Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 17 (Season 2)


__ADS_3

Rendi berjalan kearah tim yang bertugas sebagai pendata narapidana yang pernah di tahan dan di kantor sebelum di adili di pengadilan.


“pak Juan, saya ingin tanya pada anda kenapa anda membiarkan pria bernama Nicholas bebas dari dalam penjara.” Ucap rendi yang datang-datang menaruh tangannya di meja seorang polisi.


“Pria bernama Nicholas?” ucapnya sambil mengingat siapa yang dimaksud rekan di depannya.


“Oh pria yang kau jebloskan kemarin, saya tidak membebaskannya tetapi korban yang meminta untu tidak memproses pria itu. Memangnya ada apa?” pungkas Juan.


“yang melaporkannya saya dan saya tidak menarik laporan, kenapa anda main bebaskan saja tanpa persetujuan dari saya” ucap rendi dengan nada tingginya.


Polisi bernama Juan itu langsung menajamkan matanya mendengar ucapan dari rendi barusan.


“tapi anda bukan korban, meskipun anda yang melaporkan tapi korbannya tidak ingin melanjutkan. Jadi aku harus bagaimana menyikapinya?” tegas Juan menatap kearah Rendi.


Rendi langsung terdiam, tatapan mengintimidasi seketika ia berikan pada rekannya yang merupakan seniornya itu.


“jika kau tidak terima protes saja dengan perempuan itu, sudahlah kau Rendi pergi dari mejaku. Aku sibuk” ketus pria itu sedikit mengusir Rendi.


Rendi menggebrak meja sebelum pergi, bagaimana bisa pria itu seakan lepas tangan dengan laporannya kemarin dan malah membebaskan ria tersebut. Dan kenapa juga Thalia harus membiaskan nya siapa sebenarnya pria itu bagi Thalia.


Rendi pergi begitu saja, bukan kembali ke mejanya melainkan ketempat lain, entah kemana dia akan pergi sekarang yang jelas langkah tegapnya begitu cepat berjalan meninggalkan kantor polisi.


...................


Thalia hari ini akan pergi menemui Nicholas, mereka berdua memang ada janji setelah Nicholas dia bebaskan dari dalam penjara. Alasannya membebaskan mantan kekasihnya tersebut karena Nicholas sebenarnya orang baik cuman gara-gara kurang kasih sayang seperti dirinya jadi ya begitu.


Soal dia hampir di lecehkan oleh pria tersebut dia sudah memaafkannya, toh ia juga sudah menghajar pria itu kemarin. Pria itu mengajaknya bertemu sekarang, dia bilang akan pamit untuk pergi.


Thalia berjalan ke cafe tempa dimana dia dan nicholas bertemu, ia berjalan sambil melihat Hpnya sudah hampir tiga hari dia tidak menemui polisi sombong itu tapi tak kunjung ada kabarnya juga. padahal dia sudah yakin pria itu masuk ke perangkapnya tapi kenapa sampai sekarang rendi belum menghubungi dirinya sama sekali.


“thalia,.” Panggil Nicholas dari tempat duduknya sambil melambaikan tangan pada Thalia agar perempuan itu tahu dia dimana.


Thalia langsung mendongak melihat kearah sumber suara yang memanggilnya,


Dia melihat Nicholas yang melambaikan tangan padanya sekarang, ia hanya tersenyum kecil saja sambil berjalan mendekat.

__ADS_1


“kau serius akan pergi?” ucapnya sambil menarik kursi di hadapan Nicholas.


“Serius, kenapa? Kau terdengar sedih aku pergi. Masih mencintaiku?” ledek Nicholas.


“jangan harap, kau tahu sendiri cintaku untuk siapa?” sinis Thalia.


“ya aku tahu, cintamu hanya untuk dokter itu kan. Sih Rey, tapi kau lupa kalau kau sedikit menaruh rasa denganku makanya menyelingkuhi dia” ucap Nicholas terkekeh, dia mencoba mengingatkan Thalia soal sedikit menyimpan rasa padanya juga.


“Cinta ku sekarang bukan untuk kalian berdua”


“Woi, kau menemukan pria lain. Kau benar-benar playgirl Thalia. Siapa? Polisi yang memukuliku waktu itu?”


“bukan urusanmu”


“Baiklah,”


“aku minta maaf sola diriku yang hampir merenggut mahkota berharga dirimu waktu itu, kau tahu sendiri alasannya kenapa aku begitu. Aku tidak ingin merasa kesepian makanya aku ingin menjadikanmu milikku.” Ucap Nicholas merasa bersalah, dia menunduk menyesali perbuatannya tersebut.


