Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 37 (Season 2)


__ADS_3

Thalia bangun dari tidurnya, dia merentangkan tangannya saat ini meregangkan tubuhnya yang terasa kaku saat bangun tidur. Matanya langsung terbuka saat merasa kasur di sebelahnya telah kosong dia melihat ke sebelahnya dan sudah tidak mendapati Rendi di situ. Kira-kira kemana Rendi kenapa jam segini sudah bangun batin Thalia.


Thalia langsung duduk melihat sekeliling kamar yang tidak ada orang disitu, membuat Thalia berdiri. Dia ingin ke kamar mandi lebih dahulu baru setelah itu dia akan keluar dari kamar untuk menemui Rendi karena dia harus tampil cantik dulu baru keluar dari kamar.


Baru saja dia akan menuju kamar mandi pintu kamar sudah terbuka membuat Thalia berhenti melangkah dan melihat kearah pintu yang terbuka tersebut.


“Kau sudah bangun?” tanya Rendi pada Thalia. Pria itu sendiri tengah siap mengenakan seragam polisinya, dia akan pergi ke kantor sekarang.


“ya baru saja, kamu mau berangkat bekerja?” tanya Thalia balik.


“Iya, cepatlah keluar sarapan. Aku sudah buatkan sarapan untukmu,” perintah Rendi.


Thalia mendekatkan dirinya pada Rendi, dia memegang bahu sang suami menatap suaminya tersebut.


“Hari ini saja, kamu tidak usah bekerja. Kita kan pengantin baru, habiskan waktu berdua saja dulu bagaimana” ucap Thalia dengan manisnya, dia menggerakkan jemari lentik nya di dada Rendi berusaha membujuk pria tersebut.


Rendi malah perlahan melepaskan tangan Thalia, dia memegang tangan halus sang istri.


“Aku tidak bisa, masih banyak pekerjaan. Kalau aku tidak banyak pekerjaan kita jalan bersama” Rendi menolak permintaan Thalia.


“Pekerjaan?” Thalia tersenyum sinis, dia langsung mengabaikan Rendi dia melenggang pergi meninggalkan pria itu di dalam kamar sedangkan dia langsung berjalan keluar.


Rendi melihat sekilas Thalia yang berjalan keluar meninggalkan dirinya sendiri, membuat dia langsung menyusul Thalia.


Saat sudah di luar, dia langsung menahan tangan Thalia yang akan melenggang pergi ke dapur.


“Sebentar, aku mohon jangan marah padaku. Hari ini saja biarkan aku bekerja, besok kita habiskan waktu berdua” ucap rendi sambil menahan tangan Thalia yang menatap kearahnya.


“Terserah dirimu saja, aku tidak perduli. Jika kamu memang terpaksa menerima pernikahan ini karena sudah terlanjur tidak usah di paksakan kalau berat menghabiskan waktu bersama ku” Thalia melepaskan tangan rendi dan langsung pergi ke dapur lebih tepatnya ke kulkas untuk mengambil minum.


Rendi menyusulnya setelah sempat terdiam,


“Aku tidak berat melakukan pernikahan ini, bukannya aku sudah bilang kalau aku menerima pernikahan atas kebohongan mu. Dan aku sudah mencintaimu tai kenapa kau malah berkata seperti itu” tukas Rendi mendekati Thalia, dia melihat Thalia yang sedang meneguk air dari botolnya.


“Kamu mau bekerja kan, ayo makan aku temani dirimu makan” Thalia mengabaikannya saja, dia langsung menuju ke meja makan yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.

__ADS_1


Thalia duduk melihat hasil masakan Rendi yang sudah terhidang di atas meja,


“Kau pintar memasak ternyata, aku merasa kalah denganmu” Thalia terlihat sedih sendiri melihat masakan suaminya, entah mengapa dia jadi merasa tak pantas saja untuk Rendi.


“kenapa kamu diam saja, ayo makan. Kamu marah denganku?” Rendi yang menyadari Thalia hanya diam mencoba bertanya seperti itu.


“Tidak,” Thalia menjawabnya dnegan cukup singkat dia langsung mengambil sendok dan mulai untuk makan.


Rendi menghela nafas panjang, dia langsung berdiri dari duduknya saat ini berjalan ke kamar meninggalkan Thalia yang kebingungan dengan rendi yang malah pergi begitu saja.


“kenapa sih pria itu, bilangnya mau bekerja. Malah masuk ke kamar” ucap Thalia berbicara sendiri.


..................................


