelan tangan Lita.
Tapi Lita tidak melangkahkan kakinya sama sekali sehingga Fahri juga ikut terhenti dan dia melihat kearah Lita.
“kenapa?” tanya Fahri heran saat Lita menatapnya.
“Ayo kita pulang, aku tidak ingin masuk kedalam” pungkasnya menolak untuk masuk kedalam rumah tersebut.
“kenapa kamu tidak mau masuk ke rumah kedua orang tuaku?” heran Fahri menatap Lita yang melepaskan tangannya dari genggaman dirinya saat ini.
__ADS_1
“bukannya kakakmu tidak suka denganku, aku tidak ingin bertemu dengan orang yang tidak menyukaiku” ucapan Dena berubah menjadi serius, dia menatap dingin pada Fahri.
“Sayang, kakakku menyukaimu. Ayo dia juga pasti senang saat melihatmu” Fahri kembali berniat menggenggam tangan Lita tapi Lita memundurkan dirinya sehingga membentur mobil yang terparkir dibelakangnya saat ini.
Dia tersenyum miring menatap Fahri,
“kamu membela kakakmu,?” ucapnya datar.
“Tidak, aku tidak membela kakakku.” Fahri segera menggeleng dan akan memegang tangan Lita lagi tapi Lita menolaknya kembali.
“jelas-jelas waktu itu aku mendengar pembicaraanmu dengan kakakmu, kau membicarakan diriku dan bilang akan membunuhku. Kakakmu juga mengingatkan dirimu tentang dendam mu padaku kan. Itu berarti tanda dia tidak menyukaiku. Aku ingin pulang, kalau kau tidak mau mengantarku, aku pulang sendiri” ucap Lita dan akan pergi tetap Fahri segera mencekal tangan Lita dan menguncinya dengan kedua lengannya menghimpit Lita ke mobil.
“Kamu mendengar itu? Aku minta maaf atas nama kakakku. Tapi aku janji jika dia masih tidak menyukaimu nanti. Aku akan membelamu dan melindungi mu. Aku mohon masuk ya demi mamaku, dia ingin sekali bertemu denganmu” ucap Fahri serius, dia menatap Lita memohon dengan sangat.
Lita diam saja memikirkan hal itu, haruskah dia masuk kedalam. Sedangkan di rumah itu ada orang yang tidak menyukainya.
“Sayang,.” Lirih fahri memohon.
“ya aku mau” jawab Lita pada akhirnya
“Terimakasih” Fahri segera memeluk Lita begitu erat
“kalau begitu ayo sayang kita masuk” ucapnya sambil menggenggam tangan Lita mengajaknya masuk kembali. Kedalam rumah orang tuanya saat ini.
Didalam rumah orang tua Daniel Wulan terus memeluk Lita dia tidak percaya kalau fahri mengatakan sejujurnya selama ini. sungguh dia begitu senang menantunya itu masih hidup dan mau kembali lagi pada anaknya.
Bukan hanya Wulan yang senang tetapi juga Sasongko, dia juga ikut memeluk menantunya saat ini. mereka sedang berkumpul di ruang tengah.
“Terimakasih Lita, mama sangat berterimakasih sama kamu karena mau kembali lagi pada Fahri. Mama doakan kalian selalu bersama sampai akhir hayat” ucap Wulan memegang tangan menantunya itu menatap haru.
“ Amiin Ma,” ucap Lita dan Fahri bersamaan.
“Dimana anak kalian?kenapa tidak diajak kesini?” ucap Sasongko seakan mencari keberadaan cucunya yang tidak bersama mereka berdua.
“Dia di rumah Papa Aryo Pa, dibawa kak David” jawab Fahri.
“Oh, Papa padahal ingin melihatnya.” Ucap Sasongko sedikit kecewa.
“Salah Papa dan Mama sendiri tidak mempercayaiku beberapa hari lalu. Besok kalian ke rumah kita, dan lihat cucu kalian” tukas Fahri kepada orang tuanya.
“bagaimana kita bisa mempercayaimu kalau Lita ingin kembali lagi padamu, luka yang kamu buat padanya sangat dalam. Dan Mama juga sudah muak denganmu yang selalu minum-minuman dan keluar masuk rumah sakit” pungkas Wulan pada anaknya.
Lita langsung melihat kearah fahri, Fahri sendiri langsung memalingkan wajahnya. Di tidak ingin Lita mengetahuinya kalau dia juga sering minum dan mabuk-mabukan selama ini. dia tidak ingin perempuan itu merasa sedih.
__ADS_1
“kalian menginap disini ya, mama akan masakan buat kamu Lita” ucap Wulan meminta Fahri dan juga Lita untuk menginap dirumahnya.
“tidak bisa Ma, aku harus Mengambil Axel. Tidak enak dengan mbak Naya istri dari kak David” sahut Lita pada sang mertua.
“Yah, mama padahal pengen ngobrol banyak denganmu” ucap Wulan sedikit kecewa.
“kapan-kapan lagi Ma, aku akan mengajak Fahri kesini lagi dan sekalian aku akan bawa Axel” tutur Lita menenangkan sang mertua. Dia langsung melihat kearah Fahri yang saat ini melihat kearahnya. Lita seakan memberi kode mengajak pulang.
Jujur dia tidak nyaman di rumah mertuanya tersebut, bukan tidak nyaman dengan mertuanya tapi tidak nyaman jika bertemu dengan kakak Fahri pasti perempuan itu masih tidak menyukainya.
Dia beruntung saat ini tidak bertemu dengan kakak iparnya itu, karena perempuan itu sedang ke rumah orang tua suaminya. Walaupun begitu dia takut kalau kakak iparnya tiba-tiba ada di rumah.
“Ma, Pa kita pulang dulu ya,” ucap Fahri seakan mengerti dengan tatapan sang istri.
“Loh kok buru-buru, kita belum makan loh” kaget keduanya bersamaan.
“Iya, kita mau bulan madu habis dari sini. Kesempatan Ma selagi Axel di bawa kak David” ucap Fahri tersenyum manis. Dan langsung mendapat tatapan dari Lita. Tentu saja yang dikatakan Fahri tidak benar, dia hanya bercanda saja sekaligus berbohong.
“Oh begitu, ya sudah kalau kalian mau bulan madu. Mama nitip cucu lagi kalau gitu ya” ucap Wulan.
Karena perkataan wulan itu membuat Lita yang minum langsung tersedak,
Uhukuhuk
“sayang minumnya pelan-pelan” Fahri segera mendekat pada Lita dan Wulan segera mengusap leher belakang menantunya.
“mama kalau ngomong jangan sembarangan dong. Lita baru saja melahirkan Axel Mama sudah mau cucu lagi” tegur Sasongko pada istrinya.
“ya habisnya Mama ingin jagain Lita waktu hamil dan memberi kasih sayang seorang mertua saat menantunya hamil. Dia hamil kemarin kan berusaha sendiri ngurus diri sendiri. Mama sama Fahri nggak bisa beri kasih sayang sama dia” pungkas Wulan.
“Udah ya Ma, nggak usah bahas cucu. Aku sama Lita pamit pulang dulu” ucap Fahri langsung mengajak Lita berdiri.
“ma kita pulang dulu” ucap Lita.
“pa, aku pulang ya” ucapnya lagi pada sang Papa mertua.
“Iya kalian hati-hati di jalan” tukas Sasongko kepada dua orang itu.
Mereka berdua setelah berpamitan, langsung berjalan menuju pintu di rumah itu untuk menuju ke mobil mereka yang terparkir dihalaman depan rumah.
°°°
T.B.C
__ADS_1