Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
Ep 18 (Season 2)


__ADS_3

“jangan mimpi bisa menikah dengan perempuan yang sedang mengandung anakku” suar dingin penuh penekanan membuat kedua orang itu terkejut dan melihat kearah sumber suara.


“kau,.” Ucap Thalia tertahan saat rendi mengambil tangannya paksa dan menariknya untuk berdiri.


“Ikut aku,” rendi langsung menyeret Thalia untuk pergi tapi sebelum itu Thalia sudah menghempaskan nya lebih dulu. dia menatap pria itu menelisik aneh dengan sikap Rendi saat ini.


Rendi terkejut, karena Thalia menghempas tangannya begitu saja. Dia memperhatikan perempuan itu yang menatapnya menilai.


Nicholas yang tadi duduk diam saja akhirnya berdiri, mendekati kedua orang tersebut.


“ciih anak, aku tidak perduli Thalia mengandung anakmu atau tidak yang jelas aku akan menikahi dia jika dia mau menerima lamaran ku” sinis Nicholas


Rendi mengepalkan tangannya, dan dia langsung berdiri di hadapan Nicholas dengan menggeser tubuh Thalia.


“Dia mengandung anakku, jadi aku yang akan menikahinya mengerti.” Ucap Rendi menekan dada Nicholas dengan telunjuknya dan dia sedikit mendorong pria itu.


Keduanya saling menatap tajam satu sama lain, tapi Rendi berusaha mengendalikan diri karena dia saat ini tengah memakai pakaian dinas. Jadi tidak mungkin dia akan melampiaskan emosinya.


“kalian mau saling tatap, kalau begitu aku pergi dulu” pungkas Thalia dan langsung melenggang pergi dari hadapan mereka berdua.


Rendi langsung menatap kepergian Thalia, ia beralih menatap Nicholas yang tersenyum sinis padanya.


Baru setelah itu Rendi pergi menyusul Thalia yang sudah berjalan lebih dulu.


Rendi berusaha yang mengejar Thalia yang akan masuk kedalam mobilnya, tepat saat perempuan itu membuka pintu mobil Rendi langsung menarik tangannya agar Thalia tidak masuk kedalam mobil.


“Kau apa-apa sih,.” Bentaknya pada Rendi.


“kau yang apa-apaan, kenapa kau membebaskan pria itu. Kau gila atau bagaimana, jelas-jelas pria itu yang melecehkan dirimu”


“Terserah diriku mau membebaskannya atau tidak, yang jelas dia pernah berarti dalam hidupku. Lepaskan tanganmu,” ucap Thalia menghempas tangannya agar terlepas dari cengkraman Rendi. Tapi cengkraman itu tak kunjung terlepas.


“mau mu apa sih, bukannya kau menyuruhku menghindar darimu beberapa waktu lalu, kenapa sekarang kau jadi begini” ucap Thalia lagi.


Rendi terdiam melihat kearah Thalia,


“kau akan menikah dengan pria itu?” tiba-tiba saja Rendi menanyakan hal itu pada Thalia.


“bukan urusanmu, aku menikah dnegan siapa. Minggir aku mau pulang,” pinta Thalia


“tentu urusanku, kau bilang akan hamil anakku kan. Bagaimana kalau kau sudah hamil anakku sekarang, aku tidak terima anakku menjadi anak orang lain”


Thalia tersenyum miring mendengar itu, dalam hatinya dia berhasil membodohi Rendi soal kehamilannya. Dia akan terus pura-pura acuh terlebih dahulu dengan pria itu baru dia akan membuat Rendi menjadi miliknya.

__ADS_1


“percaya diri sekali,” cibir Thalia tidak memperdulikan Rendi, dia langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam menutup pintu dan menguncinya dari dalam sehingga Rendi tidak bisa membukanya.


Rendi hendak membuka pintu mobil itu tapi tidak bisa karena di kunci dari dalam, dia mengetuk-ngetuk jendela mobil meminta Thalia untuk membukakannya.


“Buka pintunya, aku bilang buka” ucap Rendi mengetuk keras kaca mobil tersebut.


Thalia hanya diam saja memperhatikan Rendi, dan dia siap menyalakan mobilnya. Mobil tersebut berjalan meninggalkan Rendi yang berusaha mengejarnya.


“Berhenti Thalia, aku bilang Berhenti. Kau tidak bisa menjadikan orang lain sebagai ayah dari anakku,” teriak Rendi sambil terengah-engah


............................


