
“Kamu tidak bisa sopan sedikit dengan kakakmu sendiri, bagaimanapun David itu kakakmu” ucap Rendi sedikit berbisik di telinga Thalia, mereka berdua saat ini tengah berjalan mengarah ke pelaminan tempat dimana Rey dan juga istrinya berdiri.
Thalia melihat sekilas kebelakang sebelum menjawab ucapan suaminya,
“malas menganggapnya kakak, pria sok egois seperti dia tidak pantas di hormati” desis Thalia, dia semakin mengaitkan tangannya pada Rendi sekarang.
“Seharusnya kamu bersyukur dia bersikap begitu padamu selama ini, itu artinya di perduli denganmu. Dia tidak mau kamu terjerumus hal yang tidak baik seharusnya ka..” Rendi yang sedang menceramahi Thalia soal sikapnya pada David terpotong karena perempuan itu menyelanya.
“Sudahlah tidak usah bahas kak David, yang adiknya aku kenapa kamu yang cerewet” tukas Thalia menyela perkataan sang suami.
“kamu memang susah dikasih tahu, kamu terlalu egois.” Sinis Rendi menatap tidak suka pada sang istri dia langsung diam sambil berjalan.
Thalia yang berjalan di sebelah Rendi memperhatikan pria itu yang langsung diam seketika saat mengatakan ucapan tersebut padanya.
Mereka berdua saling diam sampai, naik ke pelaminan tempat Rey dan juga sang istri.
“Selamat atas pernikahan kalian” ucap Rendi datar, dia menjabat tangan Rey.
“Iya sama-sama, ternyata kalian datang. Aku pikir anak ini masih marah denganku dan tidak mau datang” ucap Rey sambil melihat kearah Thalia yang berdiri di sebelah Rey.
“kenapa kau tidak memberi ucapan selamat padaku malah dia saja di sebelah suamimu?” lanjut Rey pada Thalia.
Thalia langsung mendekati mantan kekasihnya itu, dan menjabat tangan Rey dan juga istrinya bergantian.
“Selamat atas pernikahan kalian berdua, awas bosan dnegan pria yang sok bijak ini” ucap Thalia memberi selamat pada keduanya tetapi setelah mengucapkan selamat pada rey dia malah berkata seperti itu pada istri Rey
“Dia bukan dirimu yang mudah bosan dnegan pria?” cibir Rey tapi dia tidak serius hanya sekedar bercanda.
“maaf ya, bukannya aku sok dekat dengan istrimu. Tapi sekarang dia sudah aku anggap adik sendiri meskipun mantan kekasih. Karena dia adik dari david” lanjut Rey dan menepuk bahu Rendi yang terdiam. Dia takut suami Thalia cemburu dengannya makanya dia berkata begitu.
“Iya santai saja” jawab Rendi sambil tersenyum padahal dia tadi sempat sedikit cemburu karena perkataan Rey pada Thalia.
__ADS_1
“”Cih, suamiku tidak akan cemburu dnegan pria yang kalah level darinya. Lagipula aku mencintainya tidak mungkin bosan aku dnegan pria yang romantis serta dingin seperti dia daripada pria lembek sepertimu” ketus Thalia, ucapannya begitu tajam tidak perduli dengan perasaan orang lain.
Rey malah tersenyum, dia sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Thalia tersebut.
“Kamu masih sama saja, ucapan mu masih pedas, aku titip dia ya bro. Tuntun dia jadi lebih baik lagi” pungkas Rey pada Rendi
Rendi hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Rey, Thalia sendiri tidak bicara apapun. Dia hanya menampakkan wajah kekesalan saja.
“Kita pergi dulu ya, sekali lagi selamat untukmu” ucap Rendi langsung pamit pergi menggandeng Thalia.
“Dia mantan yang kamu ceritakan dulu, masih sama seperti yang kamu ceritakan dulu” ucap istri Rey saat Thalia dan Rendi sudah pergi.
“Dia memang begitu, mungkin karena anak terakhir dan banyak di manja jadinya begitu. Semoga saja suaminya bisa merubah dia” ucap Rey penuh harap.