Thalia baru saja keluar dari kamar mandi yang berada di luar kamar. Dia memang tidka mandi di dalam karena masih malas untuk berbicara dnegan Rendi. Entah pria itu sedari tadi hanya di kamar padahal bilang akan pergi bekerja tapi belum berangkat juga.


Saat Thalia keluar dari kamar mandi dan akan pergi ke kamarnya untuk berganti baju dia melihat rendi yang sudah mengenakan baju bebas bukan seragam polisi lagi. Hal itu membuat Thalia penasaran dengan Rendi yang mengganti bajunya.


“Kau tidka jadi bekerja?” tanya Thalia melihat aneh Rendi yang duduk di sofa.


“Hari ini dan tiga hari ke depan, aku tidak akan bekerja. Kamu, kita habiskan waktu bersama” ucap Rendi didepan Thalia.


Mata Thalia langsung terbuka lebar mendengar perkataan Rendi benarkan yang dikatakan pria itu.


“Kau serius dengan perkataan mu?” tanyanya tak percaya.


Rendi menarik pinggang Thalia, dan mengecup leher sang istri dengan sedikit lebih dalam sehingga menimbulkan ******* yang berasal dari bibir Thalia.


“Iya kamu puas, aku milikmu sekarang. Jangan salahkan diriku kalau kamu kelelahan kedepannya” ucap rendi sambil tersenyum manis dan tangannya masih melekat di pinggang ramping Thalia.


Senyum mengembang dan penuh gembira Thalia mendengar perkataan rendi.


“Tidak, tidka akan aku salahkan. Karena aku memang menginginkan bersama dengan mu. Pertama nanti ikut aku keluar oke” pungkas Thalia tersenyum puas.


“Kamu mau keluar kemana?” tanya Rendi.

__ADS_1


“memamerkan suamiku pada yang lain, pokoknya kamu ikut aku keluar nanti” ajak Thalia.


“terserah dirimu, aku ikut saja apa yang kamu katakan” ucap rendi,


Thalia semakin tersenyum lebar mendengar perkataan suaminya yang terdengar manis menurutnya, dia langsung mencium Rendi lebih dulu. Rendi tidak menolaknya dia membalas ciuman sang istri malah dia menggendong istrinya. Rendi menggendong Thalia, dan tentu saja bibir mereka tidak terlepas masih terus berciuman.


Rendi perlahan menjatuhkan Thalia di sofa, dia tepat berada di atas perempuan tersebut. Dia memandang manik mata indah Thalia. Perempuan itu tersenyum melihat dirinya.


Rendi mencium Thalia, dia ******* bibir perempuan tersebut. Ciuman yang terkesan menuntut dan cukup dalam.


Tangan Rendi begitu aktif naik turun di tubuh Thalia, dia bahkan saat ini tangannya perlahan membuka tali kimono Thalia dan ciumannya tak lepas dari bibir manis sang istri.


Dia memang tak pernah bosan dnegan bibir thalia, bibir itu selalu membuat dia ketagihan. Baru saja tangan rendi akan melepas semua pakaian Thalia Thalia sudah menghentikannya lebih dulu membuat Rendi melepaskan ciumannya dan melihat perempuan tersebut.


“kenapa?” tanya Rendi dnegan suara seraknya.


“Oh iya aku lupa, kalau sekarang aku sedang datang bulan” lirihnya pada sang suami.


“kamu serius? Kenapa kalau kamu sedang datang bulan. Malah menyruhku untuk tidak bekerja” ucap rendi tak percaya karena menurutnya Thalia menyuruhnya untuk tidka kerja yang untuk bermesra-mesraan seperti ini bahakan melakukan hal lebih.


“aku serius, aku sedang datang bulan.” Ucap Thalia meyakinkan, dia perlahan mendorong pelan Rendi agar turn dari tubuhnya.


Rendi pun langsung turun karena dorongan pelan itu, dia duduk disebelah Thalia yang membenarkan kimono nya yang sudah hampir terbuka.


“Ya sudah aku ke kamar mandi dulu” ucap rendi dia langsung berdiri saat ini.


“kenapa ke kamar mandi?” tanya Talia menatap heran Rendi.


“Untuk berendam” jawab rendi singkat, dia langsung berjalan pergi meninggalkan Thalia yang kebingungan.


“berendam? Kenapa berendam” tanya Thalia dan langsung berdiri menatap bingung Rendi yang tampak terburu-buru ke kamar mandi.


“aneh dia,” ucap Thalia sedikit cemberut karena tidak di tanggapi Rendi.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2