Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
43


__ADS_3

"Kalau boleh aku tahu, Lita sahabat Diri apakah sudah menikah? dan kenapa ka..kalian menginginkan perceraian dari Lita" ucap Fahri yang bergetar menyebut nama Lita dia sesekali melihat Rendi yang memperhatikannya.


"Jelas kita menginginkannya, mbak Lita itu orang baik tapi kenapa dia bisa dapat suami seperti itu. Rasanya ingin aku habisi siapa pria itu yang membuat mbak Lita tersakiti" ucap Willy begitu menggebu tangannya terkepal.


Deg


lagi sebuah perkataan seakan menghantam Fahri saat ini. Berarti mereka tidak tahu kalau ialah pria kejam yang telah membuat Lita terluka. Hatinya sakit saat ini, setelah mengetahui kenyataan ini rasanya dia ingin menebus semuanya dan menghilang.


"Kenapa kamu diam Fahri, dan kenapa wajahmu sedih begitu? kamu memikirkan Dira?" ucap Vadri melihat Fahri.


"Tidak," Fahri bilang tidak dengan raut wajah sedih.


"Aku ijin keluar sebentar" ucapnya tidak bisa membendung kesedihannya lagi. Dia hancur saat ini sangat hancur kenyataan yang membuat kubang penyesalannya semakin dalam.


Fahri langsung keluar begitu saja membuat yang lain tampak bingung.


"Om Tante saya keluar dulu" pungkas Rendi menyusul Fahri yang keluar dengan cepat.


"Kenapa mas Fahri?" heran Willy yang menangkap keanehan dari Fahri.


Diluar Fahri meninju tembok berkali-kali, dia benci benci sekali dengan dirinya saat ini. Dia begitu menyesal andai dia percaya apa kata orang tuanya dulu soal Lita mungkin tidak akan begini dan mungkin Lita masih hidup dan dia bisa melihat Lita tapi apa karena kebodohannya Lita tiada.


"Rasakan Fahri, Rasakan, kau bodoh kau bodoh" ucapnya dengan air mata penyesalan meninju tembok itu berkali-kali dengan tangannya yang terbungkus perban sehingga membuat tangan itu kini kembali mengeluarkan darah.


"Fahri, Fahri, apa yang kau lakukan" ucap Rendi menahan tangan Fahri agar tidak dipukul-pukul kan lagi ke dinding.


"Aku menyesal, aku menyesal Rendi. Se..seharusnya aku..aku mempercayai orang.." tak kuat sudah Fahri melanjutkan ucapannya.


"Mau bagaimana lagi Fahri semuanya sudah menjadi bubur penyesalan mu ini tidak ada gunanya. Sekarang janjimu pada Dira sudah kau tepati menemui keluarganya. Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang" ucap Rendi.


"Aku tidak, aku tidak memiliki harapan lagi hidupku sudah pergi bersama Lita" ucap Fahri langsung terduduk bersandar pada dinding.


"Kalian membicarakan Lita? Kalau boleh tahu Lita siapa yang kalian bicarakan?" Willy tiba-tiba muncul dari samping mereka menatap penasaran keduanya.


Rendi dan Fahri terdiam saling tatap satu sama lain.


"Jawab, Lita siapa? apa mbak Lita yang aku kenal. Kenapa kalian membicarakannya"


Fahri langsung berdiri memegang pundak Willy,


"Suami,Suami Lita adalah aku" ucap Fahri.


Mata Willy langsung melebar menatap tajam Fahri tangannya terkepal dan.

__ADS_1


Bughh


Willy meninju perut Fahri hingga pria itu terdorong kebelakang dan hampir terjatuh.


"Jadi kau suami mbak Lita, kau yang membuat mbak Lita menderita hah" ucap Willy mendekat kearah Fahri menarik kuat kerah baju Fahri dan memukulnya kuat sampai Fahri tersungkur ke tanah.


Rendi langsung menghampiri Fahri,


"Kau tidak apa, kau harus aku hajar karena membuat mbak Lita menderita" Willy akan memukul Fahri lagi yang tidak melawan dia memang pantas mendapatkan ini.


"Hentikan," Rendi menahan tangan Willy agar tidak memukul Fahri.


"Kau minggir lah, aku tidak mengenalmu. Aku akan.."


"Rendi biarkan saja dia memukulku biarkan juga dia membunuhku agar aku bertemu Lita" pungkas Fahri.


Willy terdiam menatap Fahri.


"Apa maksudmu agar bertemu mbak Lita, ada apa dengan mbak Lita" Willy langsung menghempas Rendi dan dia langsung menarik Fahri untuk berdiri.