“Iya semoga saja,” jawab istri dari Rey, perempuan berhijab dan berwajah ramah itu memang sudah di ceritakan semuanya oleh Rey soal masa lalunya dan siapa saja mantan kekasihnya dulu. dan dia tidka masalah dengan apa yang di ceritakan Rey padanya.
..........................
“kak, kenapa kamu tadi hanya diam saja saat ada Thalia disini. Seharusnya kamu bicara basa-basi dnegan dia tadi. Biar dia merasa di perhatikan olehmu” protes Lita pada kakaknya yang duduk santai di tempatnya tadi.
Begitu juga dengan Naya yang melihat kearah adik iparnya dan beralih pada suaminya. Dia seakan sependapat dnegan perkataan Lita pada david barusan.
“untuk apa aku bicara dengan nya, malah membuatku emosi saja. Kamu tahu sendiri dia bagaimana. Biar suaminya saja yang menghendle Thalia. Bocah itu tidak cocok denganku, jadi percuma kalau aku bicara atau memberikannya nasehat” pungkas David terus terang.
“Tapi yang dikatakan Lita benar sayang, kamu seharusnya bicara dnegan Thalia. Kalau kamu diam malah dia berpikiran kamu tidak menyayangi dia” ucap Naya.
“Terserah, dia mau berpikir apa.” Jawab David tidak peduli jika Thalia akan berpikiran negatif dengannya.
“terserah mu sajalah kak,” pasrah Lita, dia tidak bisa bicara lagi kalau kakaknya yang juga egois bicara begitu.
Fahri juga menyuruhnya untuk diam saja tidak usah membahas soal Thalia di hadapan david.
__ADS_1
Naya dan fahri yang mengerti kapasitas mereka sebagai orang lain hanya bisa diam tidak lagi ikut campur dengan masalah keluarga dari pasangan masing-masing. Biar mereka saja yang menyelesaikan soal masalah keluarga mereka sendiri.
.......................
Thalia dan juga Rendi kini sedang berada di rumah orang tua Fahri, Rendi memang janji akan membawa Thalia juga ke rumah ini. mereka berdua sedang duduk di ruang tamu keluarga Fahri, ini rumah orang tua Fahri yang ada di Jakarta bukan rumah kakak Fahri yang ada di luar Jakarta. Kebetulan orang tua Fari sedang berada di Jakarta melihat cucu mereka yaitu Axel anak Fahri dan Lita.
“kenapa kamu mengajakku kesini?” tanya Thalia pada Rendi yang duduk disebelahnya.
“Ya karena aku janji pada mereka untuk mengajakmu kesini,” jawab Rendi singkat.
“Ya kenapa kamu ahrus berjanji mereka bukan siapa-siapa mu” tukas Thalia.
“Mereka sudah seperti orang tuaku sendiri, dan mereka menganggap ku anak kandung. Jadi kamu juga menantu mereka” tegas Rendi sedikit pelan bicara di telinga Thalia.
“Sudah turuti aku saja, dan kamu jaga sikapmu didepan mereke. Mereka sudah datang, yang sopa pada mereka cium tangan keduanya” bisik rendi lagi sambil melihat sekilas kedatang kedua orang tua Fahri.
“hem..” sahut thalia terpaksa.
“Rendi, Thalia kalian kesini” ucap Sasongko ayah Fahri.
“Iya pa,” jawab rendi sedikit berdiri dan tak lupa dia menarik Thalia pelan agar mengikutinya berdiri untuk mencium tangan kedua orang tua fahri.
Thalia melakukan apa yang diperintahkan rendi padanya, dia mencium tangan kedua orang tua paruh baya tersebut.
“Nah gini dong Rendi, kalau kesini ajak istrinya. Waktu itu kamu ke rumah cuman sendiri”ucap Wulan sambil duduk di depan Thalia.
“Iya Ma,”
“Berati kamu sudah mendengarkan apa yang mama sama papa bilang padamu. Menetapkan pilihan. Syukurlah kalau kamu sudah memilih mana sesuai hati kamu” ucap Sasongko merasa bersyukur soal hal itu.
Thalia menatap Rendi tidak mengerti, dia memang tidak mengerti apa yang dibahas dua orang didepannya.
__ADS_1
°°°
T.B.C