Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
28


__ADS_3

“Mas aku mohon jangan, jangan lakukan ini” ucap Lita yang terus memohon pada Fahri karena pria itu telah menyobek paksa bajunya. Kini dia sudah tanpa busana, Fahri semakin menatap sinis dirinya.


“Kenapa kau terlihat malu begitu, kau sendiri saja tidak malu menyuguhkan tubuhmu pada pria lain. Wanita murahan seperti mu seharusnya tidak perlu menutupi dari suamimu begini” tegas Fahri membuka paksa tangan Lita yang menutupi kedua gundukan nya.


Fahri memegang kuat tangan Lita dikedua sisi tubuh wanita itu,


“Mas, akhhh...” lenguh Lita saat milik Fahri sudah dimasukkan begitu saja kedalam miliknya saat ini.


Fahri dengan kondisi masih mabuk, tampak puas tanpa memperdulikan Lita yang melenguh kesakitan karena miliknya masuk dengan paksa tanpa memberikan rangsangan sedikitpun.


“Bagaimana enak, terus nikmati ini sampai kau merasa mati” sinis Fahri dengan kejam.


“Arkhh, mas..” lenguh Lita lagi mengerang.


Berkali-kali Fahri memundur-mundurkan miliknya didalam tubuh Lita dengan begitu kasar membuat Lita begitu kesakitan. Semakin Lita kesakitan semakin membuat Fahri terlihat begitu puas.


“Nikmat kan Dira sayang, aku benar-benar menginginkanmu” lirih Fahri terdengar lembut dan tiba-tiba saja ritma permainan dirinya melembut.


Lita menatap Fahri yang berubah lembut dan bersamaan dengan itu rasa sakit menjalar dihatinya saat mendengar sang suami menyebut nama Dira ditengah permainannya saat ini.


Fahri memegang pelan bahu Lita, tapi dalam pandangannya itu bukan Lita tapi Dira. Entah itu efek dia sedang mabuk atau bagaimana.


“Ayo sayang,” Fahri memegang Bahu Lita dan ganti dirinya yang membaringkan dirinya dan membuat Lita berada diatasnya saat ini.


“Arkh, mas..mas sudah” ucap Lita disela-sela erangannya.


“Lebih dalam lagi sayang,.kamu lemah sekali sih” tukas Fahri memegang pinggang polos Lita membuat perempuan itu melakukan gerakan-gerakan yang cukup kuat.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, Mereka berdua saat ini sama-sama kelelahan dan berbaring di atas tempat tidur dengan Fahri yang memeluk pinggang Lita kuat.


Sementara Lita meneteskan air matanya pilu, dia tidak menyangka akan diperkosa oleh suaminya sendiri. Ini memang keinginannya untuk dinafkahi Fahri secara batin tapi bukan begini caranya. Fahri sendiri tidak sadar kalau sudah menggauli dirinya bahkan pria itu menyebut nama wanita lain ditengah permainan meraka sungguh teriris sekali hatinya saat ini.


“Kenapa kamu jahat sekali denganku mas” gumamnya pilu mencengkram kuat selimut disebelahnya saat ini.


...............................


Fahri terbangun dari tidurnya saat ini, dia memegangi kepalanya yang terasa berdenyut dengan perlahan menyandarkan dirinya di tempat tidur sambil memegangi kepalanya yang terasa teramat pusing.


Dia belum terlalu sadar dengan pikirannya, sehingga tidak menyadari kalau kamarnya saat ini seperti kapal pecah dengan baju-baju yang berserakan dilantai. Bahkan dia sendiri tidak sadar kalau dia tidak memakai baju, dia hanya bertutup selimut saja.

__ADS_1


“Akhh, kenapa kepalaku pusing sekali” kesal Fahri. Dia langsung terdiam saat dia merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya saat ini.


Dia melihat dirinya sendiri yang tidak mengenakan baju saat ini, dan matanya langsung melebar menatap sekeliling kamar yang berantakan. Dia juga melihat ke sebelahnya yang tidak ada siapapun.


“Apa yang semalam ku lakukan” gumam Fahri mencoba mengingat apa yang dia lakukan semalam, sebelum dia mengingatnya matanya langsung mengerjap saat melihat bercak merah yang ada di selimut yang ia pegang saat ini. Di titik paling bawah, dia melihat bercak merah yang seperti darah itu, menariknya perlahan dan ia lihat dengan seksama.


“Darah? Darah apa ini” ucapnya.


Seketika ingatan semalam langsung teringat di kepalanya saat ini. Bagaimana dia mendorong Lita dengan kerasa ke kasur dan membuka paksa baju perempuan itu.


“Apa aku semalam menyentuh perempuan itu?”


“Bodoh kau Fahri, bagaimana bisa” erangnya kesal.


“Lalu dimana Lita sekarang?” Fahri mencari keberadaan Lita yang tidak nampak di dalam kamarnya saat ini.


