
Rendi mendudukkan Thalia di tempat tidur, yang ada didalam kamarnya. Dia memperhatikan perempuan tersebut yang sepertinya terlihat terguncang dengan apa yang barusan terjadi padanya.
“kau masih takut soal hal tadi?” tanya Rendi menatap Thalia yang menunduk sambil memeluk erat tubuhnya sendiri yang tertutupi oleh jaket milik Rendi.
Mendengar ucapan rendi barusan, Thalia hanya diam saja. Dia masih dalam posisinya yang sama.
“Wanita tidak tahu malu sepertimu ternyata bisa terguncang begini dengan hal itu, kenapa kau malah ketakutan bukannya seharusnya kau senang akan diperlakukan begitu oleh pria tadi” cibir Rendi dengan begitu tajamnya. Entah mengapa dia ingin saja bicara pedas seperti itu pada perempuan yang beberapa hari ini selalu mengejar-ngejar dirinya.
Thalia langsung mendongak melihat Rendi yang menatapnya tak berekspresi, dia melihat pria yang dia kagumi beberapa hari ini. menatap tajam pria tersebut yang sepertinya tidak mengkhawatirkannya sama sekali.
“kau tidak punya rasa kemanusiaan ya?” ucapnya tajam sembari menatap Rendi.
“Ambil jaket mu,” Thalia langsung berdiri dan melempar Jaket milik Rendi ke hadapan pria itu, dia menarik selimut dan menutupi dirinya sendiri dengan itu. Baru ia melangkah pergi dari hadapan Rendi.
Thalia yang sudah berjalan melewati rendi yang hanya diam sambil melihat jaket miliknya yang teronggok dilantai, langsung menatap Thalia yang sudah berjalan melewati dirinya.
“Kau mau kemana?” ucapnya sembari mencekal tangan Thalia.
“Bukan urusanmu aku mau kemana?” jujur Thalia saat ini menjadi rapuh sekali, dia masih membayangkan hal tadi. Tapi dia juga tidak bisa disini karena pria didepannya ucapannya begitu pedas semakin membuatnya terpuruk dalam kondisi ini.
“Ayo aku antar,” ucap Rendi mengambil jaketnya dan langsung menarik thalia keluar dari dalam kamar dengan perempuan itu yang mengenakan selimut menutupi badannya.
Rendi terus menarik Thalia berjalan di lorong koridor Hotel, Thalia yang diperlakukan seperti ini melihat tangannya yang di genggam oleh Rendi dan ia sesekali melihat dagu tegas pria didepannya yang semakin terlihat keren. Hati Thalia seketika berdebar desiran aneh menghinggapi dalam relung hati itu, dia memegangi dadanya sendiri melihat Rendi yang berjalan sambil menggandengnya.
“Apa ini? kenapa jantung berdebar? Apa ini cinta yang kurasakan?” batinnya sambil terus memegangi dadanya sendiri. Kalau memang ini cinta sesungguhnya, ia pastikan Rendi akan menjadi miliknya. Benar jadi miliknya, teguh nya begitu kuat.
............................
Didalam mobil dua insan manusia hanya diam saja yang satu sibuk menyetir mobil yang satu sibuk melihat keluar mobil. Tapi Thalia sesekali mencuri pandang melihat kearah rendi yang fokus melihat ke depan.
“kenapa kau mengantarku sekarang, aku bisa pulang sendiri?” Thalia begitu penasaran, dia ingin tahu jawaban dari pria disebelahnya.
“Soal kemanusiaan” jawab Rendi tanpa melihat kearah Thalia.
__ADS_1
“tidak masuk akal, soal kemanusiaan” decih thalia menatap Rendi dengan senyum miringnya.
“Kau menyukaiku kan?” Tanya Thalia dnegan percaya dirinya.
Rendi tiba-tiba saja langsung mengerem mendadak melihat kearah Thalia yang sedikit ke depan karena apa yang dia lakukan barusan.
Senyum rendi tak kalah sinis,
“Kau sudah kembali ke sifat aslimu, jangan terlalu percaya diri” ucap rendi begitu tajamnya.
“pembohongan diri” cibir Thalia dan langsung memalingkan wajahnya, tak melihat Rendi lagi. Hari ini dirinya masih tidak bersemangat untuk menggoda Rendi.
Rendi melihat sekilas kearah Thalia yang memalingkan wajah darinya, dia terdiam melihat perempuan tersebut. Dia sendiri juga heran kenapa dia bisa sebegitu nya tadi bahkan sampai menghajar pria tadi hingga tak sadarkan diri. Mulutnya ingin sekali bicara pedas dengan perempuan di depannya tapi hatinya kenapa seperti menolak dnegan hal ini. bahkan tadi saat perempuan di depannya akan pergi dia langsung melarangnya.
