Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 103


__ADS_3

“Sayang kenapa kamu lama sekali sih, aku sudah menunggumu dibawah” ucap Fahri yang membuka pintu kamarnya.


Lita yang sedang berdiri di depan lemari sambil memegangi alat tes kehamilan dirinya langsung berbalik dan segera menyembunyikan itu dibelakang tubuhnya. Dia menatap Fahri dengan gugup.


Fahri yang menyadari ada sesuatu yang disembunyikan Lita darinya menatap seakan menginstrupsi perempuan itu.


“Apa yang kamu sembunyikan dariku?” tukas Fahri berjalan mendekat sambil sesekali berusaha melihat apa yang disembunyikan Lita dibelakang tubuhnya.


“Nggak ada, kamu kenapa sih masuk nggak ketuk pintu dulu” ucap Lita pada sang suami.


“ya kenapa aku harus ketuk pintu, ini kamar ku juga sayang” heran fahri pada sang istri yang seperti salah tingkah.


“kamu sembunyikan apa sih dari aku, mana lihat” ucap fahri yang sudah berada di depan Lita hendak mengambil apa yang disembunyikan istrinya.


“Apa sih nggak ada” ucap Lita berusaha menghindar.


“Ngga mungkin, nggak ada yang kamu sembunyikan dari aku.” fahri langsung memeluk Lita dan meraih paksa tangan sang istri.


“Kamu apaan sih, lepasin aku” Lita meminta dilepaskan tapi Fahri malah menarik tangan Lita yang memegang sesuatu seperti dia tidak boleh melihatnya.


Fahri meraih tangan istrinya dan menariknya ke depan dirinya.


“Apa ini?” ucap Fahri sat Lita menggenggam erat benda tersebut.


Perlahan Fahri membuka tangan sang istri, dia melihat benda yang asing baginya tai dia seperti pernah melihatnya di televisi.


“ya apa? Ucap Lita pada sang suami yang belum ngeh dengan alat itu.


Fahri yang kemungkinan sudah tahu itu alat apa langsung mengambilnya dan melihat hasil yang tertera disitu.


“Pregnant?” gumamnya setelah melihat alat tersebut, mulutnya menganga melihat sang istri didepannya.


Lita tersenyum sembari mengangguk.


“Serius? Kamu hamil” mata Fahri langsung berbinar ketika melihat istrinya mengangguk dan tersenyum padanya.

__ADS_1


“Iya puas, kamu nggak asik. Jadi orang” jawab Lita dengan cemberut.


“yes, akhirnya kamu hamil lagi. Aku senang mendengar hal ini, akhirnya aku bisa manjain kamu saat hamil” ucap Fahri kegirangan dan dia langsung memeluk sang istri.


“eh tunggu kok tadi kamu bilang aku nggak asik, kenapa?” heran fahri dan melonggarkan pelukannya pada sang istri.


“ya nggak asik, aku mau buat kejutan kamu nanti. Tapi kamu malah masuk dulu ke kamar maksa buat pengen lihat” kesal Lita pada sang suami. Dia sebenarnya sedikit risau dengan hamilnya yang sekarang entah kenapa. Tapi dia tadi juga senang dengan hal ini dan ada pikiran dalam dirinya untuk memberi kejutan Fahri dengan yang romantis tapi pria itu sudah keburu masuk kedalam kamar lebih dulu.


“Ya udah nanti kasih kejutan aku, aku pura-pura nggak tahu. Gimana sayang” ucap Fahri polos.


“ya nggak seru lah, aneh sih kamu” ucap Lita tak habis pikir dengan sang suami.


“hehe aku minta maaf. Habisnya kamu mencurigakan” ucap Fahri sambil nyengir.


“sini, sini. Kamu lagi hamil kan sayang, jangan banyak berdiri kamu duduk aja” ucap fahri langsung menuntun Lita untuk duduk di pinggir tempat tidur.


“pokoknya sekarang aku bakal manjain kamu, jangan larang aku. karena dulu waktu kamu hamil Axel aku tidak membantumu” lanjut Fahri sambil menunduk mencium perut Lita.


“kan kamu juga sudah merasakan aku hamil dengan ngidam, aku malah nggak ngidam sama sekali dulu. kamu kan yang ngidam”


“Iya, itu artinya aku sangat mencintaimu makanya aku yang ngidam, tapi semoga nanti yang ngidam bukan aku ya” ucap Fahri sambil menaruh kepalanya di pangkuan Lita.