Thalia pulang kerumahnya, dia terlihat begitu gembira. Karena Redi sudah masuk kedalam perangkapnya saat ini. dan dia tidak salah karena Rendi tertarik padanya saat ini. bukannya dia percaya diri yang berlebihan tapi terlihat dari sikap pria itu yang begitu jelas sudah mencintainya. Tidak mungkin Rendi tidak mencintainya jika se marah itu.


“Tumben kau senang begitu?’ sebuah suara membuat Thalia melihat kearah depannya. Di sana dia bisa melihat Lita yang berjalan mendekati dirinya sekarang.


“kau ada disini?’ ucapnya saat melihat sang kakak.


“Iya Mama ingin bertemu dengan Axel” jawab Lita berdiri tepat didepan adiknya yang seperti sedang bahagia.


“Oh,” Thalia tampak fokus melihat kearah Lita yang menatapnya.


“kau hamil lagi?” tanya Thalia saat melihat perut Lita yang sedikit agak menonjol.


“selamat,” ucap Thalia terkesan kikuk saat mengucapkannya. Dia memang dari beberapa bulan lalu tidak dekat lagi dengan Lita.


“terimakasih, tadi kau belum menjawab diriku kenapa kau bahagia?” Tanya Lita yang masih penasaran dengan penyebab Thalia bahagia sekarang.


“Aku sebentar lagi akan menikah, dan akan hamil sepertimu. Kalau begitu aku ke kamar dulu” ucapnya sambil membayangkan wajah Rendi. Seulas senyum bahagia kembali muncul di wajahnya.


“menikah? Dengan siapa thalia?” kaget Lita dan langsung berbalik melihat adiknya yang sudah melewati dirinya saat ini.


“dengan seseorang, kau nanti juga akan tahu” seru Thalia tanpa melihat kearah Lita yang melihatnya heran.


“Dengan Rey atau dengan Nicholas?” tanya Lita sedikit mengeraskan suaranya karena Thalia sudah naik ke atas tangga.


“tidak keduanya” jawab Thalia tak kalah keras dari Lita.


“Siapa yang akan Thalia nikahi?” gumam Lita menatap penasaran adiknya yang sudah pergi.


.............................


Rendi mondar-mandir ke sana kemari di dalam kamarnya, ia tampak gelisah saat ini sambil menggenggam kuat ponsel miliknya.

__ADS_1


“apa yang harus aku lakukan sekarang, tidak mungkin aku membiarkan orang lain yang akan menjadi ayah dari anakku” gumamnya begitu gelisah.


“Iya harus, aku harus menikahi perempuan psiko itu demi anakku. Aku tidak ingin darah daging ku menyebut pria lain sebagai ayahnya” putus Rendi, dia langsung menekan nomor seseorang di ponselnya.


“halo Fahri,” ucapnya saat panggilan terhubung.


Benar Rendi kini menghubungi Fahri, dia ingin meminta nomor Thalia agar dia bisa membicarakan soal masalah ini.


“iya halo ren, ada apa?” tanya Fahri dari seberang sana.


“Kau dimana sekarang?’ Rendi malah balik bertanya pada fahri.


“Aku di rumah mertuaku” jawab Fahri.


Rendi yang mendengar hal tersebut langsung terdiam, ada apa Fahri di rumah mertuanya bukannya Lita sedang tidak mau ke rumah itu lalu kenapa fahri ke sana.


“halo Ren, kenapa diam?” ucap suara yang di seberang sana.


“Iya halo,”


“kenapa kau diam saja, ada perlu apa kamu meneleponku?”


Belum sempat Rendi menjawab terdengar sebuah suara yang berbicara pada Fahri di seberang sana.


“Sayang, thalia mau menikah” ucap Lita pada Fahri.


Dan Rendi bisa mendengar itu karena panggilan masih terhubung


“menikah? Dengan siapa?”


“Kayaknya sama Nicholas, kalau sama Rey nggak mungkin” lirih Lita.


“Ya sudah nanti kita bahas lagi, aku sedang mengobrol dengan Rendi. Kau ke kamar dulu ya” terdengar perintah Fahri meminta istrinya untuk ke kamar lebih dulu.


Mendengar pembicaraan Lita dengan Fahri barusan membuat Rendi terpaku, berbagai pikiran ada dalam kepalanya sekarang. Tidak mungkin Thalia akan menikah dnegan orang lain, tidak akan mungkin karena itu anaknya bukan anak orang lain.


“Fahri aku minta nomor Thalia, kirim padaku sekarang” pinta Rendi


“apa?” Fahri sedikit terkejut mendengar hal itu.


“Aku minta nomor adik ipar mu, kirim padaku segera” perintah Rendi lagi dan langsung mematikan panggilannya.


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2