Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 100 (Season 2)


__ADS_3

“Perempuan itu tadi adalah istri dari Rendi, mantan tunangan dari Melody” ucap rey dengan mantap mengatakan itu, dia melihat tatapan ketiga orang didepannya yang terkejut mendengar semua itu apalagi melody yang melebarkan matanya cukup lebar menatap dirinya.


“Dok, dokter kau bercanda kan soal itu. mana mungkin Rendi sudah menikah dengan perempuan lain sedangkan dia tunangan ku” ucap Melody terbata tak mempercayai perkataan Rey barusan.


“Melody kau tenanglah dulu,’ucap sang Ibu menenangkan anaknya yang tampak syok mendengar kenyataan tersebut.


“Maaf dokter, anda serius kalau tadi istri dari Rendi. Tapi mengapa dia membantu keluarga saya terutama Melody. Dia pasti tahukan kalau Melody tunangan Rendi” ucap Ibu Melody pada Rey.


“Mantan tunangan bu, Rendi sudah memutuskan pertunangan dengan melody dari sebelum kita ke Inggris. Makanya itu ayah menerima keputusan dokter Rey untuk membawa Melody ke Inggris, karena ayah tahu rendi sudah menikah” ucap Jaka pada istrinya.


“Ayah,.” Laras menatap tidak terima pada suaminya, dia melakukan begitu agar Melody tidak semakin syok mendengarnya. Jujur dia juga sudah tahu saat suaminya dulu bicara dengannya. Tapi saat ini dia akan pura-pura tidak tahu demi sang putri.


“kenapa bu, yang ayah omongin memang benar. Ibu juga tahu kan soal ini” ucap jaka pada istrinya.


“Nggak mungkin yah, masa Rendi nikah gitu aja tanpa bilang apa-pa sama aku. dia dulu bilang bakal denganku terus saat kita tunangan dulu” ucap Melody yang tidak mempercayai hal itu sama sekali.


“Dokter cuman asal ngomong kan, ini nggak benar kan dok” ucap melody yang masih belum mempercayainya.


“Semua ini benar Nona Melody, kau harus menerima kenyataan ini. dan tadi istri Rendi dialah yang membiayai dirimu selama ini” jelas Rey menatap Melody yang tampak tak percaya dengan ucapannya.


“kalau dia istri Rendi lantas mengapa dia membiayai ku, bukannya dia sudah tahu aku tunangannya dan kenapa dia mau menikah dengan Rendi” ucap melody sedikit tidak terima sehingga membuatnya sedikit meninggikan suaranya.


“Soal itu cukup saya dan Thalia yang tahu, saya harap anda bisa menerima semua ini. dan saya mohon dnegan sangat jangan mengganggu hubungan Rendi dan istrinya. Ini juga demi kesehatan anda, itu semua tidak usah anda pikirkan mungkin Rendi bukan jodoh anda dan ada pria lain yang menerima anda. Kalau begitu Tuan Jaka dan Nyonya Laras saya permisi dulu, kalau ada apa-apa dengan Melody hubungi saya saja, mulai sekarang yang memantau Melody saya saat di Indonesia” ucap Rey dan langsung berdiri. Dia melihat sekilas Melody yang meneteskan air matanya menatap sang ibu sambil menggeleng saat sang ibu mengatakan sesuatu.


“terimakasih dok sebelumnya, saya ucapkan terimakasih untuk perempuan tadi. Entah maksudnya apa menyembuhkan Melody tapi saya sangat berterima kasih dnegan perempuan itu. tolong sampaikan salam saya untuknya dan semoga kandungannya sehat hingga melahirkan” ucap ayah melody dengan lebih bijak.


“Iya nanti saya sampaikan?”


“benar, perempuan tadi hamil apa itu Rendi?” ucap Melody langsung menatap Rey.


Rey sekilas mengangguk mengiyakan, membuat Melody hampir luruh ke lantai tetapi Ibunya segera menopang dirinya agar tidak luruh.