“bukannya gitu, ngidam nggak enak sayang. Aku harus kerja, kalau aku ngidam lagi kayak dulu aku nggak bisa ngapai-ngapin dong” ucap fahri melihat wajah Lita.


“kan kalau kamu ngidam aku bisa ngapa-nagapin ke kamu” senyum seringai manis nampak di wajah Fahri.


“maskud nya?” ucap Lita polos tak mengerti.


“Ya bisa *****-gerepe kamu, kamu kan lemes. Jadi nggak bisa lama aku, kalau aku nengokin adik kecil disini” ucap Fahri sambil memegang perut Lita.


“nggak jelas,” dengus Lita pada fahri.


Mereka berdua saling tersenyum satu sama lain, dengan kebahagian yang mereka rasakan saat ini. sebentar lagi mereka akan dikaruniai anak kedua.


................................

__ADS_1


Lita sudah ada di dapur saat ini sambil menggendong anaknya dia menyuapi Axel yang memang sudah boleh makan. Sedari bangun tadi dia sudah menghampiri anaknya yang ada di kamar tamu tentu saja dia segera mengambil Axel karena tidak mungkin membiarkan mbok Jum kerepotan dengan mengurus Axel juga di pagi hari.


Dia juga turun kebawah untuk memberitahu mbok Jum kalau dia saat ini sedang hamil, dan ketika dia memberitahunya tadi perempuan paruh baya itu sangat senang mendengarnya. Bahkan memeluk dirinya berkali-kali sangking senang mendengar kabar tersebut.


“Axel kenyang nak?” tanya Lita saat Axel sudah tidak mau lagi saat dia suapi.


“Mungkin dia kenyang Lita, kalau begitu sini biar mbok yang mandikan dia” ucap Mbok Jum yang akan mengambil alih Axel.


“Nggak usah mbok, aku saja yang mandikan Axel di atas. Sekalian bangunin mas Fahri yang belum bangun sampai sekarang padahal dia bilang mau kerja” tolak Lita saat Mbok Jum akan menggendong Axel.


“Oh ya sudah kalau gitu, mbok mau terusin nyuci baju dulu”


“iya mbok, mbok nyuci baju saja” ucap Lita sambil berjalan kearah wastafel yang berada di belakangnya. Dia menaruh bekas makan anaknya disitu sedangkan mbok jum sudah menuju ke cucian.


Setelah itu Lita langsung berjalan menuju ke tangga, dia akan ke kamarnya untuk membangunkan sang suami yang belum bangun padahal akan bekerja.


......................


Didalam kamar sendiri Fahri tidak berada di tempat tidur tempat tidur itu kosong dirinya saat ini berada di dalam kamar mandi. Bukan mandi, tapi dia sedang muntah-muntah mengeluarkan sisa-sisa makanan di dalam perutnya.


Hueekk, Hueekk.


Berkali-kali dia terus muntah, seketika badannya menjadi lemas sekarang. Bagaimana tidak lemas pagi hari dia belum sarapan dan sudah memuntahkan semua yang ada didalam perutnya.


“ini kenapa sih aku, masa aku yang ngalamin ngidam lagi” lirihnya dan menduga-duga kalau dia memang saat ini telah ngidam. Karena apa yang dia rasakan saat ini sama saat yang dia rasakan sewaktu Lita hamil Axel dulu.


Fahri berjalan pelan keluar dari kamar mandi bertepatan dengan itu Lita masuk sembari menggendong anaknya dengan gendongan kain.


“loh kamu sudah bangun, aku kira belum bangun makanya aku ke kamar mau bangunin kamu” pungkas Lita saat membuka pintu melihat suaminya yang barus aja keluar dari kamar mandi.


“Aku barusan bangun” ucap fahri singkat dan terkesan tak bertenaga.


“kamu kenapa? Kamu sakit” tanya Lita yang langsung menghampiri sang suami yang malah membaringkan diri lagi di tempat tidur.


Belum juga Lita mendekat kearah fahri, pria itu sudah membungkam mulutnya dan berlari ke kamar mandi lagi. Melihat hal itu seketika Lita bingung sekaligus khawatir dengan Fahri.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2