Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 101


__ADS_3

Wajah Fahri mengeras, dia melepaskan tangan Lita paksa. Membuang mukanya, dia malas untuk menatap sang istri. Dia kecewa karena Lita tidak pernah bilang padanya kalau memiliki mantan lain selain Patrick.


"Kamu kenapa lagi,?" ucap Lita berusaha membuat Fahri menatapnya.


"Jangan bicara denganku dulu," Fahri langsung berjalan menjauh melihat kearah kaca yang menghubungkan ke kolam renang.


"Kamu kok sekarang sering marah sih semenjak kita mulai lagi dari awal" ucap Lita berusaha untuk lebih tenang dalam menyikapi sang suami yang tengah ngambek.


"Dengerin aku ngomong dulu, jangan ngambek dulu kenapa?" Lita berjalan mendekati Fahri yang membelakangi dirinya.


"Apa yang harus aku dengar, sudahlah sayang. Kamu pergi sana, aku ingin sendiri" ucap Fahri mengusir Lita.


"Kamu pengen tahu nggak cinta pertama aku siapa?" Ucap Lita kembali memutar tubuh Fahri agar menghadap kearahnya.


"Cinta Pertamaku itu kamu, ngerti nggak. Nggak usah marah-marah deh" tegas Lita menatap lekat wajah sang suami.


"Nggak usah bohong" sorot mata tajam tak percaya Fahri perlihatkan.


"Aku nggak bohong, untuk apa aku bohong." ucap Lita tampak begitu serius.


"Nggak mungkin, kamu kurang pintar ngarang cerita. Bagaimana bisa aku cinta pertama kamu sedangkan Patrick pacar pertama kamu sebelum aku" ucap Fahri begitu meragukan ucapan dari istrinya.


"Lihat aku dulu, baru aku jelasin" pungkas Lita meminta Fahri untuk melihat kearahnya.


"Lihat aku nggak, kalau nggak ya sudah. Aku mau ketemu Patrick jangan salahkan aku kalau aku bisa kembali lagi padanya" ancam Lita pada sang suami.


Fahri menuruti perintah istrinya dia menatap sang istri.


"Memang Patrick pacar pertama aku tapi aku pacaran dengan dia tidak menggunakan cinta. lebih tepatnya hanya gimana ya bilangnya. Kamu tahu aku kan dulu bagaimana. Pergaulanku di Australia sembarangan, aku seorang yang memberontak tapi tidak sampai seperti Thalia. Nah Patrick yang sering mengantarku kemana-mana dan akhirnya kita pacaran. Tapi hatiku tidak cinta padanya, baru aku merasakan cinta saat sama kamu," jelas Lita memberi penjelasan dengan sejelas-jelasnya agar sang suami tidak marah lagi.


Fahri yang mendengar itu hanya diam saja tidak memberikan respon sama sekali.


"Kamu nggak percaya sama aku, ya udah kalau nggak percaya. Aku keluar aja, mending aku sama Axel,"Ucap Lita langsung berjalan pergi. Tapi saat dia belum sampai ke pintu Fahri memeluknya dari belakang membuat langkahnya terhenti.


"Kenapa peluk-peluk, nggak percayakan sama aku" ucap Lita sekilas melihat Fahri yang memeluknya. Kepala pria itu ia tumpukan di bahunya.


"Aku percaya," jawab Fahri singkat.


Lita langsung membalikkan dirinya menghadap Fahri,

__ADS_1


"Kamu nggak perlu cemburu atau takut kehilangan aku, aku bakal sama kamu kok. Nggak ada yang aku cintai selain kamu" tukas Lita pada Fahri.


"Ya,." entah mengapa Fahri hanya menyahutinya singkat-singkat saja. Dia seperti kerupuk yang yang tersiram air.


………………


Tanpa diduga siang hari Jack, Hailey dan juga Patrick datang ke Resort milik Lita. Dimana saat sepasang suami istri itu tengah berbicara berdua di depan resort.


"Hai Lita, apa kabar?" pungkas Hailey begitu senang melihat temannya yang dulu.


Lita dan juga Fahri langsung melihat kedatangan tiga orang itu.


"Oh hai Hailey," Lita langsung berdiri sambil tersenyum pada temannya dulu.


"Hai Jack" ucap Lita lagi pada Jack kekasih dari Hailey


Fahri ikut berdiri, dia menatap dingin ketiga orang itu. auranya begitu terasa tak bersahabat.