“Tidak apa aku mengerti,”


“Aku juga ingin mengucapkan terimakasih padamu karena telah membebaskan ku dari jeruji besi”


“kenapa lo mellow banget, lebay. Buruan pesan makan, gue lapar habis itu lo pergi sana” ucap Thalia sarkas.


Mendengar hal tersebut Nicholas malah tersenyum,


“kau memang perempuan sadis, tapi aku suka. Kau lapar kan, aku pesankan makanan dulu” ucapnya sambil tersenyum sebelum beranjak pergi untuk memesan makanan.


Thalia hanya mendengus, dan melipat kedua tangannya di dada terlihat cuek dengan Nicholas yang sudah pergi dari hadapannya saat ini.


.......................


Rendi berada di dalam mobilnya, dia berkali-kal memukul keras stir mobil tersebut.


“kau bodoh Rendi, kenapa kau marah-marah tidak jelas begini” rutuk nya terhadap dirinya sendiri.

__ADS_1


Dia langsung menghentikan mobilnya di depan sebuah cfe tempat biasa dia menenangkan pikiran. Di biasanya duduk sendiri di dalam cafe tersebut sambil melihat kearah jalan dan memesan makanan.


Ia langsung keluar dari dalam mobil, membanting cukup keras pintu mobil tersebut. Dengan langkah lebar ia memasuki cafe.


Baru saja di ada di dalam cafe mengedarkan pandangan mencari tempat duduk yang Nyaman dan kosong matanya terlebih dahulu menangkap sosok pria yang beberapa hari lalu dia pukuli hingga tak sadarkan diri sekaligus pria yang membuatnya kesal karena dibebaskan tanpa persetujuannya.


Rendi terus melihat kearah Nicholas yang membawa nampan berisi berbagai macam makanan dan juga minuman. Pria itu berjalan mendekat kesebuah meja dimana ada seorang perempuan duduk membelakangi dirinya, pria itu tersenyum pada perempuan tersebut.


“Ini tuan putri Thalia makananmu sudah datang,” ucap Nicholas.


Rendi mendengar nama yang disebut Nicholas barusan, dia langsung terpaku di tempatnya. Dia barusan tidak salah dengarkan nama siapa yang disebut.


Thalia langsung menoleh melihat kearah Nicholas yang datang membawa makanan untuknya, langsung tersenyum senang karena perutnya segera terisi.


Mata rendi menajam saat melihat siapa perempuan itu, jadi tadi dia memang tidak salah dengar. Memang yang dipanggil benarlah Thalia.


“hu, dia bersama pria itu” gumamnya sinis, tangannya terkepal seketika. Aura dingin langsung muncul begitu saja.


“Ini burger kesukaan, ini minuman lemon tea kesukaan mu juga. dan ini milikku” ucap Nicholas setelah menaruh makanan di depan Thalia.


“aku baik kan padamu, kau mau menjadi istriku saja. Menemaniku yang sendiri ini,” cap Nicholas duduk didepan Thalia.


“tidak usah mulai, kau tidak malu waktu itu melecehkan ku” sinis Thalia.


“ya makanya itu karena aku hampir melecehkan mu, aku melamar mu sekarang. Aku tidak masalah kau tidak mencintaiku, asalkan kau bersamaku aku tidak apa-apa” ucap Nicholas sambil melahap sandwich nya.


“Perkataan buaya” cibir Thalia.


“Woi sadar lo juga buaya, buaya betina. Gue jadi buaya juga karena lo yang mulai, ya udah gue selingkuhin lo lah” ucap Nicholas tak mau kalah.


“udah lupain masa lalu, ini untuk yang terakhir kalinya, lo mau jadi istri gue. Habis itu kita pergi ke Inggris mulai kehidupan kita yang baru. Lo pernah bilang kalau keluarga lo nggak perduli kan sama lo. Gue perduli sama lo Thalia,” ucap Nicholas yang serius dengan ucapannya. Dia memegang tangan Thalia membuat thalia yang akan melahap burgernya langsung tidak jadi.


“jangan mimpi, bisa menikah dengan perempuan yang sedang mengandung anakku” suar dingin penuh penekanan membuat kedua orang itu terkejut dan melihat kearah sumber suara.


Thalia yang melihat kebelakang terbelalak melihat siapa orang didepannya, dia menatap pria itu tak mengerti.

__ADS_1


°°°


T.B.C


__ADS_2