Istri Yang Dibenci

Istri Yang Dibenci
71


__ADS_3

Malam hari yang terasa lama bagi Lita, sedari tadi dia tidak bisa tidur. Pikirannya terus melayang memikirkan Fahri yang saat ini tidur di luar. Entah kenapa tiba-tiba saja pria itu tadi memutuskan untuk tidur di luar saja daripada didalam kamar. Lita langsung mendudukkan dirinya perlahan sekilas melihat Axel yang tidur dengan pulasnya.


“Kenapa aku sedari tadi memikirkan Fahri terus,” ucapnya begitu risau, dan pandangannya menatap pintu kamar.


Lita langsung turun dari tepat tidur, daripada dia risau begini lebih baik dia melihat Fahri. Dia merasa tidak enak sendiri karena pria itu pastinya memberi ruang untuk dirinya. Seharusnya dia senang tapi kenapa dia jadi tak tenang dengan hal itu.


Lita perlahan membuka pintu kamar sambil sesekali memperhatikan Axel yang tidur dengan kanan kirinya diberi bantal oleh Lita.


Lita membuka pintunya, pandangan dirinya langsung mengarah ke sofa yang tidak berada terlalu jauh.


Fahri sedang tidur meringkuk berselimutkan tebal, perlahan demi perlahan Lita berjalan mendekati Fahri yang tidur di sofa itu.


Lita berdiri tepat didepan Fahri yang pulas tertidur, dia menatap suaminya itu yang terlihat tidak nyaman tidur di sofa.


Perlahan Lita menekuk lututnya, mensejajarkan dirinya dengan wajah Fahri. Tangannya seketika terayun dia mengusap lembut rambut Fahri. Pria itu saat ini terlihat seperti Fahri yang dulu baik dengannya sebelum mereka menikah.


Tangannya beralih ke wajah Fahri mengusap lembut wajah tampan itu.


“Sepertinya hatiku memang masih ada untukmu dan terus tertaut denganmu” lirih Lita menatap wajah Fahri.


“karena memang hatimu milikku,” seketika saja tangan Lita langsung terangkat tapi tertahan kemudian dan Fahri membuka matanya melihat kearah Lita.


“Ka..kamu tidak tidur?” ucap Lita terbata menatap Fahri gugup.


Fahri memiringkan tubuhnya menatap Lita masih terus memegangi tangan perempuan itu.


“Aku tadi tidur, tapi karena separuh jiwaku mendekat membuatku terbangun” ucapnya menata manik mata Lita.


“kenapa kamu jam segini belum tidur, Axel bagaimana?” lanjutnya menatap sang istri.


“Ax..Axel tidur.”


“Lalu dirimu, kenapa tidak tidur. Memikirkan suamimu yang tidur di luar, kamu mengkhawatirkan ku?”


“Lepaskan tanganku, aku mau ke kamar. Nanti Axel bangun” ucap Lita berdiri dan berusaha melepaskan tangannya dari Fahri.


Tapi cekalan itu bukannya terlepas, Fahri malah menarik Lita


“Kamu tadi bilang hatimu masih ada untukku kan, karena kamu memang milikku. Sekeras apapun kamu ingin menghindar tapi hatimu yang membawamu kembali padaku” tukas Fahri mendekatkan wajah Lita padanya.

__ADS_1


Dia menarik Lita perlahan dan membuat Lita berada di atasnya saat ini. ia melingkarkan tangannya di tubuh Lita yang berada di atasnya.


“Fahri lepaskan, aku mau tidur?” ucap Lita berusaha bangkit dari tubuh suaminya.


“Kalau kamu mau tidur, tidur disini saja bersamaku”


Lita seketika terdiam mendengar hal itu,


Tangan Fahri melepaskan pelukannya pada pinggang Lita dan beralih memegang wajah sang istri. Dia mengusap lembut wajah itu, Lita sendiri memejamkan matanya merasakan rabaan lembut dari Fahri. Dia belum pernah merasakan begini sebelumnya, karena Fahri tidak pernah melakukannya dulu.


Lita langsung membuka matanya tersadar kalau dia tidak boleh terbuai, tapi seketika dia terkejut saat matanya terbuka melihat pergelangan tangan Fahri dan di kedua lengan pria itu yang saat ini terlihat jelas karena Fahri mengenakan baju lengan pendek.


Banyak sekali luka bekas sayatan di kedua lengan itu membuatnya terkisap, serta mengingat ucapan Papanya dulu kalau Fahri berkali-kali ingin bunuh diri.


“ini,.” ucap Lita lirih.


Fahri langsung melihat lengannya sendiri, dia hanya tersenyum melihat itu sesekali dia melihat Lita yang tampak syok.