"Maaf Lita, Fahri. Kita mengganggu, mereka menyuruhku untuk menemuimu, katanya rindu sudah lama tidak bertemu" ucap Patrick merasa tidak enak dan dia melihat kearah Fahri yang benar-benar menunjukkan ketidak sukaannya.


"Tidak apa-apa, ayo masuk. Kita ngobrol di dalam" ucap Lita mempersilahkan masuk ketiganya. Fahri menatap Lita yang tidak meminta persetujuan darinya dulu.


Lita tahu itu, Fahri pasti sedikit marah karena dia mengajak ketiga orang itu masuk.


"Iya kita ngobrol saja disini" pungkas Jack menyetujui.


"Baiklah kita mengobrol disini saja" ucap Lita.


"Oh iya aku lupa, Kenalkan ini suamiku" ucap Lita lagi memperkenalkan Fahri pada Jack dan juga Hailey.


"Salam kenal, Saya Jack. Ini kekasih saya Hailey" ucap Jack pada Fahri.


Fahri membalas uluran tangan Jack sambil tersenyum yang terkesan dipaksakan.


Mereka kemudian berbincang-bincang dan banyak perbincangan hanya membahas soal mereka berempat disitu Fahri merasa diabaikan. Bagaimana tidak di abaikan, bicara tentang Lita yang dulu mana dia tahu. Lita saat di Australia.


"Sayang ya, Kamu sudah pisah dengan Patrick. Kita tidak bisa sering bersama. Padahal dulu aku berharap sekali kamu dan Patrick menikah dan punya anak, kita bisa berteman terus dan anak-anak ki.." ucapan Hailey langsung terhenti saat Jack menyenggolnya.


Sementara Lita tampak was-was serta cemas sendiri melihat kearah Fahri yang mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Apaan sih sayang," Hailey yang tidak mengerti situasi dan kondisi menatap Jack heran.


"Aku permisi dulu, silahkan lanjutkan" ucap Fahri langsung berdiri dan pergi.


"Kamu sih, kenapa pakai bahas hal itu. Lita sudah menikah dengan orang lain bukan dengan Patrick. Kamu bagaimana sih sayang, suami Lita disini kamu membicarakan Lita dengan Patrick dulu" tegur Jack pada sang istri.


"Maaf aku terlalu terbuai suasana saja. Lita aku minta maaf ya, dan bilang pada suamimu aku tidak bermaksud membahas masa lalu mu dengan Patrick." ucap Hailey merasa bersalah.


"Iya tidak apa" meskipun Lita menjawab begitu tapi sejujurnya dia juga cemas. Bagaimana Fahri nanti, tadi saja dia sudah marah ditambah hal ini.


"Sudahlah, Kita Pamit pergi saja ya Lita. Maaf membuatmu tidak nyaman" ucap Patrick langsung berdiri mengajak Jack dan juga Hailey pergi.


"Iya, aku juga minta maaf ya. Tidak menyambut kalian dengan baik" pungkas Lita serba tidak enak.


Ketiga orang itu langsung pergi setelah mereka berpamitan pulang.


Sementara Lita sendiri melihat sekilas kedalam, Kira-kira kemana perginya Fahri batinnya.


………………


Lita masuk kedalam kamar dan melihat Fahri yang ada di dalam kamar sedang membereskan pakain-pakaiannya. Memasukkan dengan kasar kedalam koper.


"Kamu mau kemana sayang?" tanya Lita buru-buru berjalan mendekat.


"Pulang, kita pulang sekarang" ucap Fahri tidak memperhatikan Lita, dia sibuk memasukkan bajunya dan juga baju istrinya kedalam koper.


"Apa maksudmu pulang?"


"Ya kita pulang,"


"Tapi kenapa?"


"Aku tidak suka dengan mantanmu dan teman-temannya. Mereka tidak menghargai diriku sebagai suamimu sama sekali. Bisa-bisanya mereka membahas dirimu dengan Patrick dulu" tukas Fahri.


"Sayang, tenanglah. Hailey memang begitu, dia terlalu polos sampai sering lupa" ucap Lita mendekati Fahri.


"Terserah, intinya kita pulang ya pulang. Cepat kamu suruh mbok Jum untuk beres-beres" tegas Fahri menutup kasar pintu lemari yang sudah kosong tersebut.


Lita hanya bisa menghela nafasnya, Fahri kalau sudah marah tidak bisa ditolelir lagi oleh siapapun termasuk dirinya.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2