
“Itu bukannya teman si sombong? Dia ada disini juga berarti?” ucap Thalia menduga. Dia terus memperhatikan pria itu hingga pergi dari hadapannya.
“Semoga saja aku bertemu degannya,” ucap Thalia lagi penuh harap.
Sungguh dia memang berharap bisa bertemu dengan Rendi maka akan ia gunakan kesempatan itu untuk terus menggoda pria tersebut sampai tergoda dengannya. Harapan yang mungkin sulit untuk terwujud, tapi tidak ada salahnya kan kalau dia berharap.
Thalia langsung berjalan pergi juga, dia harus menemui Nicholas dan juga teman-temannya yang lain.
Thalia berjalan melenggak-lenggok, di lorong hotel, melihat-lihat nomor berapa kamar yang digunakan Nicholas dan juga teman-temannya. Bukan temannya sih tetapi teman dari Nicholas tapi mereka juga mengenal dirinya. Jadi tidak enak kalau dan tidak datang menemui mereka. Dia kan hanya ada masalah dnegan Nicholas bukan dengan mereka jadi kenapa tidak, pikir Thalia.
“oh ini kamarnya,” serunya saat berhasil sampai di kamar 302, segera saja dia mengetuk pintu kamar tersebut. Pintu langsung terbuka, menampakkan wajah Nicholas yang tersenyum melihat kearah Thalia yang melihat kearahnya.
“kau akhirnya datang juga, aku sudah menunggu sedari tadi” ucap Nicholas mempersilahkan Thalia masuk kedalam kamar hotel tersebut.
Thalia melihat sekitar kamar tersebut, kamar yang sepi tidak ada orang. Padahal tadi Nicholas bilang kalau mereka akan bertemu teman-teman dari pria itu.
“Dimana yang lain?” tanya Thalia melihat Nicholas yang berdiri di depannya.
“yang lain bilang kalau sedikit telat kesini, kau tunggu saja. Duduk dulu disini” ucap david meminta Thalia untuk duduk di tempat tidur.
“kau membohongi ku atau memang serius mereka akan datang kesini” taya Thalia, entah kenapa dia seakan curiga dengan hal tersebut
“Aku tidak membohongi dirimu, mereka sebentar lagi datang. Tenanglah” ucap David sedikit menarik tangan Thalia untuk mendekati dirinya sekarang.
Thalia semakin cemas dengan hal tersebut, tapi dia berusaha menyembunyikan ketakutannya itu.
.......................
Rendi saat ini berada di dalam kamar yang telah dia sewa sebelumnya tepat di sebelah kamar dimana dia akan melakukan penggerebekan Narkoba.
“Komandan, dari info diluar katanya mereka sudah datang. Apa kita melakukan penggerebekan nya sekarang” tanya salah satu anak buah dari rendi tersebut.
“kau serius mereka sudah datang saat ini?” Rendi bertanya dan dia langsung berdiri di depan keduanya.
“Iya Ndan, mereka sudah datang” sahut salah satunya.
“kalau begitu ayo kita langsung menangkap mereka, kordinasi pada yang lain jangan sampai ada yang lolos” tukas rendi bersiap memeriksa pistol miliknya.
__ADS_1
“ayo,” ucapnya lagi meminta kedua orang tersebut untuk segera menangkap mereka.
Rendi membuka pintu kamar hotelnya tersebut, dia melihat kesamping kanan secara hati-hati takut akan ketahuan oleh yang lain.
Baru saja Rendi sudah di luar dia melihat sekilas Thalia yang ditarik masuk begitu saja oleh seseorang di depan matanya.
Thalia melihat rendi yang menatapnya saat ini,
“Tolong, pria sombong tolong aku” ucap Thalia tetapi keburu di tarik oleh Nicholas dan pintu didepan rendi tertutup kembali.
Rendi seketika terdiam, melihat hal tersebut maksud dari Thalia apa meminta tolong padanya.
“ndan, ayok kenapa diam saja disitu” panggil mereka berdua karena Rendi hanya diam saja, padahal mereka sudah mengendap di kamar sebelahnya.
“Kalian lakukan dulu, aku harus melihat seseorang” perintah Rendi pada kedua anak buahnya.
Membuat mereka berdua terhenyak, tak mengerti dengan maksud komandannya.
Rendi tidak menunggu waktu lama dia langsung pergi berjalan membuka pintu kamar didepannya.
Dan dia langsung berjalan cepat saat melihat apa yang terjadi didepannya.