Saat dia sedang memikirkan kemana perginya Lita, pintu kamar mandinya terbuka. Menampakkan Lita yang basah kuyub dengan rambut yang berantakan dan juga kemeja yang perempuan itu pakai berjalan dengan tatapan kosong mengabaikan Fahri yang menatapnya cukup terkejut.


Lita berjalan begitu saja mengabaikan Fahri, ia akan berjalan keluar dengan tertatih menahan nyeri yang ia rasakan di pusat kewanitaannya saat ini. Rasanya begitu sakit tapi dia berusaha menahan itu meski sesekali dia harus menggigit bibirnya.


“Kau mau kemana?” tanya Fahri saat melihat Lita yang hanya diam layaknya mumi berjalan.


“Kau tuli, aku bilang kau mau kemana? Jangan bilang kau mau keluar dari kamar dengan pakaian begitu seperti orang gila saja.” Tukas Fahri dengan ketus dan melihat dibawah tempat tidur celananya yang ada disitu. segera saja dia mengambil celana pendeknya dan memakainya perlahan.


Setelah ia memakai celana itu segera saja dia berlari menghampiri Lita yang akan membuka pintu kamarnya saat ini.


Dia mencengkram tangan Lita dan menariknya kuat sehingga Lita menabrak dada bidangnya itu.


Masih dengan pikiran kosongnya Lita tidak menatap Fahri sama sekali, dia justru mencoba melepaskan tangan Fahri tanpa suara.


“Kau pura-pura bodoh dan tidak mendengar ku. Kau gila, kau mau keluar dari kamar dengan kondisi seperti ini, bagaimana kalau mamaku melihatnya” sinis Fahri menatap Lita yang berusaha melepaskan tangannya.


“Lepas, lepaskan tanganku” Lita berusaha melepaskan tangannya.


“Kemari,..” Fahri menari Lita kuat mendudukkan kasar perempuan itu ditempat tidur.


Dia diam menunduk melihat Lita yang juga diam, duduk di tempat tidur.


“Soal semalam, ak..” lirih Fahri dan langsung terpotong karena perkataan Lita.

__ADS_1


“Aku membencimu, aku benar-benar membencimu Fahri.” Ucap Lita dengan tajam dan sorot mata yang mengindikasikan kemarahan.


Fahri terdiam mendengar ucapan Lita tersebut, tiba-tiba saja dia teringat dengan apa yang terjadi di bar dimana dia menerima foto dari seseorang dimana Lita sedang tidur dengan seorang pria.


Tiba-tiba saja tangannya terkepal dikala mengingat hal itu,


“Kau membenciku, seharunya aku yang membencimu. Kau membenciku karena aku memperkosa mu begitu, sedangkan itu hak ku. Dan kau malah menyerahkan tubuhmu pada orang lain dengan senang hati”


“Jangan asal menuduhku,”


“Aku tidak asal aku ada bukti”


“Aku menyesal telah mencintaimu, sekarang rasa cinta itu tidak ada didalam hatiku. Disini hanya benci untukmu, aku akan berusaha menghancurkan dirimu Fahri. Pria bodoh sepertimu tidak pantas menjadi pria yang ku cintai.”


Fahri tersenyum sinis mendekat kearah Lita, dia melipat kedua kakinya didepan perempuan itu tersenyum sinis sambil memegang kuat tangan Lita.


“Silahkan hancurkan aku kalau bisa,.” Ucapnya tidak takut.


“Pasti akan aku lakukan, kau pria terbodoh yang pernah ku temui Fahri. Kau lihat itu darah apa? Itu darah keperawanan ku yang kau renggut paksa mengerti. Kalau aku menyerahkan tubuhku pada pria lain tidak mungkin aku masih mengeluarkan darah itu” air mata Lita tidak terbendung lagi, menetes cukup deras nan pilu hatinya sungguh hancur dengan setiap perkataan Fahri padanya.


Dia menghempas tangan Fahri kuat dan langsung berdiri begitu saja,


Fahri menatap apa yang ditunjuk Lita tadi, dia tadi juga sempat melihat itu. Berarti Lita memang masih perawan belum di sentuh oleh pria manapun selain dirinya lalu foto itu, kenapa dia bodoh sekali matanya menatap nanar darah di seprei itu sementara Lita berjalan kearah pintu kamar.


Dia sudah manta lebih baik dia pergi saja dari rumah ini, dia sungguh tidak kuat lagi menerima semua ini. Soal surat cerainya biarkan saja yang penting dia bisa pergi dari rumah ini dan pergi dari hidup Fahri.


Baru beberapa langkah pandangan Lita mengkabur seketika, dan terasa berputar setiap sudut kamarnya dan..


Brukkk.


Tubuhnya limbung begitu saja menatap kerasnya lantai,


Fahri yang masih menatap nanar darah di sperei itu seketika berbalik saat mendengar benturan keras di lantai.


Matanya melebar melihat Lita yang sudah tidak sadarkan diri di lantai.


“Lita..”


°°°

__ADS_1


T.B.C


__ADS_2