“Saya permisi dulu” pamit rey dan langsung pergi dari hadapan mereka bertiga


Laras langsung memeluk anaknya yang terlihat histeris menerima kenyataan ini,

__ADS_1


“Bu, ini nggak benarkan. Ini nggak benar kan bu. Rendi nggak mungkin ninggalin aku kan bu” ucap Melody didalam pelukan sang ibu. Dia menangis begitu sesak hatinya mengetahui ini dimana tunangannya malah menikah dnegan perempuan lain bahkan perempuan itu sedang hamil saat ini.


“melody kamu tenang nak, kamu jangan begini tidak baik buat kesehatan kamu.” ucap Laras berusaha menenangkan sang anak.


Jaka yang berada disitu merasa iba dnegan anaknya sendiri tapi mau bagaimana lagi, Rendi yang selama ini sudah berusaha setia tetapi berpindah ke lain hati karena kesalahan Melody sendiri sebelumnya.


“Apa kamu nggak ingat ke salah kamu nak, maafin ayah bukannya ayah bela Rendi tapi wajar kalau rendi meninggalkanmu. Karena kamu yang meninggalkan rendi dulu” ucap Jaka di dalam hatinya, dia masih belum berani berbicara seperti itu langsung pada anaknya.


“Dia juga tidak mungkin marah dnegan Rendi ataupun istrinya, karena perempuan itu yang membiayai hidupnya selama di Inggris dan berkat dia juga Melody bisa kembali pada mereka sekarang.


“Sudah Melody, ayo kita pulang kita bicara lagi di rumah” ucap jaka membuka suaranya dan mengusap lembut kepala sang anak.


“Aku nggak bisa yah, aku nggak bisa begini. kenapa rendi begitu denganku yah” ucap Melody menangis menatap ayahnya.


“Ayah kenapa diam aja, seharusnya ayah marah pada rendi yang sudah mempermainkan anak ayah begini. aku akui aku dua tahun tidak bersama dengannya tapi kenapa dia malah begini padaku yah. Seharusnya aku tidak usah sadar saja kalau malah sakit menerima kenyataan ini” lanjut Melody menangis meraung merasa tidak terima.


“Sayang, kenapa kamu bilang begitu. Kamu tidak kasihan dnegan mama yang dua tahun ini menunggumu kembali pada kami” ucap sang ibu.


“Kenapa kamu begini, masih ada Revan, dia yang selama ini menemani kamu. kenapa kamu saat sadar hanya mengingat tentang Rendi. Lupakan rendi Melody” ucap sang Ibu lagi pada anaknya yang malah tidak membicarakan Revan sama sekali.


Melody hanya diam tidak menanggapi sang ibu, dia masih tidak terima dengan kenyataan ini. dia pikir ia sadar akan segera bertemu dnegan rendi nyatanya malah hal yang berbanding terbalik. Bukannya dia bertemu rendi malah bertemu istri dari pria itu.


Thalia buru-buru amsuk ke apartemen, dia membuka apartemen miliknya dengan hati-hati, ia takut Rendi akan tahu dia pulang dan memarahi dirinya. Bukan memarahi sih lebih tepatnya mengomeli dirinya, tahu sendiri pria itu begitu protektif padanya kemana-mana tidak boleh sendiri dan harus ditemani olehnya.


“Darimana?” benarkan dugaannya, baru saja dia melangkahkan kakinya kedalam pria itu sudah berjalan mendekati dirinya saat ini.


“Pergi sebentar, kenapa sih?” ucap Thalia dan akan berjalan tetapi rendi malah semakin maju mendekat bahkan sekarang mengunci dirinya dengan kedua tangan suaminya berada disisi kiri dan kananya saat ini.


“pakai tanya kenapa sih, aku kan udah pernah bilang jangan keluar kemana-mana di apartemen saja” tukas Rendi sedikit penekanan dalam setiap katanya.