“Kau ingin pulang kemana?” tanya Rendi pada Thalia.
“yang penting bukan ke rumah ku atau ke rumah Lita” jawab Thalia dengan masih memalingkan wajahnya dari Rendi.
“Kau memberi kode ke rumahku atau bagaimana?” ketus Rendi sambil tersenyum sinis.
“salahmu bilang begitu, pulang ke rumahmu saja kalau begitu” sinis Thalia melihat kearah rendi. Ini ia jadikan kesempatan untuk tinggal di rumah pria tersebut.
Rendi tidak menjawab apa-apa, dia hanya diam saja fokus dengan apa yang dia lakukan saat ini.
...........................
Thalia berjalan mengikuti Rendi yang ada di depannya. Mereka saat ini berjalan kearah Apartemen milik Rendi. Benar Rendi mengajak Thalia ke Apartemennya, entah mengapa pria tersebut mengajak Thalia saat ini.
“Kau serius mengajakku kesini? Ada apa ini polisi sombong. Bukannya kau membenciku beberapa beberapa hari ini” tukas Thalia melihat kearah Rendi yang terus berjalan kearah Apartemen.
Pria itu tetap diam tidak menjawab pertanyaan Thalia, dia berhenti tepat didepan pintu apartemennya. Ia membuka pintu tersebut sambil melihat sekilas kearah Thalia yang ternyata juga melihatnya. Segera saja dia mengabaikan hal tersebut.
“masuk,” perintah Rendi saat pintu apartemennya sudah terbuka. Dia menyuruh Thalia untuk masuk kedalam.
__ADS_1
“kau serius menyuruhku masuk, atau kau mau melanjutkan apa yang Nicholas lakukan tadi” tanya Thalia menatap curiga Rendi.
“bukannya kau yang ingin ketempat ku? Kenapa sekarang menjadi banyak tanya?” sinis Rendi.
“Aku curiga denganmu, kau sudah jatuh cinta denganku kan. Cepat sekali dirimu jatuh cinta denganku, ah aku tidak heran dengan pesonaku sendiri.” Ucap Thalia yang membanggakan dirinya sendiri sekarang.
“tidak usah banyak percaya diri. Masuk” Rendi menyeret Thalia untuk amsuk kedalam. Bukannya dia ingin melakukan sesuatu tapi dia tidak ingin orang-orang yang satu gedung apartemen dengannya tahu kalau dia datang bersama dengan perempuan.
“Augh, sakit,” ucap thalia langsung memegangi tangannya yang kesakitan karena apa yang dilakukan Rendi barusan. Membuat selimutnya terjatuh dan menampakkan buah dadanya yang sedikit menyembul karena bajunya yang robek.
Seketika Rendi yang melihat hal itu langsung memelingkan wajahnya membelakangi Thalia,
“pakai selimut mu kembali” pinta Rendi tanpa melihat kearah thalia,
“Cihh,” decih thalia dan mengambil selimutnya kembali.
Sementara rendi berjalan kearah kamar miliknya, entah mengapa di buru-buru untuk masuk kedalam kamar meninggalkan Thalia dalam kebingungan.
“kenapa dengan pria itu?” heran Thalia sambil melihat kearah Rendi yang berjalan cepat masuk kedalam kamar.
Thalia sendiri berdiri di ruangan luas apartemen tersebut dia melihat sekeliling apartemen yang tampak tak berwarna dan membosankan.
Baru kali ini dia memperhatikan apartemen polisi yang dia sebut sombong itu.
Ditengah-tengah ke fokusan Thalia dalam melihat seisi ruangan apartemen rendi, pria itu keluar kembali membawa baju putih polos dan juga celana pendeknya.
“ganti pakaianmu dengan ini” dia melempar pakaian yang ada di tangannya kearah Thalia, dan mendarat tepat di wajah perempuan tersebut.
Thalia sendiri langsung mengambilnya kasar, menatap rendi yang tak merasa bersalah sama sekali.
“kau pria yang keras, tapi membuatku tertantang. Tunggu aku ya sayang, aku ganti baju dulu” Thalia malah semakin bersemangat mendapat perlakuan itu dari rendi. Dia berjalan mendekati Rendi saat ini dan jari lentiknya mengusap dagu Rendi dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda pria itu.
°°°
__ADS_1
T.B.C