"Bilang padaku, ada apa dengan mbak Lita?"


"Li..Lita sudah tiada,"


"Dia..dia sudah tiada pergi meninggalkanku.." Fahri menangis menunduk penuh penyesalan.


"Nggak, nggak mungkin kau bohong kan. Kau bohong"


Fahri terisak bahunya naik turun karena menangis, dia tidak bisa menjawab.


"Mbak Lita, Mbak" ucap Willy terduduk dia merasa tak percaya.


"Aku sekarang tidak memiliki kakak lagi, kau kau pembunuh, kau pasti yang membunuh mbak Lita kan" Willy benar-benar murka dia akan memukul Fahri tapi lagi-lagi Rendi menahannya.


"Lepas,Lepaskan aku, aku..aku akan membunuh.."


"Tenanglah Willy, tenang,." ucap Rendi.


"Kau tenanglah, aku ingin bicara padamu. Kenapa kau mengirimi Fahri foto-foto palsu Lita. Apa tujuanmu?" ucap Rendi masih memegangi Willy.


"Aku sengaja, aku sengaja melakukannya agar mbak Lita bercerai dari suaminya. Kak David yang menyuruhku, dia menyuruhku memisahkan mbak Lita dari suaminya karena su..suaminya melukai mbak Lita terus. Aku tidak terimaa" ucap Willy terus terang.


"Ternyata..ternyata suaminya pria yang pernah kakakku Dira sukai, pria jahat, pria brengsek. Gara-gara kau.." ucap Willy teramat terpukul mengetahui Lita sudah tiada.

__ADS_1


"Kau tadi bilang, kalau David yang menyuruhmu? maksudmu David kakak dari Lita" ucap Rendi tidak terpancing suasana sedih dia harus mengorek info ini demi Fahri sahabatnya.


Willy mengangguk sambil menangis,


Fahri yang belum ngeh dengan ucapan Willy, dia masih terlarut dalam kesedihan dan penyesalan.


"Fahri, Fahri berdirilah. Ayo kita pulang saja, kau harus menenangkan dirimu" ucap Rendi membantu Fahri berdiri. Mereka berdua langsung berjalan pelan meninggalkan Willy yang menangis sesegukan meratapi Lita.


………………


"Rendi sekarang apa yang harus aku lakukan, Lita lita tidak bersalah" ucapnya


Rendi terdiam dia sendiri bingung harus apa, dia tidak bisa memberi solusi apa pada Fahri.


"Kamu tadi dengar apa yang di katakan Willy, dia bilang melakukannya karena disuruh kakak ipar mu. Kenapa dia melakukan hal itu?"


"Kau tadi bilang apa?" ucap Fahri yang merasa salah dengar.


"Willy disuruh kakak ipar mu untuk mengirimi mu foto-foto palsu itu. Kenapa dia melakukannya?" ucap Rendi mengulangi ucapannya.


Fahri terdiam dan dia baru sadar, benar kenapa David melakukannya apa tujuan David. Padahal dengan dia melakukan hal itu, itu sama saja membuat Lita menderita karena ia melampiaskan marahnya pada Lita.


"Dia mungkin melakukannya karena tidak menyukaiku, dia memang pernah menyuruh Lita untuk menceraikan ku" ucap Fahri.


"Kakaknya menyuruh adiknya untuk menceraikan suaminya. Sudah gila atau apa kakaknya" mendengar itu Rendi merasa kesal.


"David melakukannya karena dia sudah mencurigai ku dari awal jadi kemungkinan itu alasannya."


"Gila,..dia cuman gara-gara itu mempertaruhkan kebahagian adiknya."


"Mungkin dengan melakukan itu dia berharap Lita bisa terlepas dariku dan bahagia. Seharusnya aku berpikir seperti David melepaskan Lita dan membuang kebencian ku padanya." ucap Fahri penuh sesal.


"Disini ada yang jual makanan Indonesia tidak ya" ucap Fahri tiba-tiba saja membuat Rendi menatapnya.


"Memang kenapa?"


"Aku tiba-tiba saja ingin makan ketoprak, baru sehari disini aku sudah rindu masakan Indonesia. Besok kita pulang, aku harus menemui Lita" ucap Fahri berbicara melantur ya melantur menurut Rendi itu ucapan melantur dari Fahri.


Baru beberapa menit Fahri sedih dan saat ini pria itu tampak biasa dan ucapannya yang ingin bertemu Lita. Sedang melantur atau bagaimana Fahri saat ini.


Rendi hanya melihat Fahri yang langsung membaringkan dirinya di kasur hotel.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2