“Kau serius melakukan bunuh diri, beberapa kali?” tanya Lita tak percaya.


“tentu serius, untuk apa aku berbohong”


“Untuk perempuan yang kucintai yang pergi meninggalkan ku dengan meloncat dari jembatan”


Lita terdiam mendengar ucapan Fahri tersebut,


“Bukannya kau tidak mencintaiku?”


“Aku memang bodoh, tidak menyadarinya. Kau tahu aku seakan tidak hdup lagi saat kamu tiada, separuh jiwaku pergi. Tapi untungnya tuhan masih sayang denganku memberikan diriku kesempatan untuk tetap hidup sehingga bisa bersamamu sekarang. Dan aku sangat berterimakasih pada tuhan kalau kau masih hidup”


“Tulus kah cintamu padaku, atau aku hanya sebatas ibu dari anakmu sehingga kau..”


Cupp.


Belum Lita menyelesaikan ucapannya Fahri sudah menciumnya terlebih dahulu.


“Cinta ku tulus padamu, bahkan nama Dira tidak ada lagi di hatiku hanya ada namamu seorang. Dan kau bukan hanya sebagai ibu dari anakku tapi pemilik jiwaku tanpa mu aku tidak bisa hidup” ucap Fahri menekankan setiap ucapannya pada Lita.


Mendengar itu membuat Lita diam memperhatikan Fahri begitu dalam. Begitu juga Fahri yang melakukan hal yang sama padanya.

__ADS_1


Lita seketika langsung mencium Fahri, memulai ciuman itu lebih dulu. dia meraup wajah suaminya yang ada dibawahnya saat ini,


Fahri tidak tinggal diam saja, dia begitu bersemangat membalas ciuman Lita tangannya memegang pinggang Lita naik turun di tubuh istrinya itu.


Ciuman mereka berdua perlahan semakin dalam, dan semakin bergairah, tangan fahri masuk kedalam baju Lita mulai membuka baju istrinya. Lita langsung melepas ciumannya dan mengangkat tangannya saat Fahri melepaskan bajunya saat ini. dia pun juga begitu melakukan hal yang sama pada fahri melepaskan baju Fahri begitu saja.


Tubuh atletis Fahri sudah terekspos begitu juga Lita yang bagian atas tubuhnya hanya terpasang penutup yang menutupi buah dadanya.


“Kau membuatku bergelora saat ini, kau tidak apa jika kita melakukannya. Kau tidak trauma dengan apa yang akan aku lakukan?” tanya Fahri hati-hati melihat Lita yang ada di pangkuannya tengah mengambil nafas dalam-dalam karena ciuman mereka barusan.


“Tidak, aku..aku berusaha melawannya” ucap Lita.


Fahri yang mendapat lampu hijau langsung meraup bibir manis istrinya menciumnya begitu dalam decapan-dacapan nikmat ciuman itu dirasakan mereka.


Fahri terus mencium Lita, tangannya meremas buah dada itu perlahan, dan semakin turun menuju pusat intim Lita yang masih lengkap memakai celana tidur.


Kini Fahri membalikkan Posisi menjadi Lita yang ada di bawahnya, dia melepas celana Lita perlahan menyisakan dalam perempuan itu. Dia juga melepaskan itu, tentu saja dia juga melepaskan pakaian miliknya dan mulai naik kembali keatas Lita.


“Argh,” lita mendesah saat Fahri menghisap lehernya, dan tangan pria itu bermain di gundukan kembarnya.


“Argh Fahri,.” Desahnya tertahan sambil memegangi tangan Fahri yang meremas gundukan nya.


“Panggil aku sayang,” bisik fahri pelan.


Dan dia mulai memasukkan miliknya kedalam milik Lita,


“Arghh,” keduanya sama-sama mengerang sakit saat hal itu terjadi. Menahan hasrat yang tertahan.


Fahri melakukannya berkali-kali memasukkan dan mengeluarkan miliknya.


“Argh sayang,.” Erang Lita dan Fahri bersamaan.


Berkali-kali fahri menghujani Lita membuat keduanya merasa kelelahan, dan Fahri langsung terjatuh begitu saja di atas tubuh Lita yang menghirup udara dalam-dalam.


Mereka sama-sama kelelahan setelah adegan panas mereka di sofa itu. Dan sofa serta gelapnya malam yang menjadi saksi penyatuan kembali dua insan yang sempat terpisah beberapa bulan karena sebuah ke salah paham dan juga dendam. Kini dendam itu telah pergi dalam diri Fahri dan kata maaf juga telah keluar dari mulut pria itu.


°°°


T.B.C

__ADS_1


__ADS_2