Rendi yang melihat hal tersebut langsung dengan cepat menarik Nicholas dengan kuat sehingga pria itu terjatuh ke lantai. Dia menatap rendi heran,
“kau siapa? Beraninya ikut campur” ucap Nicholas yang masih berada di lantai melihat Rendi.
“kau pria brengsek,” Rendi langsung mendekati Nicholas dan dia menduduki perut Nicholas melayangkan pukulan pada pria itu.
“Bisa-bisanya kau melakukan itu pada seorang perempuan, bagaiman kalau adikmu yang diperkosa seperti dia” rendi melayangkan pukulan yang cukup keras pada pria itu.
Berusaha melawan tapi dia, tidak bisa melakukannya karena kalah kuat dari Rendi,
Bukk
Bukk
Rendi terus memukuli Nicholas hingga pria itu babak belur tak berdaya di lantai, rendi melihat kearah Thalia sekilas yang langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang sedikit terlihat apalagi buah dadanya yang sedikit menyembul. Meskipun dia orang yang cukup berani tapi tentu saja dia malu jika dilihat oleh orang lain. Tubuhnya gemetar karena kejadian tersebut, dia begitu takut saat ini
__ADS_1
“kau tidak apa-apa?” tanya rendi saat melihat Thalia yang gemetaran di tempat tidur.
Thalia hanya mengangguk perlahan,
Rendi yang saat ini mengenakan jaket berwarna hitam langsung melepaskan jaketnya itu. Dia berjalan mendekati Thalia memasangkan jaketnya tersebut di bahu perempuan itu.
“Ayo, keluar” ucap Rendi sembari membantu Thalia berdiri, dia memasangkan jaket yang ia kenakan.
Thalia perlahan turun dengan mencengkram kuat pinggang Rendi yang saat merengkuh dirinya membantu dia berjalan. Thalia sesekali melihat kearah Nicholas yang tak sadarkan diri dengan wajah penuh luka karena pukulan rendi.
“Nicholas bagaimana?” tanyanya sesekali melihat Rendi yang menuntun dirinya berjalan turun dari tempat tidur.
“kau masih memikirkannya setelah apa yang dia lakukan, biarkan saja dia. Anak buah ku yang akan mengurusnya” ucap Rendi dan segera menuntun Thalia yang sedikit gemetar,
“Kau kukira perempuan pintar, ternyata kau bodoh bisa tertipu dengan pria seperti itu” cibir Rendi sambil menuntun Thalia terus berjalan keluar dari kamar saat ini.
Thalia tidak seperti biasanya, dia hanya diam saja. Masih ada ketakutan dalam dirinya, hidupnya hampir hancur gara-gara Nicholas untuk saja polisi yang dia panggil sombong selama ini menolong dirinya coba kalau tidak bagaimana dia bisa menjalani hidup kedepannya.’
Seburuk-buruknya dia, ia belum pernah melepas mahkota berharganya, dia memang pemabuk tapi tidak gila menyerahkan miliknya untuk siapapun. Dan dia tidak menyangka Nicholas akan melakukan hal seperti itu padanya.
Ia pikir Nicholas hanya tukang selingkuh dan ia pikir pria itu baik, nyatanya tidak. Mengingat apa yang akan terjadi padanya tadi membuat Thalia menitihkan air matanya,
Rendi yang menyadari hal tersebut melihat sekilas, tapi dia seakan tidak melihatnya. Ia hanya diam saja menuntun Thalia keluar, dia akan menaruh Thalia di kamar yang dia sewa tadi.
“Maaf Ndan, lapor mereka sudah kita tangkap semuanya” ucap seorang berseragam perempuan dengan menenteng senjata laras panjang memberi hormat pada rendi di koridor hotel tersebut.
Rendi langsung berhenti dan melihat kearah anak buahnya,
“Bagus, kalau begitu saya minta tolong urus pria di dalam kamar ini. dan tuntut dia dengan pasak pelecehan seksual” perintah rendi,.
Polisi tersebut terlihat bingung, dia melihat sekilas kedalam kamar yang baru saja komandannya masuki. Dan dia melihat wanita yang saat ini dalam dekapan komandannya itu.
“kau dengar apa yang aku ucapkan atau tidak” gertak rendi.
“Siap dengar Ndan” jawabnya.
“ya sudah, sana urus pria itu” perintah Rendi dan dia langsung pergi membawa Thalia masuk kedalam kamar miliknya tadi.
__ADS_1
°°°
T.B.C