Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 84 (Season 2)


__ADS_3

“Ya, aku menyembunyikan sesuatu darimu puas” tukas Thalia menatap Rendi


“Apa yang kamu sembunyikan dariku sekarang, apa yang kamu dan Rey sembunyikan dariku saat ini” ucap Rendi menuntut agar istrinya jujur.


Thalia diam sebentar dia mencermati wajah Rendi yang menatapnya serius dan terkesan menuntut.


“Aku yang memindahkan tunangan mu ke Inggris” ucap Thalia pada akhirnya, dia sedikit memejamkan matanya untuk mengatakan itu. dia terasa berat untuk mengatakan semua itu pada Rendi dia takut Rendi akan marah dengannya.


“Kau yang memindahkannya?” nada bicara Rendi berubah menjadi dingin dan menatap Thalia.


Thalia terpaku ditempatnya karena ucapan Rendi tersebut yang terkesan berubah, pria itu terlihat lebih serius saat ini.


“Iya kenapa? Kau mau marah padaku silahkan. Kau marah karena aku memisahkan mu dengan tunangan mu kan. silahkan marah padaku, aku terima kemarahan mu itu” pungkas Thalia menatap Rendi.


“Alasan dirimu memindahkan dia ke Inggris apa? Kenapa kau tidak bilang padaku lebih dulu” ucap Rendi penasaran, dia tidak marah karena dia sudah tahu soal Thalia yang memindahkan Melody ke Inggris. Tapi dia tidak tahu alasan istrinya tersebut apa, dia hanya ingin tahu alasan Thalia melakukan itu.


“kenapa diam, jawab apa yang aku tanyakan padamu?” ucap rendi lagi karena Thalia tidak kunjung menjawab pertanyaannya.


“Ya..ya aku hanya ingin dia sadar, aku, aku ingin bersaing dengannya secara sehat dan aku ingin melihat reaksi mu seperti apa kalau dia sadar” ucap Thalia gugup, dia takut Rendi akan marah dengannya karena wajah pria itu sudah memerah.


“Kamu itu konyol tahu nggak, bodoh juga. bisa-bisanya kau ingin bersaing secara sehat dengan Melody, kau sama saja menjadikan suamimu perebutan begitu. Kau gila memang, bagaimana jika dia ingin kembali denganku setelah kau buat dia sadar”


“Ya bakal aku halangi lah, kau milikku. Dan misalnya kalau dia bersikeras ingin kembali denganmu, itu tergantung dirimu kau masih mau dengannya atau tidak. Kalau kau masih mau, aku pergi dari hidupmu. Aku akan menyerah dan sadar diri kalau memang kau tidak mencintaiku” ucap Thalia menatap serius Rendi.


Rendi sendiri terlihat jengah dengan ucapan tidak masuk akal Thalia, bagaimana bisa dia kembali dengan Melody.


“Jelas tidak mungkin aku mau dengannya, dia bukan siapa-siapa ku lagi. Kamu tidak capek apa, permasalah rumah tangga kita selalu ini, kamu seakan nggak yakin sama cinta ku ke kamu”

__ADS_1


“memang aku nggak yakin, pria bagiku licik dan tidak ada yang jujur. Kau memang sering bilang cinta padaku tapi aku tidak terlalu percaya denganmu, aku takut kau hanya menjadikan pelampiasan mu saja karena tunangan mu tidak sadar. Makanya dari itu aku membuatnya sadar, karena aku ingin lihat dirimu benar-benar mencintaiku atau masih mencintai Melody”


“terserah dirimu saja, aku capek” Rendi benar-benar kesal dan tidak habis pikir dengan cari pikir thalia yangs aat ini. dia daripada emosi langsung berjalan ke tempat tidur membaringkan dirinya tanpa memperdulikan sang istri yang tengah menatap dirinya saat ini.


“Kalau kau memang mencintaiku buktikan saat perempuan bernama Melody itu kembali ke indonesia, aku ingin melihat sikapmu bagaimana” pungkas Thalia miris, dia menatap tubuh Rendi yang membelakangi dirinya saat ini.


........................................


Thalia duduk di kursi baring depan Resort, dia setengah berbaring dan menyandarkan dirinya ke sandaran kursi tersebut sambil mengusap perutnya yang sudah lima bulan.