“Darimana kamu?” tanya Rendi lagi.


“Bisa kita duduk sebentar, aku capek. Kamu nggak kasihan sama aku dan anak kamu” ucap Thalia berusaha merayu Rendi.


“Nggak usah cari alasan, darimana?” Rendi bukannya mengindahkan tetapi malah bertanya lagi. Dia tidak akan berhenti bertanya sebelum lawan bicaranya menjawab

__ADS_1


“Dari cari ketoprak aku pengen ketoprak tadi” lagi Thalia berbohong soal dia darimana.


“Ketoprak mana ada jam segini, nggak usah bohong. Darimana kamu sayang, jangan buat aku marah sama kamu” tukas Rendi memaksa istrinya untuk menjawab.


“Kalau mau marah silahkan marah, orang kok nggak percaya banget. Minggir” Thalia yang kesal dan bingung harus mengatakan apalagi terpaksa mendorong Rendi agar minggir dari hadapannya agar dirinya bisa lewat.


“Kok malah kamu yang marah sih sayang, seharusnya aku yang marah sama kamu karena keluar nggak bilang sama aku.” ucap rendi langsung mengikuti Thalia yang masuk ke ruang tengah dan duduk di sofa yang ada disitu.


“siapa juga yang marah, kesel aja aku sama kamu. istrinya pulang bilang capek lelah malah di Interogasi memang aku tersangka apa yang biasanya kamu interogasi” sungut Thalia menatap Rendi kesal.


Kamu sebenarnya nganggap aku istri atau nganggap aku orang lain sih” lanjut thalia menatap serius Rendi.


“Yang nganggap kamu istrilah masa orang lain, aneh-aneh aja kamu. apa salahnya aku tanya begitu sama kamu. aku khawatir sama kamu ngerti nggak, kamu seminggu lalu bilang perut kamu sakit kan. Wajar aku jadi suami takut kamu kenapa-kenapa kalua di luar” ucap Rendi pada istrinya yang diam sambil memalingkan wajah membelakangi dirinya saat ini.


“Udah ah, nggak usah dibahas. Aku cepak, kamu diem aja,” tukas Thalia tanpa menatap Rendi.


“Ya sudah, aku diem hari ini. tapi besok jangan diulang lagi. Aku bukannya ngekang kamu, aku Cuma takut kamu sama nak kita kenapa-kenapa disaat aku nggak sama kalian di luar” ucap Rendi pada istrinya.


Thalia tidak menggubris sama sekali, dia masih dalam posisi yang sama mengabaikan suaminya yang bicara.


Rendi langsung berdiri dan menekuk lututnya di depan Thalia membuat Thalia menatapnya heran.


“kamu mau apa?” tanya Thalia.


“Kenapa aku mau bicara sama anak aku, habisnya kamu cuekin aku sekarang” ucap rendi.


“Kamu dengar apa yang Mama sama Papa bicarakan kan nak, Mama kamu marah lagi sama Papa. Bilang nak sama Mama jangan marah-marah sama Papa nanti kamu mirip Papa semua kasihan Mama kamu nggak kebagian. Nanti dia iri lagi” ucap rendi sambil memegang perut Thalia dan sekilas melihat istrinya yang menatap dirinya.


“Nggak lucu” ucap Thalia pada Rendi.


“Siapa bilang ini lucu,” tukas Rendi dan dia mencium perut istrinya tersebut. Selesai mencium perut dia mendongak menatap istrinya yang langsung mengalihkan pandangan kearah lain.


“Mama kayaknya iri deh nak, apa Papa juga cium Mama ya” ucap rendi sambil tersenyum menggoda Thalia.


“Nggak usah cium-cium deh sekarang, lagi nggak mo..” belum juga Thalia selesai bicara Rendi langsung menciumnya. Thalia menerima begitu saja ciuman dari Rendi, dia kalau soal ciuman tidak bisa menolak.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2