“Kau saat lahir nanti, Mama harap menjadi orang yang kuat. Meskipun nanti Mama tidak bersamamu, tapi kau yakinlah Mama selalu menyayangimu dan memantau dirimu. Maafkan Mama nanti kalau meninggalkan dirimu bersama Papamu. Mama melakukan itu karena Mama sadar diri mungkin bukan Mama perempuan yang dicintai Papamu, mama siap untuk pergi meninggalkan dia. dan Mama harap kau jangan menerima tunangan papamu ya dia bukan perempuan baik” ucap Thalia sambil memegang perutnya sendiri.


“Kalau kamu tanya Mama alasan mama tidak dengan papamu lagi ya karena Mama ingin Papamu bahagia. Dan Mama tidak ingin menjadi seperti Nenek kamu yang tersakiti sendiri. maafin Mama kalau Mama egois” ucap Thalia lagi berbicara pada perutnya sendiri.


Saat Thalia tengah mengusap perutnya sendiri sambil melihat pemandangan di depannya ponsel miliknya yang berada di atas meja berbunyi membuat dirinya mengalihkan untuk melihat itu.


“Halo ada apa?” tanya Thalia.


“Kau kemana saja kenapa tidak mengangkatnya” ucap Rey.


“Aku sedang mandi tadi, dan gara-gara dirimu Rendi tahu semuanya. Kau bodoh atau bagaimana sih, sudah berapa kali aku bilang untuk menghubungiku dengan nomor istrimu tapi kau malah memakai nomormu sendiri” ucap Thalia marah-marah pada Rey.


“Ya maaf, aku sedang tidak bersama dnegan istriku, aku sedang di rumah sakit” ucap Rey.


“Ya maaf, kau kira dengan maaf mu Rendi bisa tidak mendiami ku. Gara-gara dirimu aku debat dengannya” lagi-lagi Thalia meluapkan kekesalannya pada Rey.


“Dia marah denganmu? Kenapa? Dia harusnya bersyukur bukannya marah. Atau jangan-jangan dia masih mencintai tunangannya”

__ADS_1


“Bukan karena itu, dia marah padaku karena aku masih belum percaya kalau dia mencintaiku”


“Kau juga aneh sih, jelas-jelas suamimu mencintaimu tapi kau masih butuh bukti dengan kehadiran Melody”


“Diam lah tidak usah ikut campur, untuk apa kau meneleponku sekarang”


“Aku menelpon mu karena ingin bilang, kalau seminggu lagi Melody di awa pulang oleh keluarganya ke Indonesia. Dirimu harus siap-siap menghadapi itu, karena Melody bersikeras ingin bertemu dengan Rendi.”


“Perempuan itu ingin bertemu dnegan suamiku, untuk apa dia menemui Rendi. Dasar perempuan tidak tahu malu” ucap Thalia yang kesal sendiri mendengar penuturan Rey barusan.


“Aku juga tidak tahu kenapa dia ingin bertemu Rendi, yang jelas kau harus waspada. Takutnya dia ingin kembai dengan Rendi”


“Oh iya kenapa kau tidak jujur saja dengan orang tua Melody tentang siapa dirimu, kalau mereka tahu mereka akan bicara dengan anaknya agar tidak menemui Rendi” lanjut Rey menasehati Thalia.


“belum saatnya, nanti aku pasti bicara dengan mereka. Aku i..” ucapan Thalia terpotong karena Rendi yang berdiri di sampingnya saat ini. dia sangat terkejut melihat Rendi berada disebelahnya.


“Ka..kamu ada disini, kenapa?” tanya Thalia terbata.


“Aku mau bertemu rekan-rekanku sebentar, kau mau titip sesuatu” ucap Rendi dengan nada dinginnya tetapi masih terlihat perhatian pad Thalia.


“Tidak ada,” lirih Thalia yang bingung dengan Rendi, dia bingung saat ini Rendi sedang marah dengannya atau tidak kalau marah kenapa pria itu mau bicara dengannya. Tapi kalau tidak nada bicaranya kenapa dingin begitu dengannya saat ini.


“Ya sudah, aku pergi dulu. kau hati-hati di resort” ucap Rendi dan langsung pergi, seketika Thalia menatap kecewa biasanya Rendi ketika ingin pergi selalu mencium keningnya lebih dulu tapi barusan pria itu pergi begitu saja.


Tanpa sadar, Thalia mematikan panggilannya. Dia tidak mood lagi bicara, ia sungguh kecewa dengan itu.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2